Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 22


__ADS_3

...🌺🌺🌺...


Plakkkkkk! Plakkkkk!


"Berani sekali kamu melakukan ini Qiandra?" Teriak Argan di ruang keluarga, melemparkan tamparan keras kepada Qiandra. Dia Menatap tajam ke arah Qiandra dan juga Aliza yang duduk dengan wajah tertunduk.


Aliza sudah menangis, sementara Qian hanya diam mendengarkan lantunan suara kemarahan sang ayah yang terdengar menyesakkan dada.


"Cih. Aku sudah memperingatkan kamu sebelumnya Mas. Tapi kamu? Kamu malah mengusirku di kantor. Lihatlah kenyataannya sekarang? Anak mu sendiri yang sudah menjadi selingkuhan istri mu yang tidak tau diri itu!" Sahut Risma menimpali. Wajahnya nampak tersenyum puas melihat kemarahan Argan kepada Aliza.


"Mampus kamu Aliza. Tanpa aku lakukan sesuatu, kamu menggali kuburan mu sendiri. Hahahah" Risma bergumam di dalam hati sambil tersenyum licik.


"Mas. Ini bukan salah Qiandra. Aku mohon, maafkan kami." Mohon Aliza yang kini mulai bersimpuh di kaki suaminya sambil menangis sensegukan.


Argan memalingkan wajahnya tajam, sambil mengepal kuat kedua tangannya menahan amarah.


"Iya. Emang salah kamu. Karena kamu itu wanita murahan!" Timpal Risma menyahut.


"Mas. Aku mohon. Maafkan kami Mas. Qiandra tidak bersalah. Kami saling mencintai, sebenarnya kami sudah saling mengenal sebelum kita menikah. Qiandra adalah kekasihku yang aku tinggalkan disaat kita ingin menikah. Aku tidak tau jika Qiandra adalah anakmu, tapi setelah kita menikah, aku baru mengetahuinya. Maafkan aku Mas. Aku mencintai Qian!" Ujar Aliza menjelaskan dengan deraian air mata.


"Cinta?" Bentak Argan geram.


"Kamu bilang cinta? Apa karena aku sudah tidak muda, jadi kamu berpikir untuk menjalin hubungan gelap bersama anakku?" Argan mencengkram erat dagu Aliza. Lalu melemparnya ke arah lain, hingga Aliza terjatuh ke lantai.


"Papa!" Teriak Qiandra tak terima melihat Aliza di sakiti.

__ADS_1


Argan menatap wajah Qian dengan sorot yang tajam. Rahang bawahnya mengeras bersamaan dengan kepalan tangannya yang semakin mengeras.


"Karena papa sudah tahu hubungan kami, kenapa tidak biarkan kami menikah saja? Kami saling mencintai. Aliza tidak mencintai kamu"


Plakkkkkk.


Bugh!


Dua tamparan dan satu pukulan keras di tubuh Qiandra mendarat dengan sempurna. Gemuruh darah Argan sudah tak terbendung lagi dan dia memukul wajah anaknya tanpa henti.


Aliza berteriak histeris, memeluk tubuh Qiandra yang membuat hati Argan terasa tercabik-cabik.


"Apa yang kamu pikirkan Argan? Apa kamu tidak ingin menghukum mereka? Mereka berdua sudah membuat hidupmu hancur. Mereka juga sudah menghianati kamu." Ujar Risma yang sengaja menyulut emosi Argan.


"Risma. Panggil Polisi. Qiandra harus di hukum atas perbuatannya. Aku ingin lihat, apa dia mampu bertahan di dalam penjara tanpa bantuan ku. Begitu teganya dia membuat ulah dan menghianati aku" titah Argan.


"Hukuman mu akan aku berikan nanti. Jangan pernah berpikir untuk lepas dari hukuman ku Aliza" jawab Argan tajam.


Sementara, Risma dengan senang hati mengindahkan permintaan Argan. Dia menelpon polisi untuk datang ke rumah ini dengan perasaan bahagia.


Jika Qiandra tak ada di rumah. Maka tidak ada penghalang baginya untuk mendekati Argan. Sementara Aliza? Dia tak perlu khawatir lagi. Sebab, Argan tidak akan percaya kepada Aliza lagi.


Tak lama. Beberapa polisi pun datang. Argan langsung memerintahkan polisi itu untuk membawa Qiandra.


Sementara itu, Aliza menangis histeris melihat kepergian Qiandra. Risma menahan tubuh Aliza yang ingin menyusul Qiandra.

__ADS_1


"Qiandra......" Teriak Aliza.


Namun teriakannya hanyalah sebuah teriakan yang tak berarti. Tidak seorang pun mendengarkannya, termasuk Argan.


Qiandra menatap keluar Jendela mobil dengan sedikit meneteskan air mata. Dia melihat Aliza yang menangis, hatinya terasa tercabik-cabik. Namun, kesalahannya patut untuk di hukum.


"Maaf Papa. Aku tidak bermaksud ingin menghianati mu!" Lirih Qiandra dengan hati yang menangis.


Sementara itu. Aliza di tarik masuk ke dalam rumah. Argan yang semula sangat lembut dan penuh perhatian, kini menjadi kejam.


"Sakit Mas. Ampun mas!" Aliza menangis sambil meringis sakit.


Tanpa ampun, Argan menarik rambut Aliza menuju lantai atas dan mengurungnya di dalam kamar.


Sementara Risma. Tersenyum puas penuh arti, "Itulah akibatnya karena telah melawanku Aliza." Gumam Risma dengan seringai liciknya.


Sejam yang lalu. Risma melihat kepergian Aliza yang diam-diam meninggalkan kamar. Lalu, sampai di taman, dia melihat Qiandra ada di sana. Setelah mengetahui Qiandra dan Aliza saling bertemu di tengah malam, Risma pun pergi ke kamar Argan dan menggedor pintu kamar Argan, hingga Argan terbangun. Sejak itulah, Argan menyadari tidak ada Aliza di kamarnya. Dan dia pun pergi untuk mencari Aliza, hingga dia melihat Aliza pergi ke taman bersama seseorang.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2