GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK

GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK
Terbongkar


__ADS_3

Aryan dan Dewangga pun telah tiba di taman kota, setelah memarkirkan mobilnya mereka segera mencari keberadaan Zoya.


Keadaan di taman nampaknya begitu ramai karena ada sedikit kerusuhan yang dibuat oleh Zoya yang sedang mengejar Sapto, terdengar riuh gelak tawa pengunjung mengundang rasa penasaran Aryan dan Dewangga, mereka pun menuju kearah kerumunan.


"Itu Zoya Ngga." seru Aryan hendak menghampiri Zoya, namun di cegah oleh Dewangga.


"Biarin aja, kita duduk disini, itung² lihat tontonan gratis." sahut Dewangga seraya duduk di kursi taman, sementara Aryan masih bingung dengan apa yang dikatakan Dewangga.


"Udah duduk aja, percaya sama gue, gak bakal terjadi apa-apa." ucap Dewangga dengan santai seakan tahu apa yang sedang dipikirkan Aryan.


Sementara Zoya dan Sapto terus melanjutkan aksi kejar mengejar, sesekali Zoya mengeluarkan kata-kata keramat nya.


"Udah STOP gue udah gak kuat lagi lari terus." ucap Sapto tiba-tiba berhenti dengan napas tersengal di ikuti anggukan oleh Zoya.


"Gue juga, capek, haus." terang Zoya berusaha mengatur nafas. Kini keduanya duduk di tengah-tengah jalan taman sambil ngos-ngosan mengatur nafas.


"Gila kenceng banget lari lo." ucap Sapto masih tersengal.


"Siapa suruh lo lari." setelah merasa lebih baik Zoya teringat akan tujuan nya mengejar Sapto. Aryan dan Dewangga pun masih memantau dari kejauhan.


"Ehh Sapto,cepet lo cabut tu sumpah serapah lo yang kemaren." teriak Zoya.


"Sumpah apaan??gue lupa." ucap Sapto dengan entengnya, sambil terus menyeka keringat yang membanjiri keningnya, membuat Zoya kembali geram.


"Lo udah nyumpahin gue jodoh sama bang Aryan, dan sekarang lo bilang lupa??" kesal Zoya mencengkram bahu Sapto.


"Oh... itu, gue udah tau." jawab Sapto cuek.

__ADS_1


"Maksud lohhh?? "


"Iya gue udah tau, kalau lo bakalan nikah sama Aryan." ucap Sapto dengan tiba-tiba terisak membuat Zoya kaget.


"Lah kok lo tau?? bokap gue aja baru bilang barusan? " Zoya nampak begitu bingung,Aryan ingin menghampiri namun dicegah oleh Dewangga.


"Biarin Anton yang jelasin." terang Dewangga.Aryan pun menghentikan langkah nya dan duduk kembali di sebelah Dewangga.


Anton masih terus terisak, sedangkan Zoya sudah tak sabar ingin mendengar maksud perkataan Sapto.


"Kok lu nangis sih,seharusnya yang nangis tuh gue, gue yang jadi korban sumpah lo." bentak Zoya, namun Sapto tak menghiraukan dan terus menangis.


"Gue yang udah cinta sama Aryan sejak SMP dulu, tapi doi malah mau nikah sama lo. Gue sabar nungguin Aryan 10 tahun terakhir ini,setelah Aryan kembali malah jadinya sama lo,ternyata gue cm jagain jodoh orang, hu....hu..hu..." curhat Sapto.Zoya berusaha mencerna perkataan Anton.


"Tunggu, tunggu, lo bilang sejak SMP?? berarti kalian udah lama kenal?? " tanya Zoya penasaran.


"What??? lo juga kenal abang gue?? " masih tak percaya dengan penjelasan Anton.


"Jelas kenal lah kita dulu satu sekolah, kuliah juga satu kampus." pernyataan Anton kali ini membuat Zoya semakin tak percaya.


"Terus kok lo bisa tau kalau gue dijodohin sama bang Aryan?? tau dari mana lo?? " tanya Zoya dengan berapi-api.


