
Habibie:"sebenarnya kami ini adik dan abang"
Iqbal:"ya kurasa memang begitu"
Habibie:"kami ini sebenarnya keluarga namun karena kami ini terlihat tidak akrab, mungkin orang orang tidak menduga kalau kami keluarga, aku juga jarang memanggil dia Abang"
Iqbal:"sekarang aku sudag mengerti"
Habibie:"sudahlah aku mau pulang, mungkin Rizki sudah menunggu ku di rumah"
Habibie pun pulang
Fanny:"aku juga mau pulang"
Fanny pun pulang
Somad:"ada apa ya dengan mereka?"
Iqbal:"coba kau tanya pada dirimu, aku juga mau pulang dulu ya sampai besok"
Somad:"besok hari minggu"
Iqbal:"oh iya kalau begitu kita bermain saja besok, sampai besok"
Iqbal pun pulang
Iqbal:"tunggu aku Fanny!!"
Fanny:"iya iya"
Somad:"kenapa ya dengan mereka?, oh iya, eee John tolong kemari"
John:"ada apa tuanku?"
Somad:"aku hanya ingin bertanya, apa kata kata ku menyakitkan tadi?"
John:"tentu tidak kata kata tadi itu tidak menyakiti siapa siapa"
Somad:"sudah lah aku mau ke kamarku"
Somad pun ke kamar nya
John membereskan makanan tadi
saat Somad sampai di kamar
Somad:"sudah kuduga Ayahku seperti itu"
dan di r k 2
Iqbal:"Abdul aku pulang"
Abdul:"kau sudah pulang, apa kau lapar?"
Iqbal:"kurasa tidak"
Abdul:"sudah kuduga setelah kau kerumahnya Somad"
Iqbal:"bagaimana bisa kau tahu!!!?"
Abdul:"sudah itu tidak penting"
Iqbal:"jangan jangan kau mengikuti ku sepanjang hari"
Abdul:"eeee tidak kok tidak, he he"
Iqbal:"tuh kan!!!"
Abdul:"aku tidak mengikuti mu, aku serius"
Iqbal:"kalau begitu bagaimana kau tahu kalau aku abis kerumahnya Somad?"
Abdul:"itu mudah, saat aku tanyakan ,apa kau lapar", kau menjawab "aku sudah kenyang" , lalu aku berfikir dari mana dia bisa makan, dan aku tahu kalau Somad itu sangat baik, jadi kuyakin bahwa kau habis main ke rumahnya Somad, terlebih lagi kau bilang "bagaimana bisa kau tahu!!!" itu menambah keyakinan ku bahwa kau habis main dari rumah Somad"
Iqbal:"sebenarnya aku tidak mengerti, tapi mana si B C?"
Abdul:"yaa , akhirnya kau memanggil kucing itu dengan sebutan B C"
Iqbal:"jangan kau panggil kucing itu tapi Black Kity!!!"
Abdul:"lalu kenapa tadi kau panggil Black Kity B C?"
Iqbal:"kurasa B C tidak apa apa"
B C:"meouww!!"
Abdul:"hai B C"
Iqbal:"B C ada apa?"
B C:"meow!"
Iqbal:"kurasa dia mengajakku bermain main, aku mau ke atas bersama B C"
Abdul:"terserah kau saja nak"
Iqbal pun menuju ke kamarnya dengan mengendong B C
saat dia sampai di kamar, Iqbal bermain
bersama sama dengan B C
sampai ia tertidur
setelah itu Abdul datang untuk memeriksa Iqbal Abdul melihat Iqbal sudah tertidur
keesokan harinya
Iqbal terbangun dan bersiap siap untuk berangkat ke sekolah
saat ia sarapan dengan Abdul
Abdul:"kau sudah siap untuk ke sekolah, atau bermain?,
Iqbal:"apa maksudmu, aku sudah selesai makan aku berangkat dulu ya"
Abdul:"tapi sudah terlambat untuk..."
Iqbal langsung berlari
Abdul:"tunggu Iqbal sepatu mu!!!"
Iqbal:"apa, oh iya aku lupa"
__ADS_1
Iqbal langsung berlari lagi ke r k 2
lalu dia buru buru untuk memakai sepatu
Abdul:"ini uang jajanmu, kau juga lupakan itu"
Iqbal:"ok, aku selesai memakai sepatu, aku berangkat dulu ya, salim"
Iqbal langsung berlari
setelah itu Iqbal kembali lagi ke r k 2 dia berlari
Abdul:"ada apa lagi?"
