
" Ayah, Bunda, pagi ini Zoya izin keluar bentar ya, tadi Shanum telpon minta ketemuan, Zoya libur dulu ya gak bantuin di toko." izin ku pada Ayah dan Bunda saat kita lagi sarapan bersama.
" Kok lo gak bosen sih padahal udah tiap hari ketemu?" cicit Bang Angga sambil menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.
" Sirik aja lu Bang, kepo sama urusan orang."
emang Abang ku ini gak ada duanya deh kalau masalah julid, persis kayak emak-emak rempong.
" Iya, berangkatlah sayang nikmati masa muda mu dengan teman-teman, asal tidak terjerumus dalam hal-hal negatif, Ayah selalu mengijinkan." uh Ayah ku ini memang paling sweet, semoga Bang Aryan bisa sesabar ayah kelak bila menjadi Ayah buat anak-anak ku nanti. Eh eh eh pagi-pagi kok sisi ngelunjak ku udah keluar gini yak?
" Zoya, Bunda lihat kamu sama nak Aryan sudah mulai ada kemajuan, gimana udah siap ke tahap selanjutnya belum nih?" goda Bunda,membuat ku malu-malu gimana gitu. hahahayy
" Sabar napa Bun, Bang Aryan aja mau kok nungguin sampai Zoya siap."
" Iya, tapi jangan lama-lama ntar nak Aryan bosen nungguin kamu kalau kelamaan." Ayah pun mengangguki perkataan Bunda seolah setuju,hem sepertinya Bunda deh yang gak sabar pengen cepet-cepet punya mantu.
Selesai sarapan gegas kulajukan motor menuju salon milik Shanum, di sana kita janjian buat ketemu, mayan lah nanti kalau dapat crembath gratis.Salon kecantikan yang dikelola Shanum ini lumayan besar dan lengkap,recommended sih menurut ku, karyawan nya pun sudah ahli dibidangnya, tuh kan jiwa ngelunjak gue kumat lagi.
Sesampainya di salon milik Shanum,ku dapati ia sedang memotong rambut seseorang, kok familiar gitu ya, pernah lihat tapi dimana?
" Zoya sini " teriak Shanum saat menyadari kedatangan ku.
" Taraaaaa.... " serunya sambil membalikkan kursi yang diduduki costumer nya. Eh tunggu dulu beneran kayak pernah lihat, tapi lupa dimana.
" Lo pangling kan sama hasil karya gue?" ucapnya antusias seakan tahu kebingungan ku. Sementara yang dijadikan surprise hanya tersenyum simpul.
" Sejak kapan salon lo merangkap jadi salon lakik juga?" jujur aku masih penasaran.
" Yang ini pengecualian Zoya sayang, masak lo gak kenal sih?" serunya.
" Kenalin saya Anton."
Duuaarrrrr.... pengen pingsan rasanya lihat penampilan baru Bang Anton, rambutnya dipotong cepak, bajunya pun sudah seperti laki-laki beneran.Alhamdulillah sih sebenernya Bang Anton sudah kembali ke habitatnya, eh maksud gue kembali ke kodratnya.
" Ini beneran elu Bang? " seakan tak percaya ku bolak balikin badan Bang Anton, kali aja salah, ternyata ini benar Bang Anton, gak nyangka aja secepat ini perubahan nya, berarti emang dia bener-bener mau berubah. Ok lah gue dukung lo Bang, daripada lo jadi saingan gue dapetin Bang Aryan.Kan kan sisi gelap gue juga ikut keluar.
__ADS_1
" Iya ini saya Zoya, gimana menurut kamu?"
" Ganteng, gue suka penampilan lo yang sekarang Bang." weh, mimpi apa ya Bang Anton tadi malam sampai-sampai dapat hidayah sebesar ini? ini jujur ya gaes emang Bang Anton tu ganteng banget, tapi Bang Aryan tetep nomer satu, hehehe.
" Saya ingin benar-benar berubah Zoya, benar apa yang kamu bilang, mau sampai kapan saya seperti ini terus, terimakasih kamu sudah menjadi perantara buat saya mendapatkan hidayah." ucap Bang Anton penuh penyesalan, masih ada logat kemayu juga sih dalam setiap tutur katanya, gak apalah pelan-pelan aku tau ini juga tidak mudah.
