GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK

GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK
Part 17


__ADS_3

Satu persatu kuturuni anak tangga, nampak begitu banyak pasang mata yang sedang memperhatikan ku, ada yang berbisik, ada yang tersenyum, dan ada yang melotot dengan mulut terbuka, entah apa yang dipikirkan mereka, aku sih mikirnya positif thinking aja, mungkin mereka terkagum kagum melihat kecantikan ku. hahaha...


Saat menuruni anak tangga yang terakhir, Abang ku yang terlihat begitu tampan hari ini mengulurkan tangan menyambut ku, menggandeng ku menuju masa depan yang sudah menanti, sementara Shanum masih setia memegangi gaun ku takut kesrimpet nyungsep katanya.


Terlihat seorang pria yang begitu gagah dan tampan sedang menanti ku, Aryan Saputra, ia begitu tampan degan stelan jas hitam dipadu degan kemeja putih, makhluk Tuhan paling s*xy...


Diraihnya tangan ku dari genggaman Bang Angga, dan berdiri sejajar dengannya, senyum bahagia nampak terukir di sudut bibir semua anggota keluarga demikian dengan para tamu.


"Ganteng banget ooyy jodoh orang." jerit Shanum ketika berhadapan dengan Bang Aryan, sontak tangan ku reflek mem*kul pelan bahunya, dan disambut tawa oleh orang-orang yang mendengarnya,gini nih efek kelamaan jomblo.


Serangkaian acara demi acara telah terlewati, sambutan demi sambutan untuk para tamu undangan dan kolega keluarga Bang Aryan dan Ayah pun berjalan lancar, kini saatnya pemasangan cincin untuk ku dan Bang Aryan, cincin yang akan menjadi simbol terikat nya sebuah hubungan yang akan berlanjut ke jenjang pernikahan kelak jika Tuhan mengijinkan, bukankah manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan hasilnya. Bismillah semoga jodoh dunia akhirat, Aamiin.


Perlahan diraihnya jemariku, dengan mengucap Bismillah Bang Aryan menyematkan cincin dijari manis ku, bergantian ku sematkan juga cincin dijari manisnya tak lupa ku ucap Bismillah juga, semoga Allah meridhoi hubungan ini.


Riuh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan, berbagai doa dan pujian tak hentinya ku dengarkan.


Cium... cium... cium...


Sorak sorai para tamu menyerukan, membuat ku merasa kikuk, apa bener nih Bang Aryan akan melakukannya? OMG jika benar ini akan menjadi ciuman pertama ku. Perlahan Bang Aryan mendekat ke arah ku, jantung.... jangan lompat-lompat ya ntar gue bingung nenangin nya. Saat Bang Aryan semakin dekat ku pejamkan mata.


Cup...

__ADS_1


Sebuah kecupan hangat mendarat di kening ku, perlahan ku buka mata untuk memastikan, kok agak kecewa ya bukan seperti yang kuharapkan. Ya Allah tolong luruskan pikiran ini...


"Jangan mikir aneh-aneh, belum saatnya." bisik Bang Aryan ditelinga membuat ku sadar dari lamunan. Ya elah Bang baru aja mikirin adegan yang biasa ku tonton di drakor kesukaan ku ternyata belum saatnya... haish... emang nih pikiran udah terlalu jauh, awas ntar nyasar gak bisa balik lagi. Zoya stop, kembali ke fokus awal.


Setelah prosesi pemasangan cincin selesai, MC pun mengarahkan untuk meminta doa restu pada kedua orang tua, dilanjutkan dengan menerima ucapan dan doa dari seluruh tamu undangan, setelahnya beramah tamah dan acara hiburan pun dimulai, ada yang makan, ada yang berdansa, ada yang ikut menyumbangkan suara untuk bernyanyi, Alhamdulillah semua tamu puas dengan acara yang diselenggarakan ini.


