Gadis Polos Milik Monster Tampan

Gadis Polos Milik Monster Tampan
Part 19


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


"Happy birthday to you ... Happy birthday to you ... Happy birthday ... Happy birthday ... Happy birthday to you ...."


Tiba-tiba Daniel mendengar seperti ada suara riuh orang-orang menyanyikan selamat ulang tahun.


Dan benar saja, ketika Daniel menatap ke arah pintu, sekelompok orang yang tidak asing lagi bagi Daniel mulai berdatangan menghampirinya sambil membawa kado dan juga kue ulang tahun.


"Kalian."


Ya, sekelompok orang itu adalah teman-teman dekat Daniel termasuk juga ada Bella adiknya.


"Yeayyy, happy birthday Kakak. Ciee yang udah 25 tahun dan bentar lagi jadi seorang Daddy. Eh, maksudnya seorang suami," goda Bella dengan menaik-naikan kedua alisnya.


"Dasar adik laknat!" ucap Daniel seraya mengusap wajah sang adik dengan kasar.


"Xixixi ... Ayo, tiup lilinnya Kak!" pinta Bella sambil menyodorkan kue ulang tahun pada Daniel.


Daniel mengangguk. Setelah itu, ia mulai memejamkan mata, melakukan make a wish terlebih dulu.


Jika ditanya apa harapan Daniel, maka jawabannya adalah tidak ingin dipisahkan dengan Kania.


Prok ... Prok ... Prok ....


Orang-orang yang ada di sana mulai bertepuk tangan antusias setelah Daniel meniup lilin.


"Widihh, selamat menepuh hidup baru Brother. Eh, maksudnya selamat menua Bro."


Entah jahil atau apa, yang jelas Daniel sedikit kesal dengan ucapan selamat dari teman laknatnya itu.


"Si*alan!"


"Yeayy happy Birthday Kak Daniel. Panjang umur ya." seorang gadis berambut pirang tiba-tiba menempelkan pipi pada pipi Daniel.


Bella yang melihat hal itu, tentu saja langsung memukul lengan temannya. "Heh, jaga jarak. Kan udah dibilangin kalo Kak Daniel itu udah ada yang segel," tegur Bella.


"Hehe, maaf Bell. Habisnya Kakak kamu sore ini tampannya kebangetan, jadi tadi refleks langsung nyium," ucap gadis berambut pirang sambil cengengesan tanpa dosa.


"Kania mana?" tanya Daniel saat menyadari tidak ada Kania di antara orang-orang yang memberinya surprise.


"Ga tau," timpal Bella dengan mengangkat bahunya sekilas.


"Bella, Kakak serius. Di mana Kania?" tanya Daniel ngegas.


"Mana Bella tau, diumpetin kali tuh sama si Riyan," ucap Bella sekilas melirik ke arah pria berjaket kulit.


Lantas Daniel langsung menatap tajam ke arah pria itu.

__ADS_1


"Wah parah kamu Bell," ucap Riyan merasa tak terima.


Melihat hal itu, Daniel pun langsung memijat pelipisnya. "Sebelum aku marah, sebaiknya kalian beritau di mana Kania sekarang," ucap Daniel dengan nada dingin.


"Bella ga tau Kak."


"Bella--"


Ucapan Daniel terhenti ketika ada sebuah lagu tiba-tiba diputar melalui speaker bluetooth super bas. Ya, lagu yang didengar oleh semua orang saat ini adalah lagu 'Senorita'.


Dan bersamaan dengan itu, seseorang mendadak muncul dari balik pintu dengan pakaian serba hitamnya.


Mantel di atas lutut, topi bundar, sepatu high heels, semuanya berwarna hitam, kecuali kulitnya ya.


"Kania," ucap Daniel tertegun saat melihat Kania berlenggak-lenggok menghampirinya dengan tersenyum menyeringai.


Glek!


Daniel berusaha menahan napas begitu Kania berada di depannya sambil mengusap dada bidangnya dengan lembut.


"Ka--Kania, kau ...."


