
...🍀🍀🍀...
Setelah tiba di Mansion, Daniel berjalan masuk ke dalam. Kali ini langkah Daniel tidak diikuti oleh Arez dari belakang. Lelaki itu sengaja membiarkan Tuannya masuk ke dalam seorang diri.
Ceklek.
Pintu Mansion mulai terbuka dengan lebar. Seketika saja Daniel langsung dibuat heran saat melihat seluruh isi ruangan rumahnya sangat gelap dan sepi.
'Kenapa ruangan di sini tiba-tiba gelap? Masa iya Mansion sebesar ini habis listrik?' kesal Daniel dalam hati.
"Arez, ponselku mana?" tanya Daniel dengan tangan yang terulur ke belakang.
Namun, Daniel tak kunjung menerima apapun dari Arez.
"Aishh, di mana anak itu?" gerutu Daniel saat menyadari Arez tidak berada di belakangnya.
Akhirnya, mau tak mau, Daniel kembali melanjutkan langkahnya sambil meraba-raba hampa udara.
Grep!
Tangan Daniel yang sedang terulur ke depan tiba-tiba dicekal oleh seseorang.
"Siapa?"
Orang itu tak menjawab.
Daniel yang penasaran, langsung meraba-raba wajah orang itu.
"Bella?" tanya Daniel saat merasakan tangannya menyentuh rambut panjang.
"Kak, selamat ulang tahun!" bisiknya, tepat di telinga Daniel.
"Kania!"
Daniel hapal betul suara calon istrinya itu seperti apa. Jadi bisa dipastikan gadis yang bersamanya saat ini adalah Kania.
"Kania, ini kamu 'kan?" tanya Daniel.
Diam-diam Kania cekikikan. Memang benar itu adalah dirinya. Tapi untuk saat ini Kania tidak ingin memberitaukannya kepada Daniel.
"Kania Sayang, bicaralah!" pinta Daniel dengan lembut.
Cup!
Dengan jahil, Kania menc1*um telinga Daniel yang hampir mengenai leher lelaki itu.
"Hey, kau sengaja ingin menggodaku hm?" tanya Daniel seraya menarik pinggang Kania agar lebih dekat dengannya.
Melihat hal itu, Kania pun langsung mendorong pelan tubuh Daniel ke belakang. Untuk saat ini Kania tidak ingin ada interaksi romantis terlebih dahulu dengan lelaki itu.
"Kania, kau mau ke mana?" tanya Daniel, saat melihat sosok Kania yang ia lihat mulai berlari dan perlahan hilang dari pandangannya.
Daniel yang tak ingin tinggal diam, langsung berlari menyusul kepergian calon Istrinya itu.
Namun.
__ADS_1
Brug!
Kaki Daniel tiba-tiba tersandung dengan kaki meja. Hal itu lantas membuat si pemilik kaki langsung mengaduh kesakitan.
"Ahh, si*al! Kenapa hari ini aku benar-benar si*al?!" gerutu Daniel sesekali mengusap mata kakinya yang jadi korban.
Tak selang lama, Daniel melihat area menuju kolam renang tiba-tiba terang. Karena penasaran, Daniel pun melangkahkan kakinya ke area tersebut.
"Apa ini?" heran Daniel saat netranya melihat ada begitu banyak dekorasi indah dan lilin-lilin kecil berbentuk love menghiasi tempat kolam renang.
"Kak!"
"Kania." Daniel menatap ke arah sekelilingnya, mencari sosok Kania.
Tapi ternyata suara Kania tadi berasal dari sebuah tayangan video yang diputar melalui layar tancap.
Perlahan Daniel mendekati layar tancap tersebut, di mana ada sosok calon istrinya yang sedang duduk santai di depan kamera dengan wajah yang gugup.
"Halo Kak!" Dalam video tersebut, Kania melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar.
"Ekhem, kenapa Kania tiba-tiba jadi gugup gini ya."
"Ayo Kak, semangat!" Terdengar ada suara Bella sedang menyemangati Kania.
"Huhh ..." Tampak Kania mulai menarik napas panjang dalam-dalam. Setelah itu, ia kembali menatap ke arah kamera dengan senyum lebar.
"Halo Kak Daniel! Coba tebak hari ini hari apa?"
"Hari sabtu," jawab Daniel dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Mau banget Sayang," timpal Daniel seraya memanggut-manggutkan kepala penuh semangat.
"Sini, Kania bisikin!"
Perlahan Daniel melangkah maju mendekati layar tancap. Setelah itu, tangan kanannya mulai terangkat menyentuh layar yang kebetulan sedang berfokus pada bibir Kania.
