
"Mang nasi goreng biasanya dua ya,sekalian mau bayar hutang yang kemaren." ucap Zoya pada mamang nasgor.Kini Zoya dan Shanum duduk di kursi depan gerobak mamang nasgor.Sudah seminggu sejak kejadian itu Zoya baru datang lagi kesini setelah pulang dari kafe Dewangga.
"Siap neng geulis,kok lama gak kesini biasanya hampir tiap malam? "
"Trauma gue mang makan nasgor di sini."zoya teringat terakhir makan nasgor malah terjadi huru hara dengan sapto.
"Ooo iya neng mamang hampir lupa tiap malam temennya eneng yang setengah jadi itu kesini nanyain eneng." seketika wajah Zoya berubah pias mendengar perkataan mamang.
"Setengah jadi maksudnya gimana sih mang?? "tanya Shanum penasaran.
"Itu neng aduh gimana ya jelasinnya mamang gak enak,maksud mamang teh tulang lemah gemulai."kata mamang tak enak.
"Bilang aja be*c*ng susah amat mang."celetuk Zoya tanpa filter.Seketika Shanum paham karena Zoya sudah bercerita setelah kejadian di cafe tempo hari.
"Sadis amat mulut lo,eh jangan-jangan si sapto mau balas dendam lagi sama lo."
Zoya pun mengerutkan kening mencoba mencerna perkataan Shanum.
"Emangnya dia nanyain saya mau ngapain mang?? "sontak Zoya menanyakan pada mamang yang meletakkan dua piring nasgor yang sudah jadi didepan Zoya.
"Mana mamang tau neng,biasanya jam segini dia kemari."
Zoya pun tersedak sampai terbatuk mendengar penuturan mamang.Pucuk dicinta ulam pun tiba,belum selesai Zoya tersedak sebuah suara dari arah belakang mengejutkan nya.
"Malam cantik akhirnya ketemu juga." ucap seseorang dari arah belakang Zoya pun berbalik menatap sapto yang begitu cantik dengan senyum mengembang menunjukkan deretan giginya yang putih dan rapi,Zoya akui sapto memang cantik bahkan mengalahkan kecantikan wanita tulen,sangat disayangkan mungkin kalau dia lurus pada kodratnya akan terlihat begitu tamvan.
Zoya dan Shanum pun terkejut dengan kedatangan sapto. Seketika Zoya pun bangkit dari duduknya.
"Mau ngapain lo,gue gak ada urusan ya sama lo."ucap Zoya was-was dan sudah mengambil jurus ninja jika sapto mendekat dia siap² akan lari.
"Urusan kita yang kemaren belum kelar ya sayang."seringai sapto menyeramkan dimata Zoya.Ketika sapto mendekat ingin duduk disebelah kursi Zoya tiba-tiba Zoya menjauh dan lari sekencang mungkin menuju motornya,sampai melupakan Shanum yang ada disana.
__ADS_1
Shanum yang melihat Zoya kabur ingin menyusul namun tangan sapto sudah berhasil mencekal nya.
"Zoya.... gil@ ya lo main tinggalin gue... "teriak Shanum sambil terus meronta mencoba melepaskan tangannya dari genggaman sapto.
"Ssssstttt diam gue cuma mau ngomong baik-baik sama lo."ucap sapto meyakinkan.Shanum pun kembali duduk di ikuti sapto disebelahnya.Walaupun sebenarnya Shanum merasa takut.Mereka pun memulai percakapan.
...****************...
Keesokan harinya di cafe Dewangga.Shanum sudah sejak pagi disana karena Dewangga sedang meninjau cafe nya yang lain jadi Zoya yang menggantikan nya disana.Tepat jam 7 Shanum pun datang Zoya segera menghampiri sahabat nya itu karena merasa bersalah telah meninggalkan nya semalam.
"Sha,gue minta maaf.Gue lupa Sha kalau ada lo disana tadi mlm.Gue lari bukan karna takut Sha entah kenapa gue ngerasa geli aja."ucap Zoya dengan tulus.
