
...☘️☘️☘️...
Sesampainya di rumah.
Risma terlihat sangat marah. Dia melempar tas miliknya ke atas kasur, lalu menjatuhkan dirinya di atas kasur.
"Hahhhhhh. Kenapa Argan tidak memercayai ku? Aku melihat dengan jelas bahwa Qian dan Aliza memang memiliki perasaan. Kenapa dia tidak mau mendengarkan aku?" Teriaknya frustasi.
Risma sampai mengacak-acak rambutnya dengan asal karena merasa kesal. Dia sangat pusing memikirkan cara agar Argan percaya kepadanya.
Risma bangun dari tidurnya, sorot matanya berubah tajam, "Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Saat ini, aku memang belum mendapatkan bukti apapun. Tapi lihat saja, aku tidak akan tinggal diam Aliza. Secepatnya aku akan mengungkapkan hubungan mu bersama Qian. Lagipula, keponakan kurang ajar itu memang perlu di beri pelajaran. Lihat saja, kamu akan menyesal Qian karena telah melawanku selama ini." Gumam Risma penuh tekad.
__ADS_1
"Pertama. Aku harus merekam mereka diam-diam. Saat ini aku akan pura-pura dan tidak mengusik kehidupan mereka. Dengan begitu, mereka tidak akan menganggap aku sebagai ancamannya. Mereka akan lebih leluasa bersama. Ya, benar itulah rencananya. Aku harus pura-pura baik untuk mengelabui mereka!" Ujar Risma senang setelah memikirkan cara untuk mencari bukti tentang kebenaran hubungan Aliza dan Qian.
Usai memikirkan rencananya, Risma pun segera pergi untuk membeli beberapa kamera untuk merekam kedekatan Aliza dan Qian.
Dengan begitu, dia akan mudah menangkap basah mereka berdua dan memberitahu kebenaran kepada Argan.
Di dalam mobil. Risma terlihat sudah melajukan mobilnya meninggalkan rumah. Demi membuktikan bahwa Aliza Salah, maka dia akan melakukan banyak cara untuk membuat Aliza pergi dari rumah ini.
"Sekarang akan aku buktikan kepada Argan, bahwa wanita yang di cintai itu telah menipu banyak orang. Dengan begitu, aku akan sangat mudah mendapatkan cintamu Argan. Aku berjanji akan merebut mu dari Aliza bagaimana pun caranya. Aku akan merusak rumah tangga mu dan menciptakan api di dalamnya hingga tidak seorang pun bisa memadamkan apinya." Lirih Risma di dalam mobil sambil tersenyum licik memikirkan rencananya.
Sementara itu, disisi lain. Argan nampak cemas dan khawatir. Hatinya mulai terganggu dengan ucapan Risma kepadanya beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Aku tidak ingin meragukan kesetiaan Aliza kepadaku. Tapi, mendengarkan ucapan Risma, membuatku cemas. Aku tidak ingin memikirkannya, tapi kepalaku seolah semuanya itu benar. Ya tuhan, semoga saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi kepada keluarga hamba." Doa Argan sungguh-sungguh. Dia ingin mempercayai Aliza, tapi pikirannya seolah menolak dan terus memikirkan Aliza.
"Tidak-tidak. Aku tidak boleh memiliki pikiran buruk tentang anakku dan istriku. Tidak mungkin Qiandra akan tega mengkhianati ayahnya sendiri. Ya, aku yakin dan aku mempercayai anakku." Ujar Argan lagi. Yang mencoba menepiskan pikiran buruknya tentang istri dan anaknya.
Usai bekerja. Argan cepat-cepat kembali ke rumah. Risma benar, dia terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor, karena itu dia berpikir untuk pulang lebih awal untuk menghabiskan waktu berdua dengan Aliza. Setidaknya, dengan hadirnya dia yang membawa cinta, Aliza tidak akan pernah berpikiran untuk meninggalkan dia suatu hari nanti.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️