Gadis Polos Milik Monster Tampan

Gadis Polos Milik Monster Tampan
Part 20


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


"Hukumannya di sini aja Kak," putus Kania.


"Yakin di sini? Ga mau di kamar hm?" tanya Daniel sembari membenarkan rambut Kania yang berantakan.


"Yakin Kak. Kan kalo di kamar hukuman yang Kakak kasih ke Kania ga bakal bisa diliat sama orang," timpal Kania dengan wajah polosnya kembali.


Daniel terkekeh. Inilah yang Daniel suka pada Kania. Kepolosan yang dimiliki Kania membuat Daniel selalu khilaf ingin menerkam gadis itu.


"Beneran di sini? Nanti orang-orang pada ngiler ngeliatnya," kekeh Daniel.


"Beneran, Kak. Kania--"


"Daniel!"


Ucapan Kania terhenti ketika seseorang tiba-tiba memanggil nama Daniel.


Sang pemilik nama lantas menoleh ke arah sumber suara. "Mommy," ucap Daniel melihat Mommy-nya berada di ambang pintu sambil bersedekap dada.


"Siapa dia?" tanya Mommy Daniel seraya menatap tajam ke arah Kania. Sebut saja namanya Mrs Saras.


"Dia kekasihku Mom," jawab Daniel tanpa ragu.


"Kekasih?" Mrs Saras langsung menghampiri putranya karena penasaran dengan Kania.


"Secepat itu kau melupakan Helena?" tanya Mrs Saras menatap Daniel dengan tatapan mengintimidasi.


"Mommy, jangan bahas dia lagi!" pinta Daniel dengan nada dingin.


"Kenapa? Apa sekarang seleramu berubah? Dulu kau menyukai gadis modern yang tau penampilan, tapi kenapa sekarang kau menyukai gadis polos yang tidak tau tata aturan," cibir Mrs Saras.


"Aduh!" Bella menepuk dahinya. Ia lupa kalau Mrs Saras selalu pulang di setiap momen penting anak-anaknya.


"Mommy, biar Bella jelasin. Kak Daniel itu--"


"Jangan membela Kakakmu, Bella. Sekarang ini Mommy lagi kecewa pada Kakakmu, kenapa dia memilih gadis ini sebagai pengganti Helena," ucap Mrs Saras.


Mendengar kata 'pengganti', Daniel langsung murka. "Stop, Mommy! Dia bukan pengganti siapapun, dia adalah kekasihku. Secepatnya aku akan menikahi dia," ucap Daniel sambil merangkul bahu Kania dengan erat.


"Ohh begitu ya. Kau ingin menikahinya tanpa restu dari Mommy dan Daddy?" tanya Mrs Saras sambil berkacak pinggang.


"Sekalipun aku belum dapat restu Mommy Daddy, aku tetap akan menikahinya," final Daniel dengan tajam.


"Kau berani melawan Mommy demi gadis ini?"


"Iya," jawab Daniel tanpa ragu.


"Sepertinya kau sangat mencintainya. Hmm Mommy jadi penasaran seberapa besar rasa cintamu pada gadis ini," ucap Mrs Saras seraya memandang ke arah Kania dengan senyum tak bisa ditebak.


Detik berikutnya Mrs Saras menjentikkan jarinya beberapa kali. Hingga tak lama kemudian munculah delapan orang bodyguard dari balik pintu sambil membawa senjata pistol.


"Mommy.. Mommy mau apa?" tanya Daniel panik saat pistol itu diarahkan pada Kania.


"Menurutmu?" Tampak Mrs Saras mulai tersenyum menyeringai. Setelah itu, ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera mengarahkan pistol ke arah Kania.


"Loh Mommy, Mommy mau nembak Kak Kania hah?" tanya Bella dengan meninggikan nadanya.


"Yang tidak berkepentingan, harap segera meninggalkan tempat ini." titah salah seorang bodyguard pada teman-teman terdekat Daniel.


Tanpa ada banyak tanya, mereka langsung meninggalkan area kolam renang. Sungguh, mereka tak habis pikir jika suasana ulang tahun Daniel akan berubah menjadi mengerikan.