Daniel semakin gugup saat jemari tangan Kania beralih menyentuh setiap inci wajahnya dengan sangat lembut.


"Hahaha. Kenapa kulkas dua pintu bisa gugup kayak gitu," ledek Riyan sambil tertawa.


"Ya liatlah, makannya tadi aku ketawa," sahut Riyan sesekali mengusap lengannya yang terasa sakit karena dipukuli oleh Bella.


"Awas aja, kalo scane romantisnya berantakan gara-gara ketawa kamu, aku bakal--"


"Bakal apa, hm?" Riyan menangkap jari telunjuk Bella yang saat itu sedang terangkat ke arahnya.


"Daripada dipukul, mending dicium. Bener gak?" tanya Riyan dengan mengangkat kedua alisnya.


Bella ternganga. Apa katanya tadi, dicium? Hah, yang benar saja.


"K--kau---"


Cup!


Sontak mata Bella membulat saat Riyan tiba-tiba mengecup jari telunjuknya.


"Sekarang jari telunjuk aja dulu, besok baru bibir. Terus besoknya lagi baru tubuh. Bagaimana, kau setuju?" tanya Riyan dengan berbisik di telinga Bella.


Lantas Bella ternganga mendengarnya. "Ihh dasar me*sum!" umpat Bella seraya memukul Riyan kembali.


Namun, dengan cepat Riyan menghindar dan berpindah posisi menjadi ke belakang.

__ADS_1


"Awas aja kamu!" ketus Bella sambil menatap sinis ke arah Riyan yang terlihat sedang tertawa tidak jelas di belakang sana.


Sementara itu, Kania yang berhasil membuat Daniel gugup, kini mulai berjalan mundur menjauhi lelaki itu seraya menanggalkan mantel dan juga topi bundarnya.


"Kania!" kaget Daniel saat melihat baju yang dikenakan Kania.


Ya, saat itu Kania memakai shoulder mini dress super se*xy tanpa lengan yang membuat orang-orang disana berdecak kagum melihat Kania yang berbody goals.


"Oh ***1*!" geram Daniel merasa tak terima penampilan Kania yang se*ksi dilihat orang lain.


"Kak!" Bella menahan tangan Daniel saat Kakaknya itu hendak bergegas mendekati Kania.


"Biarin Kak Kania menyelesaikan kejutannya buat Kakak," ucap Bella.


"Tapi, Bell--"


"Sttt." Bella meletakkan jari telunjuk di bibirnya sendiri, meminta Kakaknya untuk tidak bicara.


Daniel pun mendengkus napas gusar. Mau tak mau ia harus menonton pertunjukan Kania walau hatinya merasa marah.


🎵🎵🎵


Masih dengan lagu senorita, Kania perlahan menggerakkan bahunya dengan gemulai.


Setelah itu, Kania beranjak duduk sambil menggerakkan tangannya ke sana ke mari. Lalu Kania berdiri kembali seraya menggoya*ngkan ping*gulnya sebentar.


Tak lama beberapa back dancer wanita mulai bermunculan dari balik pintu, lalu mendampingi Kania menari.


(Untuk lebih detailnya, cek aja ya di you tube. Cari dance Lisa senorita yang di atas panggung. Ga ngebiasin, cuma suka aja liat dance sek*sinya. 🤭)


Malam itu Kania benar-benar menari dengan sangat sek*si, membuat orang-orang yang menyaksikannya langsung tertegun.


Begitupun dengan Daniel.


"Kak." Kania perlahan berjalan mendekati Daniel.


"Bagaimana dengan kejutanku? Apa Kakak suka?" tanya Kania dengan berbisik di telinga Daniel.


"Dasar gadis nakal! Kau sengaja ingin membuatku cemburu, hm?" tanya Daniel seraya menarik pinggang Kania agar lebih dekat dengannya.


"Kalau iya, Kakak mau apa?"


"Menghukummu, Sayang," bisik Daniel.


"Katakan, kamu mau hukumannya di sini atau di kamar?" tanya Daniel sambil menggesek-gesekkan pipi ke telinga Kania.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗


__ADS_2