
...🍀🍀🍀...
"Si-Singa? Di jalan ini ada singanya Kak?" tanya Kania panik seraya celingukan ke sana ke mari, mencari sosok Singa yang dimaksud oleh Daniel.
"Ck! Singanya aku, Kania!" jawab Daniel berusaha untuk tidak ngegas.
Dahi Kania langsung berkerut. "Hah? Kakak jelmaan Singa?" tanya Kania was was.
Daniel kembali tersenyum menyeringai. Entah kenapa rasanya menyenangkan sekali menggoda gadis polos seperti Kania.
"Mau liat atraksi singa gan*as seperti apa?" tanya Daniel dengan nada sen*sual.
Dengan bo*dohnya Kania mengangguk. Karena menurut Kania, atraksi singa ga*nas yang dimaksud Daniel itu seperti pertunjukan sirkus, makannya ia setuju untuk melihat.
Cup!
Daniel tiba-tiba menci*um bibir Kania. Kali ini tidak ada perlawanan dari gadis itu. Kania hanya diam, membiarkan Daniel menyes*ap bibirnya dengan gan*as.
Merasa tidak ada balasan, Daniel langsung menggigit bibir bawah Kania hingga membuat gadis itu membuka mulutnya.
Lidah Daniel kemudian masuk ke dalam rongga mulut Kania dan mulai mengabsen deretan gigi sang gadis yang terjajar sangat rapi.
4 menit berlalu, Daniel mulai melepaskan ciu*mannya. Ia lalu mengusap dengan lembut bibir Kania yang sedikit bengkak karena ulahnya.
"Jangan pancing aku lagi, Kania! Tadi aku hampir gak bisa nahan diri!" peringat Daniel sembari menjauhkan diri dari Kania lalu menutup sejenak wajahnya yang frustasi.
"Kalau Kakak memang ga bisa nahan diri, Kakak boleh kok ngelakuin apapun ke Kania," ucap Kania dengan nada lembut.
"Engga, Kania! Jangan berbicara seperti itu lagi!" pinta Daniel dengan wajah datarnya.
"Tapi, Kak. Kania--"
Brum!
Kania menggantung ucapannya karena terkejut Daniel menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
🍀
🍀
🍀
Skip.
Di Mansion.
Daniel dan Kania langsung masuk ke dalam.
Tampak di ruang tengah, Bella sedang menunggu Kakaknya pulang. Tapi setelah melihat kehadiran Kania, Bella langsung bertingkah kegirangan.
__ADS_1
"Aaa ya ampun, Kak Kania. Bella kangen banget sama Kakak!" heboh Bella dan langsung memeluk erat tubuh Kania.
"Kania juga kangen sama Bella," balas Kania.
Usai melepas rindu dengan Kania, Bella beralih menatap ke arah Kakaknya yang hanya memasang wajah datar.
"Ternyata Kakakku ini diam-diam menghanyutkan ya," goda Bella sambil bersedekap dada.
"Tapi kenapa wajah Kakak kayak ga seneng gitu? Kakak ga ikhlas bawa Kak Kania ke sini?" selidik Bella menatap Kakaknya dengan tatapan mengintrogasi.
Daniel tak menjawab. Lelaki itu malah menaiki anak tangga tanpa mengucapkan sepatah kata apapun pada Bella.
"Ihh, Kak Daniel. Bella lagi ngomong, kok malah diacuhin," kesal Bella sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Brak!
Daniel tiba-tiba membanting pintu kamarnya cukup keras. Hal itu membuat Bella langsung terperanjat.
"Ishh, Kakak lagi PMS ya?" teriak Bella saking kesalnya.
"Sabar ya, Bella. Mungkin Kak Daniel lagi badmood," ucap Kania sembari mengusap pundak Bella.
"Kakak ga buat Kak Daniel marah kan?" tanya Bella beralih memandangi Kania.
