
" Zoya maukah kamu jadi pendamping saya?"
ucap Bang Aryan dengan sungguh, kok tiba-tiba gerah gini ya Bang, padahal diluar lagi hujan rintik-rintik. Duh bikin jantung adek gimana gitu Bang.
" Bang lo tadi belum jawab pertanyaan gue, emang lo cinta sama gue Bang?" adek kok jadi nervous gini ya Bang. Kulihat Bang Aryan nampak begitu serius, apa beneran ini dia ngajak nikah?
" Zoya... menurut saya pembuktian itu lebih penting dari hanya sebuah kata-kata." ucapnya datar.
" Ya elah Bang kalau lo gak ngomong mana gue bisa tau, ntar kalau gue salah paham ngira lo cinta sama gue gimana?" tuh kan sisi ngelunjak gue muncul.
" Maka teruslah salah paham, saya suka itu. "
ucapnya tanpa beban. Ya Allah ni orang lama-lama nguras emosi juga ya, untung ganteng, cobak kalau enggak, udah gue tampol tu mulut.
" Bang nikah itu menurut gue untuk kedua orang yang saling mencintai, gue mau nikah sekali seumur hidup-"
" Apa yang kamu rasakan jika sedang bersama saya?" ya elah Bang, belum juga selesai ngomong udah main potong aja.
" Emmm rasanya masih biasa saja, tapi ada rasa nyaman, terus ada sebelnya juga sih bawaannya kalau lihat lo."
" Hahaha, gak ada kangen gitu kalau gak ketemu?" ucapnya sambil terkekeh, kok tiba-tiba hati adek menghangat gini ya Bang?
" Mana ada? kita ketemu aja baru akhir akhir ini, lagian gue juga gak tau Bang,yang namanya jatuh cinta sesungguhnya itu seperti apa? "
" Saya yang akan membuat kamu tau apa yang dinamakan cinta sesungguhnya." Ya Allah ini beneran kan, gue gak salah denger?
" Kok merah gitu pipinya? kenapa? " ucapnya menggoda.
" Kayaknya gue tiba-tiba meriang deh Bang denger gombalan lo." duh kok jadi salah tingkah gini ya.
__ADS_1
" Saya tidak sedang menggombal Zoya, saya akan tunggu sampai kamu bisa cinta sama saya."
" Apa susahnya sih Bang tinggal bilang cinta gitu?"
" Iya "
" Iya apa Bang?"
" Yang kamu bilang tadi."
Hem bener-bener butuh kesabaran ekstra nih buat hadapi Bang Aryan, yang notabene nya irit ngomong.Kok tambah gerah gini ya suasananya, ditambah entah lagu apa yang sedang dinyanyikan oleh Bang Anton dan Shanum, sepertinya lagu patah hati.
" Gue takut jatuh cinta Bang, gue takut terluka, kecewa, sakit hati, gue belum siap dengan semua itu, gue masih butuh waktu Bang."ucap ku jujur, pantes gak sih gue mellow gini? Bang Aryan nampak mengangguk anggukan kepala, entah apa yang difikirkan nya.
" Saya memang tak pandai membuat kata-kata cinta, tapi bisa saya pastikan, mungkin kamu bukan yang pertama, tapi kamu yang terakhir dalam hati saya. Saya juga tidak bisa menjanjikan sesuatu diluar kemampuan saya, tapi saya janji akan selalu ada. Zoya...saya ingin kehadiran kamu bukan hanya sekedar hadir, tapi menjadi garis takdir buat saya." ucap Bang Aryan dengan mantap, weh baru kali ini kulkas bisa ngomong panjang, sekaligus bikin anak orang kejang-kejang.
" Jika kamu masih butuh waktu untuk semua ini, it's okay saya akan tunggu, jika saya mampu mencintai kamu selama dua tahun tanpa bertemu, kenapa hanya butuh waktu sebentar saja saya tidak bisa menunggu? " tatapan Bang Aryan begitu dalam, tidak ada dusta di sana, yang ada hanya kesungguhan, bener-bener bikin senam jantung nih orang.
