Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 10


__ADS_3

...๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ...


"Aku pergi." Ujar Argan.


Sekali lagi dia mencium kening Aliza, sebelum akhirnya dia benar-benar pergi dari rumah untuk bekerja.


Risma yang masih berdiri tidak terlalu jauh dari mereka, memandang Aliza dengan wajah yang menggeram. Dia merasa sakit hati melihat Argan memperhatikan wanita lain selain dirinya.


"Selama ini, kau hanya menganggap ku Adik ipar. Tapi sekarang, aku akan mengubah statusku menjadi istri untuk mu Argan. Akan aku singkirkan istri muda mu itu bagaimana pun caranya" batin Risma di dalam hatinya geram.


"Tante!" Seru Aliza ragu.


Risma melototi matanya tak terima, "Apa? Kau memanggilku tante?" Ujarnya kesal.


"Lalu aku harus memanggil apa?" Tanya Aliza bingung.


"Aku, adik ipar mas Argantara, tapi kamu memanggil ku Tante? Apa kamu Qiandra yang memanggilku Tante?" Bentaknya marah.


Aliza tercengang panik. Dia lupa, suaminya bukanlah Qiandra, melainkan Argan. Usia Risma hanya tua empat tahun darinya, Dia bingung harus memanggilnya apa. Hanya satu yang dia ingat, Risma adalah ibu keponakan Qian. Tapi dia lupa, bahwa dirinya adalah ibu tiri Qiandra.


"Maaf! Maaf! Aku lupa!" Jawab Aliza menyesali.


"Jangan bilang kalau kamu menyukai keponakan ku juga?" Tuduh Risma dengan raut wajah menyelidik.


Aliza salah tingkah sendiri. Dia nampak cemas dan panik. Tuduhan itu berasa benar di telinga Aliza. Hal itu membuatnya ketakutan. Bibirnya pun terasa kelu untuk menjawab bahwa tuduhan itu tidaklah benar, namun nyatanya suaranya tidak bisa keluar dari mulutnya.


"Apa yang Tante bicarakan?" Sahut Qian dari belakang.


Aliza dan Risma menoleh ke sumber suara. Nampak Qian datang dengan pakaian rapi dan membawa tas ranselnya.

__ADS_1


"Tante! Jika Tante datang hanya ingin mengintrogasi ibu tiriku, sebaiknya Tante pulang saja. Apa kata Papa jika dia mendengar ini? Apa Tante ingin papa marah? Dia sangat mencintai ibu tiriku, jadi hati-hati jika berbicara!" Kecam Qian dengan suara tegas dan penuh penekanan.


"Qiandra. Tante tidak bermaksud menuduhnya. Siapa tahu dia memiliki niat jahat? Umurnya sama persis sepertimu, bisa saja kan dia berpaling dari ayahmu dan lebih menyukaimu yang lebih muda?" Jawab Risma kepada Qiandra.


Aliza menelan salivanya dalam-dalam, apa yang dikatakan oleh Risma memang benar. Dia memang lebih menyukai Qiandra dibandingkan Argan. Tapi, kegugupannya hanya dia tutupi dengan diamnya.


"Tante! Sekali lagi aku peringatkan. Jangan membuat cerita yang tidak pernah ada. Dia wanita yang sangat baik, jangan bersikap seolah dia adalah pencuri hati lelaki!" Jawab Qiandra marah.


Aliza menatap Qiandra dengan wajah yang tegang. Akting Qian memang luar biasa. Bahkan anak tiri yang sudah menjadi kekasih gelapnya itu tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan. Sikapnya seolah meyakinkan dan tidak diragukan lagi. Jika saja kekasih gelapnya bukan Qian, mungkin Aliza sudah pingsan duluan menghadapi Risma dengan sejuta dugaan dan tuduhannya itu.


"Qiandra. Kamu jangan marah sama Tante. Tante datang jauh-jauh kesini hanya untuk kamu dan ayahmu. Baiklah... Tante tidak akan berbicara omong kosong lagi. Please, maafin Tante ya!" Jawab Risma yang kini mulai membujuk Qiandra.


"Berjanjilah. Tante tidak akan berbicara omong kosong seperti itu lagi!" Perintah Qian sebelum benar-benar meyakinkan Tantenya tersebut.


"Tante janji!" Jawabnya sedikit memaksakan senyum.


Usai meyakinkan Tantenya, Qiandra beranjak pergi ke kampusnya. Pagi ini tidak ada kecupan hangat sebelum pergi ke kampus. Sebab, Tante Risma sedang ada di rumah. Tidak seperti biasanya, Qian akan mencuri waktu bila ayahnya sudah pergi dari rumah untuk berangkat bekerja.


**


**


Argan menelpon tadi siang, bahwa dia pergi keluar kota untuk urusan proyek dan tidak bisa pulang malam ini. Sebab itulah Argan tidak ada dirumah.


"Sayang"


"Sayang pelan-pelan! Nanti ada yang mendengar!"


"aku tidak kuat. sayang!" Suara Qiandra yang sedang memadu cinta terdengar sangat berat dan penuh hasrat.

__ADS_1


Risma yang tengah melewati kamar Aliza sontak terkejut. Samar-samar dia mendengar suara seseorang yang tengah bercinta di dalam kamar.


Dia tahu bahwa Argan sedang pergi keluar kota. Bagaimana bisa ada suara aneh dan meresahkan dari balik kamar Aliza?


"Aaam!" Lenguhan panjang kembali terdengar setelah pencapaian puncak.


Ketika Risma ingin menguping, suara itu tidak ada lagi. Seolah lenyap dan tak tersisa.


"Argan pergi keluar kota, lalu siapa yang bersama Aliza? Apa jangan-jangan dia berselingkuh?" Lirih Risma curiga. Memikirkan itu membuat Rusma semakin tidak menyukai Aliza.


"Jika itu benar, maka aku akan menyingkirkan wanita Jal@ng itu dan membuat dia malu di depan Argan," lirihnya lagi dengan senyuman licik. dia pun berniat menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Aliza di depan Argan. Dengan begitu, dia akan memiliki Argan seutuhnya.


"Aku yakin, wanita itu pasti berselingkuh. Wanita muda seperti dia, mana mungkin mencintai Argan. Kalau bukan karena harta, lalu untuk apa menikahi Argan yang sudah dewasa dan memiliki seorang anak? Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku akan membuat perhitungan kepada wanita J@l@ng itu!" Geramnya di balik pintu dan bersiap untuk mendobrak kamar Aliza.


"Awas saja kamu Aliza. Aku akan membuat perhitungan denganmu. Lihat saja, wajahmu itu akan malu jika berhadapan dengan seorang Risma" kecamnya lagi.


Risma memegang kenop pintu, dan hendak membukanya dan.......


.


.


.


Bersambung.


Jangan marah ya! Kelanjutannya akan di update di bab berikutnya. Apa ya yang akan terjadi? Akan kah Risma mengetahui siapa selingkuhan Aliza?


Nantikan di episode berikutnya ๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Jangan lupa klik like dan komen juga ya๐Ÿ™


__ADS_2