Gadis Polos Milik Monster Tampan

Gadis Polos Milik Monster Tampan
Part 17


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


"Uhukk ... Uhukk, Apa? Nikah sekarang?" tanya Daniel terkejut.


Kania mengangguk penuh semangat. "Iya Kak. Ayo kita nikah sekarang!" ajak Kania seraya bergegas menghampiri Daniel lalu duduk di samping lelaki itu.


"Ayo, Kak!" rengek Kania sambil mengguncang lengan Daniel berulang kali.


Daniel mengerjapkan mata tak percaya melihat sikap Kania yang berubah menjadi pemaksa.


"Bella, apa yang kau bisikan pada Kania?" tanya Daniel menatap dingin ke arah Adiknya yang terlihat sedang duduk manis di tepi kasur.


"Ga terlalu penting sih, Kak. Tadi Bella cuma ngebisikin kalo surga dunia itu tempat paling nikmat dan paling indah sedunia," jawab Bella terus terang.


Daniel menepuk dahinya sekilas. Pantas saja Kania merengek ingin menikah sekarang, orang Adiknya yang menjadi dalang di balik semua ini.


"Kenapa ga bohong aja kalo surga dunia itu tempat nyeremin?" tanya Daniel.


"Ih Kakak mulai ngajarin ga bener deh sama Bella. Bohong itu dosa loh Kak," timpal Bella.


"Terus punya otak me*sum itu gak dosa?" tanya Daniel dengan sedikit menekan kata 'otak me*sum'.


"Idihh, gini-gini Bella dapet ilmu me*sum dari Kakak juga loh. Jadi jangan salahin Bella kalo tiap hari Bella kasih tips-tips li*ar ke Kak Kania," ucap Bella di akhiri dengan menjulurkan lidahnya.


Daniel mendengkus napas kesal. Percuma ia berdebat dengan Adiknya yang tidak mau disalahkan dalam hal apapun. Itu hanya akan membuang waktunya saja.


"Yaudah, Bella bahas yang lain aja ya Kak. Daripada bahas me*sum mulu, nanti Kakak darting lagi ngedegernya," ledek Bella, yang langsung dibalas pelototan mata dari Kakaknya.


"Kak." Bella mulai beranjak dari tempat duduk, lalu berjalan menghampiri Kakaknya yang berada di sofa.


"Ada apa?" tanya Daniel dingin. Ia masih tidak terima diledekin darting oleh Bella.


Bella sekilas tersenyum. Setelah itu ia mulai duduk bersimpuh di bawah kaki Daniel.


"Kalau boleh jujur, Bella sangat mensupport hubungan Kakak sama Kak Kania. Sampai-sampai Bella selalu ngelakuin hal gila supaya bisa nyatuin kalian berdua," ungkap Bella seraya memegang tangan Daniel dan tangan Kania secara bersamaan.


"Doa Bella, semoga Kak Daniel sama Kak Kania selalu bahagia bersama," sambung Bella dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca, bersiap untuk menangis.


"Ck, dasar cengeng. Udah, jangan nangis!" pinta Daniel sembari menghapus air mata Bella yang mulai mengalir membasahi pipi.


"Yahh Bella, jangan nangis. Nanti Kania jadi ikutin sedih," ucap Kania mencoba menenangkan Bella dengan mengusap-usap bahu gadis itu.


"Hikss, mau peluk!" rengek Bella seraya merentangkan kedua tangannya.


Tanpa pikir panjang, Daniel dan Kania mulai memeluk Bella secara bersama-sama.


"Jadi, kapan nikahnya?" tanya Kania di tengah-tengah suasana haru tersebut.

__ADS_1


Krik krik ... Krik krik ....


🍀


🍀


🍀


"Kak!" panggil Bella pada Kania yang kini tengah bermain game memasak di ponsel miliknya.


"Iya, ada apa, Bell?" tanya Kania tanpa menoleh ke arah Bella. Saat ini Kania tengah fokus melayani para pembeli.


"Bella boleh minta bantuan gak?"


"Boleh kok, Bell. Bella mau minta bantuan apa?"


