
saat irli sudah pulang, laura tetap berada dirumah yuna. seperti biasa laura sering menginap dirumah yuna. dan yuna sempat terlihat murung saat dikamarnya.
"yuna,apa yang sedang kamu pikirkan?kenapa kamu terlihat murung. padahal baru saja ketemu sama irli?"
yuna masih diam melihat langit langit kamarnya "bagaimana kalau nanti irli meninggalkanku dan lebih memilih kakak kelas yang kamu ceritakan tadi?apalagi saat dia tau kalau aku sedang sakit seperti ini" ucap yuna lirih
"jadi sampai sekarang kamu masih juga belum memberi tahu irli masalah kondisimu?"tanya laura
__ADS_1
yuna menggelengkan kepalanya "aku masih belum berani bicara padanya masalah ini. walaupun papa sudah sangat sering mengingatkanku"ucap yuna gak bersemangat
"yuna aku tau perasaanmu.tapi bukankah lebih baik irli segera tahu sebelum terlambat?atau dia lebih baik tahu dari kamu daripada dari orang lain"ucap laura
"entahlah ra, aku belum cukup berani untuk bilang sama irli. aku cuman takut nanti setelah tahu kondisiku dia akan meninggalkanku lebih cepat. aku baru merasakan bahagia seperti ini ra. aku tau memang aku terlalu egois. tapi aku masih ingin merasakan di cintai seperti ini." jelas yuna
yuna terdiam "sudah malam, tidurlah ra" ucap yuna
__ADS_1
"baiklah pikirkan kata kataku barusan yuna. itu semua demi kamu. tapi semua pilihan ada dikamu. aku hanya bisa mengingatkan. cukup kamu tahu aku dan om gunawan sangat sayang sama kamu yuna"ucap laura lagi dan langsung mematikan lampu tidur dan pergi tidur
yuna masih terjaga dimalam hari. yuna sangat gelisah memikirkan perkataan laura, yuna membalikkan badannya dan dia melihat laura yang sudah lelap dalam tidurnya.
"maafkan aku laura, memang kali ini aku sangat egois.bukan karna aku tak ingat kalau papa atau kamupun juga sangat menyayangiku. aku hanya gak ingin orang yang mau dekat denganku hanya karna sebuah kasihan. hanya itu saja. entahlah sampai kapan aku bisa bertahan dengan penyakit ini. sebenarnya akupun sudah sangat lelah yang tiap hari harus hidup dengan obat. bukankah itu sudah sangat menyakitkan?lalu aku harus merasakan sakit nantinya bila harus kehilangan cinta?"batin yuna
yuna masih sibuk dengan pikirannya, dia bingung apa yang harus dilakukan, tapi apa yang barusan dikatakan laura sama sekali gak salah. memang papa dan laura sangat menyayanginya. tapi yuna ingin ada yang mencintai dan menganggap dia sebagai teman itu karna tulus ingin berteman dengannya,bukan karna belas kasihan kerena penyakit yang dideritanya.tiba tiba tanpa sadar membuatnya tertidur ditambah dengan efek obat yang baru saja diminumnya.
__ADS_1
maaf yaa agak sedikit terhambat untuk update, dikarenakan lagi kurang fit. semoga para pembaca semua sehat selalu dan jaga kondisi yaa gaes..