
Matahari tidak akan terbit, sebelum kamu datang dalam hidup ku
Tok tok tok
"Hoammm" Xerlin mulai membuka matanya dan meregangkan otot-otot tangannya.
"Da, chto sluchilos'?" tanya Xerlin dengan bahasa rusia nya. Gadis itu lupa kalau dia sudah berada di Indonesia karena ia belum tersadar sempurna.
"Apa yang kau katakan, Xerlin buka pintunya!"
Dua kalimat tersebut mampu menyadarkan Xerlin dan membuat mata xerlin membola.
"Eh, gue kan udah di Indonesia" gumam Xerlin. "Iya, Sebentar." jawab xerlin sedikit berteriak.
Xerlin pun berjalan menuju pintu kamarnya.
Ceklek
Xerlin membuka pintu kamarnya yang didepannya sudah terdapat 3 orang yang sangat ia benci.
"Kenapa kamu pulang?" Bukan menanyakan kabarnya, Ayahnya, Thomas Alva Alexandra malah menanyakan hal yang membuat Xerlin tersenyum miring.
"Xerlin bosan di rusia, yah."
Tarrrrr
"Ayah mengirimmu ke Rusia. Supaya kamu belajar dan bekerja agar tidak menjadi beban keluarga lagi, Xerlin! Kembalilah ke Rusia!" Ayah xerlin membanting vas yang ada di depan kamar Xerlin kemudian dia membentak Xerlin.
Xerlin diam menatap ibu dan saudara tirinya yang tersenyum puas melihat Xerlin di bentak sebelum ia menjawab bentakan ayahnya.
"Hahaha, kenapa ngga disini aja? Kenapa harus di Rusia? Supaya gue jauh dari rumah ini dan harta bunda jatuh ke tangan anak ondel-ondel lo ini?" tanya Xerlin sambil tersenyum kecut melirik Angel.
"Xerlin!" Bentak Criline Alexandra.
"Kenapa? Gue salah?!" Tanya Xerlin sambil berteriak.
Plakkkk
Thomas menampar Xerlin sebelum berbicara, "Anak kurang ajar kamu!!"
" Kenapa? Lo gak seneng?! Kalo lo mau anak lo belajar, kenapa harus gue? Kenapa ngga Angel aja? Dia udah hidup bertahun tahun sama ayah kan? Dan gue dari dulu harus ngalah kan? Gue yang harus di kirim ke Rusia kan? Sekarang ngga. YA ostanus' zdes' i zaberu svoye imushchestvo!" Teriak Xerlin sambil meneteskan air mata. Gadis itu pun masuk ke kamar nya lagi dan membanting pintu.
"Kamu lihat sikapnya. Bukannya nambah baik. Dia malah seperti ini. Kenapa dia harus kesini?" geram Criline.
"Kita usir saja dia dari sini" celetuk Angel.
"Tidak, kita akan buat dia menandatangani kontrak itu, baru kita dapat mengusirnya dari sini" Thomas berucap setelah itu dia turun.
Xerlin berdiri di depan kaca.
gue bakal ambil sesuatu yang menjadi hak gue batin xerlin sambil mengusap air matanya. Gadis itu pun segera mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandinya.
_____________________________________
Masih di kediaman Alexandra di ruangan lain, di meja makan terlihat sebuah keluarga kecil yang sedang sarapan.
"Jadi xerlin akan tinggal di sini yah?" Tanya Angel.
"Ayah tidak tau, dia sangat keras kepala." Sahut Thomas.
"Angel harap setelah kejadian tadi, dia segera pergi dari sini"
Tap tap tap
Mereka pun mengalihkan perhatian saat mendengar langkah kaki menuju meja makan.
"Selamat pagi" Sapa xerlin dan tersenyum dengan senyuman khas nya.
Mereka pun heran sambil menyipitkan mata mereka melidik Xerlin. Pasalnya gadis itu sekarang sedang mengenakan pakaian sekolah. Apakah Xerlin akan bersekolah disini?