Iqbal:"aku ingin buang air besar"
Iqbal langsung mencopot sepatutnya dan berlari ke kamar kecil
setelah itu
Iqbal:"pasti aku terlambat masuk ke kelas"
setelah itu Iqbal memakai sepatu dan ingin berangkat ke sekolah lagi
Abdul:"aku , bukanya ingin mematahkan semangatmu tapi bukan nya ini har..."
Iqbal:"aku berangkat dulu"
Iqbal pun berangkat ke sekolah saat sampai di sekolah
Iqbal:"tuh kan sekolah sudah sepi, pasti mereka sudah masuk ke kelas aku harus segera ke kelas"
Iqbal pun menuju ke kelas
tapi
Iqbal:"apaaa!!!?"
dan Guru pun datang entah dari mana
Guru:"kau terkejut ya"
Iqbal:"tapi kenapa?, kenapa kelasnya sepi?"
Guru:"coba kau lihat ini hari apa"
Iqbal:"oh iya, he he aku lupa kalau ini hari Minggu, kalau hari Minggu kan sekolah libur, he he he he"
Guru:"haduh kenapa kau sampai lupa, padahal banyak siswa menunggu hari minggu, tapi kau malah lupa kalau ini hari minggu"
Iqbal:"kalau begitu aku pulang dulu ya pak Guru"
Guru:"iya hati hati di jalan"
Iqbal:"iya pak"
Iqbal pun pulang menuju r k 2
Guru:"Iqbal itu anak yang baik, bahkan dia berhasil merubah dirinya sendiri, bagiku itu mustahil, karena......... Gagak tidak bisa berubah warna menjadi putih, apa aku benar?, he he he ternyata aku bicara pada diri sendiri"
saat Iqbal sampai di r k 2
Iqbal:"Abdul!!!! Abdul!!! Abdul!!!!!!"
Abdul:"ada apa?"
Abdul:"tadi aku sudah berusaha bilang tapi kau terburu buru dan langsung pergi , aku jadi tidak bisa memberitahu mu kalau ini hari minggu"
Iqbal:"tapi tetap saja"
Somad:"Iqbal!!"
Iqbal:"ehh Somad ada apa kau kemari?"
Somad:"apa kau tidak ingat kau mengajakku bermain"
Iqbal:"bermain apa?"
Somad:"tunggu dulu, kenapa kau memakai baju seragam sekolah?"
Iqbal:"baiklah, aku tadi kira hari ini bukan hari minggu, jadi makanya aku berangkat ke sekolah"
Somad:"apa!?, ha ha ha ha ha ha ha, padahal kemarin aku sudah bilang,"
Iqbal:"aku hanya lupa!!"
Somad:"sudahlah ayo kita samper teman teman kita saja dulu, baru kita pikir ingin main apa"
Iqbal:"baiklah ayo"
Somad:"tunggu baju seragam sekolah mu"
Iqbal:"yasudah kau tunggu di sini dulu ya aku mau ganti baju seragam sekolah ku, nanti aku akan cepat"
Somad:"lama juga tidak apa apa"
Somad pun ingin bertanya kepada Abdul
Somad:"Pak boleh aku tanya sesuatu?"
Abdul:"panggil aku Abdul saja"
Somad:"ok, Abdul , bukanya dulu Iqbal itu setiap sekolah tidak pakai baju seragam sekolah ya?"
Abdul:"iya itu benar, aku yang membelikan baju seragam untuknya"
Somad:"oh jadi begitu"
Iqbal:"ok ayo"
Somad:"kau cepat sekali"
Iqbal:"sudah ayo cepat, ayah aku berangkat main dulu ya"
Iqbal langsung berlari menuju rumah Fanny
Somad:"tunggu aku Iqbal"
mereka pun menuju ke rumah Fanny
saat sampai di rumah Fanny
Iqbal:"Fanny!!"
__ADS_1
Somad:"Fanny!"
Fanny:"ada apa?"
Iqbal:"ayo kita bermain"
Somad:"oh iya tadi aku dengar kau memanggil Abdul ayah, apa dia ayahmu?"
