
Zoya ayunita,seorang gadis yang diam-diam kucintai selama dua tahun terakhir ini, gadis yang ceria, walaupun sedikit petakilan,namun mampu meluluhkan hatiku,gadis yang bisa membuat hari-hari ku berwarna kembali. Setelah luka yang kurasakan,karena sebuah penghianatan. Entah mengapa harus sosok seorang Zoya, yang mana dalam kurun waktu sepuluh tahun ini belum pernah ku jumpai lagi.
Berawal dari sebuah vidio,yang di unggah oleh sahabat ku Dewangga dalam akunnya di sebuah aplikasi merah, Dewangga aktif melakukan promosi cafe nya lewat aplikasi itu.
Ada music live,yang menambah daya tarik cafe yang dikelola oleh sahabat ku itu. Bukan musik nya, tapi yang membawakan liriknya, yang membuat ku jatuh cinta lagi.Dari situ lah aku mulai mengenal sosok Zoya yang tak lain adalah adik sahabat ku sendiri.
Zoya yang ku kenal dulu,bukanlah gadis cantik yang sedang ku lihat dilayar pintar saat ini. Zoya kecil yang sedikit tomboy dan manja, kini telah menjelma bak seorang bidadari. Waktu telah mengubah segalanya, termasuk diriku.
Ku coba memberanikan diri untuk bertanya kepada Dewangga, awalnya aku ragu mengutarakan niat ku, tapi sahabat ku itu malah memberikan tanggapan yang positif. Ia percaya padaku, bahwa aku bisa menjaga Zoya, seperti yang ia lakukan selama ini.Pernah tanpa sengaja,mama melihat foto Zoya di HP ku, mau tak mau akhirnya ku ceritakan tentang Zoya, mama malah sangat antusias ingin cepat kembali ke indonesia, entah bagaimana prosesnya, mama sudah memberikan kabar itu pada orang tua Dewangga, ternyata lampu hijau pun berpihak pada ku.
Sejak saat itu Dewangga menjadi makcomblang buat ku, dengan memberikan informasi tentang aktivitas, dan semua yang berhubungan tentang Zoya. Dan aku meminta Dewangga untuk merahasiakan semua itu dari Zoya, setelah nanti kembali ke indonesia, aku akan melakukan pendekatan lebih dalam lagi pada Zoya, aku ingin cinta itu bisa hadir dengan sendirinya pada hati Zoya.Tanpa adanya paksaan atau rekomendasi dari orang terdekatnya.
Dua tahun ku gunakan waktu untuk membantu papa mengurus semua pekerjaannya, agar cepat selesai,dan bisa kembali ke tanah kelahiran, pastinya aku sudah tak sabar ingin bertemu Zoya. Setiap hari,ku putar lagu yang dinyanyikan olehnya, suaranya yang merdu,memberikan semangat dalam menjalani hari-hari ku.
__ADS_1
Hari yang ditunggu pun tiba, hari ini aku kembali ke indonesia, namun jadwal begitu padat,ada meeting di cabang perusahaan papa yang ada disini,karena aku yang akan memegang kendali perusahaan,membuat ku tak bisa menemui Dewangga hingga malam tiba. Grup WA sekolah ku dulu di aplikasi hijau itu pun juga ramai membicarakan kedatangan ku, tentunya Dewangga yang menyebarkan tentang kepulangan ku.
Hingga malam pun tiba, hendak aku ingin melihat Zoya di cafe Dewangga,namun live musik sudah selesai puk*ul sepuluh tadi, Zoya pun sudah pulang, namun Dewangga mengatakan, setelah dari cafe, Zoya selalu mampir ke taman kota,hanya untuk makan nasi goreng favorit nya di sana. Tak ingin melewatkan kesempatan, sebelum menemui Dewangga,ku sempatan mampir ke taman dulu, mudah-mudahan apa yang kucari bisa ku temukan, mumpung lokasi ku tak jauh dari sana.
Satu per satu penjual nasi goreng ku hampiri, namun belum juga kutemukan sosok yang kucari, sampai akhirnya kutemukan, Zoya ayunita, wanita yang selalu mengganggu pikiran ku dua tahun belakangan ini, ada dihadapan ku.
Cantik, sederhana, dandanannya pun tidak neko-neko, selalu terlihat apa adanya,makan di emperan jalan dengan lahapnya. Sungguh manis,Zoya ayunita kau bisa membuat ku jatuh cinta berkali-kali tanpa bertemu.
Belum puas ku memandangi orang yang bisa membuat ku rindu, sebuah tangan melingkar di perutku, seseorang yang entahlah,memeluk ku dari belakang.Kaget sudah pasti.
Anton terus saja bergelayut manja di pundak ku, membuat ku risih dan j*j*k.Sebisa mungkin aku harus pergi dari sini,sebelum Zoya melihat ku dalam keadaan seperti ini. Anton terus saja meracau tak jelas, mengundang tatapan aneh dari orang-orang yang melihat, tak terkecuali Zoya.
Anton terus menciptakan kegaduhan hingga terjadilah kesalahpahaman Zoya terhadap diriku, ingin membuat Zoya terkesan, malah sebaliknya. Ternyata Zoya tak mengenali siapa diriku.
__ADS_1
Tak ingin berlama-lama,saat ada kesempatan untuk kabur pun tak ku sia-siakan. Belum siap aku menghadapi Zoya dalam situasi seperti ini. Segera ku temui Dewangga dan menceritakan padanya.
" Masalah Anton biar gue yang urus." ucap Dewangga kala itu.
Keesokan harinya, mumpung pekerjaan sudah beres, aku segera menemui Dewangga di cafe miliknya, jika selama ini aku hanya bisa melihatnya dalam vidio, akhirnya sekarang aku bisa melihat Zoya secara langsung.
Ku kira Zoya lupa tentang kejadian semalam, ternyata aku salah.Kegaduhan terjadi lagi saat Zoya melihat ku bersama Dewangga sedang mengobrol. Salah paham pun masih terus berlanjut. Biarlah itu menjadi urusan Dewangga. Ku putuskan pergi dari sana.
Belum kelar masalah Zoya, mama sudah membuat kejutan lagi, mama bilang orang tua Dewangga menyetujui hubungan ku dengan Zoya, sedangkan hubungan ku belum sejauh itu...oh mama ku sayang, bukan seperti itu yang ku harapkan.
Sampai acara makan malam pun berlangsung di rumah Dewangga, Zoya masih saja sinis terhadap ku. Apalagi saat Om Irwan ayah Dewangga mengatakan tentang perjodohan ku dengan Zoya, rusak, hancur sudah semua rencana yang ku susun dengan rapi, hanya karena ketidak sabaran para orang tua.
Zoya Syok dan malah berfikir konyol tentang sumpah Anton waktu itu, benar-benar ambyar. Kekeliruan ini harus segera di luruskan, agar tak berlarut-larut. Aku pun masih bingung untuk menjelaskan ini semua kepada Zoya, sedangkan dalam pikiran Zoya sendiri aku benar-benar pecinta tulang lunak. Hem, memang sedikit runyam ini, tapi tidak bisa dibiarkan begitu saja.
__ADS_1
Ku coba menjelaskan dan meyakinkan Zoya bahwa tak ada apa-apa antara aku dan Anton, tapi mengapa sikap ku malah terlihat kaku di depan Zoya, sekuat mungkin aku berusaha agar terlihat baik-baik saja di depannya. Entah apa yang dia pikirkan tentang ku, yang pasti, aku gugup bila berdekatan dengannya.