"Nahhh lo baru inget sekarang kalau udah ninggalin gue disana."ucap Shanum pura-pura marah terhadap sahabat nya yang somplak itu.
"Sha lo gak papa kan?Sapto gak ngapa²in lo kan?"sambil mengecek keadaan Shanum.
"Gue gak papa,Zoy gue kasih tau ya sebaiknya lo temuin tu si Anton kalian bicara baik-baik,Anton mau ngomong sesuatu sama lo."ucap Shanum serius.
"Iissshhh itu si Sapto namanya tu Anton,seenak jidat lo aja ganti² nama anak orang."
"Lah lo udah sedekat itu sama si Sapto eh maksud gue Anton."
"Gue serius Zoya."
"Ogah... geli gue kalau ingat dia,malah lo suruh gue ketemuan."ucap Zoya sambil bergidik ngeri.Nampaknya terlalu jauh pikiran Zoya terhadap sapto dan Aryan.
"Serah lo dah gue udah berusaha bantu lo biar dia gak ngejar-ngejar lo lagi."terang Shanum.Namun Zoya tetap mengabaikan perkataan sahabatnya itu.
...**************...
"Pagi bun,masak apa nih wangi banget."ucap Zoya menghampiri bunda yang sedang memasak gulai ikan kakap kesukaan nya.
__ADS_1
"Haaiiisss anak gadis jam segini baru bangun,ntar jodohnya dipatok ayam loh."ledek bunda tanpa menjawab pertanyaan Zoya.
"Yang ada dipatok tulang lunak bun... ha ha ha." kelakar Dewangga sambil mengambil air dingin dalam kulkas.
"Apaan sih lo bang ganggu gue terus,bun bang angga noh. Gue bilangin bunda ya bang kalo lo... "belum selesai Zoya bicara Dewangga sudah membekap mulut Zoya.
"Eeemmmm eemmmm lepasin gue bang." dan terjadilah gulat antar keduanya.Bunda yang melihat tingkah laku mereka pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Angga... Zoya... kalian tuh dah pada gede ya masih aja kayak anak TK."tegur bunda, seketika pergulatan mereka pun terhenti.
"Sepertinya kalian harus cepet cari pasangan dan nikah dech...pusing bunda lihat tingkah kalian kalau setiap hari seperti ini."
"Bunda jaga udah kepengen nimang cucu,Angga usia kamu udah 27 thn udah mateng buat nikah."gerutu Bunda.
"Noh bang disuruh Bunda nikah cepet cari calon sono."ejek Zoya.
"Kamu juga Zoya." ujar Bunda.
"Zoya aja dulu Bun,Angga belakangan aja gak papa."ucap Dewangga cengengesan.Mendengar ucapan Dewangga,Zoya pun melotot kearah nya.
"Ayah setuju bun, ayah juga pengen cepet² main sama cucu."
"Udah-udah cepet mandi sana habis itu kita sarapan,Ayah tunggu di meja makan."ayah yang sedari tadi hanya menyimak sambil baca koran di ruang tengah akhirnya ikut bersuara.
Dimeja makan semua nampak antusias menyantap masakan Bunda yang begitu lezat.
"Bun jangan lupa nanti malam Mas Baskoro dan keluarganya mau main kesini,jamu mereka dengan makanan yang enak."ucap ayah.
"Iya ayah tenang saja Bunda udah siapkan semuanya nanti tinggal masak."timpal Bunda.
"Zoya nanti malam kamu gak usah ke cafe ya, keluarga om Bas mau datang." ucap ayah. Dewangga pun juga sudah tau kalau akan ada tamu spesial yang akan datang,semua urusan cafe sudah diserahkan pada pak Gilang asistennya.
__ADS_1
Sementara Zoya hanya bisa patuh walaupun dalam hati bertanya apakah Aryan juga akan ikut. 'ok lah gue akan pantau lo terus bang kalau memang ada apa² antara lo sama bang Aryan gue laporin ayah' batin Zoya sambil terus menatap Dewangga yang sedang senyam senyum seperti orang yang lagi jatuh cinta.