Gadis Polos Milik Monster Tampan

Gadis Polos Milik Monster Tampan
Part 25


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Ceklek!


Pintu kamar tiba-tiba terbuka.


"Sayang!"


Refleks Kania mematikan layar hanphone-nya saat mendengar suara panggilan Daniel.


Dan dengan terburu-buru Kania langsung berbaring di atas ranjang tidur seraya menutupi seluruh tubuhnya hingga ke atas kepala menggunakan selimut.


"Sayang, aku pulang."


"Loh, kamu udah tidur?" tanya Daniel ketika melihat seluruh tubuh Istrinya tertutupi oleh selimut.


Karena tidak ada jawaban, Daniel langsung menghampiri Kania, lalu ia duduk di tepi ranjang berdekatan dengan posisi tidur sang Istri.


"Ternyata kamu udah tidur ya. Padahal kan aku belum ajak kamu jalan-jalan ke surga dunia," lirih Daniel dengan nada kecewa. Tangannya kemudian terulur mengusap-usap selimut yang menutupi kepala Istri kecilnya.


"Ya sudah, tidak apa-apa Sayang. Kamu tidur aja yang nyenyak!" ucap Daniel di akhiri dengan mengecup kepala sang Istri yang tertutupi oleh selimut.


Daniel sejenak menghela napas berat. Lalu ia bergegas pergi ke balkon untuk menghirup udara malam.


Sementara itu, di balik selimut, tubuh Kania tampak gemeteran. Ia benar-benar merasa takut karena video haram yang sebumnya ia tonton terus menghantui pikirannya.


"Huaaa, kenapa video yang tadi terus gentayangan di pikiran Kania?" rengek Kania dengan suara pelan.


Terlihat Kania tak henti-hentinya memukul dahinya berulang kali, tapi tetap saja bayangan dua insan yang tengah saling bercin*ta selalu muncul di pikirannya.


Kania tidak tau harus dengan cara apa lagi ia menghilangkan pikiran buruknya itu.


"Kalo jalan-jalan ke surga dunia, bisa ngilangin pikiran buruk Kania gak ya?"


"Dicoba dulu aja deh, mumpung Kak Daniel udah pulang," ucap Kania kembali.


Lalu dengan cepat Kania turun dari kasur. Setelah itu, ia berjalan menuju balkon tanpa melepaskan selimut dari tubuhnya.


Di Balkon.


Grep!


"Kak."


Daniel yang sedang fokus menatap langit malam sembari meminum segelas jus anggur, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Kania yang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang.


"Loh Kania, bukannya kamu udah tidur?" tanya Daniel seraya berbalik menghadap Kania.


Kania menggeleng. "Enggak Kak, Kania tadi ga tidur."


Daniel sekilas mengernyitkan dahinya. "Jadi tadi kamu pura-pura tidur?" tanya Daniel, yang langsung direspon anggukan kecil dari Kania.


Daniel terkekeh. "Kenapa, hm? Kamu takut?" tanya Daniel seraya mengusap pipi Kania dengan lembut.


"Iya Kak, Kania takut," timpal Kania dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


Daniel tersenyum. Setelah itu, tangannya terangkat membelai rambut Kania. "Kamu belum siap? Kalo kamu belum siap juga ga papa Sayang. Aku akan selalu menunggu sampai kamu siap."


"Itu Kak, Kania takut gara-gara video ini," ucap Kania seraya menyerahkan handpohone-nya pada Daniel.


Daniel yang penasaran, langsung mengambil handphone tersebut dari tangan Kania.


Dan seketika saja Daniel langsung terbelalak saat melihat layar dari ponsel Kania menampilkan dua manusia berbeda gender saling bergulat adegan mesra di atas ranjang.


"Kenapa kamu bisa punya video ini, Kania?" tanya Daniel.


"Dari Bella, Kak," jawab Kania terus terang.


Ga salah lagi!


"Terus kamu nonton sampai habis?" tanya Daniel, yang langsung direspon anggukan dari Kania.


Daniel sekilas menghela napas gusar. Ada rasa tidak suka dalam hatinya karena sang Istri malah menonton adegan mesra sebelum ia sendiri mempraktikannya.


"Kakak marah?" tanya Kania saat melihat ekspresi wajah yang dipasang oleh Daniel.


Daniel menggeleng. "Engga, Sayang. Aku cuma ga suka aja kamu nonton beginian tanpa sepengetahuanku," jawab Daniel.


"Kania minta maaf Kak. Lain kali Kania akan minta izin Kakak dulu kalo mau nonton," cicit Kania dengan kepala tertunduk.


Daniel tersenyum. Setelah itu, ia mengecup kening Kania dengan lembut. "Tidak apa-apa, Sayang."


