Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova
BAB 41


__ADS_3

Empat bulan telah berlalu, Shilla semakin terlihat lucu dan menggemaskan. Dia sudah suka tertawa dengan lesung pipi yang mempesona.


"Cantik sekali sayang. Pake bandana pink." Andika menggendong putrinya pagi hari itu. "Hari ini Papa libur. Papa temani seharian ya." Kemudian Andika mencium pipi chubby Shilla berulang kali sampai bayi yang berumur empat bulan itu tertawa geli.


"Mama mana ya? Lama banget di kamar mandi, mau Papa ajak jalan-jalan nih."


Beberapa saat kemudian Silvi keluar dari kamar mandi. Dia mendekati Andika yang sedang berdiri di dekat jendela.


"Mas, sini tangannya." Silvi menarik tangan Andika agar membuka telapak tangannya.


"Apa sayang? Jalan-jalan yuk ke taman." Andika kini menatap Silvi yang ada di sebelahnya.


Silvi justru meletakkan sesuatu di tangan Andika lalu meraih tubuh Shilla dan menggendongnya.


"Ini apa sayang?" Andika menatap benda panjang dengan dua garis merah itu. Sedetik kemudian senyum mengembang di bibir Andika. "Sayang, Shilla mau punya adik?"


Silvi duduk di tepi ranjang sambil memangku Shilla. "Gak usah heran, kan kemarin langsung gas gak konsultasi dulu."


Andika hanya tertawa lalu mengusap puncak kepala Silvi. "Iya, aku kira jadinya lama. Gak tahunya secepat ini. Aku sangat bersyukur." Kemudian dia duduk di samping Silvi dan merengkuhnya. "Apa kamu belum siap?"


"Ya, gimana ya. Dibilang belum siap sih juga belum. Tapi aku juga sangat bersyukur diberikan kepercayaan secepat ini, setelah dulu aku sangat lama menanti Shilla. Semoga aku bisa menjaganya."

__ADS_1


"Harus tambah stamina nih. Sekarang ada tiga kesayangan yang harus aku jaga. Mama, Shilla, dan adik."


Silvi tersenyum lalu mencium pipi Shilla. "Shilla mau jadi kakak. Ih, kakak gemes."


"Hari ini kita langsung periksa ya. Aku takut kandungan kamu masih lemah kayak dulu, dan aku juga akan cari baby sitter buat bantu kamu jaga Shilla." Andika akan berusaha memberi solusi yang terbaik untuk Silvi.


"Iya, terserah Mas Dika. Mas Dika pasti tahu yang terbaik buat kita semua."


Andika mengecup singkat pipi Silvi. Semakin hari rasanya dia semakin mencintai istrinya. "Makin hari rasanya aku makin cinta. Siap-siap aku harus bisa tahan lagi sampai satu tahun. Baru juga dua bulan merasakan kehangatan tiap malam, sekarang puasa lagi."


"Kan maunya Mas Dika gitu."


"Gak papa. Aku rela, demi kamu dan calon buah hati kita sehat."


"Kita periksa sekarang saja yuk. Kamu kan masih ASI, takutnya ada efek ke kandungan kamu." kata Andika saat mendengar Shilla mulai gelisah meminta ASI.


"Benar juga sih Mas."


"Biar Shilla sama Mama saja. Kebetulan Mama mau main ke sini sudah di perjalanan. ASIP nya banyak kan?"


"Masih kok Mas."

__ADS_1


Setelah Mamanya Andika datang, mereka segera bersiap ke rumah sakit. Mamanya Andika ikut bahagia mendengar kehamilan Silvi, begitu juga dengan Ayahnya Silvi. Semua do'a terbaik tercurah untuk mereka berdua.


Beberapa saat kemudian mereka berangkat ke rumah sakit. Rasanya mereka sudah tidak sabar melihat calon buah hati mereka lewat layar USG.


"Kamu sekarang gak pusing atau mual?" tanya Andika karena dia melihat Silvi sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.


"Sedikit sih, Mas. Makanya aku cek soalnya aku penasaran. Ternyata positif."


Senyuman masih terus mengembang di bibir Andika sampai dia menghentikan mobilnya di tempat parkir.


Mereka sudah membuat janji dengan Dokter kandungan yang biasa menangani Silvi, jadi mereka tidak perlu lagi mengantri. Mereka kini masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


Mereka berdua tersenyum bahagia saat melihat calon buah hati mereka telah tumbuh di rahim Silvi.


"Selamat ya sayang." Andika menggenggam tangan Silvi saat Dokter menjelaskan kondisi kandungan Silvi. Kali ini kandungan Silvi tidak selemah sebelumnya. Silvi tidak perlu istirahat total dan diperbolehkan mengasihi Shilla selama tidak ada rasa sakit atau efek pada kandungannya, jika dibutuhkan Dokter jiga sudah merekomendasikan beberapa susu formula sebagai pendamping.


"Semoga selalu sehat sampai waktunya nanti." Andika mengusap perut Silvi setelah selesai melakukan pemeriksaan.


"Iya Mas. Amin."


💕💕💕

__ADS_1


.


Cerita ini gak panjang ya.. udah mau tamat. soalnya author gak bisa kasih konflik lagi. konfliknya udah terlalu berat di depan. 🤭 makasih yang sudah mampir membaca...


__ADS_2