"Sehari setelah pertemuan kita malam itu, Dewangga datengin gue, dia jelasin kalau si Aryan bakalan nikah sama adeknya, setelah itu gue cari tau siapa adeknya tu kutukupret, ehhh gak tau nya elu.Makanya tiap malem gue tungguin lu disini,gue juga udah cerita sama sahabat lo yang kemaren,tau gitu nyesel gue udah sumpahin lo jodoh sama Aryan, nyeseeellll gue... " Anton kembali menangis lagi.


Zoya seakan tak bisa berfikir apa-apa setelah mendengar cerita Anton.Masih bingung dengan semua yang terjadi.


"Udah udah gak usah nangis, gak pantes lu sok teraniaya gitu, makin pusing pala gue." gerutu Zoya.

__ADS_1


"Lu gak bakal terima Aryan jadi suami lu kan??" tanya Anton memastikan.


"Andai gue terima,itu juga bukan urusan elu,lagian lu tu sama-sama satu spesies gak mungkin bersatu, inget dosa!!!" jelas Zoya membuat hati Anton tersentil.


"Kalau gue lihat sebenernya lo tu ganteng tau, sadar gak sih lo?? mau sampai kapan lo seperti ini? lo gak kasihan sama orang tua lo,? mereka pasti kecewa,liat anak yang mereka banggakan, anak yang mereka harapkan bisa menopang masa tua mereka,malah salah jalur seperti ini?" tutur Zoya. " Etttdahhh tumben gue bisa bijak gini yah? apa habis jatoh dari kursi tadi ya?? " gumam Zoya dalam hati seakan tak percaya dia bisa berceramah seperti ini.


Sementara Anton hanya bisa menatap Zoya dengan perasaan yang entah lah ada sesuatu yang bergejolak didalam sana entah perasaan apa itu.


"Pusing gue , mau pulang, gue butuh penjelasan ini semua.sebenernya belum puas gue ceramahin lo, tp gue mesti pulang.Siniin HP lo." seru Zoya sambil menodong kan tangannya kepada Anton.Anton pun memberikan nya tanpa banyak bertanya.


"Tuh nomer gue,besok-besok lu hubungin gue kalau butuh tausyiah lagi." Zoya pun gegas meninggalkan Anton yang masih duduk di tengah jalan seraya memandangi kepergian Zoya, entah perasaan apa yang tengah melanda hati Anton, sehingga untuk berdiri pun seolah berat.


Di parkiran saat Zoya hendak menuju motornya, Dewangga datang bersama Aryan.


"Dek... " tegur Dewangga, Zoya hanya melihat sekilas lalu naik ke atas motornya tanpa memperdulikan Dewangga.Masih malas rasanya, karena dibohongi.


"Gue bisa jelasin, ayok ikut mobil gue aja, gue gak mungkin biarin lo nyetir dengan pikiran kacau gini." bujuk Dewangga, sementara Aryan hanya bisa menyaksikan.Zoya pun tak memperdulikan bujukan Dewangga.


"Gak perlu, gue bisa sendiri. Gue mau muter-muter dulu cari angin."tolak Zoya yang sudah men stater motornya tapi dihalangi oleh Dewangga.


"Bunda sama semua orang di rumah cemas dek, ayok pulang sama abang." ucap Dewangga dengan lunak.Tapi Zoya tetap kekeh dengan pendiriannya.Aryan pun mengambil tindakan dengan tiba-tiba menyela duduk di depan kemudi Zoya, membuat Zoya mau tak mau mundur kebelakang karena kaget dengan tindakan Aryan yang spontan.


"Lu apa an sih bang,main nemplok aja di motor gue? turun kagak lo?" bentak Zoya geram, namun Aryan tak memperdulikan nya.


"Lu pulang dulu aja Ngga, Zoya biar sama gue." pungkas Aryan, Dewangga yang paham pun akhirnya menuju mobilnya.


Ingin Zoya berontak namun Aryan telah melajukan motornya dengan kencang membuat Zoya pasrah di belakang Aryan.

__ADS_1


Tak ada percakapan apapun diantara keduanya, mereka larut dalam pemikiran masing-masing.


__ADS_2