Gadis Polos Milik Monster Tampan

Gadis Polos Milik Monster Tampan
Part 21


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


-Flashback On-


Saat ini Kania sedang mencari sesuatu di Mall seorang diri. Tadinya Bella ingin menemani, tapi karena ada tugas kuliah, akhirnya Kania pergi sendiri.


"Kata Bella, Mall di sini ada kaos spiderman. Tapi mana ya." Kania terus menelusuri area tempat tersebut. Tapi kaos yang ia cari tak kunjung ketemu juga.


Melihat pembelinya kebingungan, seorang SPG langsung bergegas menghampiri Kania.


"Permisi Kak, barangkali ada yang bisa saya bantu?" tawar Spg tersebut dengan senyum ramah.


"Ini Kak, Kania lagi cari kaos spiderman, tapi kaosnya malah ga ada," sahut Kania.


"Ohh, Kakak salah tempat Kak. Di sini tempat celana box*er khusus pria aja. Kalau Kakak mau beli kaos, di sebelah sana Kak," ujar Spg sembari menunjuk ke sebelah barat.


Tampak Kania ber-oh ria. "Ohh gitu ya Kak, pantesan Kania cari ga ada, xixixi."


"Mari Kak, biar saya antar."


Skip.


Kania sudah membeli kaos spiderman yang ia inginkan.


Kini Kania tinggal membungkus kaos tersebut dengan kado. Karena tidak mau ribet, akhirnya Kania mengunjungi area tempat pembungkus kado.


Skip.


"Kalau boleh tau, nama yang mau berulang tahunnya siapa, Kak?"


"Namanya ya Kak? Bentar." Otak Kania tiba-tiba jadi koslet. Ia lupa dengan nama lengkap Daniel, padahal baru beberapa jam yang lalu Bella memberitaunya.


"Namanya itu Kak Daniel apa ya? Kak Daniel Abraham .. Ehh bukan kayaknya." Kania berusaha mengingat-ngingat nama lengkap Daniel.


"Ohh iya Kak, Kania inget. Namanya itu Kak Daniel Sebastian ... Sebastian ... Sebastian apa ya?" Otak Kania kembali nge-blang.


Melihat hal itu, tukang pembungkus kado langsung mendengkus napas kesal. Bisa-bisanya ada seorang pembeli yang lupa dengan nama yang akan berulang tahun.


"Kak Daniel Sebastian ... Euhh Sebastian ... Sebastian Abas Santoso kali ya. Ahh bukan kayaknya. Masa nama Kak Daniel jelek!"


"Bisa dipercepat Kak? Soalnya di belakang Kakak banyak yang mengantri ingin segera dibungkuskan kado oleh saya," ujar pembungkus kado berusaha untuk tidak ngegas saat menghadapi tipe-tipe pembeli langka seperti Kania.


Tak lama, Kania pun mulai ingat dengan nama lengkap Daniel. "Oo iya Kak. Kania inget sekarang. Namanya itu Kak Daniel Sebastian Leonardo."


'Dari tadi kek,' gerutu pembungkus kado dalam hati.


"Nak!" Seseorang tiba-tiba menyentuh bahu Kania dari belakang.


Kania lantas menoleh ke arah orang itu. "Ehh iya. Ada apa ya Aunty?" tanya Kania saat melihat wanita paruh baya memakai pakaian fashionable sedang tersenyum ke arahnya.


"Tadi saya dengar kamu menyebut nama Daniel Sebastian Leonardo? Apa kamu punya hubungan dengan nama itu?"


Dengan cepat Kania mengangguk. "Iya, Aunty. Kak Daniel itu calon suaminya Kania," jawab Kania tanpa ragu.


"Calon suami?"


Kania kembali mengangguk. "Iya."


"Kamu tau siapa saya?"


Kania menggeleng. "Engga tau, Aunty. Kan Kania baru liat Aunty," ucap Kania dengan memasang wajah polosnya.


"Lucu sekali sih kamu, Nak," puji wanita itu seraya mencubit pipi Kania dengan gemas.


"Nama saya Saras. Saya adalah Mommy dari nama yang kamu sebut tadi!" ucapnya.


Mendengar hal itu, mata Kania langsung membulat. "Hoo, Aunty beneran Mommy-nya Kak Daniel?" tanya Kania merasa tak percaya.

__ADS_1


"Iya, Nak," jawab Mrs Saras seraya membelai rambut Kania dengan lembut.


"Halo, Aunty. Aku Kania. Salam kenal ya, Aunty," ucap Kania sembari menyalimi tangan Mrs Saras dengan ramah.


