
...🌸🌸🌸...
Argan jatuh hati kepada kemolekan tubuh Risma. Setelah dia jelajahi dengan seksama, Risma lebih menggoda dari Aliza. Ya, walaupun rasa cintanya kepada Aliza masih ada, namun kehadiran Risma bisa mengobati luka hatinya.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud ingin menodai mu" ucap Argan.
"Tidak apa"
Argan mengangkat wajahnya tak percaya. Dia pikir Risma akan marah kepadanya karena sudah lancang menjamah tubuhnya dan membobol gawang kenikmatan milik Risma.
"Apa kamu tidak marah?" Tanya Argan sekali lagi untuk memastikan. Awalnya dia merasa bersalah karena Risma adalah mantan adik iparnya. Tak seharusnya dia berlaku lancang kepada adik iparnya tersebut.
"Untuk apa aku marah Mas. Aku menyukaimu sejak lama. Kamu pikir, kenapa aku tidak menikah padahal umurku sudah waktunya untuk berkeluarga? Itu semua karena aku menunggumu." Jawab Risma mengungkapkan isi hatinya.
Argan masih termangu memandangi Risma. Dia tak mengira kalau Risma ternyata mencintainya.
"A-a-apa?"
"Iya mas. Aku mencintaimu. Aku mengkhawatirkan kamu. Aku merasa cemburu di saat kamu menghabiskan waktu bersama Aliza."
__ADS_1
"Aku bahkan sampai merasa sesak nafas melihatmu bermesraan bersama wanita ular itu. Sejak lama aku mencurigainya, aku yakin sekali niatnya menikahi mu hanya karena harta. Setelah melihat anakmu yang umurnya lebih muda dan press, dia langsung berpaling dan menikmati malam Qiandra. Aku tidak menjamin bahwa Aliza masih Virgin. Melihat kemesraan bersama Qian saja, aku yakin sekali kalau mereka sudah banyak menghabiskan malam panjang bersama. Apalagi, kamu sangat sering pergi keluar kota meninggalkan merek berdua. Dan apa yang aku dengar malam itu di kamarmu, aku yakin sekali mendengar suara seseorang yang sedang bercinta di dalam kamarmu, aku yakin sekali mereka berdua sedang melakukannya malam itu"
"Cukup. Jangan diteruskan lagi. Aku tidak ingin mendengar cerita menjijikan itu" cegah Argan yang seketika menghentikan ucapan Risma.
Risma menyeringai licik, "Teruslah membencinya Argan. Dengan begitu, hatimu dan ragamu hanya akan menjadi milikku saja." Batin Risma.
Risma duduk sedikit lebih dekat dengan Argan. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Argan sambil memeluk tubuh Argan, "Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa merasakan joni mu. Tidak hanya tampan, tapi kamu juga membuatku melayang di atas kasur. Bisakah kita melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius?" Tanya Risma manja. Sebelah tangannya membelai pangkal paha Argan, berniat menggoda laki-laki itu dengan belaian lembutnya.
Argan terlihat menatap Risma dalam. Dia masih enggan menjalin hubungan serius. Kekecewaannya kepada Aliza membuatnya sedikit takut.
"Aku belum siap. Maaf Risma" jujur Argan.
"Tidak apa. Aku mengerti sekarang. Kamu masih mencintai Aliza. Aku tidak masalah jika hanya menjadi simpanan dan teman tidurmu. Itu susah cukup untukku" jawab Risma yang kembali mendapatkan tatapan dari Argan.
Sementara itu. Ditempat lain, Aliza terlihat sangat lemah. Sudah dua hari sejak malam itu, namun dia tidak diberikan makanan samasekali oleh Argan dan Risma.
Keduanya begitu hanyut di dalam asmara yang tengah tumbuh mekar. Hingga melupakan kalau Aliza masih ada disana bagaimana hidup tak mau, matipun segan.
"Tuan. Maaf. Tapi nona Aliza belum makan sejak dua hari." Mbok Inah, pembantu disana merasa kasihan dan berniat untuk berbicara kepada Argan sebelum Aliza mati kelaparan di dalam kamar.
__ADS_1
"Lalu?" Argan berucap dengan acuh.
"Bolehkah saya memberikannya makanan?" Tanya Mbok Inah ragu.
Argan diam dengan tatapan tajam. Mbok Inah menunduk saking takutnya melihat tatapan majikannya.
"Berikan saja Mbok. Jangan biarkan dia mati sebelum aku membalaskan dendam" jawab Argan kemudian.
Risma tersenyum sumringah penuh arti melihat kebencian Argan kepada Aliza.
"Apa rencana mu selanjutnya tentang Aliza Mas. Apakah perlu kita menunjukan kepadanya sakitnya di khianati?" Tanya Risma setelah kepergian Mbok Inah.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️