
Setelah motor matic yang dikendarai nya sudah jauh dari taman kota Zoya pun bisa bernafas dengan lega karene sapto sudah tak mengejar nya.
"Gila mimpi apa gue semalam bisa dikejar-kejar b*ncong kayak gini." sungut nya dengan nafas yang masih tersengal.Tiga puluh menit kemudian sampailah Zoya dirumahnya.
Zoya ayunita adalah seorang gadis bar bar berusia 22thn yang memiliki paras cantik kulit putih rambut panjang dengan tinggi badan 155cm, anak bungsu dari dua bersaudara.Pekerjaan nya saat ini hanyalah mengisi live music di cafe milik kakak nya.
"Assalamualaikum bun, Zoya pulang."
"Waalaikumsalam sayang kok udah pulang? abang mana, gak bareng?" ucap bunda Tika sambil celingukan mencari anak lelakinya.
"Zoya pulang duluan bun, abang mau ketemu teman katanya."
"Kamu kok kusut gini kenapa sayang?" tanya bunda heran melihat penampilan Zoya yang sedikit awut-awutan.
"Habis dikejar b*ncong bun."sahut Zoya seraya berlalu kekamar.
"Dikejar b*ncong??" ulang bunda.
"Besok ajalah bun Zoya ceritanya,capek mau tidur dulu."
Bunda pun menghampiri ayah Zoya diruang TV. "Zoya udah pulang bun?" tanya pak Irwan ayah Zoya.
"Udah yah tapi Dewangga belum pulang, mau ketemu teman katanya."
"Ya udah kita tidur dulu bun sudah malam juga."
...****************...
Acara live music di kafe Dewangga dimulai pukul 7 malam sementara Zoya belum datang juga.
"Zoya kemana bang kok belum nyampe juga udah jam segini?" tanya Shanum pada Dewangga, Shanum adalah sahabat Zoya ia juga ikut bekerja dalam live music di kafe Dewangga.
"Kebiasaan ngaret tuh bocah." gerutu Dewangga.sejak Zoya dan Shanum mengisi live music kafe Dewangga menjadi semakin rame, karena selain Zoya dan Shanum cantik suara mereka juga merdu.Tak lama kemudian Zoya pun datang.
__ADS_1
"Sorry bang gue telat jalanan macet banget." alasan Zoya.
"Lagu lama,lo tadi kesini mandi gak?" ledek Dewangga.
"Iiissshhh lo ya bang ngejatuhin harga diri gue mulu sembarangan kalo ngomong kagak pake filter apa ya tu mulut." sungut Zoya.Kakak beradik ini memang seperti Tom & Jerry kalau udah ketemu.Shanum hanya bisa tertawa melihat kekonyolan kakak beradik somplak itu.
"Lah kan emang lo jarang mandi kalau dirumah.Buruan siap-siap sana lo nunggu apa lagi?" seru Dewangga berlalu meninggalkan Zoya dan Shanum.
"Iya bawel,pantes aja jadi jomblo karatan lo bang bawel lo kayak emak-emak lagi PMS." sungut Zoya.
"Ya Allah... meleleh hati adek bang... "gumam Shanum lirih sambil terus melihat kepergian Dewangga,tapi masih terdengar di telinga Zoya.
"Sha, lo gak lagi mabok kan? apa lo abis kepentok gitu?" ucap Zoya sambil memegang kening Shanum.
"haaiiissshhh ganggu aja lo." tepis Shanum.
"Jangan bilang lo naksir abang gue?"
"Udah ah ayok siap-siap bentar lagi mulai."elak Shanum dengan wajah cemberut.
"Iihhhh apa-apaan lo main nemplok aja tuh tangan di abang gue??"geram Zoya yang menarik tubuh Dewangga menjauh dari Aryan,ya lelaki itu adalah Aryan.
