GAGAK PUTIH

GAGAK PUTIH
dinding


__ADS_3

Iqbal langsung membelah bambu bambunya


lalu ia memakunya di pohon


ia membuat tangga


Iqbal:"wuhh, akhirnya tangganya sudah jadi, mungkin aku harus mencoba menaikinya"


Iqbal mencoba menaiki tangga yang sudah ia buat


setelah itu


Iqbal:"ini cukup kuat, pasti Habibie bisa mengunakan nya"


Iqbal duduk sejenak di pohon


Iqbal:"hmmm, aku harus membuat lantai untuk rumah pohonnya"


Iqbal pun turun dari pohonnya lalu ia memegang bambu


Iqbal:"bambu ini cukup besar, aku bisa gunakan untuk pondasi nya"


Iqbal naik ke atas pohon membawa bambu besar itu


Iqbal:"pasang di sini, ya sekarang tinggal di paku, bagaimana caraku mengambil paku, aku harus memegangi bambu ini"


sementara itu di tempatnya Habibie


Habibie:"Iqbal sedang apa ya?"


Rizki:"paling dia sudah menyerah lalu pulang"


Habibie:"kalau begitu aku mau ke r k 2 nya Iqbal"


Rizki:"r k 2?"


Habibie:"Iqbal menamai rumahnya begitu"


Rizki:"aneh"


Habibie:"sudahlah, aku mau ke r k 2, apa kau mau ikut?"


Habibie:"tidak"


Habibie:"kalau begitu aku pergi dulu ya"


Habibie:"tunggu,... aku ikut"


Habibie:"sudah kuduga, ayo"


Rizki:"aku begini karena aku ingin!!"


Habibie:"sudah sudah, ayo"


mereka pun pergi ke r k 2


saat sampai di r k 2


Habibie:"Iqbal! Iqbal!"


Abdul:"ada apa?"


Habibie:"Iqbalnya mana?"


Abdul:"bukannya Iqbal sedang membuat rumah pohon, kukira bersama kalian dia membuat rumah pohonya"


Habibie:"apa jadi dia belum menyerah"


Rizki:"aku tidak menyangka"


Habibie berlari ke hutan


Rizki:"tunggu aku Habibie!"


Rizki dan Habibie pun berlari


Rizki:"hutan lewat sini Habibie"


Habibie:"aku ingin membeli sesuatu"


mereka menuju suatu tempat


setelah itu berlari ke hutan


saat sampai di hutan


Habibie:"Iqbal!!, hah hah hah"( mengatur nafas)


Iqbal:"ada apa?"


Habibie:"lihat di kelapa mu"


Rizki:"ada apa denganmu Iqbal?"


Iqbal:"aku hanya duduk sejenak di sini, hanya duduk beristirahat"


Habibie:"tapi kepalamu berdarah"


Iqbal:"ya, kurasa aku terjatuh saat ingin membuat rumah pohon"


Habibie:"kenapa kau tidak bilang kalau kau serius ingin membuat rumah pohon?"


Iqbal:"coba kau tanya dirimu sendiri kenapa tidak percaya kepadaku"


Habibie:"haahh!?, maafkan aku"


Iqnbal:"tidak tidak perlu, lagi pula aku juga yang memiliki ide gila yang membuat kalian tidak percaya"


Habibie:"haii Rizki minta maaf!!!"


Rizki:"hahhh!!?,............. maafkan aku Iqbal"


Iqbal:"sudahlah aku mau lanjut membuat rumah pohon, apa kalian ingin membantu ku?"


Habibie:"tapi kita tangani dulu kepala mu"


Iqbal:"ini hanya luka kecil"


Habibie:"setidaknya basuh dulu darahmu, ini tadi di Perjalanan aku membeli minum untuk mu"


Iqbal:"................ baiklah akan aku basuh"


Iqbal membasuh darahnya dengan air yang ada di botol minum


setelah itu


Iqbal:"baiklah ayo kita lanjutkan membuat rumah pohon"


Habibie:"apa yang kita lakukan terlebih dahulu?"


Iqbal:"kita akan membuat lantainya"


Rizki:"seperti nya kau sudah membuat tangga dan mengumpulkan bahan bahan"


Iqbal:"iya"


Iqbal naik ke pohon dengan membawa bambu besar tadi


Iqbal:"tempatkan di sini, baiklah habibie ambilkan aku paku dan batu"


Habibie mengambil paku dan batu lalu ia naik ke atas pohon


Habibie:"ini Iqbal, tangganya kuat juga ya"


Iqbal langsung memaku bambu itu ke pohon


tokk!! tokk!! tokk!! tokk!! tok! tok! tok!


