
sepulang dari mall dan mengantar fandi pulang, karna irli sudah sangat merindukan yuna ditambah hatinya lagi BT karna tadi bertemu dengan lisa dan temannya. irli memutuskan untuk langsung kerumah yuna.
"fan, aku keluar dulu ya, mau kerumah yuna. bilang sama mama yaa. gak perlu nunggu untuk makan malam."ucap irli
"oke kak, hati hati. dan titip salam buat kak yuna yaa.." ucap fandi
irli langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah yuna dengan kecepatan sedang. 30menit irli sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah yuna.
tok,,tok,,
"iya sebentar " teriak yuna sambil menuju pintu depan rumah
"tumben amat papa atau laura pakai ketok pintu kalau mau masuk?"batin yuna
ceklek,,,,,
irli memberi senyuman tampannya "hai yuna. lagi sibuk?" sapa irli
yuna masih tertegun, dia kaget biasanya irli kalau mau datang kerumahnya selalu memberi kabar. jadi yuna bisa merapikan dirinya.
__ADS_1
"oh hai sa-yang. tumben datang kesini gak kasih kabar dulu. a-yo masuk."ucap yuna
irli mengerutkan keningnya "memang kenapa sayang kalau aku kemari harus kasih kabar dahulu? emang ada yang mau main kesini? atau ada cowok lain yang mau datang? atau kamu yang mau keluar?"irli menatap tajam yuna
yuna yang melihat tatapan irli yang gak biasanya malah bingung "eh jangan salah paham dulu sayang. bukan itu maksud aku."jelas yuna
"lalu apa maksud perkataan kamu yuna?apa ada orang lain yang sedang kamu tunggu? sedangkan om gunawanpun gak pernah melarangku untuk datang kemari. jawab aku yuna! ucap irli tegas
yuna menghembuskan nafas panjang, dia tau kalau ini sudah salah paham. "sini deh sayang, duduk dulu aku jelasin."ucap yuna menarik tangan irli untuk mengajaknya duduk disofa
"aku sudah duduk dan jelaskan. jangan buat aku makin penasaran yuna"ucap irli dengan tatapan tajam dengan emosi yang sudah gak bisa dikendalikan lagi
irli menghembuskan nafas panjang "sungguh hanya itu alasannya sayang?kamu gak bohong kan sama aku?"ucap irli
yuna hanya menjawab pertanyaan irli dengan anggukan.
irli mengarahkan wajah yuna agar menatapnya " mau kamu berpenampilan rapi atau berantakan itu gak mengubah perasaanku sama kamu yuna. malah aku gak pernah berfikiran seperti itu. aku sayang sama kamu itu tulus apa adanya kamu. mau kamu dandan atau gak, aku tetep sayang sama kamu. karna aku memilih kamu jadi kekasihku bukan karna kamu cantik. tapi karna hati kamu yang lembut, dan aku selalu merasa nyaman saat sama kamu dan keluarga kamu.kamu ingat itu. "jelas irli
saat irli berkata tentang ketulusan hatinya, tanpa mereka sadari papa gunawan juga mendengarnya d balik pintu yang belum tertutup rapat. papa gunawan yang mendengar perkataan irli lalu tersenyum.
__ADS_1
"semoga yang kamu katakan itu benar benar dari lubuk hatimu irli." batin papa gunawan
"aku minta maaf, jangan marah lagi. dan jangan pernah berfikir kalau ada cowok lain dibelakang kamu."ucap yuna lirih
"aku seperti itu hanya karna aku sayang sama kamu dan gak ingin kehilanganmu. hanya itu alasanku. maafkan aku juga bila tadi kata kataku sedikit kasar sama kamu."ucap irli sambil mengusap rambut yuna
papa gunawan pura pura tidak tau apa apa langsung masuk kedalam rumah.
"yuna,papa pulang" ucap papa gunawan
"eh papa, tumben sampai sore? apa segitu sibuknya kah hari ini?"ucap yuna
"iya, tadi acaranya gak seberapa lama sih. cuman ditambah kena macet saat papa perjalanan pulang."ucap papa gunawan
"kamu sudah dari tadi kah irli? om terimakasih sekali kamu mau menemani yuna saat om lagi ada pemotretan" ucap papa gunawan
"irli belum lama om datangnya, tadi habis antar adik baru kesini"jelas irli
"oh baiklah, kalian lanjutkan. om mau mandi dulu. gerah banget"pamit om gunawan
__ADS_1