
...🌷🌷🌷...
Malam semakin larut. Namun Argan masih saja memikirkan tentang balas dendam apa yang pantas untuk membuat Aliza menderita.
Suasana hatinya masih sangat buruk. Sejak malam itu, dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya berselingkuh bersama anak kandungnya, rasanya kesalahan itu sama sekali tak termaafkan olehnya.
Argan sangat sakit memikirkan masalah tersebut. Hingga dia ingin balas dendam kepada Aliza.
"Jika hanya membalasnya dengan berselingkuh, rasanya tidak sepadan dengan kesakitan yang aku rasakan dan aku terima darinya, apa sebaiknya aku sakiti saja ibunya agar Aliza merasa menderita?" Gumam Argan saat memikirkan rencana yang tepat untuk balas dendam.
Dia terlihat menimbang-nimbang keputusan apa yang akan dia ambil berikutnya.
Lama, setelah suasana terasa begitu hening, Argan pun memutuskan rencananya.
"Tidak hanya itu saja. Aku juga akan membuatnya menderita, semenderita mungkin yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya. Hahaha" Argan bergumam dan terlihat menyeringai licik.
Kesakitan dan penghianatan yang dia rasakan, membuatnya gelap mata. Tidak ada yang akan mengubah keputusannya saat ini, karena penghianatan Aliza benar-benar membuatnya kehilangan akal.
__ADS_1
"Jangan. Jangan usir saya. Saya mohon jangan usir saya!" Buk Ratih terlihat menangis histeris disaat beberapa orang memporak porandakan seisi rumahnya dan mengusirnya dari rumahnya sendiri.
"Jangan. Saya mohon. Jangan usir saya dari rumah saya pak. Apa salah saya?" Tanya Buk Ratih disela tangisnya yang masih menjadi. Dia terlihat bersimpuh di kaki Argan, meminta penjelasan yang terlihat masih duduk di kursi depan rumahnya dengan tatapan dingin.
Tatapan Argan begitu tajam bak elang dan sangat menusuk, menerima pertanyaan yang dilontarkannya oleh mertuanya tersebut.
Tidak ada belas kasihan dimatanya, termasuk mertuanya sendiri yang jelas-jelas tak tahu menahu perihal Aliza, anaknya, pun menerima akibat dari perselingkuhan Aliza dan Qiandra.
"Menjauh dari kaki saya!" Sentak Argan, mendorong tubuh ringkih wanita yang bersimpuh dikakinya dengan kasar.
Buk ratih terpental kebelakang dengan wajah terkejut, dia tak menduga bahwa menantunya tersebut bisa sekasar ini kepadanya.
"Pergi! Aku bilang pergi!" Bentak Argan sekali lagi, yang menggema disana.
Buk Ratih tersentak. Pikirannya tak lagi sejalan dengan apa yang dia lihat sekarang. Entah apa kesalahannya, Argan mendadak berubah kejam dan tak mau mengatakan apa masalahnya sekarang.
Dua orang pengawal melempar tas lusuh itu kearah buk Ratih dengan kasar. Hingga buk Ratih termundur beberapa langkah kebelakang akibat dorongan tas tersebut.
__ADS_1
"Pergi dari sini!" Usir pengawal itu.
Mau tak mau, dengan langkah yang berat, buk Ratih pun melangkah pergi dengan membawa kepedihan dihatinya.
Terlihat Argan tersenyum miring melihat kepergian Buk Ratih. Tak lupa, dia mengambil kamera yang sengaja dia bawa untuk merekam adegan menyedihkan ini untuk dia perlihatkan kepada Aliza.
"Sudah aku dapatkan. Setelah ini apa yang akan kamu rasakan Aliza. Aku yakin sekali, melihat ibumu menderita, aku jamin kamu juga merasakan hal yang sama" gumam Argan sambil tersenyum gembira memikirkan rencananya kali ini.
Dengan langkah yang besar, Argan pun masuk ke dalam mobilnya setelah berhasil mengusir Buk Ratih.
"Pulang sekarang!" Titahnya kepada supir.
Senyumnya masih mengembangkan dengan sempurna di dalam mobil. Memikirkan kesakitan Aliza, membuatnya merasa puas.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️