Iqbal:"ok selesai, yang satunya lagi"


tokk!! tokk!! tok!


Iqbal:"sepertinya yang ini jauh lebih mudah"

__ADS_1


Habibie:"iya kelihatannya juga begitu"


Iqbal:"ayo buat lagi, sekarang kita rapatkan"


Habibie:"dengan apa?"


Iqbal:"kita akan buat bambunnya jadi tipis"


Habibie:"baiklah, tunggu bambu yang mana?"


Iqbal:"bambu yang di bawah sana"


Habibie:"baik aku turun dulu ya"


Rizki:"tidak tunggu, dari tadi aku hanya diam, biarkan aku yang membelah bambunya"


Iqbal:"baiklah"


Habibie:" kita tunggu di sini saja kan"


Iqbal:"iya"


Rizki:"tunggu dulu dengan apa aku membelah bambunya?"


Iqbal:"kau kesusahan ya"


Habibie:"baiklah aku akan ambil pisau di rumah"


Habibie langsung turun dari pohon dan berlari pulang ke rumah untuk mengambil pisau


Rizki:"kita tunggu saja"


Iqbal:"Rizki kemarilah, naik ke atas pohon"


Rizki:"ada apa?"


Iqbal:"coba saja naik"


Rizki pun naik ke atas pohon


Rizki:"ada apa?"


Iqbal:"coba kau lihat sekolah kita terlihat dari pohon ini"


Rizki:"iya kau benar"


mereka pun duduk di pohon


beberapa saat kemudian


Habibie berlari ke mari dengan membawa pisau


Habibie:"hah! hah! hah! hah(mengatur nafas), ini pisaunya"


Rizki:"oh iya"


Rizki pun turun dari pohon


Habibie:"nih"


Rizki:"baiklah aku mulai mengerjakan nya"


Rizki mulai membelah bambunya


Habibie:"aku naik ke pohon ya"


Iqbal:"ayo naik saja"


Habibie naik ke atas pohon sambil menunggu Rizki selesai membelah bambu


setelah Rizki selesai membelah bambunya


Rizki:"ini bambu yang sudah ku belah"


Rizki memberikan bambu yang sudah di belah ke Iqbal


Iqbal:"Habibie pegang batu ini dulu ya"


Habibie:"baiklah"


lalu Iqbal memakunya


tok! tok! tok! tok


sampai lantai nya jadi


setelah lantai nya ratap


Somad:"wow lihat itu"


Fanny:"kalian membuat rumah pohon bertiga saja?"


Iqbal:"ehhh ada Somad dan Fanny"


Habibie:"kami sudah buat tangga dan bawahannya rumah pohon nya dari bambu"


Iqbal:"coba kalian naik sudah cukup luas kok di sini"


Somad:"baiklah"


Somad pun naik ke atas pohon


Somad:"wah sekolah ternyata kelihatan dari sini"


Iqbal:"ayo naik Fanny"


Fanny:"tidak aku takut"


Habibie:"tidak apa apa"


Fanny:"tapi kenapa Rizki tidak ikut naik dan dia masih membelah bambu?"


Rizki:"kau naik saja duluan"


Fanny:"apa ini tidak apa apa?"


Fanny mencoba naik ke atas pohon dengan tangga yang di buat Iqbal


Fanny:"aku takut, aku tidak tahu harus berpegangan dengan apa?"


Iqbal:"oh iya tunggu dulu"


Iqbal turun dari pohon dan mengambil tali lalu ia naik lagi


Habibie:"kau mau apa Iqbal?"


Iqbal:"aku akan buat pegangan dengan tali ini"


Iqbal mengikatkan tali pada Batang pohon itu lalu membiarkan sisa talinya menggantung untuk pegangan


Iqbal:"nah sekarang Fanny coba kau naik dan pegangan tali ini"


Fanny:"aku mengerti"


Fanny mencoba naik dengan pegangan tali itu


Fanny pun berhasil


Habibie:"yeyy Fanny bisa"


Fanny:"kalau tidak ada tali ini mungkin aku akan terjatuh"


Somad:"coba lihat ke sana Fanny"


Fanny:"wah iya Somad benar, itu sekolah kita"


Rizki:"kalian mau bantu atau tidak, ini bambu yang sudah ku belah"


Iqbal:"oh iya kita mau buat atap atau dinding dulu ya?"


