Gairah Cinta Ibu Tiri

Gairah Cinta Ibu Tiri
Chapter 15


__ADS_3

...🌱🌱🌱...


Argan terus saja diam memikirkan ucapan Risma. Gelisah cukup jelas tergambar diwajahnya.


Sekilas dia menatap ke lantai atas, tempat dimana kamar anaknya berada. Dia pun terlihat berdiri, lalu menarik jasnya sedikit kebawah.


"Sebaiknya aku mengganti baju, setelah itu pergi memeriksa keadaan Qian di kamarnya!" Lirihnya, lalu melangkah pergi.


Sementara itu. Di dalam kamar. Aliza nampak membersihkan luka-luka di tubuh Qiandra dengan air alkohol. Qiandra nampak meringis menahan sakit, dia sudah mendapatkan luka-luka ditubuhnya akibat ulahnya yang jatuh dari motor.


"Aku sudah mengatakan jangan ngebut jika dijalan. Kenapa kamu tidak mendengar aku Qian?"


Qiandra hanya tersenyum mendengar omelan wanita yang sedang mengobati lukanya tersebut.


"Kenapa kamu malah tersenyum? Apa kamu tidak sayang nyawa? Hah? Kamu membuatku takut. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadamu?" Aliza sangat khwatir hingga menangis.


"Hei. Jangan menangis. Aku ada disini bersamamu. Jangan khawatir!" Ucap Qiandra cepat. Dia diam menatap Aliza yang tersedu di depannya. Melihat bagaimana Aliza sangat mengkhawatirkannya, membuat cinta Qian semakin dalam saja kepada Aliza.


"Hussss. Jangan menangis lagi. Aku baik-baik saja sekarang. Kamu jangan menangis, nanti lukaku akan semakin sakit juga!" Qian menarik tubuh Aliza yang menangis dan memebawanya kedalam pelukan hangatnya.


"Husss. Sudahlah jangan menangis lagi!" Ujar Qian lagi sambil mengusap pundak Aliza.


Aliza mengusap air matanya yang masih sensegukan, "Apa kamu tidak memikirkan aku? Aku hampir saja pingsan ketika mendengar mu kecelakaan. Aku takut Qian. Jangan lakukan itu lagi. Berjanjilah jangan membuatku khawatir lagi"

__ADS_1


"Iya aku berjanji" jawab Qiandra yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa kamu begitu serius. Ini hanya pura-pura." Bisik Qiandra.


Aliza melotot, lalu melepaskan pelukannya.


"Apa? Kamu hanya pura-pura? Jadi luka-luka ini palsu? Bagaimana bisa?" Tanya Aliza terkejut.


"Lihatlah, ini hanya tempelan saja. Aku menyuruh temanku untuk membuat luka ini seperti nyata"


Mendengar itu, Aliza sangat marah dan memukul tubuh Qiandra.


"Rasakan ini. Aku akan memukulmu hingga luka-luka. Biar kamu tau rasa!"


"Awwww. Sakit sayang. Maafkan aku!" Qian menghindari sambil tertawa.


Aliza dan Qian berlarian kesana kemari. Hingga akhirnya Qiandra berhenti dan Aliza langsung memukul Qian.


"Maaf!" Seru Qian.


Aliza tertegun. Dia menghentikan pukulannya, kedua netranya menatap wajah Qiandra. Keduanya nampak saling menatap cukup lama, hingga suara Qian kembali terdengar.


"Aku tau kamu pergi bersama papa. Aku juga tau kalau papa menginginkan hak nya darimu. Jika papa sampai melakukan nya, aku tidak bisa menerimanya Aliza. Aku sangat mencintaimu. Aku juga tidak ingin kepercayaan Papa hilang kepadamu. Maaf aku hanya ingin menolong mu saja!" Ujar Qiandra menjelaskan.

__ADS_1


Kedua mata Aliza nampak berkaca-kaca. Dia sampai menangis mendengar ucapan Qiandra. Dia pun kembali memeluk tubuh Qiandra dengan sangat erat.


"Aku mencintai mu Qian. Aku tidak ingin kehilanganmu. Berjanjilah jangan seperti ini lagi, aku sangat mengkhawatirkan kamu. Aku tidak bisa membayangkan jika dirimu terluka"


"Hmm. Aku berjanji sayang!" Jawab Qian yang juga balas memeluk Aliza. Keduanya saling berpelukan, rasanya tak ingin melepaskannya begitu saja.


Sementara itu. Disisi lain, setelah mengganti baju, Argan nampak keluar dari kamarnya yang hanya bersebelahan bersama kamar anaknya.


Sesuai niatnya, dia ingin melihat keadaan anaknya setelah mengganti bajunya.


Krekkkkk!


Kenop pintu kamar bersuara setelah berhasil terbuka.


"Aliza! Qian!"


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2