GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK

GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK
Part 18


__ADS_3

"Nasib lo Ton, Ton, kenapa begini? maapin Emak ya Ton, telat ngelamarin neng Zoya buat elu." tangis emak pun pecah dipelukan bang anton.


"Mak, Emak udah salah paham mak, Anton sama Zoya gak ada hubungan apa-apa." tutur bang anton memberikan penjelasan.


Sementara para tamu masih berkerumun dan ada yang saling berbisik.


"Kita pulang ya." bujuk bang anton, emak pun hanya mengangguk pasrah.


"Om, Tante, maafin saya atas semua kekacauan ini, saya dan Emak mohon pamit, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya." pamit bang anton pada ayah dan bunda, dan disertai anggukan oleh semuanya.


"Ya semuanya mari kita lanjutkan pesta mengingat waktu juga semakin larut mari kita nikmati acaranya." suara MC memecahkan segala kecanggungan yang ada setelah kepergian bang anton. Dan semua para undangan melanjutkan acara yang sudah diselenggarakan.


"Saya gak suka kamu dekat-dekat dengan Anton." suara bariton bang aryan mengagetkan ku yang masih syok dengan kejadian tadi.


"Cemburu?" goda ku tersenyum manja berusaha mencairkan suasana.


"Saya serius Zoya ayunita." diraihnya pinggang ku kedalam dekapannya, sontak membuat ku terkejut dengan aksi heroiknya yang tiba-tiba.


Tatapan mata bang aryan begitu dalam, seakan ingin memakan ku hidup-hidup, membuat ku sedikit takut, tapi berada dalam pelukannya entah mengapa terasa begitu nyaman, dan astaga jantung ku, semoga bang aryan tidak merasakannya, mengingat tubuhku kini telah menempel sempurna pada dirinya.


"Bang lepas, malu dilihatin orang." kilah ku mencoba mengalihkan pandangannya. Namun bukannya melepaskan bang aryan malah semakin erat memeluk ku.


"Janji dulu." ucapnya.


"Janji apa?"


"Jangan dekat-dekat sama Anton atau pria mana pun selain saya." tutur bang aryan dengan serius, ya ampun ngeri juga nih orang kalau lagi cemburu.


"Janji, hanya Aryan saputra yang ada dihati." jawab ku dengan sedikit berjinjit menatapnya, karena tinggi badan kami yang terpaut jauh membuat ku harus mendongak saat menatap nya. Perlahan bang aryan melepaskan tangannya dari pinggang ku, membuat ku bisa bernafas lega.


"So sweet.... " ucap tante sindy dan bunda bebarengan, entah dari mana mereka muncul tiba-tiba sudah berada di antara aku dan bang aryan, membuat ku malu dan salah tingkah gak karuan.

__ADS_1


"Kenapa gak besok aja sih kalian nikahnya? Mama udah gak sabar nih... " rengek tante sindy, dan di angguki oleh bunda.


"Bunda juga udah gak sabar pengen nimang cucu, Aryan gimana kalau besok nikahnya?" tanya bunda.


"Aryan terserah Zoya saja Bun." jawaban bang aryan begitu pasrah seakan mengiyakan.


Lah pada ngadi-ngadi nih semua orang, dikira nikah kayak mau beli cilok aja kali. Memang aku pun juga ingin menikah tapi tidak untuk sekarang, aku masih ingin mengenal bang aryan lebih jauh lagi. Toh kalau jodoh juga gak bakal kemana.


"Bun, Zoya sama Bang Aryan kan udah sepakat ingin mengenal lebih dalam lagi sebelum menikah." ucap ku pelan-pelan, soalnya repot mengahadapi dua emak-emak yang baperan seperti Bunda dan tante sindy ini, takutnya salah ngomong bisa berabe.


"Setelah menikah kan juga bisa sayang, tapi ya sudah terserah kalian aja lah, mama tunggu kabar baiknya. Sering-sering jalan berdua biar tambah mesra." tutur tante sindy sambil berlalu menghampiri tamu undangan yang baru datang, begitupun dengan bunda yang hanya tersenyum penuh arti.


