GAXER

GAXER
10


__ADS_3

Gue gak akan biarkan lo pergi dari hidup gue sampai kapan pun itu.


"Lo istirahat di rumah, gue sekolah" perintah Gavendra kepada Xerlin.


"Oke bang ven" balas Xerlin


Ceklek


Pintu kamar Xerlin pun terbuka, menampilkan Citra dengan pakaian santainya sedang tersenyum.


"Nak, pergilah sekolah, mommy akan menjaga Xerlin" titah Citra.


Gavendra pun segera keluar dari kamar Xerlin dan Citra pun segera duduk di ranjang tempat Xerlin berbaring.


"Xerlin, maafkan aunty kalau aunty salah berucap" celetuk Citra.


"Kenapa? Aunty ga ada salah kok" sahut Xerlin.


"Aunty boleh tahu kejadian yang menimpa mu kemarin nak?" tanya Citra hati hati takut Xerlin tersinggung.


Xerlin pun langsung menundukkan kepalanya. Setetes air mata pun jatuh dari matanya.


"Xerlin, kamu tersinggung, maaf kan aunty jika kamu belum siap menceritakan, tidak apa-apa nanti saja"


Citra yang tersadar karena Xerlin menangis pun langsung meminta maaf kepada Xerlin, menangkup kedua pipinya dan menghapus air matanya.


"Tidak apa-apa, aunty. Xerlin akan cerita ke aunty" jawab Xerlin.


"Bunda sudah meninggal. Dia meninggal karena melahirkan Xerlin. Hal itu membuat ayah membenci Xerlin. Hiks" Xerlin berxerita sambil berhisak.


Citra tidak merespon menunggu Xerlin melanjutkan ceritanya.


"Hingga akhirnya Criline datang dan menikahi Ayah dan Criline pun hiks melahirkan anak yang bernama Angel" lanjut Xerlin sambil menangis.


"Ayah ngga pernah sayang lagi sama Xerlin, aunty hiks, Ayah di hasut Criline untuk mengirim Xerlin ke rusia dengan hiks alasan untuk belajar dan jadi orang yang berguna"


"Hingga akhirnya Xerlin di kirim mereka ke rusia sejak Xerlin kelas 4 sd. Sebenarnya Xerlin nggak mau kembali ke Indonesia, namun Nenek bilang, seluruh harta disini adalah milik bunda, dan hanya Xerlin yang mewarisi semua ini hiks dan nenek tidak ingin harta itu jatuh ke tangan Criline"


"Xerlin pun ke Indonesia untuk mendapatkan semua itu. Tapi ternyata mereka hiks telah menyusun rencana untuk mendapatkan harta itu"


"Aunty" panggil Xerlin setelah menceritakan semuanya.


"Kamu tenang lah, kami akan membantu agar semua harta itu kembali ke tangan mu nak, aunty akan minta bantuan paman John dan juga gev, mereka akan membantu mu" lanjut Citra.


"Tidak, tidak usah aunty. Xerlin sudah merepotkan kalian dengan tinggal disini. Kalian tidak usah repot repot untuk membantu Xerlin" tolak Xerlin.


"Tidak nak, kami akan membantu mu, kami tidak apa apa" sahut Citra


"Benarkah? Terimakasih aunty" Xerlin berucap sambil memeluk Citra.


Citra pun membalas pelukan Xerlin dan menghapus air mata Xerlin.


"Iya, kami akan bantu kamu" sahut Citra.


"Ayok sekarang, bersiaplah kita akan pergi ke mall untuk membeli pakaian mu, sementara ini kamu akan tinggal disini kan" ajak Citra kepada Xerlin.


"Tapi Xerlin ngga punya banyak uang, aunty" sahut Xerlin.


"Siapa yang suruh pakai uang kamu? Aunty akan membayarnya ayo bersiap lah" titah Citra.


"Tapi aunty Xerlin tidak enak den-"


"Tidak Xerlin, kenapa merasa tidak enak? Tidak ada yang merepotkan, bersiaplah" Potong citra dengan cepat.


"Makasih aunty, Xerlin tidak tau bagaimana cara membalas semua yang kalian lakukan untuk Xerlin" lirih Xerlin merasa tidak enak.


"Kamu harus membalas semua ini Xerlin, mulai sekarang panggil aunty, mommy"


"Maksudnya?" tanya Xerlin tidak mengerti.


