
...🍀🍀🍀...
"Jadi gimana Dad, Daddy restuin kan hubungan aku sama Kania?" tanya Daniel memastikan.
Tampak Mr Austin mulai berpikir. "Hmm, direstui ga ya?"
"Dad, please, jangan buang-buang waktu. Aku butuh jawaban Daddy secepatnya," ucap Daniel dengan perasaan tidak sabar.
"Hahaha, Daniel-Daniel, kamu ini kok persis banget kayak waktu Daddy masih muda. Dulu Daddy juga ga sabaran kayak kamu pengen cepet-cepet direstui sama Oma Opa kamu," ujar Mr Austin seraya tertawa.
"Ya namanya juga anak kandung, Dad. Pasti sebelas dua belas lah," sahut Mrs Saras.
Mr Austin menghentikan tawanya. Kali ini ia tidak ingin terlihat bercanda dalam merestui hubungan Putranya dengan Kania.
"Berbahagialah, Nak! Daddy sudah merestui hubungan kamu sama Kania," tutur Mr Austin.
Bibir Daniel lantas membentuk sebuah senyuman mengembang saat mendengar hal itu dari mulut Daddy-nya. "Seriusan, Dad?"
Mr Austin mengangguk. Bersamaan dengan itu, Daniel langsung memeluk erat tubuh sang Daddy.
"Thanks banget, Dad. Di hari ulang tahun aku kali ini, aku bener-bener bahagia banget Dad. Selain dapat kado, aku juga dapat restu dari kalian," girang Daniel. Sungguh, kebahagiannya kali ini tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
"Apapun untukmu, Nak. Daddy akan selalu buat kamu bahagia. Begitu juga dengan adikmu, Bella," balas sang Daddy.
Daniel mengurai pelukannya. Setelah itu ia menatap Kania dengan sangat lekat. "Besok kita akan menikah, Sayang," ucap Daniel seraya menggenggam erat tangan Kania.
"Besok? Kok cepet, Kak?" tanya Kania.
"Ga papa, Kania. Biar aku bisa cepet ngajak kamu ke surga dunia," timpal Daniel di akhiri dengan mengecup lembut kedua punggung tangan Kania.
Kania mulai ber-oh ria. "Ohh gitu ya Kak. Oke deh. Kania juga gak sabar pengen diajak ke surga dunia sama Kakak," ucap Kania dengan wajah polosnya.
Daniel terkekeh. Ia benar-benar gemas dengan kepolosan Kania. Saking gemasnya, Daniel ingin sekali berbuat khilaf pada gadis itu.
"Kamu gak mau nanya hadiah dari Daddy apa?" tanya Mr Austin.
"Ohh iya Dad, aku lupa mau nanyain. Hadiah dari Daddy untuk aku apa?" Daniel beralih memandang ke arah Mr Austin.
"Apartemen."
"Apartemen doang Dad?"
"Eitss jangan salah kamu, Nak. Apartemennya berkelas loh. Daddy juga udah memfasilitasi kamar pengantin yang wow buat kamu dan Kania bercin*ta besok," bisik Mr Austin di telinga Daniel.
"Hah? Beneran Dad?"
"Beneran. Bahkan Daddy udah nyiapin jamu kuat supaya kamu bisa tahan lama di ranjang dengan Kania," bisik Mr Austin kembali.
"Ja-jamu kuat, Dad?"
__ADS_1
"Iya, biar kamu kuat gempur Kanianya sampai pagi," ucap Mr Austin seraya menaik-naikan kedua alisnya.
Daniel menggangguk-angguk mengerti. "Ohh oke oke Dad. Thanks ya Dad!" ucap Daniel.
"Ga perlu terimakasih lah, Nak. Kamu kan anak Daddy. Apapun untuk kebahagian kamu, pasti akan Daddy wujudkan," ucap Mr Austin.
"Daddy emang best. Aku sayang sama Daddy," ucap Daniel kembali memeluk Daddy-nya.
"Sama-sama, Putraku. Jangan lupa diminum staminanya besok!" peringat Mr Austin.
"Siap, Dad."
Tiba-tiba ...
"Huaaa Kak Kania! Jangan ditembak Kak Kania-nya Mommy. Jangan ditembak!"
Lantas Daniel, Kania, Mr Autin dan Mrs Saras langsung menoleh ke arah sumber suara itu.
Dan ternyata suara tersebut berasal dari Bella yang kini tengah digendong ala bridal style oleh bodyguard.