" Saya sudah mencintai kamu selama dua tahun terakhir ini Zoya, hanya dengan melihat vidio saat kamu bernyanyi yang di unggah oleh Dewangga. Mungkin bagi kamu ini sebuah kekonyolan, tapi inilah yang saya rasakan, walaupun tanpa bertemu kamu bisa membuat saya jatuh cinta."
Ya Allah Bang, padahal adek belum tidur tapi kok udah mimpi gini ya? seseorang tolong bangun kan aku...
" Lo becanda kan Bang? " ucapku tak percaya, mana lutut tiba-tiba lemes lagi, berasa mau pingsan kena gombalan.
" Apa saya terlihat sedang bercanda? " ucapnya sambil mendekatkan wajahnya,hingga wajah kami pun menjadi semakin dekat, jantung adek gak aman Bang, ku geleng kan kepala pelan karna ku tahu tak ada sedikitpun keraguan di sana.
" Jadi, Zoya apa kamu mau berusaha membuka hati kamu dan mencintai saya?"
" Bibit cinta itu udah ada Bang, tinggal gimana lo kasih pupuknya." ucap ku tersenyum sambil berlalu meninggalkan nya untuk kembali ke panggung bergabung dengan Bang Anton dan Shanum, kulihat senyum Bang Aryan mengembang di bibirnya yang aduhai, tak ingin lama-lama berdekatan dengannya, gue udah mabok visual Aryan saputra.
__ADS_1
Apa gue udah bener-bener cinta sama Bang Aryan ya, ada desiran aneh saat bersama Bang Aryan, entahlah pokoknya bikin senyum-senyum sendiri kalau mikirin dia.
Tak terasa sudah p*kul sepuluh, live music pun berakhir, tapi cafe tutup jam sebelas malam, Bang Anton pun juga sudah berpamitan untuk pulang. Aku dan Bang Aryan pun berpamitan pada Bang Angga pulang duluan.
" Sha, lo mau bareng apa gimana? " tanyaku pada Shanum.
" Gue gak mau jadi laler diantara kalian,gue bawa mobil sendiri tadi." ucap Shanum cengengesan.
" Ya udah gue pulang dulu ya, Bang gue pulang dulu. " pamit ku pada Shanum dan Bang Angga.
" Jaga adek gue baik-baik, kalau ngeselin turunin aja." ucap Bang Angga sedikit berteriak dan di acungi jempol oleh Bang Aryan saat aku dan Bang Aryan sudah mulai menjauh. Emang Abang gak ada akhlak, selalu menzolimi adeknya.
...****************...
" Bang gue nebeng lo ya, mobil gue tiba-tiba gak mau nyala, mogok kayak nya." ucap Shanum pada Dewangga.
" Lah gue kira lo udah pulang tadi."
" Mobilnya gak mau nyala Bang, mana ujan lagi, susah cari taxi." gerutu Shanum.
" Ya udah lo tunggu dulu bentar ya, gue selesein ini dulu." jawab Dewangga sambil memperlihatkan buku ditangannya, dan diangguki oleh Shanum. Tiga puluh menit pun berlalu.
" Lihatin apa? " tanya Dewangga sambil duduk di sebelah Shanum.
" Liatin masa depan kita Bang, cuacanya kayak ngajakin berumahtangga ya Bang?" jawab Shanum cengengesan tanpa menyadari keberadaan Dewangga.Setelah sadar apa yang dikatakan nya, Shanum pun menjadi salah tingkah.
" Em...itu Bang kok ujan nya gak berhenti berhenti ya, jadi dingin." ucapnya gelagapan.
" Kamu tu sebelas duabelas sama Zoya, sama-sama gesreknya." celetuk Dewangga.
__ADS_1
" Lah kan ketularan dari lu Bang." timpal Shanum sambil membekap mulutnya. Dewangga pun hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah sahabat adiknya, 'sama-sama konyol' batin Dewangga.
Hujan semakin deras sederas perasaan dua insan yang sedang jatuh cinta, jika Zoya dan Aryan sudah sudah saling menyatakan perasaan masing-masing, berbeda dengan Shanum dan Dewangga, sepertinya akan terjadi cinta bertepuk sebelah tangan diantara mereka.