
...🍀🍀🍀...
Melihat kedatangan Bella yang secara mendadak, Daniel langsung menarik wajahnya dari leher Kania.
Sementara Kania bergegas turun dari pangkuan Daniel dan berjalan menghampiri Bella.
"Ekhem." goda Bella sekilas menyenggol lengan Kania dengan sikutnya.
Lalu Bella diam-diam mengacungkan jempolnya ke arah Kania yang telah berhasil menaklukan emosi Kakaknya.
"Duh, ada yang udah gak tahan nih pengen unbo*xing Kakak Ipar," sindir Bella seraya melirik ke arah Daniel yang masih duduk di kursi kebesaran dengan memasang wajah datar.
"Kania jadi li*ar seperti itu pasti ulah kamu 'kan?" tanya Daniel sembari menatap jengkel ke arah Adiknya.
Mendengar hal itu, Bella langsung berkacak pinggang. "Kalau iya kenapa? Kan Kakak sendiri yang nyuruh Bella buat rubah Kak Kania supaya jadi wanita cerdas yang ga gampang ditipu sama orang lain," crocos Bella.
"Kan Kakak bilangnya wanita cerdas, Bell. Bukan wanita li*ar!" ucap Daniel berusaha untuk tidak ngegas.
"Sama aja kok," ucap Bella sambil bersedekap dada. "Lagian Kakak suka juga tuh kalo Kak Kania jadi wanita li*ar. Buktinya aja Kakak sampai nikmatin permainanya Kak Kania," sambung Bella tak mau kalah.
Daniel menghela napas gusar. Percuma saja ia berdebat dengan Adiknya yang tak mau disalahkan sedikitpun.
"Sekarang Kakak masih mau emosian ga jelas kayak tadi?" tanya Bella menatap sang Kakak dengan tatapan mengintimidasi.
Daniel sejenak manarik napas panjang. Setelah itu ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Bella.
"Kakak ngaku salah. Maafin Kakak!" ucap Daniel di akhiri dengan mengusap lembut pipi Bella.
"Iya, Bella maafin. Bella juga minta maaf, Kak kalo Bella selalu buat Kakak kesel. Tapi Kakak harus percaya kalo dibalik usilnya Bella, Bella tuh sebenarnya pengen melihat Kakak bahagia," ucap Bella dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Sutt ..." Daniel langsung memeluk erat tubuh Bella saat tau Adiknya itu akan menangis.
"Jangan nangis, Bell! Kakak paling ga suka kalau melihat kamu nangis!" ujar Daniel.
Kali ini Bella tidak bicara dan memilih membalas pelukan Kakaknya.
Sementara itu, bibir Kania terlihat membentuk senyuman setelah melihat keharmonisan di antara dua Kakak Adik.
"Ooo So sweet," gumam Kania sembari memasang wajah imutnya.
Daniel melepas pelukannya dengan Bella. "Pergilah tidur, ini sudah larut malam! Besok kan kamu harus kuliah!" pinta Daniel seraya mengacak-acak puncak kepala Bella.
Bella mengangguk. "Oke, Kak!"
Bella kemudian beralih menatap Kania. "Ayo Kak, kita tidur!" ajak Bella, yang langsung direspon anggukan kepala dari Kania.
Terlihat Bella terlebih dahulu berjalan keluar dari ruangan.
Sementara Kania yang ingin menyusul langkah Bella, mendadak diurungkan saat Daniel memanggil namanya.
"Kania!"
"Iya Kak?"
Daniel bergegas mendekati Kania dan berdiri di hadapannya.
"Maaf," ucap Daniel.
"Maaf untuk apa Kak?" tanya Kania tidak mengerti.
"Kekhilafanku," timpal Daniel dengan menatap lekat-lekat wajah Kania.
"Ga papa kok Kak, santai aja," ujar Kania seraya tersenyum manis.
Deg!
Entah kenapa setiap melihat Kania tersenyum manis seperti itu, jantung Daniel selalu berdetak tidak karuan.
"Ya udah, Kania pergi tidur dulu ya Kak," ucap Kania seraya bergegas pergi.
Namun, sebelum Kania benar-benar pergi, Daniel terlebih dulu menahan tangan gadis itu.
"Kania!"
__ADS_1
"Iya Kak?"
"Selamat tidur!" ucap Daniel di akhiri dengan mengecup kening Kania cukup lama.
🍀
🍀
🍀
Di Kamar Bella.
Terlihat dua gadis cantik sedang melihat-lihat foto album sebelum mereka bergegas ke alam mimpi.
"Ini siapa, Bell?" tanya Kania seraya menunjuk foto seorang pria paruh baya bersetelan jas formal.
"Ohh ini Daddy aku dan Kak Daniel, Kak," timpal Bella.
"Kalau Mommy Bella yang mana?"
"Nah kalo Mommy Bella yang ini." Bella menunjuk foto seorang wanita paruh berpakaian fashionable.
"Terus orang tua Bella sekarang ada di mana?"
"Mereka di luar negeri Kak. Biasalah lagi ngurusin bisnis," jawab Bella.
Kania kemudian ber-oh ria sambil memanggut-manggutkan kepalanya.
Sementara Bella mulai membuka lembar selanjutnya.
"Kalo ini siapa?" tanya Kania menunjuk foto seorang wanita muda dan cantik yang sedang dirangkul mesra oleh Daniel.
"Ohh, dia Kak Helena, Kak. Masa lalunya Kak Daniel," timpal Bella.