"Kamu cukup membalas semua ini dengan memanggil saya mommy" jelas Citra


"Tapi aunt-"


"Tidak nak, panggil lah mommy" Citra membenarkan ucapan Xerlin.


"Mommy" panggil Xerlin.


"Nah seperti itu" sahut Citra


"Terimakasih" ucap Xerlin.


"Baiklah, mandilah, mommy akan keluar dulu mencari baju untuk mu dari kamar Grifa" Citra langsung keluar dari kamar Xerlin.


Xerlun pun langsung menuju kamar mandi untuk mandi.


_____________________________________

__ADS_1


"Xerlin ada cerita ke lo tentang keluarga nya?" tanya Deon kepada Gavendra.


Saat ini calon inti Albatross sedang berada di kantin sekolah. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9 dimana di waktu itu, Siswa siswi SMA Rajawali beristirahat.


"Gak, tapi mommy pasti sudah tahu" sahut Gavendra.


"Jadi kita akan bertanya ke aunty bang?" tanya Rava


"Hm" sahut Gavendra.


"Halo abang abang yang terhormat" sapa Grifa kepada abang abangnya itu sambil membungkukkan pinggangnya seperti orang hormat


"Dih, ni bocah muncul lagi" ketus Karel.


"Apa lo" cibir Grifa


"Bang, lo tau Xerlin kenapa? Kemarin dia online wa hanya untuk bilang dia ada masalah" tanya Grifa kepada Deon.


"Dia ada masalah keluarga, yang harus di selesaikan" jawab Deon.


"Dia sekarang dimana?" tanya Grifa.


"Mansionnya Gev" sahut Gavendra.


"Hmm baiklah, Bang kalian dansa kan malam ini, malam ini penentuan. Xerlin dansa gak?" tanya Grifa lagi.


"Kita dansa, kemungkinan Xerlin dan Gev juga dansa" sahut Deon.


"Oke. Hubungi gue ya kalo Xerlin gak dansa"


"Iya" jawab Deon.


Ada yang mencari Zevanya? Zevanya tadi hanya diam memperhatikan percakapan mereka, karena Zevanya masih kaku ketika berdekatan dengan calon inti Albatross.


"Yok zev kita ke kelas" ajak Grifa.


"Ayok"


____________________________________


"Kamu beli lah apapun yang kamu suka, jangan bimbang nak"


Yah, saat ini Xerlin dan Citra sedang berada di mall. Namun sedari tadi Xerlin hanya melihat baju, tidak memilihnya.


_semuanya mahal mahal anjir, gimana ini, gak enak banget gue sama mommy citra_ batin Xerlin meringis.


"Ini piyama cocok untuk kamu, ambil lah semuanya" ucap Citra sambil memberikan banyak baju kepada Xerlin.


"Kenapa dua? Ambil semuanya" titah Citra tidak bisa di tolak.


"Kamu ikut dansa kan? Pilihlah pakaian yang kamu suka, atau mommy akan membawakan semuanya untuk kamu" ancam Citra.


"Eh, iya mommy, tidak usah semuanya, Xerlin akan pilih" jawaban Xerlin membuat Citra tersenyum.


Masih di lokasi yang sama namun berbeda tempat, Criline yang sedang belanja terkejut melihat Xerlin ada di mall bersama seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda.


"Itu bukannya anak sialan itu" gumam Criline.


"Mas" panggil Criline kepada Thomas.


"Kenapa?"


"Itu bukannya Xerlin" tunjuk Criline kepada Xerlin yang sedang memilih pakaian.


"Yah itu dia, dia sedang belanja. Bukannya ini waktu anak sekolah?" heran Thomas.


"Dia tidak sedang bersama Gavendra, ini kesempatan kita untuk menculiknya mas, mungkin pengaruh Obat kemarin juga masih ada padanya" tutur Criline dengan rencana liciknya.


"Kau benar, di saat waktu luang, kita akan menculiknya"


"Ini saja mom, tidak usah yang lain" ucap Xerlin ketika merasa pakaian yang dia pilih sudah banyak.


"Ini saja?" Citra berucap sambil mengecek keranjang baju Xerlin.


"Baiklah, mommy akan bayar kamu tunggu saja. Mommy juga akan suruh pakaian ini langsung dikirimkan ke mansion" tutur Citra setelah mengecek pakaian Xerlin.


"Kamu jangan kemana-mana ya" titah Citra.


"Iya mom" sahut Xerlin sambil tersenyum manis.


Citra pun segera pergi ke kasir, di ikuti pelayan yang membawa 2 keranjang pakaian Xerlin.


