
Fanny:"wah sudah terlihat bagus ya rumahnya sekarang"
Habibie:"iya, sudah hampir jadi"
Somad:"bagaimana perkembangan nya John?"
John:"kurasa ini lebih cepat dari perkiraan ku"
Iqbal:"wah tidak ku sangka akan jadi seperti ini, bagus sekali"
Habibie:"ayo coba kita lihat dalamnya!"
Iqbal:"tunggu, apa sudah bisa?"
Somad:"bagaimana John?, apa sudah bisa kita lihat dalamnya?"
John:"tentu jika hanya ingin melihat lihat, sudah bisa"
Iqbal:"ayo!"
mereka pun masuk ke dalam rumah kosong itu
Fanny:"wah rumahnya menjadi terlihat besar ya"
Iqbal:"bagaimana jika kita kasih nama?"
Habibie:"oh iya, bagaimana jika namanya "rumah"?"
Iqbal:"apa sih maksudmu?"
Habibie:"hehe aku hanya bercanda"
Iqbal:"Bagaimana jika kita beri nama, r k 2"
Fanny:"kurasa nama itu bagus"
Habibie:"aku tidak mau pusing memikirkan nama untuk rumah ini jadi itu urusan kalian saja"
Iqbal:"tapi apa kau setuju?"
Habibie:"terserah jika kalian ingin memberikan nama seperti itu"
Iqbal:"baiklah, r k 2"
Iqbal:"ayo kita pulang aku ingin segera memberitahu berita ini kepada Abdul"
Habibie:"baiklah aku juga mau pulang, aku mau makan"
mereka pun pulang
Iqbal dan Fanny berjalan berdua karena mereka melewati jalan yang sama
Fanny:"apa kau sudah tidak punya orang tua?"
Iqbal:"kurasa tidak, tapi entahlah aku juga tidak mengerti dengan hidupku sendiri"
Fanny:"apa kau tidak merasa rindu?"
Iqbal:"........."
Fanny:"kenapa kau hanya diam?"
Iqbal:"sudahlah aku tidak mau membicarakan ini"
Fanny:"rumahku sudah dekat aku duluan ya"
Iqbal pun menuju masjid sendiri an
__ADS_1
Iqbal:"kenapa ya dengan Fanny kayanya ada yang aneh"
Abdul:"kau sudah pulang ya"
Iqbal:"iya, oh iya tadi aku lihat r k 2 dan itu hampir jadi"
Abdul:"terus?"
Iqbal:"kurasa besok selesai"
Abdul:"terus?"
Iqbal:"mungkin kita bisa ke situ besok ,dan tidak tinggal di masjid lagi"
Abdul:"terus?"
Iqbal:"kurasa hanya itu"
Abdul:"hahahaha!!"
Iqbal:"ada apa?"
Abdul:"sebenarnya aku sudah tahu lebih tahu tentang rumah itu.."
Iqbal:"r k 2"
Abdul:"iya r k 2 itu, bahkan aku sudah berbincang dengan seseorang bernama John itu, jika aku tidak bilang ini rumahku, mungkin rumah itu tidak di renovasi"
Iqbal:"r k 2!!"
Abdul:"iya iya, r k 2, siapa sih yang memberikan nama itu?"
Iqbal:"jadi kau tidak suka, bila aku berikan nama itu?"
Abdul:"tidak tidak, aku hanya merasa aneh saja"
Abdul:"memang ada arti dari singkatan itu?"
Iqbal:"tentu, r sama dengan rumah k sama dengan ke dan 2 sama dengan dua, jadi rumah ke dua"
Abdul "aku tidak mengerti, tapi terserah kau saja"
Iqbal:"sudah kuduga nam itu terlalu susah dimengerti"
Abdul:"sudahlah, apa kau sudah makan?"
Iqbal:"belum"
Abdul:"kalau begitu ini, kau makan ya!"
Iqbal:"makanan ini lagi?"
Abdul "ada apa? apa kau sudah bosan dengan makanan itu?"
Iqbal:"tidak hanya saja ada yang aneh, dari kemarin kau memberikan aku makanan ini terus, apa kau tidak kehabisan uang?"
Abdul:"oh jadi begitu, kau sudah tahu ya"
Iqbal:"dan kenapa kau berbohong pada ku?"
Abdul:"aku hanya.."
