
"Aku mau kamu tanggung jawab mas,jangan mau enak nya aja dong main tinggalin aku gitu aja." terlihat sepasang kekasih nampaknya sedang bertengkar,tak jauh dari tempat Zoya menikmati nasi goreng langganan nya.Ya Zoya sedang berada di pusat taman kota dimana banyak penjual makanan yang mangkal di pinggiran jalan.Apalagi jika malam minggu seperti ini banyak pengunjung yang datang sekedar untuk kuliner atau nongkrong, banyak juga pasangan sejoli yang pacaran disini.
Pertengkaran dua sejoli itu nampak menyita pehatian Zoya,dari pemahaman Zoya sepertinya cewek itu sedang minta pertanggung jawaban sang kekasih.Terlihat beberapa kali sang cowok selalu menghindar sepertinya ingin lari dari tanggung jawab.
"Kurang apa sih mas aku ini kok kamu tega." isak tangis gadis itu semakin menjadi sambil berusaha meraih tangan sang pujaan hati namun ditepis dengan kasar.
"Apaan sih lo n*jis jangan pegang-pegang gue, jijik."melihat pria itu begitu kasar Zoya pun seolah tak terima spontan dia menggebrak meja.
Brraaakkk
"Eh buset si eneng ngagetin mamang aja,untung kagak copot neng jantung mamang, kenapa neng?" tanya mamang nasgor nampak bingung.
"Itu mang ada buaya yang mau lari dari tanggung jawab, kagak bisa di biarin nih."sungut Zoya sambil menuju dua sejoli itu, sedangkan mamang nasgor hanya bisa melihat Zoya yang akan jadi pawangnya buaya.
Lelaki itu terus berusaha untuk kabur dari perempuan itu hingga terjadi tarik menarik antara keduanya.Dengan kasar sang pria mendorong tubuh gadis cantik itu hingga terhuyung ke belakang untung Zoya sudah berada di belakangnya sehingga gadis itu tak sampai terjatuh.
"Gak usah kasar sama perempuan,jangan mau enaknya doang giliran suruh tanggung jawab banyak alasan." sungut Zoya berapi-api.
"Gak usah ikut campur kalau gak tau masalahnya." gertak lelaki itu tak mau kalah.
" Oooo ya jelas gue ikut campur kalau sesama kaum gue ada yang tersakiti." gadis itu masih terisak dan bersembunyi dibalik badan Zoya seperti menemukan perlindungan.
__ADS_1
"Tanggung jawab gak lo"
"Apa yang mesti saya pertanggung jawabkan?"
"Udah hamilin anak orang maen tinggal tinggal aja lo." Zoya pun tak mau kalah.
"Sebelum jadi pahlawan tu cari tahu dulu." ucap pria itu dengan santai nya.
"Maksud lo?? Jangan banyak alesan deh lo kadal buaya apapun jenis lo gue kagak terima kalau kaum gue lo buat semena mena."
"Kaum kamu ada yang berjakun gitu??"ucap pria itu dengan senyum mengejek. Seketika Zoya pun berbalik menatap gadis cantik yang bersembunyi dibelakangnya.Tanpa ba bi bu be bo Zoya langsung mendongakkan dagu gadis itu guna mencari sesuatu yang ada dileher dan benar terdapat tonjolan disana, seketika mata Zoya mendelik tak percaya.
"Lo siti apa sapto?"tanya Zoya sambil mendorong tubuh gadis itu ke belakang.
"Monangis maksud lo?" Zoya pun terheran-heran kok bisa tulang lunak secantik ini bahkan ia pun merasa kalah cantik.Tak menyia nyiakan kesempatan pria yang dimintai tanggung jawab itu pun berusaha kabur dari jerat wanita jadi_jadian itu,tapi sapto segera berlari mengejar.
"Mas Aryan jangan tinggalin Mona mas.." teriak sapto mengejar pria yang bernama Aryan itu, di cekal nya tangan Aryan hingga terjadi tarik menarik lagi antar keduanya, Zoya yang masih berdiri mematung pun akhirnya ikut berlari mengejar mereka.
"Eeeehhh sapto sadar lo tu sama kayak dia masak lo mau main terong terongan??" Zoya berusaha melepaskan tangan sapto yang menahan tangan Aryan terjadi tarik menarik lagi diantara mereka bertiga dan tiba-tiba
Byyyuuurrrr
__ADS_1
Sapto jatuh ke dalam selokan yang sedikit dalam karena ada perbaikan gorong-gorong yang belum selesai dikerjakan.
"Aaaakkkhhhhhhh mas Aryan tolongin Mona mas..." rengek sapto meronta ronta di dalam selokan. Sontak Aryan dan Zoya saling pandang ingin tertawa takut dosa gak ketawa perut mules akhirnya mereka berdua tertawa bersama.
"Tolongin gih kaum kamu lagi menderita itu." ejek Aryan pada Zoya.
"Bukan mahram gue."elak Zoya, Aryan pun segera berbalik ingin secepatnya meninggalkan tempat itu tanpa mau membantu sapto, sementara Zoya masih bimbang antara ingin menolong atau kabur seperti Aryan. Merasa tak dihiraukan sapto tiba-tiba bangkit dengan murka.
"Hei gue sumpahin kalian berdua bakalan jodoh sampai kakek nenek dan bakalan berantem terus."Sumpah sapto.
"Eh sapto khodam lu keluar juga akhirnya." seru Zoya yang tak menanggapi sumpah sapto karena mendengar suara asli sapto, sapto yang menyadari itu pun langsung berdehem guna mengembalikan suara Mona lagi.
"Mas Aryan aku sumpahin kamu biar jodoh sama perempuan sadis ini." tunjuk sapto pada Zoya, Aryan yang belum begitu jauh dari tempat itu pun berteriak mengamini sumpah sapto, Zoya yang tersadar pun memaki sapto dengan gamblang nya.
"Gila lo sapto nyumpahin gue jodoh sama tu laki, kayak kagak ada cowok normal aja lo sumpahin gue sama cowok belok gitu, tadinya gue mau nolongin lo keluar dari situ berhubung lo nyumpahin gue,sorry ya sapto lo naik sendiri gue mau pulang bye..." seru Zoya, sapto pun berusaha naik dan mengejar Zoya.Sontak Zoya berlari sekuat tenaga menghampiri mamang penjual nasi goreng tadi ingin mengambil tas ransel yang ia taruh dikursi dan membayar nasi goreng dengan tergesa-gesa, karena sapto semakin dekat mengejarnya.
"Mang ini uangnya kembaliannya ambil aja mang."teriak Zoya sambil meletakkan uang sepuluh ribu dimeja gegas berlari menuju motor matic yang ia parkir tak jauh dari sana.Dengan panik Zoya mengenakan helm dikepala nampak mamang nasgor dan sapto semakin dekat kearah nya.
"Ngapain juga mamang nasgor ikutan ngejar gue, padahal udah gue bayar tuh nasi." gerutu Zoya sambil menyalakan motornya.
"Neng kurang atuh uangnya boro-boro ambil kembaliannya."ujar mamang nasgor dengan napas naik turun, sementara sapto juga nampak semakin dekat.
__ADS_1
"Ya elah mang besok saya kembali lagi urgent ini mang."teriak Zoya setelah motornya berhasil melesat meninggalkan area parkir.