"Lo mau kemana?" tanya Angel kepala Xerlin.
"Sekolah" sahut Xerlin dengan santai.
"Kamu sekolah dimana?" Tanya Thomas mewakili pertanyaan yang lainnya.
"SMA Rajawali" Celetuk Xerlin.
"APA?!! Apa ga ada sekolah lain, sampe lo milih sekolah yang sama kayak gue?!!" Bentak Angel.
Xerlin menarik kursi dan duduk di hadapan Angel sebelum menjawab pertanyaan Angel. "Gue yang sekolah, terserah gue donk"
Angel yang mendengar itu pun berdiri dan membanting kursi.
"Awas aja lo!" Sahut angel sambil pergi meninggalkan ruang makan.
Diikuti dengan Thomas dan juga Criline yang ikut meninggalkan Xerlin. Xerlin menatap mereka dengan malas. Gadis itu pun segera mengambil sarapannya.
_____________________________________
"Griffff!!!! Lo tau ngga Xerlin udah pulang dari Rusia, Huaaa gue gak sabar liatnya pasti cantik bangett woiii!!" Jerit Zevanya.
"Benarkah? Dia sekolah disini?!" Tanya Grifa.
"Iya! Hari ini dia udah masuk!" jawab Zevanya.
Grifa Rabica dan Zevanya trily adalah sahabat Xerlin ketika dia masih sd kelas 3 sebelum ayahnya mengirim Xerlin pergi ke Rusia untuk tinggal bersama nenek dan kakeknya saat Xerlin berada di kelas 4 SD.
"Kok rame banget si siswi siswi di depan" heran zevanya ketika melihat siswi siswi pada berkumpul di depan sekolah.
"Kan abang gue belum datang" celetuk grifa
"Oh iya ya, hah itu mereka!" Teriak zevanya ketika melihat 4 motor ingin masuk ke halaman sekolah.
Brummm brummm
__ADS_1
"Ayangg gueee datangg"
"Itu mereka"
"Iya anjir"
Teriakan siswi-siswi menyambut kedatangan 4 orang remaja yang sedang memasuki gerbang menggunakan motor sport mereka masing-masing. Seakan film, banyak yang ingin melihat dan menunggu 4 pria itu membuka helm dan melihat ketampanan khas mereka masing-masing.
Settt
"Aaaaa woiii gantenggg bangett gevvvvv"
"Ituu sepupunya deon juga woii apa inii"
"Njirr lakik weeee"
"Mereka memang laki njir"
"Maksud nya laki guee"
"Karell kiwww"
"Gue pengen sama rava manisss banget"
Teriakan siswi-siswi semakin menjadi ketika calon inti Albatross membuka helm mereka secara bersamaan.
"Mereka sama aja, ga bosan apa teriak teriak pas ada kita" celetuk Rava. Ravael Smith, calon ahli it Albatross seorang pria yang asik dan pengertian mempunyai sifat manja karena paling muda di antara calon inti albatross lainnya.
"Biasa, orang tampan" sahut karel. Dia sambil mengikat rambutnya. Karel Arsenio adalah salah satu siswa yang humoris. Namun di SMA Rajawali pria ini di juluki buaya darat, karena hampir seluruh siswa di SMA pernah menjadi pacarnya.
"Sok lo, monyet sama lo aja masih gantengan monyet" ketus deon.
"Enak aja lo bil.."
Tinnn tinnn
Ucapan Karel terpotong dengan suara klakson. Perhatian mereka semua teralihkan ketika mendengar klakson. Mereka semua melihat ke siswi yang membawa motor sport hitam itu masuk ke dalam gerbang SMA RAJAWALI
Cit
"dia siapa?"
"murid baru kali"
Pengguna motor sport itu membuat siswa siswi SMA RAJAWALI heran. Pasalnya jarang ada siswi yang membawa motor sport kesekolah. Pengendara motor itu pun menghentikan motornya di depat kedua sahabatnya.