"Jadi gini, besok itu kan Kak Daniel mau ulang tahun. Nah rencananya Bella mau ngasih kejutan ke Kak Daniel sekalian bikin pesta juga. Kakak mau bantu kan persiapin?" tanya Bella memastikan.


Lantas Kania langsung mematikan game-nya setelah mendengar Daniel akan berulang tahun.


"Serius? Besok Kak Daniel ulang tahun?" tanya Kania, yang langsung direspon anggukan kepala dari Bella.


"Ya ampun, Kania harus ngasih hadiah apa dong ke Kak Daniel?" ucap Kania bingung.


"Mau Bella bantu saranin ga Kak?" tanya Bella seraya menaik-naikan kedua alisnya.


"Oke, nanti Bella saranin ya Kak. Pokoknya Kak Daniel pasti akan suka dengan hadiah yang Kakak kasih," ucap Bella seraya tersenyum jail.


🍀


🍀


🍀


Keesokan harinya ....


"Bell, Bella!" teriak Daniel seraya menuruni anak tangga.


"Ada apa sih Kak pagi-pagi udah teriak?" tanya Bella dari balik dapur.


"Engga ada sih, Kakak cuma mau pamitan kerja aja," jawab Daniel di akhiri dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ohh kirain apa," ucap Bella seraya memasang raut wajah datar.


Padahal aslinya Bella ingin sekali teriak heboh kalau hari ini adalah ulang tahun Kakaknya yang ke- 25 tahun.


Tapi sebisa mungkin Bella tahan, ia tidak ingin mengacaukan rencananya sendiri hanya gara-gara keceplosan.

__ADS_1


"Ekhem, hari ini hari apa ya Bell?" tanya Daniel sengaja memancing Bella agar mau berbicara fakta.


"Hari ini adalah hari Bella sibuk ngerjain tugas kuliah. Emangnya kenapa Kak?" tanya Bella.


'Aishh, tumben dia ga peka!' batin Daniel kesal.


"Enggak papa. Ya udah Kakak kerja dulu ya. Mungkin hari ini Kakak pulangnya agak telat," ucap Daniel, yang langsung direspon anggukan kepala dari Bella.


Saat ingin pergi, Daniel tiba-tiba teringat dengan Kania. Ia lupa kalau pagi ini ia tidak melihat gadis polos itu.


"Oya, di mana Kania?" tanya Daniel pada Bella yang hendak bergegas ke dapur.


Bella mengangkat bahunya sekilas. "Ga tau, mungkin lagi jalan sama pria lain!" ucap Bella sengaja mengompori orang yang sedang berulang tahun hari ini.


Mendengar hal itu, Daniel pun langsung berkata ngegas. "Bella, Kakak serius. Di mana Kania?"


"Cieee cemburu. Xixixi, Bella bercanda, Kak. Calon istri Kakak ada kok di kamar Bella, lagi tiduran," jawab Bella berusaha untuk tidak tertawa keras saat melihat ekspresi Kakaknya yang sangat tajam.


"Yasudah, Kakak berangkat kerja dulu," ucap Daniel sekilas mengacak-acak puncak kepala Bella dengan lembut.


Bella mengangguk.


Setelah Kakaknya pergi, barulah Bella memanggil Kania untuk segera turun ke bawah.


"Ayo Kak, bantu Bella persiapin semuanya!" ajak Bella, yang langsung direspon anggukan semangat dari Kania.


🍀


🍀


🍀


Pukul lima sore ...


Daniel kini sedang berada dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Arez, apa kau tau hari ini hari apa?" tanya Daniel, agak sedikit ragu saat menanyakan hal yang itu pada Arez.


"Hari sabtu, Tuan," jawab Arez.


"Aishh, bukan itu maksudku. Ah, sudahlah, lupakan. Lagi pula tidak akan ada yang mengerti tentang hari ini," kesal Daniel seraya memalingkan wajahnya ke luar jendela mobil.


Melihat ekspresi Tuannya yang cemberut, Arez pun diam-diam cekikikan.


Bersambung


Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗

__ADS_1


__ADS_2