Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 21


__ADS_3

...🪴🪴🪴...


Tepat pukul 22.45 malam. Argan terlihat sudah tidur nyenyak sambil memeluk tubuh Aliza.


Aliza kesulitan untuk bergerak, apalagi dia ada janji akan menemui Qiandra di taman malam ini.


"Bagaimana aku bisa keluar kalau begini?" Gumam Aliza di dalam hati.


Dia nampak diam memikirkan cara untuk melepaskan diri dari Argan, suaminya.


Malam ini, suaminya meminta hak nya sebagai seorang suami. Namun Aliza selalu menolak dengan alasan dia sudah mengantuk. Akan tetapi, Argan malah menguncinya dengan pelukan erat yang membuat Aliza kesulitan untuk bergerak.


Aliza pun memberanikan dirinya untuk melepaskan pelukan Argan dengan sangat hati-hati. Argan nampak sedikit menggeliat namun kedua matanya masih terpejam.


"Aliza!"


Aliza tersentak, hingga jantungnya hampir meluruh. Dia menoleh kebelakang dan kemudian menghela nafas lega.


"Ternyata dia cuma mengigau" gumam Aliza sedikit rasa cemas. Tidak menunggu waktu lama, Aliza yang takut ketahuan pun pergi dari sana untuk menemui Qiandra di taman.


Sementara itu di taman. Qiandra menatap jendela kamar Aliza dengan wajah cemas.


"Kenapa Aliza tidak turun?" Tanyanya cemas kepada dirinya sendiri.


Ditengah malam, dia terus menunggu kedatangan Aliza. Dia duduk di kursi sambil menengadahkan kepalanya ke atas melihat bintang.

__ADS_1


"Qian!" Seru Aliza tiba-tiba.


Qiandra segera menoleh dengan wajah bahagia. Dia beranjak dari duduknya dan langsung memeluk Aliza.


"Aku merindukan mu Aliza!" Ujarnya seraya memeluk erat tubuh Aliza.


"Maafkan aku Qian. Aku rasa hubungan kita harus berakhir sampai disini saja." Jawab Aliza yang langsung membuat Qiandra tercengang.


"Kenapa?" Qian segera melepaskan pelukannya dengan wajah terkejut.


"Kita saling mencintai bukan? Aku mencintaimu sayang. Aku sangat mencintaimu. Kenapa kamu menginginkan perpisahan ini?" Tanya Qiandra menatap nanar wajah Aliza yang terlihat dingin.


"Tapi hubungan kita salah Qian. Kita tidak seharusnya seperti ini. Apa yang kamu pikirkan? Kamu tega menyakiti ayahmu sendiri demi cinta?" Jawab Aliza frustasi.


Nyatanya Qiandra tak mau mengerti, dia menangis sambil memeluk Aliza dengan sangat erat.


"Tidak Aliza. Aku tidak bisa hidup tanpa mu. Aku mencintaimu. Jangan seperti ini, jangan tinggalkan aku." Mohon Qian tak menerima keputusan Aliza.


Aliza hanya bisa meneteskan air mata mendengarkan ucapan Qiandra, sesungguhnya hatinya pun juga tak ingin ini terjadi, namun dia harus berusaha untuk melupakan agar hubungan Argan dan Qian tak pernah retak karena dirinya.


Qian tiba-tiba melepaskan pelukannya dan *****\@* bibir ranum Aliza dengan paksa. Dia menciumnya dengan penuh kasih, Aliza yang semula diam tak membalas, perlahan menikmati sentuhan benda kenyal yang menari di dalam mulutnya tersebut.


Keduanya pun terhanyut kedalam ciuman masing-masing. Tanpa mereka sadari, di ujung taman Argan terlihat berdiri dan menyaksikan kemesraan Istri dan anaknya tersebut dengan kedua matanya sendiri.


Argan termundur beberapa langkah kebelakang yang merasa syok sekaligus kepalanya mendadak pusing dan berputar. Dadanya terasa begitu nyeri dan sakit hingga dia merasakan kesulitan untuk bernafas.

__ADS_1


"Ternyata mereka......" Gumam Argan syok sambil memegang dada dengan tatapan penuh kecewa. Hatinya hancur tak tersisa. Hidupnya seakan terhenti bersamaan dengan rasa kecewanya yang kian memuncak dan membuatnya hampir terasa ingin pingsan.


Air matanya menetes tanpa dia suruh, anaknya yang sangat dia sayangi ternyata menjalin hubungan dengan istrinya sendiri. Kenyataan ini sungguh membuatnya hancur. Dia tak tahu, jika kenyataan ini ternyata lebih sakit dari pada kehilangan seorang istri yang sudah meninggal.


Semula Argan hanya mengikuti belakang Aliza yang diam-diam pergi meninggalkannya di kamar. Tak disangka, ternyata orang yang ditemui Aliza adalah anaknya sendiri. jika begini, Pantaskah dia memanggil Qiandra sebagai anaknya?


"Qiandra!" Pekik Argan menggema setelah berhasil menenangkan diri karena syok.


Qiandra dan Aliza sontak terkejut. Keduanya melepaskan pangutannya masing-masing dengan tatapan yang langsung mengarah kesisi suara. Wajahnya nampak cemas, dengan kedua mata yang melotot dan hampir keluar karena merasa terkejut setelah melihat siapa yang telah meneriaki mereka. Ya, itu adalah ayahnya dan juga suami kekasihnya.


"Papa?"


"Mas Argan?"


Aliza dan Qian saling bergumam dengan wajah cemas dan takut. Keduanya terlihat gelagapan ketika menatap wajah Argan yang saat ini meneteskan air mata dengan tatapan tajam.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2