"Mommy, jangan bercanda Mommy. Mommy ga bakal nembak Kak Kania kan!" cemas Bella.

__ADS_1


Bella hendak menghampiri Kania untuk segera ia bawa pergi, namun salah seorang bodyguard tiba-tiba menahan tubuh Bella hingga Bella tidak bisa berkutik.


"Ihh lepasin Bella. Kak Daniel, lindungin Kak Kania Kak," teriak Bella.


Daniel yang mengerti akan situasi, langsung memeluk tubuh Kania dari belakang.


"Jangan coba-coba mendekati wanitaku!" peringat Daniel seraya mengarahkan pistol ke arah para bodyguard suruhan Mrs Saras.


"Huaaa, Kak Daniel. Kania takut Kak," rengek Kania sembari mempererat pegangannya pada lengan Daniel.


"Sttt, jangan takut Sayang. Aku ada di sini. Aku ga akan biarkan satupun dari mereka menyakitimu," ucap Daniel berusaha menenangkan gadis yang ada di pelukannya saat ini.


Sementara itu, enam orang bodyguard perlahan melangkah maju mendekati Kania sembari terus mengarahkan pistol ke arah gadis itu.


"Mundur! Jika tidak, jariku ini akan menembak kalian semua!" ancam Daniel dengan jari telunjuk yang bersiap untuk menekan triggle pistol.


"Sudahlah, Daniel! Biarkan para bodyguard suruhan Mommy bekerja," ucap Mrs Saras dengan seringaian di bibirnya.


"Tidak! Aku tau niat Mommy apa. Mommy nyuruh mereka buat nembak Kania 'kan? Tidak semudah itu Mommy. Langkahin dulu mayatku kalau Mommy mau menembak Kania," ucap Daniel lantang.


"Baiklah jika itu maumu, Putraku!" timpal Mrs Saras seraya memberi kode pada salah seorang bodyguard untuk segera memisahkan Kania dari Daniel.


"Kakak, awas di belakang!" teriak Bella saat netranya menangkap salah seorang bodyguard bersiap meninju punggung Daniel dengan sikut.


Bugh!


"Ahh," ringkis Daniel langsung terduduk di lantai sembari memegang punggungnya yang terasa sakit.


Bersamaan dengan itu, Kania yang sudah terlepas dari pelukan Daniel langsung ditarik oleh dua orang bodyguard ke hadapan Mrs Saras.


"Kak!" rengek Kania dengan menatap sendu ke arah Daniel.


"Kania!" teriak Daniel seraya bangkit dari duduknya dan bergegas menghampiri Kania.


Namun, dua orang bodyguard yang lainnya berhasil menahan tubuh Daniel terlebih dulu hingga lelaki itu tidak bisa berkutik.


"Mommy, Bella mohon Mommy. Jangan sakitin Kak Kania," pinta Bella dengan lirih.


"Kalau Mommy sampai sakitin Kak Kania, Bella ga segan-segan akan melukai diri Bella sendiri," ancam Bella.


"Cep cep cep ... entah sihir apa yang miliki gadis polos ini sampai-sampai kedua anakku begitu melindunginya," ucap Mrs Saras sambil bersedekap dada.


"Tembak dia sekarang!" titah Mrs Saras tanpa mau menunggu lama lagi.


Mendengar hal itu, Daniel dan Bella langsung melototkan mata.


"Mommy, jangan sakitin Kak Kania Mommy," teriak Bella panik saat melihat Kania digusur paksa oleh dua orang bodyguard menuju tembok.


"Huaa Kak Daniel, Kania takut Kak. Tolongin Kania Kak!" jerit Kania sembari menangis sejadi-jadinya.


"Kania!" teriak Daniel sambil meronta-ronta.


"Lepaskan, kep*arat!" umpat Daniel karena dua orang bodyguard itu menahannya begitu sangat kuat hingga Daniel tidak bisa menendang salah satu dari mereka.


Dugh!


Kania dipojokkan ke dinding dengan kedua tangan yang direntangkan ke samping kiri dan kanan, lalu ditahan oleh mereka agar tidak terlepas.