"Sopan sekali kamu, Kania. Ga salah putra saya memilih kamu sebagai calon istrinya," ucap Mr Saras, yang langsung direspon senyuman lembut dari Kania.


"Permisi Kak, ini kadonya sudah jadi," ujar tukang pembungkus kado seraya menyodorkan kotak hadiah berwarna pink kepada Kania.


"Terimakasih Kak."


Setelah membayar, Mrs Saras langsung mengajak Kania ke tempat makan.


"Sejak kapan kamu mengenal Daniel?" tanya Mrs Saras to the point.


"Sekitar dua mingguan yang lalu Aunty," jawab Kania.


"Dua mingguan? Cepat sekali ya. Padahal anak saya kalau mau berhubungan dengan wanita perlu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa saling mengenal."


"Hah, beneran Aunty?"


"Beneran! Kayaknya kamu gadis langka deh, Kania. Buktinya aja Daniel langsung melamar kamu."


Kania hanya tersenyum. Ia tidak tau harus bereaksi apa lagi selain tersenyum polos.


"Mau membantu Aunty?" tanya Mrs Saras.


Dengan cepat Kania mengangguk. "Mau banget Aunty."


"Besok adalah hari ulang tahunnya Daniel. Aunty ingin kamu jadi aktris selama 10 menit."


"Aktris? Kayak akting gitu, Aunty?" tanya Kania yang langsung dijawab anggukan kepala dari Mrs Saras.


"Terus Kania harus akting apa, Aunty? Apa Kania harus akting jadi power rangers?" tanya Kania dengan wajah polosnya.


Lantas Mrs Saras langsung tertawa kecil mendengarnya. "Haha, polos sekali sih kamu Kania. Pantesan aja Daniel buru-buru melamar kamu tanpa mau memberitau aunty. Kayaknya dia takut khilaf kalo ga segera nikahin kamu," ucap Mrs Saras.


"Hahaha!" Kania hanya ikut tertawa walau sebenarnya ia tidak mengerti dengan ucapan Mrs Saras.


"Jadi maksudnya tadi aku dikerjain sama kalian?" tanya Daniel menatap Kania dan Mrs Saras dengan tatapan tak percaya.


"Iya, xixixi," jawab Kania dengan tawa mengejek.


Sementara Mrs Saras hanya bersikap santai sembari memasang wajah tanpa dosa.


"Dasar ya kalian!" Daniel langsung menarik tangan Kania ke dalam pelukannya.


Lalu setelah itu Daniel mulai menci*umi seluruh wajah Kania sembari jemarinya terus menggelitiki pinggang gadis itu.


"Ahh ampun Kak, geli Kak!" ucap Kania sambil menggeliat ke sana ke mari karena kegelian.


"Ga ada kata ampun untukmu, Sayang. Kamu sudah mengerjai calon suamimu sendiri, jadi jangan salahkan aku melakukan ini padamu," ucap Daniel tak henti-hentinya menggelitiki pinggang Kania.


"Tapi kenapa Aunty Saras ga dihukum juga, kan Aunty Saras ikut ngerjain Kakak," ucap Kania merasa heran.


"Kesalahan Mommy, aku akan nyuruh Daddy untuk menghukumnya," ucap Daniel, yang kini mulai menci*umi leher Kania secara bertubi-tubi.


Tentu saja Mrs Saras yang melihat hal itu langsung terkejut. "Hey hey hey, Daniel! Tahan dulu, Nak! Jangan terburu-buru!" seru Mrs Saras seraya menghampiri Putranya.


Daniel lantas menghentikan aktivitasnya, lalu sekilas Daniel melirik ke arah sekelilingnya. Terlihat para bodyguard suruhan Mrs Saras menatap ke arahnya dengan tatapan dingin.


"Ekhem." Daniel sengaja berdehem untuk menghilangkan situasi canggung. Hampir saja tadi ia ingin berbuat khilaf kepada Kania di depan banyak orang.


"Haha, sabar Sayang. Nikahin Kania dulu, baru nanti kamu boleh unbox*ing dia sesuka hati," ujar Mrs Saras dengan tawa kecilnya.


"Sejak kapan Mommy kenal sama Kania?" tanya Daniel sambil bersedekap dada.


"Mommy akan ceritakan itu nanti, Sayang. Sekarang berbahagialah, karena Mommy sudah merestui hubungan kamu sama Kania," jawab Mrs Saras sembari mengusap pipi putranya dengan lembut.

__ADS_1


"Hah, beneran Mom?" tanya Daniel dengan kedua mata yang berbinar-binar.


"Ya beneran, masa Mommy bohong. Emangnya tadi kamu ga denger waktu Mommy bilang hadiahnya sebuah pernikahan yang megah?" tanya Mrs Saras.


