Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 24


__ADS_3

...🌺🌺🌺...


"Apa aku terima saja tawaran Risma untuk membalas Aliza. Toh aku juga sudah terlanjur sakit hati. Aku akan membalasnya. Sama seperti dia menyakiti aku"


Setelah memikirkan keputusannya, Argan pun kembali kelantai atas. Lebih tepatnya di ruang kerjanya. Dia tidak ingin pergi ke kamarnya, sebab Aliza dia kurung disana sebagai hukuman darinya.


Sementara itu. Risma terlihat tersenyum licik. Hatinya sungguh berbunga-bunga. Sekian lama dia menunggu hari ini, akhirnya terjadi juga. Cepat atau lambat, Argan akan menjadi miliknya. Itulah tekadnya.


"Tenang saja Argan. Aku akan membuatmu melayang setelah ini. Dan Aliza hanya akan menjadi penonton yang sudah tak berguna lagi. Secepatnya. Aku yakin sekali kamu akan jatuh cinta kepadaku" gumam Risma penuh arti.




Pagi hari pun tiba. Itu artinya hari yang baru telah dimulai setelah kejadian pahit yang dirasakan oleh Argan sebab perselingkuhan istri dan juga anaknya yang baru ia ketahui semalam.


Aliza nampak pucat dengan bola mata yang bengkak dan merah akibat menangis semalaman. Dia masih di kurung di dalam kamar tanpa diberi makan ataupun minum.

__ADS_1


Hari sudah menunjukan pukul 09.43 pagi. Namun Argan tak berniat untuk pergi ke kantor hari ini. Dia merasa suasana hatinya masih sangat buruk karena kejadian semalam. Argan tak mau kedatangannya ke kantor hanya akan mengurangi performa kerjanya yang selama ini selalu ia jaga.


"Maaf. Aku sedikit terlambat membuatkan mu sarapan. Aku lupa kalau Aliza sudah tidak ada disini." Ujar Risma. Meletakan roti bakar dihadapan Argan dan duduk bersamanya di meja makan.


"Maksudku, Aliza ada disini, tapi bukankah dia tak diijinkan keluar? Jadi apa bedanya jika dia ada disini. Bukankah sama saja seperti tidak ada di rumah?" Lanjut Risma setelah mendapatkan tatapan heran dari Argan.


Argan tak menjawabnya. Dia hanya mengambil roti bakar buatan Risma dan melahapnya hingga habis.


Cukup lama dia terdiam. Sekilas dia menatap wajah Risma yang sejak tadi terus menatapnya dengan senyuman manis.


"Ada apa menatapku seperti itu?" Tanya Argan.


Argan langsung memalingkan wajahnya, "Aku tidak akan menangisi wanita seperti dia" tegas Argan dengan suara yang dingin.


Risma semakin tersenyum licik, kata-katanya itu hanya sebagai pancingan untuk menciptakan api di dalam hati Argan. Semakin dia menyulut masalah yang terjadi, semakin Argan akan membenci Aliza. Kemungkinan akan kembali kepada Aliza, sudah tidak berlaku lagi untuk Argan. Itulah yang dia harapkan dari pembicaraan ini.


"Oh ya. Bagaimana tawaranku semalam. Kamu sudah memikirkannya?" Tanya Risma basa-basi. Padahal dia sendiri sudah tahu apa keputusan Argan semalam.

__ADS_1


Argan kembali menatap Risma dalam diam. Sejenak, dia masih diam dengan segala pertimbangan di hatinya. Hingga akhirnya dia pun menjawab.


"Iya. Aku sudah memikirkan semuanya. Aku merasa idemu untuk membalas Aliza adalah hal yang paling baik. Wanita itu sudah membuat duri dalam daging. Jadi, aku akan membuatnya menderita seperti duri yang akan menjadi parasit di dalam hidupnya" jawab Argan.


Risma langsung merangkul pinggang Argan dan meletakan kepalaku disisi bahu tegap Argan. Hal itu membuat Argan sedikit terkejut karena aksi Risma.


"Syukurlah kamu sadarkan hal itu. Aku sudah pernah mengingatkan mu sebelumnya, tapi kamu tidak mau mendengarkan ku"


"Iya. Aku minta maaf. Mulai sekarang, aku hanya percaya apapun katamu saja" jawab Argan menyesali.


Risma semakin tersenyum senang, "Bukan hanya percaya kepadaku saja sayang. Tapi, aku akan membuatmu tidak bisa lepas dari genggaman ku" gumam Risma di dalam hatinya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2