
...☘️☘️☘️...
Argan melajukan mobilnya meninggalkan kantor. Kini jam di tangannya masih menunjukkan pukul 15.23 sore.
Sebelum kembali ke rumah, Argan singgah di toko burger king untuk membeli makanan kesukaan Aliza. Selain itu, dia juga membeli sekuntum bunga mawar yang tak sengaja juga terlihat berjualan disana.
Di dalam mobil. Argan meletakan kotak burger dan bunya di kursi penumpang disampingnya. Tak lama, Argan pun melajukan mobil meninggalkan tempatnya dengan perasaan senang.
"Aliza pasti akan senang jika aku membawakan makanan seperti ini!" Ujarnya senang dan penuh semangat.
Mobilnya melaju kencang melintasi jalan raya yang terlihat lenggang dan sepi. Tak sabar ingin menemui istrinya, Argan menambah kecepatan yang semula sedang, menjadi berkecepatan tinggi.
Tak lama mobil yang dia kendarai pun sampai di depan rumah. Dia turun dari mobil dan mendapati Risma ada di depan pintu menunggunya.
Wajah Risma terlihat sumringah melihat barang bawaan Argan. Sebuah kotak makanan dan juga bunga.
"Dia pasti membawakan aku!" gumam Risma dengan percaya diri. setelah pertengkaran di kantor tadi siang, Risma berpikir Argan ingin minta maaf karena tidak mendengarkan ucapannya.
"Mas!" Seru Aliza dari belakang Risma. Risma terkejut, sementara Argan terlihat tersenyum senang. Argan segera beranjak menghampiri Aliza. Bahkan Risma yang ada di depan Aliza dia lewati begitu saja bersamaan dengan kotak makanan dan bunga yang dia bawa.
"Ini bunga untuk mu sayang. Aku juga membawakan burger kesukaan mu!" Imbuh Argan kepada Aliza.
Aliza nampak senang, dia mengambil bunga dan Burger itu, lalu membawa suaminya untuk pergi dari sana.
Sementara itu, Risma nampak menggeram dalam diam. Dia pikir semua itu untuknya, tapi dia lupa bahwa masih ada perempuan lain yang tinggal di rumah tersebut.
"Awas kamu Aliza. Kamu selalu saja mengacau. Lihat saja, apa yang akan aku lakukan setelah ini. Aku sudah tidak tahan melihatmu!" Geramnya di dalam hati.
Di meja makan.
Aliza menyiapkan burger kesukaannya itu ke dalam wadah. Disana ada empat buah dan beberapa rasa berbeda.
"Ayo kita makan bersama!" Ajak Aliza.
__ADS_1
"Kamu saja." Tolak Argan.
Aliza mengkerut-kan keningnya, "Emangnya Mas tidak mau di suapin?" Tanya Aliza.
Argan nampak berbinar, "Mau. Kalau disuapin, mas mau." Jawabnya senang.
Aliza pun dengan penuh perhatian menyuapi burger kepada Argan. Mereka makan bersama dengan satu Burger. Hal itu membuat Argan sangat senang.
"Untuk mengurangi kecurigaan Mas Argan, aku harus banyak menghabiskan waktu bersamanya dan aku tidak mau kata-kata Risma akan mempengaruhi keluarga ini." Batin Aliza sambil menatap suaminya yang nampak senang.
Itulah rencananya. Menjauhi Qian untuk sementara waktu dan membuat ucapan Risma terlihat hanya kebohongan saja. Dengan begitu, Argan tidak akan pernah merasa curiga. Lalu, perlahan dia akan pergi jauh meninggalkan kenangannya bersama Qian dan Argan. Menghilangkan jejak dan juga mengubur rahasia ini sendirian agar hubungan Argan dan Qian baik-baik saja. Setelah seharian penuh dia berpikir, akhirnya Aliza mengambil jalan ini untuk mulai memperbaiki semuanya.
