
Di sepanjang perjalanan menuju cafe, kami lebih banyak berbincang kali ini ketimbang hari-hari biasanya, bahkan Bang Aryan yang lebih banyak bicara, udah mulai aktif ya Bang sekarang... ngomongnya maksud saya pemirsah... Dari pembicaraan yang ringan sampai yang mulai agak berat pembahasannya.
" Zoya, bagaimana perasaan kamu sekarang?"
tanya Bang Aryan begitu lembut, matanya yang tajam memancarkan kebahagiaan didalamnya, wajahnya yang tampan tapi terkesan dingin itu mampu meneduhkan jiwa ini. Ya Allah sungguh indah ciptaan Mu.
" Laper Bang... " sumpah beneran nih perut, gak bisa diajak kompromi ya, gak tau dalam situasi romantis gini bikin ulah mulu.
" Maksud saya bukan itu, tapi perasaan kamu ke saya, atau kamu mau kita cari makan dulu kalau kamu lapar? " ucapnya sedikit kesal, tapi malah terlihat lucu.
" Ntar aja deh Bang makan di cafe Bang Angga." tolak ku.
" Terus bagaimana pertanyaan saya tadi soal perasaan kamu? " tanya nya lagi, duh sebegitu penasarannya kah Bang?
" Memang apa yang Abang ingin dengar dari ku? " ku pasang wajah sepolos mungkin untuk menggodanya,ingin melihat ekspresi kesalnya, lucu sih.
" Abang cuma mau dengar kamu cinta sama Abang." ucapnya tiba-tiba terlihat seram, setelah mobil berhenti diparkiran, wajah Bang Aryan mendekat dengan perlahan hingga wajah kami begitu dekat. Tenggorokan ku terasa begitu tercekat, seolah lidahku kelu untuk berbicara, hembusan nafasnya yang hangat bisa kurasakan menyapu lembut wajahku, oksigen mana oksigen.... jantungku tidak aman, sampai tak terasa kepala ku sudah mentok di jendela, ya ampun apa yang akan dilakukan Bang Aryan, tak kuasa menatap matanya saat wajahnya semakin mendekat, oh Tuhan apakah akan terjadi suatu adegan seperti di drama korea yang sering ku tonton itu? ku pejamkan mata jika memang itu akan terjadi, satu detik, dua detik, kok gak sampai-sampai? padahal kami begitu dekat.
ctaakkkk...
" Auuuu... " ku pegangi keningku yang disentil oleh Bang Aryan.
" Mikir apa kamu? " ucapnya menyeringai sambil melepaskan sabuk pengaman ditubuh ku. Ya Allah adek kira Bang...hampir copot jantung.
" Masih kecil jangan mikir yang aneh-aneh." gerutunya.
__ADS_1
" Udah tau masih kecil, ngapain ngeyel ngajakin nikah? " tak dihiraukan nya omelan ku, Bang Aryan turun dan membukakan pintu untuk ku, awas aja ya Bang, kalau ada kesempatan akan ku balas.
Setelah pintu terbuka segera aku turun dengan wajah masam, niat hati ingin mendahuluinya masuk tapi malah dicekal olehnya.
" Kamu belum menjawab pertanyaan saya tadi. " ucapnya sambil menatap lekat mataku.
" Ngobrol nya bisa sama duduk gak Bang? pegel gue ndongak terus, lu nya ketinggian Bang."
" Bukan saya yang ketinggian, tapi kamu yang kependekan." gerutunya, lah kok malah ganti nyalahin.
" Lu mau denger apa sih Bang? " ucapku yang berusaha menutupi rasa gugup yang datang menyergap, tatapan Bang Aryan seakan mematikan lawan.
" Zoya, apa kamu mencintai saya? " pertanyaan nya sih gampang, tapi bikin anak orang jantungan tau gak sih Bang? mungkin ini kesempatan balas keisengan Bang Aryan tadi, perlahan ku beranikan diri mendekat kearahnya dengan sedikit genit, eh sebenernya geli juga gue, hahaha... ku isyaratkan agar ia sedikit membungkuk untuk membisikkan sesuatu.
