
Iqbal sudah tidur bersama dengan B C
keesokan harinya
Iqbal terbangun ia langsung bersiap siap untuk berangkat ke sekolah
setelah itu Iqbal sarapan
Abdul menyiapkan sarapan untuk Iqbal
Abdul:"ini sarapan nya sudah ku siapkan"
Iqbal:"baiklah"
Iqbal pun memakan makanan yang di buat Abdul
Iqbal:"kenapa kau tidak makan?"
Abdul:"aku sudah makan"
Iqbal:"aku tahu kau berbohong"
Abdul:"baik baik, aku belum makan"
Iqbal:"kenapa kau tidak makan?"
Abdul:"sudahlah, habiskan makanan mu"
Iqbal:"kenapa kenapa?"
Abdul:"ini uang jajan mu cepat habiskan makanan mu dan berangkat sekolah"
Iqbal:"apa kau menyembunyikan sesuatu?"
Abdul:"kurasa tidak"
Iqbal:"jangan "kurasa", bilang saja jika ada sesuatu"
Abdul:"sudahlah"
Iqbal:"baiklah jika begitu, kau tidak mau memberitahu ku, aku sudah selesai makan aku akan berangkat ke sekolah"
Iqbal memakai sepatu
setelah itu Iqbal langsung berangkat ke sekolah
saat sampai di sekolah
Somad:"hai Iqbal"
Habibie:"Iqbal!"
Fanny:"selamat pagi Iqbal"
Rizki:"seperti biasa nya, terlambat"
Iqbal:"sudahlah Rizki, ayo masuk ke kelas"
mereka pun masuk ke kelas
di sana mereka hanya menunggu bel masuk sekolah, sambil mengobrol dan bercanda
sampai tibalah waktu nya
triiiiiinggggg!!! (bel sekola)
Habibie:"ini dia waktunya masuk kelas"
Rizki:"aku mau ke kelas ku"
Rizki pun pergi meninggalkan kelas itu dan menuju kelasnya sendiri
tidak lama kemudian Guru pun datang
__ADS_1
Guru:"hai anak anak, langsung saja kita mulai pelajaran nya, sebelum itu kita ber doa dulu, ketua kelas pimpin doa"
mereka pun berdoa, dan ketua kelas memimpin doa
setelah itu
Guru:"oh iya, untuk Iqbal saat istirahat saya minta waktunya sebentar, saat istirahat temui saya"
Iqbal:"baik pak"
Habibie:"ada apa ya?"
Guru:"anak anak buka Bukunya"
pelajaran pun dimulai
setelah itu
triiiiiinggggg!!!! (bel sekolah)
Habibie:"waktunya istirahat"
Guru:"Iqbal ikut saya"
Iqbal:" baik pak"
Iqbal dan Guru pergi ke suatu tempat
Habibie:"ada apa ya dengan Iqbal?"
Somad:"kita tunggu saja"
tidak lama kemudian Rizki pun datang
Rizki:"hai teman teman, kukira kalian di kantin, aku ke sana lalu aku lihat kalian tidak ada di sana, lalu aku ke sini"
Habibie:"Rizki"
Habibie:"Guru memanggil nya, sekarang aku tidak tahu ada apa dengan Iqbal"
Rizki:"kita tunggu saja"
Iqbal:"iya"
sementara itu di suatu tempat"
Guru:"apa kau tahu?"
Iqbal:"tidak"
Guru:"maksudku, apa kau tahu siapa orang tuamu?"
Iqbal:"jadi Guru tabu siapa orang tuaku"
Guru:"aku sangat tahu siapa orang tuamu, namun aku lebih tahu tentang ayahmu daripada ibumu"
Iqbal:"memangnya siapa mereka, cepat beritahu aku"
Guru:"apa kau yakin?"
Iqbal:"apa maksudnya"
Guru:"apa kau yakin ingin tahu siapa orang tuamu?"
Iqbal:"tentu, cepat beritahu aku"
Guru:"aku akan memberitahu mu, tapi sebelum itu aku akan memberi tahumu sesuatu"
Iqbal:"apa cepat!"
Guru:"tapi jangan menyesal bila kau ingin tahu ini"
Iqbal:"apa kau membuatku menunggu?"
__ADS_1
Guru:"baik, ayahmu itu sebenarnya teman dekat ku,..."
Iqbal:"apa benarkah itu?"
Guru:"benar, dulu kami pernah bekerja bersama sama, semenjak aku bekerja bersama dengan ayahmu, kami jadi teman baik"
Iqbal:"memangnya bekerja apa?"
Guru:"kami bekerja sebagai polisi"
Iqbal:"kenapa kau sekarang menjadi Guru?"
Guru:"eeeee, kurasa karena suatu alasan, yang penting ayahmu dan aku adalah teman baik, sampai akhirnya ayahmu meningkahi seseorang wanita, wanita itu aku tidak terlalu mengenal nya,.."
Iqbal:"aku yakin itu pasti ibuku"
Guru:"iya benar, dan akhirnya ayahmu mempunyai seorang anak, itu adalah dirimu,.."
Iqbal:"aku tidak sabar ingin bertemu mereka, bisakah aku bertemu mereka?"
Guru:"kurasa bisa"
Iqbal:"aku tidak suka dengan ketidak yakinan"
Guru:"bisa, kau bisa bertemu mereka"
Iqbal:"lalu dimana mereka?"
Guru:"seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau tidak bersama mereka?"
Iqbal:"itu pertanyaan yang sulit, tapi seingat ku, ada seseorang bilang padaku, aku tidak tahu siapa dia, tapi dia bilang bahwa aku di buang karena,...... aku anak yang tidak baik"
Guru:"hehe"
Iqbal:"kenapa kau tertawa?"
Guru:"apa kau tahu siapa yang bilang begitu?"
Iqbal:"tidak"
Guru:"aku beritahu kebenaran nya"
Iqbal:"kebenaran apa?"
Guru:"apa kau siap menerima kebenaran itu walau menyakitkan?"
Iqbal:"baiklah baiklah"
Guru:"ayahmu itu pimpinan geng macan putih"
Iqbal:"apaa!!?"
Guru:"itulah kebenaran nya"
Iqbal:"apa kau membohongi ku?"
Guru:"tidak, mungkin kau butuh waktu untuk memahami nya"
Iqbal:"kalau ayahku ketua geng macan putih, kenapa hidupku begini!?"
Guru:"ayahmu tidak ingin kau menjadi seperti dia, lalu ia menyuruhku membuat kebohongan tentang hidup ku"
Iqbal:"kalau begitu, apa kau sedang membuat kebohongan dua kali?"
Guru:"oh iya aku lupa, coba kau lihat punggung mu"
Iqbal:"aku pernah melihat punggung ku"
Guru:"itu adalah bukti bahwa kau anaknya"
Iqbal:"jadi.."
Guru:"itu benar, sekarang kau sudah tahu kebenarannya"
__ADS_1