Kania menggeleng. "Engga kok, Bell. Kania juga bingung kenapa Kak Daniel tiba-tiba jadi aneh gitu. Apa mungkin Kak Daniel marah gara-gara ngekakuin ini ke Kania."
Kania dengan to the point-nya langsung membuka jas yang tersampir di pundaknya. Setelah itu, Kania menunjukan beberapa tanda merah di leher serta bela*han da*danya pada Bella.
"Oh My God! Itu kan kayak tanda kepemilikan," gumam Bella masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Kak Daniel yang ngelakuin ini, Kak?" tanya Bella, yang kemudian direspon anggukan kepala dari Kania.
"Astaga!"
Sungguh, rasa-rasanya Bella ingin teriak begitu melihat ada beberapa tanpa cup*ang buatan Kakaknya di sekitar leher dan juga da*da Kania.
"Sebentar Kak, ini beneran Kak Daniel gigit 'kan? Bukan ulah sebangsa nyamuk sama spesies lainnya?" tanya Bella lagi.
Kania hanya menjawab dengan anggukan.
"Cubit tangan Bella kalau ini bukan mimpi Kak!" pinta Bella seraya mengulurkan tangannya di hadapan Kania.
Menurut! Kania langsung mencubit tangan Bella.
"Aww.. Beneran dong bukan mimpi," ucap Bella dengan wajah sumringah-nya.
Lalu sedetik kemudian ....
"AAAA, Kak Kania. Love You Love You Love You, Kak. Kakak emang paling the best deh kalau soal godain Kak Daniel. Mana sampai tahap membuat cu*pang lagi. Aaaa," heboh Bella girang.
__ADS_1
Saking girangnya, Bella memeluk Kania begitu kencang hingga membuat gadis polos itu sedikit sesak dan juga tersiksa.
🍀
🍀
🍀
Di ruang makan.
"Ekhem." deham Bella sengaja memecahkan suasana ketika makan malam bersama berlangsung hening.
"Duh, siapa nih yah yang pura-pura cuek, padahal aslinya lagi nahan diri supaya ga kegoda," sindir Bella dengan sedikit melirik ke arah Daniel.
Daniel yang merasa tersindir, hanya bersikap acuh.
"Untuk sementara, Kania tinggal dulu di rumah ini," ucap Daniel mulai membuka suara.
"Ihhh ..." gumam Bella kesal karena Kakaknya malah mengganti topik lain.
"Bella, kamu sebagai orang terdekatnya Kania, bantu dia buat jadi wanita cerdas yang gak gampang ditipu sama orang lain," ujar Daniel tanpa menoleh ke arah Kania.
"Kenapa Kakak nyuruh aku? Kenapa ga Kakak aja yang bantuin Kak Kania?" tanya Bella.
"Lagi banyak urusan," jawab Daniel dengan wajah datar.
"Ohh banyak urusan. Biar Bella tebak dulu, pasti urusan Kak Kania, iya 'kan?" tanya Bella dengan mengangkat kedua aliasnya.
"Sok tau," ucap Daniel singkat.
"Fakta itu loh Kak. Buktinya aja Kakak sampai buat tanda cu*pang di leher Kak Kania, mana sampai ke be*lahan da*danya lagi," ucap Bella frontal.
Mendengar hal itu, Daniel langsung terkejut.
"Bella," ucap Daniel dengan sedikit meninggikan nadanya.
"Apa sih Kak? Emang fakta 'kan?" tanya Bella tak mau kalah.
Brak!
Daniel sekilas menggebrak meja cukup keras. Setelah itu, Daniel berlalu pergi memasuki kamarnya yang ada di lantai atas.
"Ga jelas banget sih Kak Daniel," kesal Bella dan langsung pergi meninggalkan meja makan.
Kini tersisa Kania yang berada di meja makan dengan memasang wajah polosnya ketika menyimak perdebatan antar Kakak Adik.
"Jadi yang salah di sini Kania kali ya?" pikir Kania.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