Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova
BAB 26


__ADS_3

Kedua orang tua Andika akhirnya datang ke rumah Silvi untuk melamarnya secara resmi. Silvi tidak menyangka, Andika kali ini benar-benar serius dengannya.


Hatinya terus berbunga-bunga. Raut devil di wajah Andika kini juga sudah hilang. Senyuman lesung pipi itu terlihat sangat manis. Paras rupawan Andika, jika ditambah dengan kebaikan hatinya, dia pasti akan menjadi sosok yang sangat sempurna.


"Jadi satu minggu lagi acara pernikahan mereka akan dilaksanakan. Silvi dan Pak Adi tenang saja, tidak perlu memikirkan apapun. Kalian tinggal menyiapkan diri saja saat acara nanti." ungkap Pak Reka. Dia juga sangat senang dengan perubahan Andika yang sekarang jauh lebih baik.


"Pak Reka, kami mengucapkan banyak terima kasih. Sebenarnya saya juga tidak menyangka akan berbesan dengan Pak Reka." kata Pak Adi. Selama bekerja di perusahaan Pak Reka, Pak Reka memang sangat baik padanya.


"Iya. Ya, beginilah takdir. Saya juga sangat bersyukur Andika sekarang sudah berubah jauh lebih baik dan itu semua karena Silvi."


Silvi hanya tersenyum. Dia saling tatap dengan Andika. Tatapan malu-malu.


Mereka melanjutkan obrolan hingga sore hari. Setelah kedua orang tua Andika pulang, Andika masih betah mengobrol bersama Silvi. Mereka kini duduk di teras rumah sambil menikmati sore hari yang masih cerah dengan angin sepoi-sepoi.


"Akhirnya, aku akan hidup bersama kamu." Satu tangan Andika kini menggenggam tangan Silvi. "Besok kita fitting baju, setelah itu kita meeting bersama tim WO. Lalu kita gak usah bertemu biar kangen aku maksimal sama kamu."


Silvi hanya tersenyum. Sampai sekarang dia masih tidak menyangka telah mengambil keputusan untuk menikah dengan Andika. Semoga saja itu memang pilihan yang terbaik untuknya.

__ADS_1


"Kok diam aja?" Andika kini menatap Silvi yang sedari tadi memang hanya terdiam saja. "Kamu gak bahagia?"


"Justru aku sangat bahagia, sampai aku gak bisa berkata apa-apa."


Andika kini meluruskan pandangannya. Serentetan perlakuan kejamnya pada Silvi dulu, terkadang masih teringat di benaknya. Dia menyesal, bisa-bisanya dia berlaku sekejam itu. "Kadang aku masih ingat perlakuan kejam aku sama kamu dan Ayah kamu. Bisa-bisanya aku dulu seperti itu. Aku sangat menyesal."


"Memang Mas Dika kenapa bisa jahat? Sedangkan kedua orang tua Mas Dika sangat baik."


Andika tersenyum kaku. "Dulu, aku pernah dikhianati. Pacar aku selingkuh dengan adik aku sendiri. Sejak saat itu aku bertengkar dengan adik aku dan aku membebaskan diri aku di luar negeri. Aku sering mempermainkan wanita. Terus berganti-ganti wanita karena aku menganggap wanita itu sama saja, pasti mereka tidak bisa setia dengan satu lelaki." Andika menghela napas panjang. "Aku dapat pelajaran berharga saat menikahi kamu secara siri satu tahun lalu. Aku baru sadar, bahwa seorang wanita itu tidak untuk dipermainkan. Bersyukurnya aku, aku bisa memperbaiki semua kesalahan aku sama kamu."


Andika semakin menggenggam tangan Silvi dengan kedua tangannya. "Terima kasih, telah menerima aku kembali."


"Nanti kalau aku keterlaluan sama kamu tampar aku lagi, gak papa. Seperti waktu itu."


"Maaf, pasti sakit."


"Rasa sakit itu gak sebanding dengan apa yang telah aku lakukan sama kamu."

__ADS_1


Silvi menegakkan dirinya lalu dia berdiri dan masuk ke dalam rumah. "Sebentar." Beberapa saat kemudian dia keluar dari rumah dengan membawa boneka teddy bear yang masih dia simpan. "Boneka yang menemani aku setiap malam." Silvi meletakkan boneka itu di pangkuan Andika.


Andika mengernyitkan dahinya. "Bukannya boneka ini sudah kamu buang ke tong sampah?"


"Aku ambil lagi. Hah, waktu itu aku merasa sangat bodoh telah mengambil semua barang yang sudah aku buang."


"Semuanya?" Seketika Andika menatap Silvi.


Silvi menganggukkan kepalanya. "Iya, semua masih aku simpan di dalam kardus, bahkan bunga-bunga yang sudah kering."


Andika tersenyum dengan mata berbinarnya. Dia mengusap puncak kepala Silvi. "Aku pasti akan selalu menjaga dan menyayangi kamu sepanjang hidupku."


Kemudian mereka saling bertatapan penuh cinta, rasanya mereka sudah tidak sabar untuk membangun rumah tangga bersama.


.


💕💕💕

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2