Habibie:"bagaimana kalau dinding dulu?"


Iqbal:"benar juga sih agar kita buat atapnya mudah"

__ADS_1


Iqbal:"kalau begitu ayo buat dindingnya"


Rizki:"ini bambunnya"


Iqbal:"tidak bukan bambu yang sudah di belah tapi bambu yang besar tadi"


Rizki:"apa katamu?, aku sudah belah semuanya"


Habibie:"apaa!!?"


Iqbal:"tidak apa apa, itu di sana ada kayu yang sudah ku kumpulkan mungkin ada kayu yang besar dan bisa kita gunakan"


Rizki:"baiklah aku lihat dulu"


Rizki melihat lihat ke tumpukan kayu


Rizki:"oh iya, ini ada yang besar"


Iqbal:"kalau begitu kemarikan"


Rizki:"ini"


Rizki memberikan kayu besar tadi ke Iqbal yang di atas pohon


Iqbal mencari posisi yang tepat


Iqbal:"oh iya di sini saja,teman teman tolong bantu pegangin kayu ini aku ingin memakunya"


Somad dan Habibie memegangi kayu besar tadi dab Iqbal memakunya


tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok


Iqbal:"kayu ini keras sekali tapi akhirnya bisa juga"


bagian sini paku juga


Iqbal:"baiklah"


tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok


Iqbal:"aku lelah kayu ini besar dan keras"


Fanny:"sekarang jadi terlihat seperti tiang ya"


Habibie:"kenapa kau tidak membantu?"


Fanny:"tapi aku wanita"


Habibie:"kalau begitu cari tugas yang mudah"


Fanny:"baik baik, aku akan memegangi pakunya"


Rizki:"Iqbal ini kayu yang besar lagi"


Iqbal:"iya"


Rizki memberikan Iqbal kayu besar lagi


lalu Iqbal mencari posisi yang tepat


Iqbal:"di sini saja"


Iqbal:"teman teman tolong ya"


Somad dan Habibie memegangi nya


Iqbal:"ok pas, tahan seperti ini ya"


Iqbal:"Fanny pakunya"


Fanny:"ini"


Fanny memberikan Iqbal paku


tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok


Iqbal:"ya akhirnya bisa juga"


Rizki:"Iqbal"


Iqbal:"ada apa?"


Rizki:"kayu yang besar tinggal satu, tapi kayunya cukup panjang, jadi aku bisa belah menjadi dua"


Iqbal:"jadi begitu, belah saja


Rizki membelah kayu yang besar menjadi dua


setelah itu


Rizki:"ini Iqbal"


Rizki memberikan kayu besar itu kepada Iqbal


lalu Iqbal mencari posisi yang tepat


Iqbal:"di sini saja ya"


Iqbal:"teman teman tolong pegangin kayu besar ini"


Habibie:"tenang saja"


Somad:"aku akan lakukan"


Iqbal:"Fanny"


Fanny:"ini pakunya"


tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok


Iqbal:"aku lelah sekali, mungkin karena aku memakunya dengan batu bukan dengan palu"


Iqbal:"Rizki bisa gantikan aku"


Rizki:"kau sudah kelah ya?, aku akan naik"


Rizki naik ke atas pohon dengan membawa kayu besar itu


Fanny;"wah ternyata kuat ya, hebat sekali"


Rizki:"kau pegang kayunya ya"


Rizki:"Fanny pakunya"


tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok


Rizki:"ternyata lelah juga ya"


Iqbal:"sekarang kita rapatkan dinding nya"


Somad:"aku akan turun dan ambilkan bambu yang sudah Rizki belah"


Somad pun turun dari pohon


dan somad mengambil bambu yang sudah di belah, dan memberikan nya kepada Iqbal


Iqbal:"Sekarang tinggal di rapatkan, sebelah sini saja dulu"


Habibie:"baiklah"


Iqbal:"pegangin bambunya"


Iqbal:"Fanny pakunya"


tok! tok! tok tok


Mereka terus membuat dinding nya


sampai jadi


Iqbal:"wuhhh, akhirnya dinding nya sudah rapat"


Fanny:"aku suka dengan pintu dan jendela nya sangat cantik"

__ADS_1


Habibie;":"yey sudah rapat dinding nya sudah jadi, sekarang atapnya"


Iqbal:"baiklah"


__ADS_2