Gadis Malam

Gadis Malam
Bab 9


__ADS_3

Setelah laura dan yuna selesai dandan mereka langsung turun untuk berpamitan dengan papa gunawan. yang saat itu papa gunawan lagi asik baca koran di ruang tengah.


"om coba liat" sapa laura


yuna menunjukkan hasil makeup laura pada papa gunawan.


papa gunawan kaget karna selama ini belum pernah melihat anak kesayangannya berdandan secantik itu " kamu sangat cantik sayang. bersenang senanglah. dan laura ingat pesan om ya. jangan pulang terlambat. dan jangan lupa katakan pada orang tuamu. lebih baik nanti sepulang acara kalian, kamu menginap disini saja." ucap papa gunawan


" siap om. nanti begitu sampai disana, laura akan telpon mama." jawab laura


"hati hati dijalan sayang." sambil mencium kening yuna


yuna dan laura langsung pergi ke acara teman laura. 30menit mereka sudah sampai di tempat acara yang tentukan.laura dan yuna langsung masuk di sebuah cafe yang terlihat ramai sekali.


"ra bener disini tempatnya?kenapa ramai sekali ya?" tanya yuna

__ADS_1


"namanya juga pesta yuna jelas ramai. dan ayo kita masuk, kita temui clara yang punya acara terlebih dahulu." ajak laura


yuna dan laura masuk dan tanpa sengaja saat mereka ingin menemui clara, yuna melihat cowok yang setiap pagi menyita pandangannya di acara itu.yuna mendadak berhenti dan membuat laura yang dibelakang yuna akhirnya menabrak yuna.


bruuukk "aduh yuna kamu kenapa berenti jalan gak bilang bilang sih? sakit nih kepalaku" omel laura


"ra kayaknya aku lebih baik tunggu di luar aja deh. kamu kalau ingin menemui clara, lebih baik kamu sendiri saja." ucap yuna


laura menatap yuna dengan bingung "memang ada apa? kamu habis liat setan? atau badan kamu ada yang sakit? kenapa kamu tiba tiba terlihat tegang seperti ini?" tanya laura


"ih kamu ini. pertanyaan kamu apa gak kurang banyak apa? aku gak sakit ra. cuman kenapa cowok itu bisa ada disini.?" jelas yuna


mata yuna gak lepas memandang cowok yang selama ini dia pandangi dari jauh." cowok yang pakai kemeja maroon dan jaket putih itu." jelas yuna


laura langsung mencari keberadaan cowok yang ciri cirinya di sebut oleh temannya itu "oh itu? dia namanya Irli Maulana, murid pindahan dan dia teman sekelasku yuna" jelas laura

__ADS_1


sejenak laura diam "jangan jangan cowok yang setiap pagi kamu liatin itu si irli?" tebak laura


yuna tidak menjawab pertanyaan laura. dia hanya mengingat namanya. " ternyata kamu terlihat tampan saat dilihat dari dekat. dan beruntung aku sudah tau nama kamu." batin yuna


laura melambaikan telapak tangannya di depan mata yuna yang terlihat melamun saat yuna diajaknya bicara " eh malah ngelamun ini anak. sudah donk kalau liatin itu. yuk kita temui clara dulu. nanti aku kenalin kamu sama irli." ajak laura yang langsung menarik tangan yuna


setelah laura dan yuna menemui clara dan memberi ucapan, yuna lebih memilih duduk di bangku luar cafe karna di dalam sungguh ramai dan yuna merasa tidak nyaman. saat itu laura sedang di dalam cafe untuk mengambil minum dan cemilan untuk mereka berdua.


" permisi boleh aku duduk disini? aku merasa tidak nyaman di dalam." sapa irli pada yuna


yuna menoleh ke suara yang menyapanya. dan yuna pun kaget dan hanya diam saja.


"boleh kan? di meja yang lain sudah pada penuh." tanya irli lagi


" bo,,, boleh duduk saja" jawab yuna gugup

__ADS_1


setelah irli duduk disebelah yuna, irli mengulurkan tangannya " namaku irli, dan nama kamu?" tanya irli


yuna mengulurkan tangannya juga " aku yuna, salam kenal" jawab yuna masih gugup.


__ADS_2