"Masa lalu Kak Daniel? Emangnya Kak Daniel sama Helena punya hubungan?" tanya Kania penasaran.
"Iya Kak. Jadi dulunya Kak Daniel sama Kak Helena itu sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain. Tapi sayang, hubungan mereka ga bertahan lama karena Kak Helena udah pulang duluan ke Rumah Tuhan," ungkap Bella.
"Ho!" Kania terkejut saat mendengar Helena sudah tiada. "Helena meninggalnya karena apa? Kecelakaan?" tanya Kania.
"Terus nasib Kak Daniel gimana?"
"Waktu itu Kak Daniel benar-benar merasa terpukul karena telah kehilangan wanita yang dia cintai. Saking terpukulnya, Kak Daniel sampai mengalami kecelakaan mobil hingga menyebabkan wajahnya terluka."
"Untungnya kata dokter luka di wajah Kak Daniel tidak terlalu parah, jadi masih bisa diobati."
Kania ber-oh ria seraya memanggut-manggutkan kepalanya mengerti dengan cerita Bella.
"Lah kirain Kania, Kak Daniel itu beneran saudaranya monster," ucap Kania polos.
"Kenapa Kakak bisa sampai kepikiran kesitu?" tanya Bella berusaha untuk tidak tertawa saat Kakaknya disamakan dengan spesies monster.
"Soalnya nih ya Bell, wajah Kak Daniel itu nyeremin banget kayak monster," ujar Kania terus terang.
Mendengar hal itu, Bella langsung terkekeh. "Nyeremin-nyeremin gitu tetep tampan 'kan Kak?" goda Bella.
"Hehe, tampan banget Bell," sahut Kania sambil cengengesan.
🍀
🍀
🍀
Pukul 2.00 pagi.
Kamar Daniel.
Terlihat lelaki tampan itu masih terjaga.
Saat ini Daniel sedang menunggu informasi dari Arez tentang keluarga Kania.
Drtt ... Drtt ....
__ADS_1
Ponsel Daniel mulai bergetar. Setelah dilihat ternyata Arez. Tanpa membuang waktu, Daniel pun mengangkat telpon dari Arez.
"Halo, Arez!" - Daniel.
"Halo, Tuan!" - Arez.
"Bagaimana Arez, kau sudah mendapat informasi tentang keluarga Kania?" - Daniel.
"Sudah, Tuan. Dan menurut informasi yang ku dapat, Nona Kania adalah putri dari Mr. Justin Lucius Richard dan Mrs. Ishana Prameswari Qirani." - Arez.
"Mr Justin Lucius Richard adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal di Inggris. Dia menikahi seorang model papan atas, blasteran Amerika-Indonesia, Mrs Ishana Prameswari Qirani. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Kania Maheswari Richard." - Arez
"Saat Nona Kania berusia 1 tahun, Mr Justin dan Mrs Ishana meninggal akibat kecelakaan mobil yang cukup fatal. Setelah insiden itu, Nona Kania akhirnya dititipkan kepada adik dari Mrs Ishana yaitu Milla Carolline Qirani." - Arez.
"Lalu?" - Daniel.
"Maaf, Tuan. Untuk saat ini aku hanya bisa memberitaumu tentang keluarga Nona Kania saja." - Arez.
"Ya sudah, jika ada hal penting tentang Kania lagi, segera beritau aku secepatnya." - Daniel.
"Baik, Tuan." - Arez.
Tutt..
Daniel mengakhiri sambungan telponnya dengan Arez.
Setelah itu Daniel mulai duduk bersandar di punggung kasur sambil bersedekap dada, memikirkan sosok Kania, si gadis lugu yang berhasil mencairkan hatinya yang telah lama beku.
🍀
🍀
🍀
Pagi telah tiba.
Terlihat Kania bangun lebih awal dan langsung bergegas ke dapur untuk mencari air minum.
Namun, saat ingin ke dapur, Kania terlebih dulu melihat Daniel sedang berbicara dengan seorang wanita di ruang tengah.
"Siapa ya wanita itu? Baru kali ini Kania liat. Apa mungkin dia temennya Kak Daniel?" pikir Kania.
"Kak!" Seseorang tiba-tiba memegang pundak Kania. Setelah dilihat, ternyata Bella.
"Eh Bella. Pagi, Bell."
"Pagi juga, Kak. Oya, Kakak lagi ngeliatin apa?" tanya Bella.
"Itu, ngeliatin Kak Daniel lagi ngobrol sama wanita itu," timpal Kania seraya menunjuk ke arah ruang tengah.
Bella kemudian mengikuti arah tunjuk Kania.
"Ho ya ampun!" ucap Bella kaget saat melihat wanita itu dari kejauhan.
"Kenapa Bell?" tanya Kania.
"Pelakor, Kak. Pelakor," panik Bella seraya menepuk-nepuk bahu Kania.
"Hah? Pelakor? Pelakor itu apa Bell?" tanya Kania tidak mengerti.
"Pelakor itu orang jahat Kak."
"Hah? Beneran?"
Bella hanya menjawab dengan anggukan.
"Wah, ini ga bisa Kania biarin. Kania harus lindungin Kak Daniel bagaimanapun caranya," ucap Kania sembari menatap tajam ke arah wanita itu.
Kania kemudian bergegas ke dapur untuk mengambil sebuah pisau dan centong sayur. Setelah itu, Kania berjalan menuju ruang tengah dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Waduh, Kak Kania sangar juga ya kalo lagi marah," ucap Bella merasa ngeri sendiri saat keberanian calon kakak iparnya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