Iqbal:"kau berbohong tentang harta karun, kau berbohong tentang kau bisa membuat makanan seenak ini, dan bahkan kau berbohong tentang keluarga dan pencurian itu, kenapa?"
Abdul:"soal harta Karun memang aku berbohong, tapi aku hanya ingin membuatmu tahu kebenaran yang sesungguhnya"
Iqbal:"kebenaran apa?"
__ADS_1
Abdul:"tentang keluarga ku yang di bantai oleh seorang pencuri"
Iqbal:"jangan coba bohongi aku lagi!"
Abdul:"kau boleh tidak percaya, tapi sebenarnya bukan pencuri namun seseorang misterius yang menagih janji, karena aku tidak menepati janjiku pada waktu itu keluarga ku yang menerima batunya"
Iqbal:"apa kau berbohong?"
Abdul:"orang misterius itu menghilang tanpa jejak setelah membantai keluarga ku, karena hanya ada aku pada waktu itu, aku pun di tuduh telah melakukan hal itu"
Iqbal:"lalu kenapa kau sekarang tinggal di sini?"
Abdul:"setelah aku keluar dari penjara, aku tidak ingin tinggal di rumahku karena aku masih teringat dengan masa lalu, dan aku melihatmu saat ingin mencuri sesuatu dariku, aku melihat wajahmu begitu takut, membuatku mengingat lagi anak ku yang sudah tiada.."
Iqbal:"aku minta maaf soal itu"
Abdul:"itu tidak apa apa, dan aku pun mencoba keluar dari keterpurukan, dan aku ingin menjadi ayahmu, setelah aku tahu kau tidak punya apa apa, aku mencoba membuatkan makanan untuk mu dan kau makan makanan buatan ku, aku selalu mengikuti mu kemana pun kau pergi, waktu itu aku melihat kau masuk ke rumah pak Lucas, aku melihat kau bersama keponakan pak Lucas , nama keponakan Lucas adalah Somad, pasti kau mengetahui itu, dan aku melihatmu makan makanan yang di sediakan di sana,dan saat kau pulang aku membuatkan makanan untukmu tapi sepertinya kau tidak terlalu suka makanan ku, aku pun bertanya pada John apa yang di makan Iqbal di sana?, setelah itu aku pun langsung membelikan makanan mahal itu untukmu"
Iabal:"tapi dari mana kau dapat uang?"
Abdul:"aku bekerja saat malam hari, ketika kau tidur, aku beranjak pelan pelan agar kau tidak bangun"
Iqbal:"tapi kenapa kau tidak jujur sejak awal?"
Abdul:"aku takut kenyataanku terlalu pahit untukmu"
Iqbal:"baiklah kurasa itu sudah jelas, tapi aku ingin kau tidak membelikan ku makanan mahal ini lagi!"
Abdul "siap bos"
Iqbal pun memakan makanan itu
Iqbal:"tapi kenapa banyak orang orang berkata kau itu orang gila?"
Abdul:"dulu semenjak kejadian yang menimpa keluarga ku, aku menjadi stres dan hampir menjadi orang gila, namun kau datang bagai malaikat penyelamat ku"
Iqbal:"oh jadi begitu kalau begitu bagaimana jika kita menata hidup lagi?"
Abdul:"kurasa itu ide yang bagus, bagaimana jika kita jadi keluarga, aku ayahmu dan kau anaku?"
Iqbal:"hmmmmmmm, kurasa boleh juga, kita lupakan masa lalu dan anggap tidak pernah terjadi, lalu kita mulai hidup baru"
Abdul:"kurasa aku hampir pingsan mengatakan hal itu"
Iqbal:"kurasa itu tidak apa apa"
Abdul:"kurasa kita terlalu banyak berkata kurasa"
Iqbal:"kurasa kau benar"
"hahahahahahah!!"
selesai makan Iqbal langsung tidur
Iqbal:"aku ingin tidur, apa kau juga ingin tidur?"
Abdul:"tidak, aku harus bekerja"
Iqbal:"tidak jangan bekerja malam, ayo kita tidur saja, dan besok kau bekerja saat siang hari"
Abdul:"tapi.."
Iqbal:"sudah cepat aku tidak mau kau malam malam pergi meninggalkan aku sendiri"
mereka akhirnya tidur
q
__ADS_1