"Maaf menganggu waktunya Tuan Nyonya, sedari tadi Nona Bella terus memanggil nama Nona Kania," ucap Bodyguard.
"Loh, dari tadi Bella pingsan?" tanya Mr Austin seraya menghampiri Bodyguard tersebut.
"Iya, Tuan."
"Lah, pantesan aja tadi ga ada yang berisik. Ternyata pingsan," ucap Daniel yang baru menyadari keadaan Bella.
"Serahkan padaku!" titah Mr Autin.
Bodyguard itu kemudian menyerahkan Bella pada Mr Austin.
"Kenapa Bella bisa pingsan?" tanya Mr Austin.
"Maaf, Dad. Tadi Bella pingsan gara-gara denger suara tembakan. Dia ngiranya Mommy beneran nembak Kania, padahal aslinya cuma bohongan," jawab Mrs Saras.
"Ada-ada aja kalian!" ujar Mr Austin dengan gelengan kepala.
"Huaaa, Kak Kania. Jangan pergi, Kak!" rengek Bella dengan keadaan mata masih tertutup.
Mendengar hal itu, Kania langsung bergegas menghampiri Bella yang tengah digendong oleh Mr Astin.
"Sttt, Bella. Kania di sini. Kania ga pergi kok," ucap Kania sembari membelai lembut puncak kepala Bella.
Tampak Bella mulai membuka kelopak matanya. Dan seketika saja gadis itu langsung tersenyum lebar begitu melihat sosok Kania.
"Kak Kania," lirih Bella.
"Iya ini Kania, Bella," ucap Kania.
__ADS_1
"Kak Kania ga pergi kan?" tanya Bella memastikan.
Kania menggeleng. "Enggak kok, Bell."
Mr Austin yang mengerti Bella ingin memeluk Kania, langsung menurunkan Putrinya itu secara perlahan.
"Huaa Kak Kania." Bella langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Kania.
"Bella tadi udah takut banget Kak. Kirain Bella Kak Kania beneran ditembak sama Mommy. Ternyata enggak." Bella mulai nangis kejer.
Melihat hal itu, Daniel, Mr Austin dan Mrs Saras langsung tersenyum haru. Mereka tak menyangka kalau Bella akan sesayang itu sama Kania.
"Tadi cuma bohongan doang kok Bell," ucap Kania sembari membalas pelukan Bella.
"Hikss, bohongan?" tanya Bella masih tidak mengerti.
Kania mengangguk. Lalu Kania mulai mengurai pelukannya dengan Bella. "Iya, Bell. Tadi Kania sama Aunty cuma ngerjain Kak Daniel doang kok," jawab Kania.
"Ngerjain gimana?"
"Nanti Mommy ceritain ya, Sayang. Intinya Mommy ga nembak Kania kok. Malah yang ada Mommy merestui hubungan Daniel sama Kania," ucap Mrs Saras seraya membelai rambut Putrinya dengan lembut.
"Hah, beneran Mom?" Kedua mata Bella mulai berbinar saat mendengar hal itu.
"Beneran."
"Daddy juga sama, Bell. Daddy udah merestui hubungan Kakak kamu sama Kania," tambah Mr Austin.
"YEAYYY!!!" Bella langsung berjingkrak-jingkrak antusias.
Lantas Daniel, Kania, Mr Austin dan Mrs Saras yang melihat hal itu langsung melongo tak percaya. Padahal baru sadar dari pingsan, kenapa sekarang bisa bugar kembali.
"Anak Daddy ajaib loh, Dad," ucap Mrs Saras dengan tak henti-hentinya menatap Bella yang kini tengah melompat kegirangan.
"Pasti dong, My. Titisan Daddy-nya gitu loh," sahut Mr Austin dengan gaya bangganya.
"Nah nanti kamu juga harus gitu ya, Nak. Kuat seperti adik kamu meskipun tadi sempet pingsan!" ucap Mr Austin pada Daniel.
"Lah Daniel kan emang kuat Dad," ucap Daniel.
"Kuat sih kuat, tapi kalo urusan ranjang kan ga ada yang tau kekuatan kamu bakal seperti apa. Jadi jangan lupa minum jamu kuatnya oke!" peringat sang Daddy.
"Iya iya Dad, nanti diminum kok," sahut Daniel dengan nada dingin.
Daniel benar-benar kesal karena Daddy-nya terus menyuruhnya meminum jamu kuat. Padahal tanpa meminum itupun, Daniel akan sanggup menggempur Kania sampai pagi.
Bersambung
Jangan lupa like, komen dan vote semuanya 😊
__ADS_1