
akhirnya Iqbal dan Abdul pun mengemasi barang barang mereka dari masjid dan langsung membawa nya ke r k 2
saat sampai di r k 2
Iqbal:"wuh, keren kan rumah barunya?"
Abdul:"......."
Abdul langsung masuk ke dalam r k 2 itu dan melihat lihat
Iqbal:"tunggu aku Abdul!"
Iqbal pun ikut masuk ke dalam r k 2 itu
setelah Abdul melihat lihat dia terduduk dan terdiam
Iqbal:"ada apa?"
Abdul:".... "
Iqbal:"apa kau bersedih?"
Abdul:"......"
Iqbal:"kenapa hanya diam saja?"
Abdul:"aku hanya mengingat masa masa dulu"
Iqbal:"oh jadi begitu"
Abdul:"apa itu?"
Iqbal:"itu sumur tua, John tidak menghancurkan dan memindahkan sumur itu, entah aku juga tidak tahu mengapa"
Abdul:"apa belum ada yang mengambil sesuatu di dalam sumur itu?"
Iqbal:"sesuatu apa, aku tidak tahu, tunggu dulu, apakah sesuatu yang kai maksud itu adalah harta karun?"
Abdul:"sudahlah"
Iqbal:"tunggu dulu!!, tapi aku ingin tahu!!"
Abdul:"ayo kita makan malam!"
Iqbal:"benar juga, John menyiapkan bahan masakan di dapur, John sungguh baik, namun dia bilang harusnya dia yang berterimakasih"
Abdul:"kalau begitu aku akan buatkan makanan untuk makan malam kita"
Iqbal:"asikk!!"
Abdul pun memasak makanan
setelah makanan itu sudah siap Abdul makan bersama Iqbal
Iqbal:"wah terlihat enak"
Abdul:"aku ingin berkata jujur padamu"
Iqbal:"jadi sebelum nya kau berbohong, itu tidak apa apa"
Abdul:"tidak, aku ingin memberitahumu yang sebenarnya terjadi pada keluarga ku"
Iqbal:"kau kan sudah bilang, kalau keluarga mu dibantai dan kau sedang bekerja"
Abdul:"sebenarnya ini lebih buruk dari itu"
Iqbal:"hah, waktu itu kau berbohong , aku kira kau sudah tidak mau membohongi ku"
Abdul:"tapi aku berbohong karena aku pikir, jika kau tahu kebenaran dariku kau tidak mau menemaniku"
Iqbal:"untuk apa aku jadi temanmu"
Abdul:"hahh!!?"
Iqbal:"kita kan keluarga"
Abdul:"hahaha!! kukira kau membenciku"
Iqbal:"kenapa harus membenci mu?"
Abdul:"ah sudahlah"
Iqbal:"oh iya, tadi kau bilang ingin jujur padaku"
Abdul:"iya benar, sebenarnya aku mengorbankan keluarga ku demi harta"
Iqbal:"apaa!!?"
Abdul:"itu benar, dulu saat itu temanku datang, dia meminta uang dariku, saat aku tahu dia akan datang aku membuang uang dan emas ke dalam sumur itu, saat temanku datang ia mengeledah rumah ini, namun dia tidak menemukan harta itu, karena dia kesal dia membunuh anak anak dan istriku, dia memberikanku pisau, aku memegangi pisau itu, tubuhku bergetar ,aku melihat darah dimana mana ,dan pisau itu juga berlumuran darah, temanku mengunakan pisau itu untuk membunuh anak anak dan keluarga ku, tidak lama kemudian polisi datang kerumahku, aku dipenjara, karena yang mereka tahu aku adalah pelakunya"
Iqbal:"memangnya kau itu apa?, sampai sampai kau ada dalam masalah itu"
__ADS_1
Abdul:"dulu aku itu penjahat, aku juga seorang pencuri dan juga penjudi, aku mencuri bersama dengan temanku, saat itu adalah terakhir kalinya aku mencuri aku membawa semua hasil curian ke rumah, temanku meminta jatah untuk itu"
Iqbal:"siapa temanmu?"
Abdul:"kurasa itu tidak penting"
Iqbal:"kalau begitu, aku sudah selesai makan, aku ingin tidur di kamar mana aku tidur?"
