GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK

GARA-GARA SUMPAH TULANG LUNAK
Part 8


__ADS_3

" Mbak Zoya cafe pelangi ya?" ucap seseorang dari arah belakang, rupanya dia juga terkena razia kendaraan.Karena merasa nama ku di sebut, sontak membuat ku menatap nya.


" Iya, kok tau?" tanyaku bingung.


" Jelas tau dong mbak, saya langganan di cafe pelangi, apalagi mbak Zoya sekarang lagi viral di t*k t*k dan yuktube." ucapnya dengan antusias.


Lah, lagi viral dia kata? aku yang hampir tiap hari scroll aplikasi bergambar nada itu gak pernah tau,memang Bang Angga selalu aktif membuat konten tentang cafe yang dikelola nya, tapi kok aku gak pernah tahu kalau sedang viral? atau karna aku hanya sibuk melihat tujuh bujang ganteng dengan segudang prestasi itu ya?entahlah.


" Wah mbak Zoya, mumpung sama-sama lagi kena razia, boleh minta fotonya gak mbak?" ucap pria itu semakin bersemangat sambil mengeluarkan handphone miliknya. Belum sempat aku menjawab Bang Aryan sudah muncul.


" Tidak ada sesi pemotretan disini." ucapnya ketus sembari menarik tanganku untuk duduk di jok motor, apa apaan Bang Aryan ini, aku yang dimintai foto dia yang sewot, dan ia pun segera melaju.Ku lihat ada raut kecewa di mata pria itu, pasti kecewa tak bisa berfoto denganku. Jadi artis dong nih.


" Gak usah kecentilan depan cowok." ucapnya dingin.Lah siapa juga yang kecentilan Bambang...dasar aneh.


" Cemburu Bang?"


" Enggak."


Dasar aneh, setelah melalui perjalanan yang penuh drama, akhirnya sampai juga di rumah. Nampak bunda dan semua orang yang ada di rumah sedang menanti di depan teras. Mungkin Abang ku yang ajaib itu sudah menjelaskan pada semua nya,dia memang multifungsi rupanya.Nampak bunda tersenyum menyambut kedatangan ku. Jadi malu gimana gitu rasanya, ha ha ha.


Kini semuanya tengah berkumpul di ruang keluarga, ku lihat Bang Aryan yang juga sedang menatap ku, jantung adek gak aman Bang karna tatapan mu, semakin ku tatap, semakin dalam juga tatapan nya... adek hanyut Bang.... wkwkwkwk


" Sayang, dengerin tante ya, Aryan itu pria tulen, dia tidak seperti yang kamu pikirkan, ini hanya salah paham sayang.Gak mungkin anak tante yang ganteng ini salah jalur. " terang tante Sindy panjang lebar. Semua yang ada di sana pun menganggukkan kepala seolah menyetujui perkataan tante Sindy. Sementara yang sedang di bicarakan hanya diam tanpa ekspresi, terbalik dengan Bang Angga, tampak senyum mengejek di raut wajahnya. Memang Abang gak ada akhlak, menyebalkan.


Aku pun hanya bisa mengangguk pelan, seraya meyakinkan hati,bahwa itu semua hanyalah salah paham.Kok tumben adek jadi kalem gini ya Bang... hahaha


" Berarti ini sudah bisa dilanjutkan lagi ya mas Irwan, sudah tidak perlu lama-lama, biar kita cepat jadi satu keluarga." ucap Om Bas dengan semangat, semua yang ada pun menyetujui.


" Zoya sayang, kamu mau kan jadi istrinya Aryan??? " tanya tante Sindy penuh harap.

__ADS_1


" Saya terserah Bang Aryan nya bagaimana tante, kalau Ayah dan Bunda juga meridhoi, Zoya setuju, tapi biar kami saling mengenal lebih baik lagi, tidak perlu terburu-buru." weh, adek udah terlihat sholihah belum bang...


" Aryan juga setuju sayang, tapi kalau kamu maunya pengen pendekatan dulu, tante setuju aja, biar bagaimana pun,nanti kalian yang akan menjalani." ucap tante Sindy dengan cepat, heemmm vibes mertua idaman banget nih tante Sindy.