Iqbal:"tentu, kenapa kau bertanya?"
Somad:"aku.."
Fanny:"dia tidak salah bertanya seperti itu Iqbal"
Iqbal:"ahh?, kau juga merasa aneh ya dengan ayahku"
Somad:"bukan aneh , tapi ayahmu itu pembunuh"
Iqbal:"dia bukan pembunuh!!!!!"
Fanny:"Iqbal"
Iqbal:"oh, maafkan aku, sepertinya aku berlebihan"
Fanny:"tidak kami yang berlebihan, maafkan kami"
Somad:"dia benar, maafkan kami"
Iqbal:"tidak, memang terdengar aneh bila ayahku adalah Abdul, banyak berita beredar bahwa dia itu orang gila atau bahkan pembantai, dia pernah di penjara, tapi sebenarnya bukan itu yang terjadi, dia itu orang baik, namun ada pembantai yang membantai istri dan anak anaknya,dia menjadi tertekan, jadi kuputuskan untuk menjadi anak angkatnya, aku melihat wajahnya, dia terlihat senang ketika aku di sisinya, dia juga menyayangi ku dan juga Black Kity"
tiba tiba Habibie datang
Habibie:"hai teman teman"
Habibie pun menghampiri teman temannya
Habibie:"tadi aku ke r k 2 saat pagi pagi, namun ayahmu bilang kau sedang bersekolah, aku juga merasa aneh inikan hari minggu, lalu aku pulang, setelah itu aku ke r k 2 lagi, tapi kau tidak ada lagi akhirnya aku pun mencari mu dan aku menemukan mu di sini"
Iqbal:"...."
Habibie:"Iqbal?, kenapa kau hanya diam?"
Iqbal:"cuma Habibie yang mengangap Abdul ayahku"
Habibie:"apa itu buruk?"
Iqbal:"tidak ,kau ini memang orang baik"
Habibie:"sudah tidak perlu berlebihan, ayo kita bermain, Rizki sudah menunggu di sana"
Iqbal:"baiklah ayo teman teman"
mereka pun menuju tempatnya Rizki
Iqbal:"hai Rizki"
Rizki:"kau lama sekali, aku tidak suka menunggu"
Habibie:"sekarang kita mau main apa?"
Iqbal:"bagaimana kita buat rumah pohon?"
Habibie:"tapi kita tidak punya pohon dan alat dan bahan yang lain"
Iqbal:"kita memang tidak punya pohon, tapi di tengah hutan sana banyak pohon"
Habibie:"jadi maksudmu..."
Iqbam:"iya itu benar"
Habibie:"oh tidak"
Iqbal:"iya, ha ha ha ha ha ha ha ha ha hq hq"
Somad:"sudah sudah, baiklah ayo kita ke hutan"
Rizki:"terserah kalian saja"
mereka pun menuju hutan
saat sampai di hutan
Fanny:"wah indah sekali hutanya"
Habibie:"hei lihat, ada kadal"
Iqbal:"sudah ayo kita cari pohon yang bagus"
mereka pun berjalan lagi
Habibie:"bagaimana dengan pohon itu?"
Iqbak:"tidak pohon itu rantingnya besar dan banyak"
Somad:"bukankah jika ingin buat rumah pohon harus pohon yang seperti itu"
Iqbal:"tidak biar aku cari, iya itu dia pohon itu bagus kita buat rumah pohon di sana saja"
Habibie:"tapi ini tidak beda jauh dengan pohon yang aku tunjuk tadi!!!"
Somad:"sudahlah"
Iqbal:"untuk membuat rumah pohon, pertama tama kita harus bisa memanjat pohon ini terlebih dahulu"
Habibie:"memanjat?"
Iqbal:"biar aku yang memanjat dulu"
Iqbal pun memanjat ke pohon itu
Iqbal:"hei ini tidak buruk sekolah kita terlihat dari pohon ini"
Habibie:"tapi aku tidak bisa memanjat pohon"
Iqbal:" kalau begitu kita buat tangga saja"
Habibie:"baiklah"
Iqbal:"pertama kita cari kayu atau bambu dahulu"
Habibie:"baiklah, aku akan cari bambu"
Somad:"kurasa aku akan cari tali mungkin itu bisa berguna"
__ADS_1
Fanny:"aku akan membantu saja"
Rizki:"......"