
...🌸🌸🌸...
"Sayang! Aku pulang!" Teriak Argan yang baru sampai ke rumah setelah beberapa hari ini sibuk bekerja di luar kota.
Aliza mendengar teriakkan suaminya dan segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Argan.
"Mas!" Aliza tersenyum, lalu meraih tas kerja Argan seraya mencium punggung tangan suaminya tersebut. Argan sangat senang, walaupun umur mereka terpaut jauh, Aliza masih tetap bersikap baik dan mau menerimanya sebagai suami. Argan merasa sangat beruntung memiliki istri sebaik dan secantik Aliza. Begitulah hatinya saat ini.
"Aku merindukan mu sayang!" Argan berucap seraya menarik pinggang ramping Aliza dan membawanya ke dalam pelukannya.
Aliza terlonjak. Wajahnya meringis dan merasa risih. Walaupun dia sudah menerima Argan sebagai suami, tapi bukan bearti dia merasa nyaman ketika Argan tiba-tiba menyentuh tubuhnya.
"Mas. Aku membuatkan makanan kesukaan mu. Ayo kita makan bersama!" Aliza segera mengalihkan topik dan melepaskan pelukan Argan. Dia membawa suaminya itu untuk pergi ke dapur.
"Aku membuat semur jamur kesukaan mas. Ayo makan!" Aliza menarik kursi dan segera menyuruh suaminya untuk duduk. Setelah itu, dia mengambil piring dan mengambil nasi dan sayur kesukaan Argan.
Argan hanya tersenyum kala Aliza memberikan perhatian seperti ini. Dia merasa sudah menjadi suami yang sempurna karena dicintai oleh Aliza.
"Sayang! Dimana Qian? Aku tidak melihatnya?" Tanya Argan sesaat setelah menyadari bahwa dia tidak melihat Qian sejak tadi.
"Ada di kamarnya Mas. Katanya dia sedang menyiapkan tugas laporan." Jawab Aliza sekenanya dengan masih fokus mengambil sayur.
"Oh begitu" jawab Argan singkat, lalu mengambil piring yang diberikan oleh Aliza kepadanya. Keduanya pun mulai makan bersama di meja makan.
"Oh ya. Apa kegiatan mu selama tiga hari ini sayang?" Tanya Argan dengan mulut yang masih mengunyah makanannya.
Aliza nampak diam sejenak, lalu detik berikutnya menampilkan senyuman manisnya, "Tidak ada Mas. Aku hanya di kamar baca-baca buku kalau nggak ya nonton film" jawab Aliza.
Dia berbohong, sejak tiga hari terakhir, dia menghabiskan waktu bersama Qian. Walaupun hanya sebagai teman, tapi itulah yang terjadi. Namun, kedekatannya bersama Qian harus dia kunci rapat-rapat, sebab sejak awal Argan tahu bahwa mereka tidak saling mengenal. Jika secepat ini memberitahunya bahwa Qian menerimanya sebagai ibu tiri, hanya akan membuat Argan curiga. Begitulah pikir Aliza.
"Aku merindukan mu!" Ditengah Aliza sedang memikirkan masalahnya, Argan tiba-tiba mencium pipinya. Membuat Aliza menjadi kesemsem sendiri dan merasa malu, apalagi sedang ada pelayan di dapur.
__ADS_1
Malam harinya. Jam sudah menunjukan jam 10.20 malam. Namun, Argan nampak masih setia menetap di ruang kerjanya.
Argantara selalu saja sibuk bekerja. Walaupun sudah kembali ke rumah, dia masih saja bekerja dan kurang memiliki waktu senggang untuk menghabiskan waktu berdua. Bahkan, sejak menikah, Argan tidak sempat memberikan nafkah batin kepada Aliza.
Setelah melakukan pernikahan, Argan bahkan pergi bekerja. Apalagi hari-hari biasanya, laki-laki itu selalu sibuk bekerja.
Aliza menunggu suaminya di dalam kamar. Pikirannya, setelah hari berlalu, dia akan menghabiskan malam bersama Suaminya. Dengan begitu, dia akan melupakan Qian seutuhnya, dan Qian juga akan melupakan hubungan mereka.
Namun nyatanya, suaminya itu bersikap manis di depan semua orang, Sementara di dalam kamar berubah sangat dingin. Aliza juga tidak mengerti akan sikap suaminya.
Sebenarnya Aliza tidak sedih atas semua itu, hanya saja dia merasa Argan menyembunyikan sesuatu darinya.
Malam itu. Aliza merasa sangat bosan menunggu kedatangan suaminya ke dalam kamar. Dia pun pergi ke dapur untuk mengambil minum.
"Kau belum tidur?" Tanya Qian.
"A-aku merasa haus dan ingin mengambil minum." Jawab Aliza tergagap.
Qian mengangguk mengerti, "Silahkan!" Serunya.
Aliza merasa salah tingkah, Qian menyuruhnya mengambil minum, namun tidak beranjak dari tempatnya.
Dengan langkah yang ragu, dia mendekati kulkas dan mengambil minumannya.
Namun tiba-tiba, Qian memeluknya dari belakang, dan mencium lehernya yang jenjang, membuat Aliza merinding sendiri merasakan sentuhan itu.
"Qian jangan!" Lirih Aliza mend3\$@h nikmat. Merasakan sesuatu menjalar dan menelusup ke dalam bajunya.
__ADS_1
"Qian! Ahhh. Jangan!" Larang Aliza. Mulutnya berkata tidak, namun tubuhnya merespon lain.
Qian menyunggingkan senyuman, "Aku menginginkan mu Aliza. Ayolah, sekali ini saja!" Mohon Qian.
Aliza berbalik dan kini mereka saling berhadapan dengan tatapan sayu. Keduanya nampak sangat berhasrat. Entah kenapa, Aliza merasa terhipnotis ketika Qian mulai menjamah tubuhnya.
Ketika Aliza diam, Qian mengartikan bahwa itu artinya iya. Tanpa menunggu lama, dia m3lum\@t bibir ranum Aliza dengan sangat rakus. Bermain dan menari di dalam rongga mulut Aliza. Aliza yang awalnya tidak membalas, kini mulai terhanyut.
Ketika Aliza membalas ciumannya, Qian pun semakin bersemangat untuk menghujami Aliza dengan benih-benih cintanya.
"Kau milikku Aliza. Hanya milikku!" Bisik Qiandra.
Di bawah temaramnya lampu, kedua insan itu sedang beradu dengan penuh peluh kenikmatan. Saling melepaskan kerinduan serta hasrat yang menggebu-gebu. Qian pun semakin mempercepat laju gerakannya membuat Aliza kelepasan.
"Ahhhhhhhhh"
Qian membungkam Aliza dengan lum\@tannya dan menghujami semakin dalam dan dalam. Hingga akhirnya keduanya tumbang bersamaan dengan pelepasan yang sangat sempurna.
"Aliza! Dimana kamu?"
Aliza dan Qian tersentak. Keduanya terlihat gelagapan ketika mendengar suara Argan menyeru. Keduanya pun bangun dan meraih baju masing-masing.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️
__ADS_1