
Iqbal langsung membelah bambu bambunya
lalu ia memakunya di pohon
ia membuat tangga
Iqbal:"wuhh, akhirnya tangganya sudah jadi, mungkin aku harus mencoba menaikinya"
Iqbal mencoba menaiki tangga yang sudah ia buat
setelah itu
Iqbal:"ini cukup kuat, pasti Habibie bisa mengunakan nya"
Iqbal duduk sejenak di pohon
Iqbal:"hmmm, aku harus membuat lantai untuk rumah pohonnya"
Iqbal pun turun dari pohonnya lalu ia memegang bambu
Iqbal:"bambu ini cukup besar, aku bisa gunakan untuk pondasi nya"
Iqbal naik ke atas pohon membawa bambu besar itu
Iqbal:"pasang di sini, ya sekarang tinggal di paku, bagaimana caraku mengambil paku, aku harus memegangi bambu ini"
sementara itu di tempatnya Habibie
Habibie:"Iqbal sedang apa ya?"
Rizki:"paling dia sudah menyerah lalu pulang"
Habibie:"kalau begitu aku mau ke r k 2 nya Iqbal"
Rizki:"r k 2?"
Habibie:"Iqbal menamai rumahnya begitu"
Rizki:"aneh"
Habibie:"sudahlah, aku mau ke r k 2, apa kau mau ikut?"
Habibie:"tidak"
Habibie:"kalau begitu aku pergi dulu ya"
Habibie:"tunggu,... aku ikut"
Habibie:"sudah kuduga, ayo"
Rizki:"aku begini karena aku ingin!!"
Habibie:"sudah sudah, ayo"
mereka pun pergi ke r k 2
saat sampai di r k 2
Habibie:"Iqbal! Iqbal!"
Abdul:"ada apa?"
Habibie:"Iqbalnya mana?"
Abdul:"bukannya Iqbal sedang membuat rumah pohon, kukira bersama kalian dia membuat rumah pohonya"
Habibie:"apa jadi dia belum menyerah"
Rizki:"aku tidak menyangka"
Habibie berlari ke hutan
Rizki:"tunggu aku Habibie!"
Rizki dan Habibie pun berlari
Rizki:"hutan lewat sini Habibie"
Habibie:"aku ingin membeli sesuatu"
mereka menuju suatu tempat
setelah itu berlari ke hutan
saat sampai di hutan
Habibie:"Iqbal!!, hah hah hah"( mengatur nafas)
Iqbal:"ada apa?"
Habibie:"lihat di kelapa mu"
Rizki:"ada apa denganmu Iqbal?"
Iqbal:"aku hanya duduk sejenak di sini, hanya duduk beristirahat"
Habibie:"tapi kepalamu berdarah"
Iqbal:"ya, kurasa aku terjatuh saat ingin membuat rumah pohon"
Habibie:"kenapa kau tidak bilang kalau kau serius ingin membuat rumah pohon?"
Iqbal:"coba kau tanya dirimu sendiri kenapa tidak percaya kepadaku"
Habibie:"haahh!?, maafkan aku"
Iqnbal:"tidak tidak perlu, lagi pula aku juga yang memiliki ide gila yang membuat kalian tidak percaya"
Habibie:"haii Rizki minta maaf!!!"
Rizki:"hahhh!!?,............. maafkan aku Iqbal"
Iqbal:"sudahlah aku mau lanjut membuat rumah pohon, apa kalian ingin membantu ku?"
Habibie:"tapi kita tangani dulu kepala mu"
Iqbal:"ini hanya luka kecil"
Habibie:"setidaknya basuh dulu darahmu, ini tadi di Perjalanan aku membeli minum untuk mu"
Iqbal:"................ baiklah akan aku basuh"
Iqbal membasuh darahnya dengan air yang ada di botol minum
setelah itu
Iqbal:"baiklah ayo kita lanjutkan membuat rumah pohon"
Habibie:"apa yang kita lakukan terlebih dahulu?"
Iqbal:"kita akan membuat lantainya"
Rizki:"seperti nya kau sudah membuat tangga dan mengumpulkan bahan bahan"
Iqbal:"iya"
Iqbal naik ke pohon dengan membawa bambu besar tadi
Iqbal:"tempatkan di sini, baiklah habibie ambilkan aku paku dan batu"
Habibie mengambil paku dan batu lalu ia naik ke atas pohon
Habibie:"ini Iqbal, tangganya kuat juga ya"
Iqbal langsung memaku bambu itu ke pohon
tokk!! tokk!! tokk!! tokk!! tok! tok! tok!