Sett
"Astaga cantik banget"
"Bentar lagi kita ada primadona baru cuyy"
"Calon ayang gue tuh"
Siswa siswi SMA Rajawali kembali berteriak ketika penggendara motor itu membuka helmnya.
"Xerlinnn!!!" Panggil zeva dan grifa bersamaan.
Ya, siswi tadi adalah Xerlin. Xerlin pun menuruni motornya, tersenyum dan mendekati dua sahabatnya. Zeva pun berlari dan memeluk Xerlin. Diikuti dengan Grifa yang memeluknya.
"Gue rindu kalian" celetuk Xerlin dengan senyum manis nya.
"Kitaa jugaa" sahut zeva dan grifa bersamaan.
"Kalian kompak banget sih hahaha" ucap Xerlin sambil tertawa kecil.
"Iya donkk" sahut zevanya.
Tanpa mereka sadari, ada 4 pasang mata yang sedang memperhatikan mereka ber tiga.
"Cantik cuy. Pengen gue embet deh" ucap karel.
"Otak lo isi nya cuma cewe doank dah" ketus rava.
"Hehe, iya lah" sahut karel sambil menunjukkan deretan giginya.
"Ck, oke. Gue tantang lo. Kalo lo berhasil dapetin cewe itu. Gue bakal kasih yang lo mau." Deon yang sedari tadi diam, sekarang berucap sambil tersenyum miring.
"Okeh. Gue terima tantangan lo hahaha." terima karel sambil tersenyum puas.
"Oh iya, dia kenal sama adek lo?" tanya Rava.
"Kayaknya iya sih, gue juga kagak tau. Gue pikir temannya hanya Zeva" jawab Deon.
Kringgg kringg
Bel masuk pun berbunyi. Para siswa dan siswi pun berlarian masuk ke dalam sekolah.
"Astaga udah bel. Ke kelas yok. Xerlin kita pamit dulu ya. Lo mau ke ruang kepala sekolah dulu kan. Semoga kita sekelass.. Byeee" Pamit Zevanya dan mengajak grifa masuk ke kelas.
"Oke" sahut Xerlin. Xerlin pun mulai berjalan menyusuri koridor sekolah untuk mencari ruang kepala sekolah.
"Lo kagak mau cari tau tentang tuh cewe gev?" tanya deon kepada gavendra yang sedari tadi menatap pergerakan xerlin hingga tidak terlihat dengan mata tajamnya.
"Gak" sahut gavendra
"Yaudah, yok masuk" ajak deon
"Hm"
_____________________________________
"Selamat pagi anak anak. Hari ini kita kedatangan siswi baru, masuklah"
Sapa bu arleta kepada siswa siswi kelas XI IPA 1 sambil menyuruh siswi itu masuk. Setelah siswi itu masuk, bu arleta kembali berucap "Silahkan perkenalkan dirimu"
__ADS_1
"Halo semuanya. Saya Xerlin Gita Alexandra. Bisa di panggil Xerlin. Pindahan dari sekolah internasional di Rusia. Rad vstreche" Xerlin pun memperkenalkan diri yang di akhiri dengan bahasa Rusia sambil memperlihatkan senyum manisnya.
"Cantik banget jir"
"Dari rusia ternyata"
"Beautiful"
"Bisa bahasa rusia lagi"
Siswa siswi kelas XI IPA 2 mulai berbisik bisik membicarakan kecantikan Xerlin.
"Baiklah ada yang mau bertanya?" tanya bu Arleta ketika ia merasa xerlin telah mengakhiri perkenalannya.
"Saya bu"
"Silahkan karel" Bu Alreta memberikan Izin.
"Udah punya pacar belum?" tanya karel
"Pfttt"
"Hahhaaha"
Semua orang tertawa mendengarkan pertanyaan dari karel. Karel hanya bisa memutar bolanya malas.
"Diam! Karel pertanyaan apa itu? Sudah lah, Xerlin silahkan duduk di ujung sana" suruh bu Arleta kapada Xerlin.