Abdul:"terserah kau nak, jika kau mau, kau tidurlah di atas, di sana biasa digunakan anakku"
Iqbal:"ok aku ke atas"
saat sampai di lantai 2
Iqbal:"wah kamar ini luas juga ya"
Iqbal pun tidur
keesokan harinya
Iqbal terbangun
dan Iqbal bersiap siap untuk berangkat ke sekolah dia sarapan bersama Abdul
Iqbal:"aku berangkat ya"
Abdul:"baiklah hati hati"
Iqbal berangkat ke sekolah
saat sampai di sekolah
Somad:"hai Iqbal"
Habibie:"Iqbal"
Fanny:"selamat pagi Iqbal"
Iqbal:"ayo masuk ke kelas saja langsung!"
akhirnya mereka masuk ke kelas
mereka bercanda bersama sama mengobrol
bersama sama
tidak lama pun
triiiiiinggggg!!!! (bel sekolah)
Guru pun masuk ke kela
pelajaran dimulai
setelah itu
triiiiiinggggg!!!! (bel sekolah)
Habibie:"yeay, waktunya istirahat"
Iqbal:"aku tidak mau ke kantin"
Habibie:"aku juga sedang tidak ingin pergi ke kantin kok"
Somad:"aku ikut kalian saja"
Iqbal:"bagaimana dengan kau Fanny?"
Fanny:"aku juga ikut kalian"
kalau begitu ayo kita di kelas saja
akhirnya mereka memutuskan untuk tidak ke kantin
Habibie:"oh iya, bagaimana dengan r k 2 nya?"
Iqbal:"di sana sangat nyaman aku tidur di lantai 2"
Fanny:"bagaimana dengan Black Kity?"
Iqbal:"oh iya aku lupa dengan dia"
Habibie:"haduh bagaimana sih itu peliharaan kita jangan lupa kasih makan dong"
Iqbal:"iye deh, nanti pulang sekolah aku akan memeriksa Black Kity"
Somad:"tidak, jangan aku, tapi kita"
Iqbal:"jadi kalian ingin ikut?"
Habibie:"iyalah lalu kau sebut apa r k 2, r s s ?"
__ADS_1
Iqbal:"apa itu r s s?"
Habibie:"rumah sendiri sendiri"
Iqbal:"apa kau akan ikut Fanny?"
Fanny:"tentu, aku ikut "
Iqbal:"kalau begitu ayo!!"
Habibie:"kau mau ke mana?"
Somad:"bukan Sekarang"
Iqbal:"hehe, aku terlalu bersemangat"
mereka mengobrol dan bercanda lagi
sampai
triiiiiinggggg!!!! (bel sekolah)
tidak lama setelah itu Guru pun datang
pelajaran kembali dimulai
setelah itu
triiiiiinggggg!!!! (bel sekolah)
Habibie:"wah waktunya pulang"
Guru:"ok murid muridku, silahkan kalian pulang jangan langsung main ya!"
"iya pak"
mereka pun keluar kelas
Iqbal:"ayo langsung saja ke r k 2!"
Habibie:"tunggu aku!"
mereka pun menuju r k 2
saat sampai
Fanny:"wah ternyata jadinya seperti ini, bagus sekali ya"
Iqbal:"ayo masuk saja!"
mereka pun masuk ke r k 2
meooww!!
Iqbal:"hei ini Black Kity"
Habibie:"iya benar"
Iqbal:"tunggu dulu, kukira semalam dia tidak ada kok sekarang sudah ada?"
Abdul tiba tiba muncul
Abdul:"aku yang memberikan kucing itu makan"
Habibie:"haahhh!!, aku terkejut tahu, kenapa tiba kau muncul?"
Iqbal:"bukan kucing itu tapi Black Kity!"
Abdul:"oh jadi namanya Black Kity, maaf ya mungkin aku mengejutkan kalian"
Iqbal:"kalau begitu ayo kita bermain di kamarku!"
Habibie:"baiklah"
Iqbal Somad Habibie dan Fanny menunu ke lantai 2 di kamarnya Iqbal
saat sampai
Habibie:"oh iya bukanya dia itu orang gila gila ya?"
Iqbal:"apa maksudmu!!!?"
Fanny:"iya juga sih, aku kenal orang itu, katanya dia membunuh anak dan istri?"
Iqbal:"kau tidak tahu apa apa!!"
Habibie:"apa pertanyaan ku salah?"
Iqbal:"pertanyaan yang mana?"
Habibie:"sudahlah lupakan"
__ADS_1
Iqbal:"aku tahu, mungkin melihat aku bersama ayahku memberikan kalian ingin bertanya tanya, tapi dia bukan orang gila, walaupun banyak yang bilang Abdul orang gila tapi dia itu orang baik , kalian tidak boleh berkata kalau dia orang gila!"