"Sayang! Aku ingin mandi dulu ya!" Pamit Argan. Aliza tersenyum sambil mengangguk.
"Baik Mas." Jawab Aliza. Argan pun beranjak setelah itu dan melangkah pergi.
Tak lama, Risma pun datang mendekat dan duduk di sana. Dia menatap Aliza dengan tersenyum licik.
"Apa yang kamu rencanakan Aliza? Sebelumnya kamu tidak seperhatian ini kepada Argan. Ada apa Aliza? Apa kamu takut ketahuan?" Tebak Risma sambil menatap penuh selidik.
"Sepertinya kamu selalu memperhatikan kami ya Risma. Bahkan hal kecil pun kamu perhatikan. Terimakasih banyak atas perhatiannya ya. Oh ya, sayangnya di rumah ini hanya cinta ku yang terlihat, tapi kamu....kenapa kamu masih disini kalau tidak di anggap ada? Bukankah malu jika ikut campur dalam urusan rumah tangga seseorang? Jangan menjadi duri yang diam-diam menusuk!" Sindir Aliza dengan tersenyum tipis, lalu pergi meninggalkan Risma.
Risma menggeram, sambil menatap punggung Aliza yang semakin menjauh. Rahangnya mengeras bersamaan dengan kedua tangannya yang mengepal kuat.
Malam hari pun tiba.
Aliza baru saja selesai mandi, namun ketika dia keluar dari kamar mandi, dia seketika terkejut mendapati Qiandra sudah duduk di atas kasur.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Aliza nampak terkejut dan cemas.
"Aku merindukan mu Aliza!" Jawab Qian, lalu berdiri.
"Qian. Apa kamu sudah hilang akal? Papa mu sedang ada di rumah. Risma juga ada di rumah. Bagaimana jika kita ketahuan?" Imbuh Aliza dengan nada marah.
__ADS_1
Aliza sangat marah. Qian diam-diam pergi ke kamarnya disaat seperti ini, Qian seolah seperti sedang menantang nyawa.
Disaat yang sama. Argantara terlihat sedang berjalan dan akan kembali ke kamarnya setelah menyelesaikan pekerjaannya di ruangan kerjanya.
sementara, Masih di dalam kamar, Aliza mengusir Qiandra. Namun Qian tak mau beranjak dari sana membuat Aliza frustasi dan hampir gila memikirkan ini.
"Ayolah Qian. Pergi dari sini sebelum papa mu kembali ke kamar."
"Berjanjilah kamu akan menemui ku di taman malam ini! Setelah kamu setuju aku akan segera pergi!" Jawab Qian bernegosiasi.
"Kamu gila Ya?" Aliza tak habis pikir. Disaat seperti ini Qiandra masih menganggap enteng masalah ini.
Sementara, Argan sudah sampai di depan pintu, Namun langkahnya terhenti ketika melihat Risma di depan pintu kamarnya seolah sedang menguping.
"Apa yang kamu lakukan disini Risma?" Tanya Argan.
Aliza yang mendengar suara suaminya, langsung melotot dengan mulut menganga. Suaminya sudah datang sementara Qiandra masih ada di dalam kamar bersamanya.
"Qian cepat bersembunyi. Cepat!" Perintah Aliza panik. Namun Qian masih tak mau beranjak membuat Aliza sangat frustasi.
"Jawab dulu! Apa kamu mau menemui ku malam ini?" Tanya Qian di waktu yang genting.
Aliza sangat panik dan khawatir, "Iya. Aku akan menemui mu nanti!" Jawab Aliza terpaksa.
Di luar. Risma nampak berdiri dengan saling berhadapan dengan Argan.
Risma nampak sedang berpikir, kemudian dia tersenyum licik, "Habislah kalian berdua. Hahah. Inilah kesempatan ku untuk membuktikan perselingkuhan Aliza bersama Qian!" Batin Risma licik. dia pun berniat ingin menggunakan kesempatan ini untuk menangkap basah Qian yang sedang berada di dalam kamar Aliza.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️