Sementara bodyguard yang lainnya berdiri dengan jarak 2 meter dari Kania sembari tangan mereka terus mengarahkan pistol tersebut ke arah gadis itu.


"Tidak! Jangan lakukan itu Mommy!" teriak Daniel dengan histeris.


"Maafkan Mommy, Daniel. Mommy janji akan mencarikan pengganti Helena yang lebih baik daripada gadis polos ini," ucap Mrs Saras dengan nada santainya.

__ADS_1


Daniel menggeleng. "Enggak Mommy. Sampai kapanpun aku ga sudi bersanding dengan wanita lain. Kania adalah hidupku, selamanya akan jadi milikku. Jika Mommy berani menyakitinya, maka lihatlah apa yang nanti akan kulakukan pada Mommy," tekan Daniel seraya menatap Mrs Saras dengan tajam.


"Baiklah, Mommy jadi penasaran apa yang nanti akan kau lakukan pada Mommy. Daran, tembak dia sekarang!" seru Mrs Saras pada bodyguard yang tengah berdiri di depan Kania.


"Siap laksanakan, Nyonya!" balasnya dengan lantang.


"Mommy, jangan Mommy!" teriak Bella tak terima.


"Mommy, ingat kata-kataku Mommy. Jangan sakitin Kania jika Mommy tidak mau hidup Mommy hancur," murka Daniel.


Mrs Saras tidak menghiraukan ocehan kedua anaknya. Saat ini ia sedang fokus menghitung mundur untuk kematian Kania.


"3 ..."


"MOMMY!!!"


"2 ..."


Para bodyguard yang menahan Daniel dan Bella langsung bersigap menutup mata keduanya dengan penutup kain setelah mereka mendapat kode tangan dari Mrs Saras.


"Si*alan, kenapa mataku ditutup?" umpat Daniel seraya menggeleng-gelengkan kepala kesana kemari.


"1..."


"TIDAKKKK!!!"


Dor!


Suasana mendadak hening.


Bella yang mendengar suara tembakan tersebut langsung tidak sadarkan diri di tempat.


Sementara Daniel yang mendengar suara tembakan langsung terduduk di lantai dengan keadaan lemas tak berdaya.


"ARGHHH!!!" geram Daniel dengan berteriak sejadi-jadinya.


Setelah itu, Daniel mulai menangis dengan kepala tertunduk. "Arghhh, bo*doh! Bo*doh!" umpat Daniel sembari memukuli kepalanya berulang kali.


"Kenapa aku selalu gagal melindungi wanitaku sendiri? KENAPA?" teriak Daniel dengan histeris.


Tampak Daniel tak berhenti memukul-mukul kepalanya sendiri, hingga sebuah tangan langsung menahan tangan Daniel untuk berhenti memukul kepala.


"Apa sekarang Mommy puas, hah? Mommy puas membuat Daniel menderita?" bentak Daniel saat merasakan tangannya dicekal oleh Mrs Saras.


"Mommy puas, Daniel," ucap Mrs Saras disertai dengan tawa kecil.


Mendengar tawa Mommy-nya itu, membuat Daniel sangat muak.


"Xixixi ... selamat ulang tahun, Putraku. Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu. Kali ini hadiah dari Mommy bukan mobil ataupun rumah, tapi sebuah pernikahan yang megah untukmu dan juga Kania!" ucap Mrs Saras.


Mendengar nama Kania, Daniel langsung membuka kain penutup dari matanya.


Sontak Daniel membulatkan mata karena yang sedang memegang tangannya saat ini bukan Mrs Saras, melainkan Kania.


"Ka--Kania, ka--kau?"


Daniel benar-benar syok. Ia tak menyangka Kania yang ada di sampingnya saat ini masih bersih dan utuh, alias tidak terluka sedikitpun.


"Hihi, maafin Kania Kak. Kania disuruh sama Mommy Saras buat jadi aktris selama 10 menit," ucap Kania sambil cekikikan.


"APA?"


Bersambung

__ADS_1


Hahaha, kasihan deh Daniel di prank 🤣 Readers kena prank juga gak? 😂


Jangan lupa like, komen dan vote semuanya. 🤗


__ADS_2