Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 14


__ADS_3

...🌾🌾🌾...


Rencana tinggal lah rencana. Argan sudah membayangkan malam yang indah malam ini. Namun itu semua hanya sebuah bayangan yang tidak bisa di wujudkan malam ini. Suasana romantis yang sudah dia persiapkan untuk mempersunting istrinya di dalam pertama, tiba-tiba saja hancur berantakan ketika mendengar kabar anaknya mengalami kecelakaan.


Argan terus diam di dalam mobil. sesekali dia melirik Aliza yang terlihat cemas. Tidak ada pembicaraan apapun di dalam mobil. Keduanya nampak diam di dalam pikirannya masing-masing.


Tak lama, mobil Argan pun berhenti tepat di depan rumah. Setelah mobil benar-benar sampai, Aliza adalah orang pertama yang lebih dulu turun dari mobil.


Aliza masuk dan pergi ke kamar Qiandra, tanpa memperdulikan suaminya yang sejak tadi memperhatikan sikapnya.


Di depan pintu, Argan melihatnya dan merasa cemburu ketika Aliza memperhatikan Qian. Bertanya seperti seorang detektif, dan perhatian seperti seorang kekasih. Bahkan keduanya lupa, masih ada Argan yang juga ada disana.


"Apa yang aku pikirkan. Aliza adalah istriku. Tidak mungkin dia akan menghianati ku. Lagu pula, Qiandra adalah anaknya juga, jadi wajar saja dia ingin memberikan perhatian kepada Qiandra disaat Qiandra merasa sakit." lagi-lagi dia meyakinkan dirinya, bahwa Aliza hanya bersikap layaknya seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya.


Argan menarik nafas dalam-dalam, lalu melangkah pergi meninggalkan Aliza dan Qian di kamar. Dia tidak ingin berpikir yang tidak-tidak tentang istri dan anaknya. Kedua orang itu adalah dua orang yang sangat dia sayangi. Dia tidak ingin merusak hubungan ini hanya karena pikiran buruknya.


Memikirkan semua itu, Argan memilih untuk pergi ke dapur. Pakaiannya masih terlihat sama dan rapi. Dia ingin mengambil air minum dan duduk sejenak untuk menenangkan pikiran.


Sejauh apapun dia mencoba untuk tidak memikirkan, hati dan perasaannya seolah melawan dan membuatnya sangat gelisah.

__ADS_1


Di ruang keluarga, dengan ditemani secangkir kopi, Argan duduk bersandar disana sembari menunggu Aliza keluar. Lalu dia akan melanjutkan kegiatannya yang tertunda di kamar Hotel tadi. Walaupun malam pertama pernikahan di lakukan di rumah saja, Argan tidak ingin peduli lagi. Yang penting, hasratnya yang tertahan, akan dia salurkan malam ini juga.


Sementara itu, Risma juga memiliki kecurigaan yang sama atas hubungan antara Qiandra dan Aliza. Sejak melihat kedekatan mereka, rasanya tidak lajim, apalagi mengingat umur Qiandra yang sudah dewasa. Mungkin saja, rasa ketertarikan kepada lawan jenis itu memang ada dan itu bukan tidak mungkin jika keduanya memiliki perasaan satu sama lain.


Dari lantai atas, Risma melihat Argan sedang duduk sendirian di ruang keluarga. Langkahnya langsung menuju laki-laki dewasa itu tanpa ragu.


"Mas!" Seru Risma setelah sampai disana.


Argan tersentak. Lalu menoleh ke sumber suara.


"Risma. Kamu belum tidur?" Tanya Argan.


"Mas. Aku ingin bicara!" Ujar Risma kemudian. Wajahnya nampak ragu, namun dia harus membicarakan semuanya.


"Apa?" Tanya Argan dengan wajah penasaran.


"Kamu tidak curiga kepada Aliza? Lihatlah bagaimana dia memperhatikan Qian. Apa kamu tidak khawatir jika wanita itu menggoda anakmu juga?"


"Apa maksud mu Risma?" Tanya Argan. Wajahnya mulai memerah dan tatapan berubah tajam. Rasanya dia tidak terima kata-kata itu keluar dari mulut Risma.

__ADS_1


"Ya kamu lihat saja. Apa mungkin Qiandra begitu mudahnya menerima seorang ibu tiri? Mereka berdua sangat mencurigakan. Mungkin saja mereka berselingkuh dibelakang mu."


"Hentikan Risma!" Sentak Argan tak terima.


"Berhenti menuduh Aliza dan Qian. Tidak mungkin mereka akan melakukan hal itu kepadaku. Dan satu lagi, aku pertegaskan bahwa Aliza itu adalah perempuan baik-baik. Dia wanita yang sempurna untukku, lalu apa salahnya jika Qiandra menerimanya sebagai ibu jika memang itu harus dilakukan. Karena Aliza berhak mendapatkan posisi itu dan dia berhak menjadi ibu Qian karen Qian sudah menerimanya dengan tulus!" Tegas Argan yang kini balik memarahi Risma karena sudah menuduh istrinya.


"Terserah saja. Jika nanti memang ada hubungan antara mereka berdua, aku adalah orang pertama yang akan menyalahkan mu!" Jawab Risma. Lalu pergi meninggalkan Argan ditempatnya.


Argan semakin cemas saja. Dia berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak memikirkan hal buruk tentang istrinya, namun Risma datang untuk mempengaruhinya hingga dia merasa cemas.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2