" I LOVE YOU ARYAN SAPUTRA " setelah mengatakan itu ku coba untuk segera menghindar darinya, tapi Bang Aryan lebih cepat meraih tangan ku dan menyenderkan ku di sisi mobil.
" Ya elah... gini amat ya rasanya ngontrak di bumi." teriak seseorang yang membuat ku dan Bang Aryan menoleh bersamaan. Siapa lagi kalau bukan si Shanum, entah sejak kapan dia ada disana, membuat kami membenahi posisi, yah walaupun tidak terjadi apa-apa antara kami, namun wajah Bang Aryan berubah menjadi masam melihat kedatangan Shanum.
" Apaan sih Sha, orang gak ngapa ngapain juga." balas ku tak kalah sengit namun tak dihiraukan olehnya.
" Bang gue bawa Zoya masuk duluan ya, ada yang penting mau diomongin." pinta Shanum dan diangguki oleh Bang Aryan, dengan tergesa Shanum menyeret ku masuk kedalam cafe dan di susul oleh Bang Aryan.
"Apaan sih Sha? " ucapku sedikit kesal.
" Zoya, gue lihat Bang Angga sama si Celline jalan bareng di Mall... Hu... hu... hu... "
__ADS_1
" Celline? Celline siapa gue gak kenal. " tanya ku bingung.
" Iiisshhh itu si Celline desainer sekaligus yang punya butik dan salon kecantikan CELLINE BEUTY " ucap Shanum menggebu-gebu.
" Oh... ya bagus dong, berarti Abang gue normal, kalau dia jalan ama si Sapto itu yang gak normal, eh tapi Bang Anton udah tobat lah ya." ucapku sambil cekikikan, tapi Shanum malah nangis.
" Lo kenapa? cemburu? lo suka sama Bang Angga? " cecar ku.
" Lo gak peka banget sih Zoy sama temen sendiri."
" Lah mana gue tau Shanum kalau lo suka sama Abang gue. "
" Gue gak pernah ngerasain jatuh cinta sejatuh-jatuhnya selain sama Abang lo. " gumamnya, sedikit lebay sih dengernya,tapi nampak begitu tulus ucapan Shanum membuat ku merasa iba.
" Udah gak usah nangis, bentar lagi acara mulai,gak lucu kalau muka lo kusut gitu, apa kata penggemar lo nanti, sekarang kan kita udah mulai terkenal. " tutur ku berusaha menghibur.
" Ntar gue cari tau, belum tentu juga kan mereka pacaran. " hibur ku lagi, nampak Shanum sudah mulai tenang, acara pun segera dimulai. Saat menyanyi kulihat Bang Angga sudah duduk bersama Bang Aryan dan nampak seorang wanita cantik di sana, apa itu yang dimaksud Celline? cantik sih pantes Abang gue mepet terus, kulihat Shanum menjadi tidak fokus karna melihat Bang Angga bersama Celline.
Setelah menyanyikan beberapa lagu kita break sebentar untuk istirahat.
" Seharusnya ku suguhkan kopi, bukan hati, karena dirimu hanya sekedar mampir, bukan menjadi takdir. " ucap Shanum di sela-sela tangisnya, iisshhh nih anak kadang-kadang ya.
" Udah jangan nangis, gue ke depan dulu, biar gue cari tau." ku tinggalkan Shanum dengan tangisannya. Ku hampir meja dimana pangeran ku dan juga Abang ku tersayang berada.
" Bang... sapa? " tanya ku tanpa basa basi pada Bang Angga.
__ADS_1
" Zoya, ini Celline teman Abang, Celline ini adik aku." tutur Bang Angga memperkenalkan kami. Ku ulurkan tangan pada Celline berusaha seramah mungkin, nampak Celline pun juga sangat ramah, cantik, pinter juga nih Abang gue, tau aja kalau ada yang bening-bening. 'Zoya ingat ada hati yang sedang terluka' sisi baik ku mengingatkan.
" Temen apa pacar Bang? " jiwa kepo ku tidak bisa menunggu lama-lama pemirsa.