"Denger kok, Mom. Aku cuma mastiin aja, takut Mommy bohong," jawab Daniel dengan memasang wajah gelisah.


Melihat hal itu, Mrs Saras langsung mencubit pipi Daniel dengan gemas. "Euhh, kamu ini ya ga percayaan sekali sama Mommy sendiri. Kalau sama Kania aja kamu percaya," ucap Mrs Saras.


Daniel terlihat cengengesan. "Hehe. Kania kan hidupku, Mom. Makannya aku percaya sama dia," timpal Daniel seraya merangkul bahu Kania dengan erat.


"Dasar kamu ya! Dulu sama Helena aja kamu ga gombal kayak gini," ucap Mrs Saras, yang langsung membuat Daniel memasang wajah datar saat mendengar nama Helena.


"Please, Mom. Jangan sebut nama dia lagi. Sekarang aku sudah bahagia bersama Kania," ucap Daniel dengan nada dingin.


Menyadari hal itu, Mrs Saras langsung menepuk dahinya. "Astaga, maafin Mommy, Daniel. Mommy ga sengaja nyebut nama dia lagi," ucap Mrs Saras merasa bersalah.


"Hemm," ucap Daniel singkat seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.


Mrs Saras sejenak menarik napas panjang. Ia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat Putranya kecewa.


"Sayang, Mommy minta maaf. Mommy bener-bener ga sengaja nyebut nama dia. Ah, atau gini aja, sebagai permintaan maaf dari Mommy, Mommy akan kasih tau kamu kalau acara pernikahan kamu sama Kania akan diadakan besok," ucap Mrs Saras.


"Hah, seriusan Mom?" tanya Daniel, yang langsung memasang wajah tak percaya saat mendengar hal itu.


Cepat-cepat Mrs Saras mengangguk.


"Aaa, thank you banget Mom. Aku ga nyangka hadiah di hari ulang tahunku sekarang benar-benar spesial. Selain hadiah dari Kania, hadiah Mommy juga ga kalah spesialnya," girang Daniel seraya memeluk Mrs Saras dengan sangat erat.


"Apapun untuk kebahagianmu, Sayang. Mommy akan lakukan. Begitupun dengan kebahagiaan Bella," ujar Mrs Saras sembari membalas pelukan putranya.


"Ekhem. Ga mau nanya Daddy udah merestui atau belum?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"Daddy," sebut Daniel ketika melihat seorang pria paruh baya berjas hitam tengah bergegas menghampirinya.


"Selamat ulang tahun, Nak. Semoga Tuhan selalu memberimu panjang umur," ucap sang Daddy seraya memeluk Putranya dengan erat. Sebut saja namanya Mr Austin.


"Thanks, Dad," balas Daniel.


"Apa dia yang namanya Kania?" tanya Mr Austin sejenak menatap ke arah Kania dengan tatapan tak biasa.


"Iya, Dad. Dia adalah calon menantu kita. Cantik kan?" tanya Mrs Saras pada Suaminya.


"Cantik sekali. Siapa nama lengkapmu, Sayang?" tanya Mr Austin seraya mengusap pipi Kania dengan lembut.


"DADDY!!!" murka Daniel dan Mrs Saras secara bersamaan.


"Hahaha." Mr Austin langsung tertawa keras saat melihat ekspresi tajam sang Istri dan juga Putranya.


"Hmm nama lengkap Kania, Kania Maheswari Richard, Uncle!" jawab Kania dengan sopan.


"Wah, cantik sekali nama kamu Kania, persis seperti orangnya," puji Mr Austin.


"Terimakasih, Uncle. Salam kenal ya Uncle dari Kania," ucap Kania sembari menyalimi tangan Mr Austin dengan ramah.


"Selain cantik, ternyata kamu baik ya, Kania. Beruntung sekali Putra saya akan menikahi kamu. Hah, andai saja saya masih muda dan belum punya istri, mungkin saya akan menikahi kamu duluan."


Entah itu candaan atau apa, yang jelas Mrs Saras langsung cemberut mendengarnya.


"Inget umur, Dad," tegur sang Istri.


Sementara Daniel, langsung memeluk Kania dari samping. "Dia milikku, Dad. Awas aja kalo Daddy mencoba merebutnya dariku," ketus Daniel seraya menatap tajam ke arah Daddy-nya.


"Hahaha." Mr Austin lagi-lagi tertawa. Ia benar-benar puas telah membuat sang Istri dan juga putranya marah padanya.


Bersambung


Bella masih pingsan, tapi nanti author bakal satuin biar me*sumnya kompak. 🤣🤣🤣

__ADS_1


Soon guys, wedding Daniel sama Kania. 😍


Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗


__ADS_2