" Gue yakin lo pasti bisa Bang, semangat." ucap Shanum memberikan semangat. Kini hanya suport dari orang-orang terdekat yang di perlukan Bang Anton, dan sepertinya Bang Anton percaya kepada ku dan Shanum untuk membantu perubahan nya.
" Gue seneng Bang, lo udah berusaha sejauh ini untuk berubah, semoga dipermudah ya Bang oleh Allah." ucap ku tulus.
Drt.. drt.. drt... ada panggilan masuk ke handphone ku. Ternyata sang pangeran yang telpon.
.......
" Waalaikumsalam Bang, iya ini lagi ketemuan sama Shanum, kanapa?"
.......
" Oh ok nanti gue ke sana."
.....
Sambungan telepon pun selesai.
" Aryan? " tanya Bang Anton memastikan, tiba-tiba suasana menjadi canggung.
" Bang... " ucap Shanum menepuk pundak Bang Anton dengan lembut, seolah menguatkan.
" Iya Bang, nanti jam makan siang Bang Aryan minta ketemuan di cafe Bang Angga." jawabku tak enak hati.
" Kamu gak usah gak enakan gitu Zoya, saya seneng kok kalau hubungan kamu sama Aryan cepat terealisasikan." aku tau sekuat mungkin Bang Anton menahan gejolak di hatinya dengan berusaha ikhlas.
" Memang seharusnya begitu Bang, gue yakin lo pasti bisa move on." ku tekankan setiap kata-kata ku agar Bang Anton segera move on.
Segera ku berpamitan pada Shanum dan Bang Anton untuk segera ke cafe Bang Angga, tuh kan saking seriusnya bahas masalah Bang Anton gue gak jadi dapat crembath gratis.
__ADS_1
Setelah dua puluh menit aku sampai di cafe, terlihat Bang Aryan dan Bang Angga sudah ngobrol di sana, setelah berpanas panasan naik motor lihat Bang Aryan mengenakan setelan jas hitam dipadu dengan kemeja putih,weh bikin mata seger lihatnya, hem vibes nya udah kayak CEO di novel-novel yang biasa ku baca.
" Bang, ada apa lo mau ketemu gue?" tanya ku sambil duduk diantara Bang Angga dan Bang Aryan.
" Datang-datang bukannya salam dulu kek, main nyelonong aja." gerutu Bang Angga.
" Iya, Assalamu'alaikum Abang ku yang ganteng." sambil kumonyongkan bibirku kesal pada Bang Angga.
" Kamu mau makan dulu atau kita langsung berangkat saja?" tutur Bang Aryan.
" Loh emangnya kita mau kemana Bang?"
" Mama pengen ketemu kamu sebentar."
" Kenapa ya Bang? kok gue deg-degan gini?"
" Udah ikut aja gak usah banyak tanya." seru Bang Angga.
" Ya udah kita langsung berangkat aja, Abang udah makan belum?"
" Belum, kita makan di sana saja bareng mama kalau gitu."
Setelah berpamitan pada Bang Angga, aku dan Bang Aryan pun segera menemui tante Sindy.
" Kok kita ke mall Bang? emang tante Sindy mau ajakin aku belanja gitu?" tuh kan emang sisi ngelunjak gue gak tau tempat dan situasi deh.
" Nanti kamu juga tau." ucap Bang Aryan menggandeng tangan ku masuk kedalam sebuah toko perhiasan,aduh Bang kok berasa kesetrum gini tangan adek,dan ternyata tante Sindy sudah ada di sana.
" Zoya sayang... " sapa tante Sindy menghambur memeluk ku, tak lupa ku salami tangan tante Sindy, gimana udah sholehah belum Bang, adek. hahaha
" Gimana kabar kamu sayang? sehat? "
" Alhamdulillah sehat tante."
" Jangan panggil tante dong sayang, panggil mama aja biar terbiasa nanti." ucap tante Sindy merajuk.
__ADS_1