"Oya Kak, bukannya Kakak mau ajak Kania jalan-jalan ke surga dunia?" tanya Kania.


"Emangnya kamu mau, hm?"


"Yakin?" tanya Daniel memastikan.


"Yakin, Kak. Ayo!" ajak Kania sambil merengek manja.


Daniel terkekeh. Entah kenapa Daniel sangat suka dengan sikap manja Kania yang seperti ini.


"Kenapa diam aja Kak?" tanya Kania saat melihat Daniel malah menatap lekat ke arahnya.


Daniel sekilas menyunggingkan senyum tak bisa ditebak. Setelah itu, ia mendekatkan wajahnya pada telinga Kania.


"Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan Sayang?" bisik Daniel.


Kania menggeleng. "Enggak kok Kak. Kania ga nyembunyiin apa-apa dari Kakak," timpal Kania seraya memasang wajah santai.


"Terus kenapa kamu memakai selimut, hm? Kamu tidak kedinginan kan?" tanya Daniel seraya tersenyum jahil.


Ya, Daniel punya firasat kalau di balik selimut itu pasti ada sesuatu yang akan membuatnya tercengang.


"Oo ini Kak. Tadi tuh gara-gara nonton video dari Bella, tubuh Kania malah jadi ikut panas. Makannya Kania tutupin tubuh Kania pakek selimut biar adem," jelas Kania sembari memasang wajah polosnya.


Mendengar hal itu, Daniel terkekeh. "Kalo panas dibuka dong Sayang!" seru Daniel dengan tersenyum nakal.


"Jadi harus dibuka Kak?" tanya Kania mengerjap-ngerjap mata polos.


Sekilas Daniel menghela napas. "Ya dibuka Kania. Kalo ditutupin kayak gitu, bukannya adem, tapi malah nambah panas," timpal Daniel.

__ADS_1


"Iya juga sih Kak, hihi," ucap Kania seraya cengengesan.


Tanpa pikir panjang, Kania mulai menanggalkan selimut yang menutupi seluruh area tubuhnya.


Dan saat selimut itu sudah terjatuh ke atas lantai, wajah Daniel refleks langsung memerah.


"Astaga!" kaget Daniel.


"Ka--Kania, kau ..."


Ini benar-benar gila!


Bahkan Daniel bisa gila sekarang karena melihat penampilan Istrinya yang super-super sexy.


Ya, Daniel tidak menyangka di malam yang penting ini Kania akan memakai lingerie transparan berwarna merah.


Daniel kira Kania hanya memakai tanktop dan hot pants saja, tapi ternyata perkirannya salah.


"Ada apa, Kak? Kenapa wajah Kakak merah begitu?" tanya Kania sembari menatap lekat wajah sang Suami.


Daniel menggeleng pelan. "Ah tidak ada," jawab Daniel dengan nada pelan.


Jujur, saat ini Daniel bukan hanya terpesona, melainkan dirinya mulai terpengaruh.


Bahkan suhu tubuhnya ikut memanas saat melihat lekukan tubuh Istrinya yang terekspos sangat sempurna.


"Kak!" panggil Kania.


Namun, yang dipanggil tetap diam dan malah fokus menatap tubuh Kania dengan penuh hasrat.


"Ada yang salah ya Kak sama penampilan Kania?" tanya Kania saat menyadari tatapan Daniel tertuju ke arah tubuhnya.


Daniel tak merespon. Saat ini lelaki tampan itu sedang fokus memandangi tubuh Istrinya.


"Kakak ga suka ya? Kalo gitu, Kania ganti baju dulu ya Kak!" ucap Kania, hendak bergegas pergi. Namun, dengan cepat Daniel menarik tangan Kania ke dalam dekapannya.


"Jangan diganti!" peringat Daniel.


"Ta--tapi Kak--"


"Aku sangat suka dengan penampilanmu yang seperti ini Kania," parau Daniel di akhiri dengan menyelipkan rambut Kania ke belakang telinga.


"Oo Kakak suka. Ya udah Kania ga akan ganti baju," ucap Kania seraya memasang wajah imutnya.


Daniel tersenyum. Lalu dengan cepat Daniel mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kania hingga kini jarak di antara mereka hanya tinggal 1 cm saja.


"Kamu sangat sexy, Sayang. Bersiaplah kita akan pergi ke surga dunia bersama-sama sekarang!" gumam Daniel di akhiri dengan meniup lembut wajah cantik milik Kania.


Lantas Kania langsung memejamkan matanya saat merasakan deru nafas Daniel yang begitu hangat mengenai kulit wajahnya.


Cup!


Daniel perlahan mulai mengecup setiap inci wajah Kania dengan lembut. Dimulai dari kening, mata, hidung, pipi lalu berakhir ke bibir.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote semuanya 🤗


__ADS_2