Iqbal:"ok selesai, yang satunya lagi"
tokk!! tokk!! tok!
Iqbal:"sepertinya yang ini jauh lebih mudah"
__ADS_1
Habibie:"iya kelihatannya juga begitu"
Iqbal:"ayo buat lagi, sekarang kita rapatkan"
Habibie:"dengan apa?"
Iqbal:"kita akan buat bambunnya jadi tipis"
Habibie:"baiklah, tunggu bambu yang mana?"
Iqbal:"bambu yang di bawah sana"
Habibie:"baik aku turun dulu ya"
Rizki:"tidak tunggu, dari tadi aku hanya diam, biarkan aku yang membelah bambunya"
Iqbal:"baiklah"
Habibie:" kita tunggu di sini saja kan"
Iqbal:"iya"
Rizki:"tunggu dulu dengan apa aku membelah bambunya?"
Iqbal:"kau kesusahan ya"
Habibie:"baiklah aku akan ambil pisau di rumah"
Habibie langsung turun dari pohon dan berlari pulang ke rumah untuk mengambil pisau
Rizki:"kita tunggu saja"
Iqbal:"Rizki kemarilah, naik ke atas pohon"
Rizki:"ada apa?"
Iqbal:"coba saja naik"
Rizki pun naik ke atas pohon
Rizki:"ada apa?"
Iqbal:"coba kau lihat sekolah kita terlihat dari pohon ini"
Rizki:"iya kau benar"
mereka pun duduk di pohon
beberapa saat kemudian
Habibie berlari ke mari dengan membawa pisau
Habibie:"hah! hah! hah! hah(mengatur nafas), ini pisaunya"
Rizki:"oh iya"
Rizki pun turun dari pohon
Habibie:"nih"
Rizki:"baiklah aku mulai mengerjakan nya"
Rizki mulai membelah bambunya
Habibie:"aku naik ke pohon ya"
Iqbal:"ayo naik saja"
Habibie naik ke atas pohon sambil menunggu Rizki selesai membelah bambu
setelah Rizki selesai membelah bambunya
Rizki:"ini bambu yang sudah ku belah"
Rizki memberikan bambu yang sudah di belah ke Iqbal
Iqbal:"Habibie pegang batu ini dulu ya"
Habibie:"baiklah"
lalu Iqbal memakunya
tok! tok! tok! tok
sampai lantai nya jadi
setelah lantai nya ratap
Somad:"wow lihat itu"
Fanny:"kalian membuat rumah pohon bertiga saja?"
Iqbal:"ehhh ada Somad dan Fanny"
Habibie:"kami sudah buat tangga dan bawahannya rumah pohon nya dari bambu"
Iqbal:"coba kalian naik sudah cukup luas kok di sini"
Somad:"baiklah"
Somad pun naik ke atas pohon
Somad:"wah sekolah ternyata kelihatan dari sini"
Iqbal:"ayo naik Fanny"
Fanny:"tidak aku takut"
Habibie:"tidak apa apa"
Fanny:"tapi kenapa Rizki tidak ikut naik dan dia masih membelah bambu?"
Rizki:"kau naik saja duluan"
Fanny:"apa ini tidak apa apa?"
Fanny mencoba naik ke atas pohon dengan tangga yang di buat Iqbal
Fanny:"aku takut, aku tidak tahu harus berpegangan dengan apa?"
Iqbal:"oh iya tunggu dulu"
Iqbal turun dari pohon dan mengambil tali lalu ia naik lagi
Habibie:"kau mau apa Iqbal?"
Iqbal:"aku akan buat pegangan dengan tali ini"
Iqbal mengikatkan tali pada Batang pohon itu lalu membiarkan sisa talinya menggantung untuk pegangan
Iqbal:"nah sekarang Fanny coba kau naik dan pegangan tali ini"
Fanny:"aku mengerti"
Fanny mencoba naik dengan pegangan tali itu
Fanny pun berhasil
Habibie:"yeyy Fanny bisa"
Fanny:"kalau tidak ada tali ini mungkin aku akan terjatuh"
Somad:"coba lihat ke sana Fanny"
Fanny:"wah iya Somad benar, itu sekolah kita"
Rizki:"kalian mau bantu atau tidak, ini bambu yang sudah ku belah"
Iqbal:"oh iya kita mau buat atap atau dinding dulu ya?"