"Zoya, Aryan, selamat ya, semoga langgeng sampai akad nanti." doa tulus dari Bang Anton menyalami ku dan Bang Aryan bergantian,ku sambut dengan mengaminkan semua do'anya,setelah inseden di toko Bang Anton tempo hari sedikit membuat ku merasa kikuk. Bang Anton hari ini terlihat begitu tampan, postur tubuhnya pun sudah mulai berubah, yang dulunya krempeng sekarang sedikit mulai berisi bahkan terlihat berotot, dari yang kudengar ia rajin mengikuti fitnes, yah baguslah, setidaknya ia memang benar-benar ingin berubah.


Tapi melihat tatapan Bang Anton yang entahlah saat menatapku, membuat diriku sedikit tak nyaman, atau mungkin hanya perasaan ku saja, nampak Bang Aryan juga begitu sinis saat menatap Bang Anton, entah ada apa antar keduanya.


"Ya Allah calon mantu emak, kenapa gandengan ama elu tong?" terlihat seorang wanita paruh baya datang dengan tergopoh gopoh menyelinap dari krumunan para tamu menghampiri ku dan menyingkirkan tanganku dari Bang Aryan, kedatangannya yang membuat suasana menjadi heboh sontak mengundang perhatian para tamu,Bang Aryan pun tak kalah kaget saat wanita itu menghempaskan tangannya.


"Emak???" pekik Bang Anton membuat ku sadar siapa wanita paruh baya ini.


"Emak ngapain ngikutin Anton Mak?" belum sempat Bang Aryan menjawab pertanyaan Emak, Bang Anton sudah lebih dulu mencekal nya.


"Ada apa ini?" Ayah dan keluarga yang lain pun ternyata sudah ikut berkumpul juga.


"Maaf Om ini Emak saya, ini cuma salah faham Om, saya minta maaf untuk kekacauan ini." ucap Bang Anton penuh penyesalan dan berusaha membawa Emak untuk menjauh dariku dan Bang Aryan, namun Emak berontak tak terima.


"Kamu kenal sama Ibunya Anton?" bisik Bang Aryan.

__ADS_1


"Gak kenal Bang, cuma ketemu pas anter undangan kemarin." jawabku jujur.


"Calon mertua lo nekat juga Zoy." ucap Shanum yang entah kapan datangnya tiba-tiba sudah diantara aku dan Bang Aryan.


"Ini Bapaknya neng Zoya ya? kenalin besan saya emaknya Anton." tutur Emak membuat Ayah semakin bingung.


"Ibu sepertinya salah paham bu. Zoya itu mantu saya." kali ini tante Sindy pun tak mau tinggal diam.


"Bu sepertinya anda salah orang, saya gak kenal sama Ibu." Ayah masih terlihat bingung.


"Salah paham bagaimana sih besan,anak kita itu saling mencintai, Anton juga calon mantu idaman buat besan." wah... wah... makin ngaco nih Emaknya Bang Anton.


"Mak, Emak sudah salah paham Mak, Anton sama Zoya itu gak ada apa-apa. Zoya itu adeknya temen Anton Dewangga,Emak kan kenal sama Dewangga." terang Bang Anton mencoba menjelaskan.


"Emak tau Ton elu demen ama Neng Zoya, udah biar Emak langsung lamarin aja, mumpung ada Bapaknya dimari."


"Bu maaf sebelumnya, anak saya Zoya hari ini sudah bertunangan dengan lelaki pilihannya." tutur Bunda dengan lembut berusaha memberi pengertian pada Emak.


"Kagak bisa gitu besan, nih pasti neng Zoya udah dipaksa nih, kayak di pelem-pelem itu kan?" nah lo... ya kan... ngeyel.


"Mak... maaf sebelumnya, Zoya sama Bang Anton memang gak ada hubungan apa-apa, hari ini hari pertunangan Zoya sama Bang Aryan, laki-laki yang Zoya cintai." harus di ultimatum nih Emak biar gak keterusan salah paham nya.

__ADS_1


"Terus anak Emak begimana Neng?" tanya Emak, nampak matanya berkaca kaca, aku tau mungkin Emak takut kalau Bang Anton akan kembali seperti dulu lagi.


__ADS_2