"Jauh-jauh dari abang gue n*jis tangan lo pegang-pegang."Dewangga yang kaget dengan tingkah laku adeknya yang gak ada akhlak itu pun sontak mendekap tubuh Zoya yang meronta ingin menyerang Aryan.Suasana kafe pun mulai riuh dengan pengunjung yang berkerumun ingin melihat apa yang terjadi.
Aryan pun kaget dengan kedatangan Zoya yang tiba-tiba,namun secepat mungkin ia berhasil mengusai diri dengan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
"Lo tu apa-apaan sih dek bikin rusuh gak jelas,itu Aryan temen abang."ucap Dewangga yg masih mendekap tubuh Zoya karena Zoya masih berusaha untuk berontak.
"Gil* lu bang,nih cowok kagak bener ngapain lo jadiin temen,dia tu pecinta tulang lunak bang.Gak rela gue kalau lu ikutan belok kayak dia."sontak mata Dewangga melotot mendengar penuturan Zoya.
"Sha... Shanum..."teriak Dewangga,shanum pun segera berlari ke arah kakak beradik somplak itu.
"Bawa Zoya ke ruangan gue sekarang, pastiin dia gak keluar."titah Dewangga.
__ADS_1
"Gue gak mau bang urusan gue belum selesai sama tuh cowok."Shanum pun segera menarik Zoya keruangan Dewangga.
Dewangga pun meminta maaf atas ketidaknyamanan para pengunjung.Diruangan Dewangga nampak Zoya begitu uring-uringan karena sikap Dewangga.
cekleekkk...
Suara pintu ruangan Dewangga terbuka,Aryan dan Dewangga masuk menghampiri Zoya dan Shanum.
"Laahhh lu ngapain bang bawa dia dimari,Jangan-jangan ini alesan lo selama ini nolak kalo bunda suruh nikah.Parah lu ban." tuduh Zoya.
"Haaiissshh ngaco nich anak,gini Zoya ayunita adek gue yg cantik tapi jarang mandi dengerin gue ngomong."bujuk Dewangga.
"Lu ya bang bisa gak sih gak usah bukak aib gue."bisa-bisanya mereka masih saling ledek dalam situasi seperti ini.
"Lagian lu jadi cewek gak ada jaim-jaim nya sama sekali."
"Tentang semalam yang lo lihat itu hanya salah paham,Aryan normal dia gak belok seperti yang lo kira." terang Dewangga.Sementara Aryan hanya diam dan santai memperhatikan Zoya yang masih kepanasan.
"Semalem gue ketemuan sama Aryan dia udah cerita semua,dan ternyata cewek yang dimaksud Aryan tadi malam tuh ternyata elu adek gue sendiri."
"Alesan mana ada maling ngaku bang penjara penuh noh." melihat Dewangga dan Zoya yang masih saja berdebat shanum hanya bisa mendengarkan karena tak tahu apa persoalan nya.
"Tuh bang lo liat mukanya aja udah bisa ketebak bang kalau dia rada-rada gak beres."
"Haisss nih anak,lu kali yang rada-rada."sungut Dewangga.
"Gue bilangin bunda lu bang." ancam Zoya.
"Gini ya adeknya abang yang cantik,lu ingat kagak sama om Bas dan tante sindy temennya ayah bunda dulu yang sering main kerumah,nah Aryan ini ank nya om Bas dan tante Sindy yang dulu sering lo panggil bang Ayan??"Zoya nampak sedang mengingat ingat.
"Ya Allah bang iya gue ingat sama om Bas dan tante Sindy." dewangga pun senang akhirnya Zoya bisa mengingat.
"Kasian ya bang mereka punya anak ganteng tapi sayang belok." terasa ada kepulan asap di kepala Dewangga menghadapi sikap somplak adiknya.
__ADS_1
"Gue cabut dulu deh ngga pusing pala gue dengerin adek lo."Aryan yang diam sedari tadi akhirnya memutuskan untuk pulang tak tahan mendengar perdebatan dua bersaudara itu.
"Ok deh sorry ya bro biar nih anak gue kasih paham dulu."ujar Dewangga menunjuk Zoya.