...****************...


"Nungguin siapa Bang?" tegur Shanum saat melihat Dewangga mondar-mandir didepan pintu seperti sedang menanti seseorang.


"Nungguin Celline, dia bilang mau datang." tutur dewangga tanpa menoleh pada shanum.


"Apa?" jawab dewangga masih tetap fokus melihat ke arah pintu masuk.


"Tipe cewek yang lo suka tu seperti apa sih Bang?" tanya shanum pelan-pelan.


"Kenapa emang?" kali ini dewangga berbalik menatap shanum dengan senyum di sudut bibirnya.


Berada di dekat dewangga seperti ini membuat shanum semakin gerah, apalagi malam ini dewangga terlihat begitu tampan dengan setelan jas formal yang ia kenakan membuat demage nya bertambah berlipat-lipat.


"Gue mau maksain diri buat jadi kriteria yang lo suka."


Seketika tawa dewangga pecah mendengar penuturan shanum yang begitu gamblang, membuat shanum merasa jengah dengan respon dewangga yang menganggap nya lelucon.


"Emang menurut lo ini lucu ya bang?"

__ADS_1


"Sha lo gak amnesia kan?" jawab dewangga masih dengan sedikit tertawa sambil memegang perutnya,seakan ini suatu peristiwa yang lucu. Melihat ekspresi shanum yang serius membuat dewangga menghentikan tawanya.


"Sha lo lihat siapa yang berdiri disana?" tunjuk dewangga pada zoya.


"Zoya." jawab shanum dengan cepat.


"Sama,gue lihat lo tu sama kayak Zoya, lo tu udah kayak adek gue sendiri Sha!"


"Tapi gue cinta sama lo Bang, dan gue rasa lo juga tau itu sejak lama."


"Gue sayang sama lo Sha, tapi sayang gue ke lo tu sebagai adek, gak lebih Sha."


"Kasih gue kesempatan Bang untuk buat lo cinta sama gue."


"Ish... pemaksaan ini Sha." tutur dewangga kembali tertawa melihat kegigihan shanum.


"Gue serius Bang, gue bakal buat lo cinta sama gue, dan lo gak akan bisa berpaling dari gue." bisik shanum dengan mantap di telinga dewangga.Dewangga pun tertegun melihat shanum yang begitu berani malam ini, jika biasanya berada sedekat ini dengan shanum biasa saja, entah mengapa malam ini menjadi sedikit berbeda, ada sedikit getaran aneh yang menggelitik di relung hati dewangga yang membuatnya sedikit merasa geli tapi menyenangkan.


"Dewangga... " teriak Celline melambaikan tangan dari arah pintu mengembalikan kesadaran dewangga, membuat shanum pun ikut menoleh ke arah sumber suara.


"Lo lanjutin aja Bang kisah lo sama Celline, dan gue akan lanjutin perjuangan gue buat dapetin cinta lo." ucap shanum lalu meninggalkan dewangga.


Dewangga kembali tertegun, entah kemana pikirannya sekarang, semuanya menjadi kacau hanya karena pernyataan shanum yang konyol menurutnya.


Malam pun semakin larut, serangkaian demi serangkaian acara telah terlewati dengan lancar, ya walaupun ada sedikit iklan tadi tapi tidak mengurangi berjalannya acara yang telah tersusun dengan rapi.


Sampai tiba di akhir acara para tamu undangan pun sudah banyak yang berpamitan pulang, pertunangan yang membawa kebahagiaan untuk dua keluarga telah terlaksanakan dengan lancar.


Akankah perjalanan cinta Zoya dan Aryan berjalan mulus sampai hari pernikahan atau kah akan ada banyak rintangan untuk sampai menuju halal?


Begitu juga dengan Shanum akankah bisa ia mendapatkan cinta Dewangga...

__ADS_1


Tidak ada yang mudah, semua harus ada perjuangan, pengorbanan dan keikhlasan dalam sebuah hubungan, agar kita bisa menghargai apa yang telah kita perjuangkan.


__ADS_2