Xerlin pun memutuskan untuk duduk di kursi dekat sana, karena kepalanya merasa pusing.


Settt


"Xerlin" panggil Thomas.

__ADS_1


"Ayah kenapa ku mendekat?" tanya Xerlin was was melihat thomas yang mendekatinya.


"Jangan mendeket jika tidak ak-"


Bruk


Ucapan Xerlin terpotong saat tiba-tiba xerlin pingsan karena Criline datang dari belakang dan menyuntikkan sesuatu. Xerlin pun langsung di gendong dan di bawa Thomas keluar mall, dengan alasan itu anak mereka yang sakit agar tidak ada yang curiga.


_____________________________________


Citra pun kembali ketempatnya di mana Xerlin berada ketika dia sudah membayar semuanya. Heran. Karena saat Citra kembali, dia tidak menemukan Xerlin berada di tempat itu.


"Xerlin dimana" gumam Citra.


"Bu, ibu lihat gadis yang duduk disinj tidak bu?" Tanya Citra kepada seorang pedagang disana.


"Gadis yang mana, sedari tadi banyak Gadis yang duduk di sini untuk beristirahat"


"Seorang Gadis sekitar 16 tahunan, aku tidak memiliki fotonya" jelas Citra.


"Tidak aku tidak tau, tapi tadi ada seorang gadis pingsan, tapi sudah di bawa bapaknya untuk ke rumah sakit" tutur pedagang tersebut


"Apakah rambutnya berwarna keemasan?" tanya Citra.


"Iya, gadis itu memakai celana kotak kotak"


Deg


Citra kembali mengingat pakaian Grifa yang sudah dia pinjamkan ke Xerlin, dan benar yang di katakan penjaga itu, celananya kotak kotak. _Apakah Citra kembali di culik?,_ batinnya


Citra langsung menghubungi John suaminya.


_"Kenapa sayang?"_


"Xerlin menghilang saat kami mengajaknya belanja di mall" panik Citra


_"Apakah tidak ada bodyguard yang ikut dengan kalian"_


"Kami tidak berniat memanggil, karena kami rasa butuh time berdua dan kami aman" tutur Citra panik sambil ******* ***** pakaiannya.


_"Baiklah aku akan pulang dan menghubungi Gev terlebih dahulu"_ ucap John dari balik telepon.


Citra langsung pulang ke rumahnya menemui suaminya. Sedangkan John disana sedang menelpon Gavendra tentang kehilangan Xerlin.


_"Apa?"_ tanya Gavendra dari seberang telepon.


"Xerlin di culik dari mall saat belanja sama mommy kamu"


Tut


Saat mengetahui kabar Xerlin, Gavendra langsung mematikan sambungan teleponnya yang membuat John menggelengkan kepala melihat tingkah putra nya itu.


Karena merasakan pasti akan ada hal yang sangat lebih penting. John pun menelpon pihak sekolah.


"Selamat pagi, pak adi, saya ingin menunda kegiatan memilih pasangan dalam dansa"


"..."


"Baiklah, jadi hari ini bukan pimilihan peserta?"


"..."


"Oke"


_____________________________________


"Mommy Xerlin tidak ada?" tanya Gavendra ketika sudah berada di rumah.


"Tidak ada nak, dia di culik" panik Citra.


Gavendra pun langsung kembali menaiki motornya dan membawa nya ke kediaman Alexandra.


Saat sampai di kediaman Alexandra, Gavendra tidak menemukan seorang pun didalam rumah.


"Tuan dan nyonya tadi pergi ke mall, tuan" ucap Penjaga rumah kediaman Alexandra.


_jadi memang benar, mereka yang menculik Xerlin, arghhh gue harus cari dimana_


Tlettt tlettt


Gavendra langsung menghubungi mommy nya untuk mengetahui cerita Xerlin.


"Xerlin sudah menceritakan semuanya?" tanya Gavendra ketika Citra sudah mengangkay telponnya.


_"Sudah, Gev"_


"Bisa mommy cetikanan tentang keluarganya, masalah yang membuat dia ke Indonesia?" tanya Gavendra.

__ADS_1


_"Harta itu adalah milik bundanya Xerlin. Xerlin kembali untuk mengambil harta itu, nenek Xerlin tidak ingin harta itu jatuh ke tangan Criline. Karena Xerlin hanya pewarisnya"_ jelas Citra.


"Tuan"


__ADS_2