Gadis Polos Milik Monster Tampan

Gadis Polos Milik Monster Tampan
Part 12


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Usai memilih lagu, Kania menaruh ponsel milik Bella di atas meja.


Setelah itu Kania mulai berdiri di tengah-tengah ruangan dengan wajah gugupnya karena sebentar lagi ia akan menunjukan sesuatu yang cukup menantang kepada Daniel.


"Ekhem!" Kania sejenak merilekskan tenggorokannya.


Sementara Daniel yang berada di tempatnya, hanya bisa pasrah. Ia ingin melihat seberapa menantangnya gadis lugu itu menggodanya.


🎵🎵🎵


Kini Kania tengah duduk di lantai dengan membelakangi Daniel dan dengan kedua kaki ditekuk. Saat instrumen lagu menyala, Kania perlahan menggerakan bahunya dengan gemulai.


Setelah itu, kedua tangan Kania terlihat mulai bergerak meraba-raba area pingg*ulnya hingga ke atas da*da.


Daniel yang menyaksikan hal itu tentu saja langsung tertegun. Ia tak menyangka gadis sepolos Kania bisa menari li*ar seperti itu di di depannya.


Sementara di tempat Kania, gadis itu terlihat mengangkat satu kakinya ke atas. Lalu secara perlahan ia mulai berdiri sambil menggoya*ngkan ping*gulnya sebentar.


[Untuk lebih detailnya tarian sek*si Kania gimana, kalian bisa cek di you tube. Cari Lili's Film 3. Itu adalah tariannya Lisa. Menurut author sendiri, tarian Lisa yang ke tiga itu super se*xy. Jadi anggap saja yang menarinya Kania ya. 😁🤗]


Kania tersenyum menyeringai saat melihat ekspresi Daniel yang begitu terkejut. Ini berarti Kania berhasil membuat lelaki tampan itu tidak bisa berkata apa-apa saat menyaksikan tariannya yang se*xy.


Dengan langkah yang gemulai, Kania menghampiri Daniel. Lalu perlahan jemari tangannya mulai meraba-raba dada bidang milik Daniel hingga ke belakang punggung sembari terus berjalan memutari lelaki itu.


Glek!


Daniel menelan ludahnya susah payah saat Kania tiba-tiba duduk di pangkuannya seraya menyentuh setiap inci wajahnya dengan lembut.


"Bagaimana Kak? Apa tarian Kania tadi cukup se*xy di mata Kakak?" tanya Kania dengan nada sen*sualnya.


Daniel terdiam. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya saat ini.


Tapi percayalah saat ini Daniel bukan hanya merasakan wajahnya yang panas, tapi tubuhnya pun ikut panas. Mungkin lelaki itu mulai terga*irah.


"Apa Kakak tau, tadinya Kania mau nunjukin tarian ular ke Kakak. Tapi kata Bella tarian itu terlalu ho*t, cuman boleh ditunjukin pas nanti Kakak udah nikahin Kania," ungkap Kania.


Dahi Daniel langsung berkerut.


Apa katanya tadi? Bella? Ck, ternyata dugaannya benar. Adik laknat nya lah yang menjadi dalang di balik keli*aran Kania.


"Karena tugas Kania udah selesai, Kania pergi dulu ya Kak!" ujar Kania seraya berdiri.


Namun, dengan gerak cepat Daniel menarik pinggang Kania hingga gadis itu kembali duduk di pangkuannya.


"Mau ke mana, hm? Kau tidak mau bertanggung jawab setelah melakukan tarian se*xy tadi di depanku?" tanya Daniel seraya mengendus-endus jenjang leher Kania yang putih.

__ADS_1


"Bertanggungjawab apa, Kak?" tanya Kania tidak mengerti.


"Kau sudah membangunkan yang di bawah, Kania!" jawab Daniel dengan tersenyum menyeringai.


"Memangnya apa yang di bawah, Kak?" tanya Kania dengan wajah polosnya.


"Pistol kesayanganku!" bisik Daniel di akhiri dengan menggigit gemas telinga Kania yang memerah.


Kedua mata Kania refleks membulat. "Ho! Kenapa hobi Kakak sama kayak Uncle Jack. Uncle Jack juga gitu suka nyimpen pistol di saku celana," ucap Kania polos.


Daniel sekilas tertawa kecil karena Kania malah salah menanggapi arti kata 'pistol kesayangan'.


"Mau mencobanya, hm?"


Bagi orang lain mungkin itu akan terdengar ambigu. Tapi beda halnya jika yang mendengar tawaran tersebut adalah Kania.


"Mau, mau banget Kak! Eh tapi pistol kesayangan Kakak-nya berfungsi kan? Kania ga mau pas dicobain malah gak berfungsi, kayak pistol punya Uncle Jack yang kemarin," ucap Kania dengan memasang wajah imutnya.


