Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 23


__ADS_3

...🌳🌳🌳...


Di sebuah ruangan dengan suasana yang kurang pencahayaan. Argan duduk di kursinya dengan kepala menunduk penuh kesedihan.


Suara isakkan terdengar menyedihkan di ruangan kosong tersebut. Dia menangis sensegukan merasakan sesak dan sakit di hatinya karena ulah anak dan istrinya. Rasanya, ini lebih pedih dan menyakitkan dari pada di tusuk oleh pisau yang tajam.


"Kenapa? Kenapa kau melakukan ini Aliza? Dia anakku dan kamu malah mencintai anakku dan bermesraan bersamanya di rumahku sendiri, di rumah suamimu sendiri!" Lirih Argan menahan geram. Kedua tangannya mengepal kuat dan spontan sebelah tangannya meninju meja yang ada di depannya hingga meja itu retak.


Geram rasanya memikirkan anak sendiri yang menjadi selingkuhan istrinya. Argan tak habis pikir tentang semua ini. Rasanya begitu menyakitkan untuknya.


Sepanjang malam. Argan terjaga dan menangis penuh sesal. Dia terus saja memikirkan penghianatan istrinya dan juga anaknya. Sakit hatinya semakin bertambah tatkala Risma selalu saja memberikan perkataan yang mampu mempengaruhi pikiran Argan.


"Sudahlah Mas. Untuk apa kamu memikirkan penghianat itu. Berikan mereka pelajaran dan buat mereka menyesali perbuatannya. Jika kamu melepaskan Aliza begitu saja dari rumah ini, bagaimana jika dia diam-diam melawan mu dan membawa Qiandra pergi untuk menikah lagi? Apa kamu mau memiliki menantu bekas mantan istri sendiri?" Ujar Risma dengan sengaja membuat percikan api di hati Argan.


"Lalu, jika aku tidak menceraikan Aliza, mau aku apakan dia disini?" Ujar Argan, menjawab dengan bingung.


"Biarkan saja dia disini. Jika kau lepaskan begitu saja. Maka mereka menang. Mereka bisa saja menikah di luaran sana. Kamu mau itu terjadi? Apalagi, Qiandra pasti sudah terpengaruh oleh Aliza. Jika tidak, dia tidak akan melawan mu semalam!" Jawab Risma.

__ADS_1


"Aku punya rencana!" Risma melanjutkan ucapannya yang membuat Argan menatapnya dengan pandangan penasaran.


"Apa?" Tanya Argan.


"Bagaimana kalau kita pura-pura memiliki hubungan saja. Kita tunjukan kepada Aliza bagaimana rasanya di selingkuhi disaat pernikahan itu masih sah. Kamu belum mengatakan kata talak untuknya. Jadi kalian masih sah saja menjadi suami istri. Aku yakin, sedikit banyaknya, Aliza juga memiliki perasaan sebagai seorang istri. Bagaimana?" Saran Risma dengan seringai liciknya.


"Tidak. Aku tidak mau melakukan itu!" Tolak Argan tegas.


Risma cemberut seketika, lalu melangkah mendekati Argan. Dia duduk begitu saja di pangkuan Argan tanpa rasa malu.


Dengan tatapan menggoda, dia mengalungkan tangannya di leher Argan.


Argan nampak diam berpikir, namun menatap Risma sedekat ini, jujur saja dia merasa sedikit terkejut. Cara Risma mendekatinya, seolah ini bukanlah pura-pura. Dia sedikit merasa risih namun dadanya terasa sesak menginginkan hal lain.


Argan segera menggelengkan kepalanya disaat pikiran mesumnya muncul tak terduga. Bisa-bisa dia terpesona oleh Risma.


"Pergilah Risma. Aku akan memikirkannya nanti!" Usir Argan cepat dengan mendorong tubuh Risma menjauh.

__ADS_1


Argan bangun dari duduknya dan pergi dari sana. Sementara, Risma nampak tersenyum licik menatap kepergian Argan.


"Saat ini kita hanya pura-pura. Tapi nanti, di hadapan Aliza, akan aku tunjukan bagaimana Risma bekerja. Bahkan, hari itu akan menjadi hari terindah untuk kita!" Lirihnya menyeringai licik.


Sementara itu. Argan pergi ke dapur. Dia mengambil air minum di kulkas. Pikirannya gelisah disaat mengingat keinginan Risma yang mengajaknya untuk membalas Aliza.


Bukan pembalasan yang dia pikirkan, tapi tubuh Risma. Entah kenapa, dan sejak kapan itu terjadi? Tapi, Tubuhnya mengalami reaksi yang berbeda.


"Apa yang aku pikirkan. Kenapa aku malah memikirkan tubuh Risma?" Gumamnya gelisah.


Tak di pungkiri. Tubuh Risma memang memiliki body semampai bak gitar spanyol. Baru duduk di pangkuannya saja, hatinya sudah bergetar.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2