" Boleh minta waktunya sebentar tante, saya mau bicara sama Bang Aryan." pinta ku, membuat semua orang menatap ku.


" Boleh dong sayang. " tante Sindy pun seolah memberi isyarat pada Bang Aryan agar mengikuti ku.


Kami pun menuju kolam renang di samping rumah, duduk di gazebo sepertinya pilihan yang tepat untuk berbincang-bincang.


" Bang, beneran lo mau nikah sama gue?"


" Iya." singkat, padat, dan jelas pemirsa. Hanya itu jawaban Bang Aryan, sungguh menyebalkan.


" Apa alasannya? lo demen sama gue Bang? "


masih penasaran dong aku nya.


" Gue nggak lagi punya pacar, ataupun lagi demen sama seseorang Bang, emangnya kenapa?


" Ya sudah, mari kita menikah." ucapnya datar.


Ya elah bambang, ini nikah beneran yang ada pak penghulu dan suratnya, bukan nikah yang tiba-tiba cerai saat emak manggil suruh pulang buat mandi.


" Lo pikir nikah itu mainan gitu Bang? " emang ngadi-ngadi nih bambang mulai gak beres.


" Kalau gak ada cinta diantara kita, mau dibawa kemana Bang yang namanya pernikahan itu? "


" Zoya, apa kamu pernah mencintai seseorang? " tuh kan gak nyambung lagi nih orang, yang ditanya apa jawabnya apa.

__ADS_1


" Pernah dulu waktu SMP, cinta monyet, setelah itu sampai sekarang gue belum jatuh cinta lagi, dan tiba-tiba udah disuruh nikah." ucapku jujur.


" Izinkan aku agar bisa membuatmu merasakan cinta itu lagi." ucap Bang Aryan dengan segala kesungguhan. Membuat tubuhku seolah mematung seakan tak percaya. Ku coba mencari sebuah kebohongan di matanya, namun tak ku temukan yang ada hanya kesungguhan.


Kok tiba-tiba ada bunga bermekaran gini Bang di hati adek, padahal gak berasa nanam.


" Maksud loh Bang? " tanya ku memastikan siapa tau tadi salah denger.


" Udah malem woy, besok lanjut lagi. " teriak Bang Angga dari depan. Memang Abang gak ada akhlak. Ku tatap Bang Aryan dengan sejuta tanya, ia pun hanya mengangguk menyiratkan teka teki didalamnya.


" Besok masih ada waktu, Om dan tante Sindy ngajakin pulang." ucap Bang Angga menghampiri ku dan Bang Aryan. Kami pun masuk lagi ke dalam.


Setelah berpamitan pada Ayah dan Bunda, keluarga Bang Aryan pun bersiap untuk pulang.


" Zoya sayang, tante pamit dulu ya, besok biar Aryan yang main kesini, atau kalau kamu mau main ke rumah tante,kamu bisa bilang sama Aryan, biar dia yang jemput. Pokoknya,tante tunggu kabar baik dari kalian ya, jangan lama-lama." ucap tante Sindy dengan harapan yang besar atas hubungan ku dan Bang Aryan.


" Iya tante." hanya itu yang bisa ku katakan. Tak lupa ku salami tangan kedua orang tua Bang Aryan. Setelah kepergian keluarga Bang Aryan kami pun masuk kembali ke rumah.


" Jie yang bakalan nikah... " goda Bang Angga.


" Lo masih punya hutang penjelasan ya Bang."


ancam ku, ku lihat wajah Bunda dan Ayah bergantian, nampak mereka juga salah tingkah.


" Gak ada yang mau jelasin sesuatu gitu sama aku? " ucap ku, tak ada yang menjawab kulihat Ayah dan Bunda malah saling lempar pandangan.


" Hooaammm, Ayah ngantuk, tidur duluan ya." sambil berlalu menuju kamar.


" Bunda juga, tungguin Yah." Bunda pun menyusul, benar-benar pasangan yang kompak dan serasi dalam ngerjain anak, ada bakat akting yang tersembunyi rupanya. Tinggallah Abang ku yang paling ganteng, sedang celingukan, sudah kayak cacing kepanasan.

__ADS_1


" Kenapa Bang? ngantuk juga? "


__ADS_2