Daniel terkekeh. Ia benar-benar memaklumi kepolosan Kania yang tidak mengerti ke mana arah pembicaraannya saat ini. Tapi ya, bukan Daniel namanya jika tidak sedetikpun menggoda Kania.


"Pistol kesayanganku masih berfungsi, Kania. Yang punya Jack itu udah rusak. Kalau punyaku masih tersegel, malahan belum pernah sampai digunakan buat nembak ke sasarannya," bisik Daniel sembari mengusap-usap pipi Kania dengan lembut.


"Benarkah? Berarti masih aman-aman aja ya Kak? Ya udah kalau gitu Kania mau mencobanya Kak," ucap Kania antusias.


Daniel kembali terkekeh. Entah kenapa menyenangkan sekali berbicara dengan seorang gadis lugu seperti Kania. Bawaannya ingin tertawa terus.


"Tidak, Kania. Pistol kesayanganku tidak akan ku keluarkan sebelum waktunya," ucap Daniel, membuat Kania langsung heran mendengarnya.


Daniel sekilas mengacak-acak puncak kepala Kania dengan gemas. "Iya, Kania. Terlalu berbahaya jika aku tembakan peluru pistolku itu sekarang. Bisa-bisa malah melesatnya sesuai porsinya lagi," ujar Daniel.


Kania ber-oh ria seraya memanggut-manggut-kan kepalanya mengerti.


"Mau membuatku senang?" tanya Daniel dengan menatap lekat ke arah Kania yang masih anteng duduk di pangkuannya.


Dengan cepat Kania mengangguk sebagai jawaban.


"Balas ciumanku nanti oke!" pinta Daniel di akhiri dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Tapi gimana cara ngebalesnya Kak?" tanya Kania seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Cukup dilum*at Kania. Kamu tau 'kan melu*mat es krim kayak gimana?" tanya Daniel, yang langsung direspon anggukan kepala dari Kania.


[Warning! Ada sedikit 18 ++ nih, harap bijak ya! 😁]


"Tapi, Kak-- Umm ...."


Ucapan Kania terpotong saat Daniel tiba-tiba menyambar bibir mungilnya dengan begitu cepat.

__ADS_1


Tadinya Kania ingin mencoba membalas, namun saat merasakan ciuman Daniel padanya begitu agresif dan juga ga*nas, Kania langsung menyerah.


"Hmmm ...." racau Kania ketika Daniel tiba-tiba menahan tengkuknya dan memperdalam ciumannya.


Tak ingin membuat Daniel bersedih, akhirnya Kania mencoba untuk membalas meskipun ciuman Daniel padanya masih sangat ga*nas.


Kedua tangan Kania yang semula menempel di dada Daniel, kini mulai terangkat lalu dikalungkan di leher lelaki itu.


Perlahan bibir Kania mulai bergerak mengimbangi ciuman Daniel. Dan sesuai perkataan Daniel tadi, Kania harus melu*mat bibir lelaki itu.


"Hmmm ..."


Dengan penuh semangat, tangan kanan Daniel menekan tengkuk leher Kania agar Kania bisa memperdalam ciumannya.


Sementara tangan kirinya mulai bergerak turun ke bawah bersiap masuk ke dalam tank top Kania.


"Umm ..." Kania refleks mempererat lengannya di leher Daniel saat lelaki itu mengusap punggungnya dengan lembut.


Lalu tangan Daniel mulai merayap mencari sesuatu yakni pengait b*ra yang dikenakan oleh Kania. Setelah ketemu, Daniel langsung membuka pengait tersebut.


Perlahan tapi pasti tangan Daniel berpindah ke depan, lebih tepatnya ke area dua aset berharga milik Kania.


"Ah!" Kania terkejut hingga mengakhiri ciumannya terlebih dahulu saat merasakan aset berharganya tiba-tiba dire*mas pelan oleh tangan Daniel.


"Kak." Kania menatap sayu wajah Daniel.


"Kenapa, hm? Kaget ya?"


Kania mengangguk mengiyakan.


"Maaf," gumam Daniel seraya mengusap lembut pipi Kania.


"Tidak apa-apa, Kak."


Daniel tersenyum penuh arti. Setelah itu ia kembali mendekatkan wajahnya ke arah Kania.


Kali ini sasarannya bukan bibir, tetapi leher.


"Kakk!" Suara Kania tertahan ketika bibir Daniel mulai menciumi jenjang lehernya yang putih.


"Shhh ..." Kania benar-benar merasa geli dengan perlakuan hangat Daniel padanya. Sampai-sampai Kania tak sadar tangannya mere*mas rambut Daniel.


Ceklek!


"Ho! Ya ampun Kakak! Tahan dulu Kak. Nikahin dulu Kakak ipar, baru boleh di unbox*ing!"


Bersambung

__ADS_1


Bella : "Ayo bubar-bubar semuanya! Ngapain masih pada ngumpul di sini? Ketauan kan mantengin Kak Daniel romantisin Kak Kania. 😂"


Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗


__ADS_2