
" Ish... kepo nih anak" kelakar Bang Angga di sertai tawa Celline yang begitu renyah, duh bahagia kali nampaknya nih cewek.
Bang Aryan pun menggandeng tanganku untuk duduk di sebelahnya, entah mengapa kesan pertama ku bertemu Celline seperti ada sesuatu yang aneh,atau mungkin karna aku memikirkan perasaan Shanum? Bang Angga juga tak pernah menceritakan tentang sosok Celline, rapi bener Bang kelakuan lo.
" Ya harus kepo dong kalau udah nyangkut Abang tersayang aku." ku pasang wajah seimut mungkin, harus pinter-pinter ngerayu nih biar dapet info, demi lo Shanum.
" Saya sama Abang kamu temen dekat, ya bisa dibilang kita lagi PDKT an." ucap Celline ramah sambil menatap Bang Angga, tatapan Bang Angga pun menyiratkan cinta untuk Celline, ya elah gimana nasib temen gue yang dipojokan sono?
" Oh, temen deket ya... " hanya kata itu yang bisa ku ucapkan, di satu sisi ada sahabat yang sedang patah hati, di satu sisi Abang terlihat begitu bahagia, aku bingung mesti memihak siapa.
" Bang gue kedalam dulu ya, mo siap-siap perfom lagi." pamit ku pada Bang Angga, namun tak di indahkan nya, emang gitu ya kalau lagi di mabok cinta, berbeda dengan Bang Aryan ia nampak begitu mengerti dengan perubahan sikapku, dan ikut menyusul kedalam.
" Kenapa? " tanya Bang Aryan sebelum kita sampai di ruang ganti.
" Zoya? kamu ada masalah? cerita, saya mau kamu berbagi sama saya, saya mau jadi orang yang bisa kamu percaya." tutur lembut Bang Aryan membuat ku sejenak melupakan masalah Shanum. Haduh Bang tau aja kalau adek butuh seseorang yang bisa diandalkan.
" Shanum Bang... "
" Kenapa dengan Shanum? perasaan kalian tadi baik-baik saja." tanya Bang Aryan heran.
" Bukan gitu Bang, Shanum suka sama Bang Angga. Ini ceritanya dia lagi patah hati lihat Bang Angga sama cewek lain." terang ku panjang lebar.
" Zoya, saya tau Shanum itu sahabat kamu,Dewangga juga sudah cukup dewasa, tentu dia tau apa yang terbaik untuknya. Jangan terlalu ikut campur, ini masalah hati."
Ada benarnya juga apa yang dikatakan Bang Aryan, tapi melihat Shanum patah hati membuat ku tak tega, bingung juga gimana jelasinnya tentang hubungan Bang Angga dan Celline.
__ADS_1
" Ya udah buruan masuk siap-siap, kasih penjelasan ke Shanum pelan-pelan." tutur Bang Aryan dengan lembut.
" Zoya... gimana? ada hubungan apa Bang Angga sama Celline? cecar Shanum sambil menggoyang goyangkan lengan ku saat melihat ku masuk, jujur aku pun bingung harus menjelaskan darimana.
" Ish... sabar napa, lu kata gue pohon jambu, lo goyang-goyangin terus." ucap ku berusaha sedikit berkelit. Sumpah gak tega gue ngomongnya.
" Sha... Bang Angga sama Celline.... "
" Stop.Gue udah tau jawabannya." potong Shanum. Tangisnya pun semakin menjadi.
" Sha...gue gak mau lihat lo kayak gini,semangat...selama janur kuning belum melengkung, Bang Angga masih bisa lo dapetin." ish... ini mulut gak bisa di rem apa ya? entah setan apa yang merasuki ku, bisa-bisanya nih mulut tanpa sengaja nyuruh Shanum jadi pelakor, Ya Allah Bang, maapin adek lo yang lucknut ini yah...
" Bener banget lo Zoy, pokoknya gue mesti bisa dapetin hatinya Bang Angga." yang tadinya nangis-nangis kini berganti dengan semangat 45,dipelukinya tubuh ku dan mencium pipi kanan dan kiri ku, hadech... labil banget sih lo Sha.