Habibie:"bagaimana kalau dinding dulu?"
Iqbal:"benar juga sih agar kita buat atapnya mudah"
__ADS_1
Iqbal:"kalau begitu ayo buat dindingnya"
Rizki:"ini bambunnya"
Iqbal:"tidak bukan bambu yang sudah di belah tapi bambu yang besar tadi"
Rizki:"apa katamu?, aku sudah belah semuanya"
Habibie:"apaa!!?"
Iqbal:"tidak apa apa, itu di sana ada kayu yang sudah ku kumpulkan mungkin ada kayu yang besar dan bisa kita gunakan"
Rizki:"baiklah aku lihat dulu"
Rizki melihat lihat ke tumpukan kayu
Rizki:"oh iya, ini ada yang besar"
Iqbal:"kalau begitu kemarikan"
Rizki:"ini"
Rizki memberikan kayu besar tadi ke Iqbal yang di atas pohon
Iqbal mencari posisi yang tepat
Iqbal:"oh iya di sini saja,teman teman tolong bantu pegangin kayu ini aku ingin memakunya"
Somad dan Habibie memegangi kayu besar tadi dab Iqbal memakunya
tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok
Iqbal:"kayu ini keras sekali tapi akhirnya bisa juga"
bagian sini paku juga
Iqbal:"baiklah"
tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok
Iqbal:"aku lelah kayu ini besar dan keras"
Fanny:"sekarang jadi terlihat seperti tiang ya"
Habibie:"kenapa kau tidak membantu?"
Fanny:"tapi aku wanita"
Habibie:"kalau begitu cari tugas yang mudah"
Fanny:"baik baik, aku akan memegangi pakunya"
Rizki:"Iqbal ini kayu yang besar lagi"
Iqbal:"iya"
Rizki memberikan Iqbal kayu besar lagi
lalu Iqbal mencari posisi yang tepat
Iqbal:"di sini saja"
Iqbal:"teman teman tolong ya"
Somad dan Habibie memegangi nya
Iqbal:"ok pas, tahan seperti ini ya"
Iqbal:"Fanny pakunya"
Fanny:"ini"
Fanny memberikan Iqbal paku
tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok
Iqbal:"ya akhirnya bisa juga"
Rizki:"Iqbal"
Iqbal:"ada apa?"
Rizki:"kayu yang besar tinggal satu, tapi kayunya cukup panjang, jadi aku bisa belah menjadi dua"
Iqbal:"jadi begitu, belah saja
Rizki membelah kayu yang besar menjadi dua
setelah itu
Rizki:"ini Iqbal"
Rizki memberikan kayu besar itu kepada Iqbal
lalu Iqbal mencari posisi yang tepat
Iqbal:"di sini saja ya"
Iqbal:"teman teman tolong pegangin kayu besar ini"
Habibie:"tenang saja"
Somad:"aku akan lakukan"
Iqbal:"Fanny"
Fanny:"ini pakunya"
tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok
Iqbal:"aku lelah sekali, mungkin karena aku memakunya dengan batu bukan dengan palu"
Iqbal:"Rizki bisa gantikan aku"
Rizki:"kau sudah kelah ya?, aku akan naik"
Rizki naik ke atas pohon dengan membawa kayu besar itu
Fanny;"wah ternyata kuat ya, hebat sekali"
Rizki:"kau pegang kayunya ya"
Rizki:"Fanny pakunya"
tokk!! tokk!! tokk!! tokk! tok! tok! tok tok
Rizki:"ternyata lelah juga ya"
Iqbal:"sekarang kita rapatkan dinding nya"
Somad:"aku akan turun dan ambilkan bambu yang sudah Rizki belah"
Somad pun turun dari pohon
dan somad mengambil bambu yang sudah di belah, dan memberikan nya kepada Iqbal
Iqbal:"Sekarang tinggal di rapatkan, sebelah sini saja dulu"
Habibie:"baiklah"
Iqbal:"pegangin bambunya"
Iqbal:"Fanny pakunya"
tok! tok! tok tok
Mereka terus membuat dinding nya
sampai jadi
Iqbal:"wuhhh, akhirnya dinding nya sudah rapat"
Fanny:"aku suka dengan pintu dan jendela nya sangat cantik"
__ADS_1
Habibie;":"yey sudah rapat dinding nya sudah jadi, sekarang atapnya"
Iqbal:"baiklah"