"Hari ini adalah hari kelahiran calon suami Kania yang ke 25 tahun. Mau tau tidak namanya siapa?"
"Gonzales kan?" gurau Bella.
"Ihh, bukan Bella. Masa calon suami Kania pemain sepak bola."
"Terus calon suami Kak Kania pemain apa? Pemain wanita?"
"Bukan! Tapi pemain di hatinya Kania!" Tampak dalam video tersebut, Kania menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Melihat hal itu, Daniel pun langsung terkekeh. Ia tak menyangka gadis polos seperti Kania ternyata punya rasa malu juga.
"Aww, spil dong namanya!" pinta Bella dengan heboh.
"Namanya itu Kakak Daniel Sebastian Leonardo."
"Ohh Kak Daniel. Ekhem, Kak Daniel! Kak Daniel liat gak sih? Pasti liat dong! Nih calon istri Kakak lagi ngucapin birthday ke Kakak," ucap Bella dalam video sambil merangkul bahu Kania.
"Oya ngomong-ngomong, Kak Kania mau kasih hadiah apa ke Kak Daniel?"
__ADS_1
"Hadiah spesial."
"Wahh, apa tuh Kak?"
"Hmm, Kak Daniel. Coba deh Kak, Kakak liat ke bawah. Di sana ada kado warna pink. Itu kado dari Kania loh Kak. Coba dibuka!"
Daniel sejenak menundukan kepala.
Dan ternyata benar, di depan tiang layar ada sebuah kotak hadiah berwarna pink yang ukurannya tidak terlalu besar.
Daniel pun berjongkok mengambil kado dari calon Istrinya. Setelah itu, Daniel mulai membukanya secara perlahan.
Terlihat isi dari kado tersebut adalah sebuah kaos hitam bergambar spiderman.
Daniel yang melihat hal itu, tentu saja terkekeh. Ia tak menyangka Kania akan memberikan hadiah kaos spiderman di hari ulang tahunnya.
"Gimana? Kakak suka gak sama kadonya?" tanya Kania dari balik video tersebut.
"Suka banget Sayang," jawab Daniel seraya tersenyum bahagia.
"Kalau Kakak suka, cium Kania dong!" Kania mulai memoncong-moncongkan bibirnya ke arah kamera.
Daniel sekilas terkekeh. Lalu tanpa pikir panjang, Daniel mendekatkan bibirnya pada layar, lebih tepatnya pada bibir Kania.
Ya meskipun c1*umannya itu tidak nyata, tapi Daniel masih bisa merasakan kehangatan bibir calon Istrinya.
"Biar Kania tebak, pasti Kakak mau tanya kan kenapa Kania kasih hadiah kaos spiderman buat Kakak?"
"Iya, kenapa hm?" tanya Daniel seraya mengusap-ngusap wajah Kania dari layar.
"Karena gambar spidermannya ngingetin Kania ke awal pertama kali Kania bertemu dengan Kakak."
Seketika Daniel langsung teringat momen itu. Momen di mana dirinya dengan santai berteriak menanyakan celana d*alam kepada Adiknya, Bella, tanpa melihat situasi terlebih dahulu.
Dan lebih malunya lagi malah Kania yang menemukan celana d*alamnya yang bergambar spiderman.
"Bagi Kania, pertemuan pertama Kania sama Kakak itu sangat berkesan. Makannya Kania pilih kaos spiderman sebagai hadiah."
Perlahan bibir Daniel mulai membentuk senyuman haru. "Terimakasih, Sayang. Aku suka sama hadiahnya."
"Doa Kania, semoga di umur Kakak yang sekarang ini Kakak selalu diberkahi oleh Tuhan. Bahagia selalu ya, Kak. Dan jangan pernah tinggalin Kania!"
"Tidak akan, Kania," timpal Daniel seraya tersenyum mengembang.
"Sekali lagi Kania ucapin selamat ulang tahun buat calon Suaminya Kania. Jangan lupa cepat nikahin Kania ya, Kak. Kania gak sabar pengen diajak jalan-jalan ke surga dunia sama Kakak."
Daniel sekilas terkekeh. "Segera, Sayang."
"See you, Kak. Tunggu kejutan lainnya dari Kania ya Kak." Terlihat Kania melambai-lambaikan tangannya penuh semangat sebelum akhirnya video dari layar tersebut mati.
Kini suasana kembali hening.
Daniel yang kini tidak melihat wajah Kania lagi dari layar, akhirnya memilih memakai kaos spiderman pemberian calon Istrinya itu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