" Ish... apa'an sih lo Sha main nyosor aja, tau kayak gini ogah banget gue punya ipar modelan kayak lu." ketus ku berpura-pura dan dihadiahi tabokan dipundak ku.
Tak terasa hari pertunangan ku dan Bang Aryan seminggu lagi akan dilakukan, memang Bunda dan Tante Sindy tim yang solid, mereka begitu antusias mempersiapkan semuanya, dari undangan, katering, dekor, gaun, semuanya ter handle dengan rapi. Semua sesuai keinginan ku, cukup pesta yang sederhana saja, yang penting maknanya.
Hari ini aku berniat membagikan undangan kepada teman-teman terdekat saja, Shanum pun begitu senang turut membantu. Tak lupa undangan untuk Bang Anton pun aku berikan. Saat tiba di toko kain milik Bang Anton, aku dan Shanum pun dibuat melongo dengan usaha yang di kelola Bang Anton ternyata lumayan besar, dan memiliki banyak karyawan.
" Permisi Bu, apa benar ini toko kain milik Bang Anton? " tanya ku memastikan pada Ibu-ibu paruh baya yang sedang duduk di meja kasir, takutnya salah, tapi kalau menurut petunjuk arahan yang diberikan Bang Anton lewat WA tadi seharusnya benar, tapi tak ku lihat ada Bang Anton disana.
" Eh eneng-eneng cantik ini darimana? kok kenal sama anak emak? " bukannya menjawab, ibu ini malah balik nanya.
" Saya Zoya bu, ini Shanum, kami temannya Bang Anton." ucap ku memperkenalkan diri.
__ADS_1
" Ah... ini neng Zoya? Ya Allah akhirnya ketemu juga, jangan panggil Bu, panggil emak aja, emang kalau udah jodoh kagak kemana neng. " ucap perempuan paruh baya yang tak lain adalah ibunya Bang Anton dengan wajah berbinar, eh... tapi kok kayak seneng banget ketemu gue? kenapa nih?
" Wah, kayaknya lo bakal di ambil mantu sama emaknya Bang Anton. " bisik Shanum cekikikan ditelingaku, spontan ku cubit lengannya, membuat Shanum meringis kesakitan.
" Maksudnya gimana ya Bu, eh mak? " gue masih gak percaya ini gaes, kayaknya ada kesalah pahaman disini.
" Ayo-ayo duduk disini, sambil ngobrol yang enak sama emak." kami pun duduk di kursi yang tersedia disana.
" Ya Allah neng Zoya, terimakasih sudah bisa ngerubah anak emak kembali ke jalan yang bener.Emak seneng banget, Anton sering cerita tentang neng Zoya, ternyata orangnya cantik, emak demen liatnya, kalau ini mah emak setuju." what...? cobaan apalagi ini miskah? haduh rasanya kepala ku pusing, akhir-akhir ini terlalu banyak masalah yang membuat ku syok. Nampak Shanum cekikikan mendengar penuturan emaknya Bang Anton,puas lo liat penderitaan gue...Bang Aryan jemput adek Bang...
Belum sempat aku menjawab perkataan Emak, Bang Anton datang.
" Zoya, Shanum, kalian sudah datang? maaf kalau menunggu lama." tutur Bang Anton.
" Ton, Emak demen banget sama neng Zoya, udah gak usah lama-lama ayok antar emak kerumah neng Zoya buat ngelamar."
Duaaarrrrrr...bagai disambar petir di siang bolong pemirsah.... seketika kami saling pandang satu sama lain.
" Mak, ngomong apa sih? " nampak kebingungan juga di raut wajah Bang Anton.
" Bang, maksudnya apa sih ini? " akupun tak kalah terkejutnya,hadech makin parah nih Emaknya Bang Anton salah paham.
" Zoya, maafin Emak ya, biar nanti saya yang jelasin." tutur Bang Anton.
" Bakalan seru nich kisah cinta lo. " ledek Shanum, emang nih temen satu gak ada akhlak.
__ADS_1
" Serah lo deh Bang, pusing gue, gue kemari cuman mau kasih lo undangan pertunangan gue sama Bang Aryan, udah gue mau pulang, Mak saya pamit dulu, Assalamualaikum." pamit ku, tak kuhiraukan teriakan Emaknya Bang Anton, segera kutinggalkan tempat salah paham ini.