Xerlin pun segera duduk di ujung di tempat yang di tunjuk bu Arleta. Posisi tempat duduk mereka sekarang adalah Xerlin berada di depan Rava dan Karel dan di sebelah seorang gadis yang pendiam. Xerlin sedih karena ia tidak dapat sekelas Zevanya dan juga Grifa karena mereka berada di XI IPA 2 di depan kelasnya. Tetapi ia bersyukur karena tidak sekelas dengan saudara tirinya Angel.
"Baiklah kita akan memulai pelajaran hari ini. Silahkan buka buku halaman 148" perintah bu Arleta wali kelas sekaligus guru Matematika di sana.
"Halo" sapa Xerlin dengan teman sebelahnya dengan senyum manisnya.
"Halo" jawabnya.
"Salam kenal. Namamu siapa?" tanya Xerlin.
"Namaku Syeqa Ragwaf" jawab syeqa dengan senyum khasnya.
"Kita temenan ya" Xerlin berbicara sambil mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.
"Iya" sahut Syeqa membalas jabatan tangan Xerlin.
"Murid baru. Kenapa tidak memperhatikan? Sekarang jawab soal ini!"
Xerlin langsung mengarahkan pandangannya kedepan ketika mendengar yang di ucapan bu Arleta.
"Ee.. Maaf bu. Nama saya Xerlin" Xerlin menggaruk kepalanya ketika bu Arleta memanggilnya dengan kata murid baru sebelum berbicara.
Kemudian gadis itu maju kedepan dan mulai berpikir. Sudah sangat lama dia tidak berada di Indonesia. Namun itu tak membuat dia lupa dengan tulisan di Indonesia.
"Sudah bu" Xerlin menyelesaikannya dengan sangat mudah. Karena dia terbiasa menghitung seperti itu di Rusia. Meski bukan dengan tulisan di Indonesia.
"Bagus, Xerlin. Ini benar" puji Bu Arleta.
"Iya donk, calon bini gue" celetuk Karel.
"Pftttt"
"Hahahahaah"
"Sudah lah, Xerlin kembali ke tempat duduk mu" perintah Bu Arleta
"Iya bu"
Bu Arleta pun mulai menjelaskan beberapa cara mengerjakan soal matematika.
_____________________________________
"Ibu akan membagikan tugas kelompok yang ada di halaman 149, 1 kelompok 2 orang sesuai tempat duduk, besok tugas ini harus di kumpulkan di jam ibu, paham?" tanya bu Arleta.
"Paham bu" sahut seluruh murid.
Kring.. Kring..
Bel istirahat pun berbunyi menandakan jam pelajaran sudah berakhir. Bu Arleta pun segera keluar dari Ruangan kelas diikuti seluruh murid, tersisa Xerlin, 2 calon inti Albatross dan Syeqa yang memang tidak pernah istirahat.
"Kita kerja kelompoknya dimana?" tanya Xerlin kepada Syeqa.
"Maaf Xerlin, aku ngga bisa kerja kelompok. Aku ngga pernah diizinin buat kerja kelompok sama ayah aku." jawab syeqa sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar itu membuat Xerlin mengingat ayahnya. "Hmm. Gapapa deh, gue aja yang ngerjainnya" jawab Xerlin sambil tersenyum.
"Syeqa. Gue boleh tau ngga kenapa ayah lo ngga ngizinin?" tanya Xerlin hati-hati.
"Halo Nona Xerlin, Kenalin nama gue Karel Arsenio" Karel menghampiri Xerlin sebelum menyapanya.
Xerlin pun mengarahkan perhatiannya ke Karel yang sedang menyapanya.
"Halo"
"Nona Xerlin ngga ke kantin?" Tanya Karel.
"Nanti aja Masih nunggu teman"
"Kalo ngga ada temanya sama gue aja mau ngga?" tanya karel lagi.
"Teman gue bentar lagi datang kok kak"
"Hahahaha sian banget lo di tolak anying" Rava pun bersuara sambil tertawa.
"Makanya jad.."
Brakk Byurrr
__ADS_1