
Bahkan ketika kamu bersembunyi, takdir akan menemukan mu. Bahkan ketika kamu berlari, takdir akan meraihmu.
Ucapan Rava terhenti karena tiba-tiba ada seseorang yang memukul meja dan menyiram Xerlin dengan jus jeruk.
"Angel apa-apaan lo!!" teriak zeva yang sudah berada di depan pintu. Mereka pun segera berlari menuju Xerlin.
Ya, pelakunya adalah Angel. Angel bersama dua antek-anteknya yang telah menyiram Xerlin yang sedang melihat perdebatan Rava dan Karel.
"Angel Ramanita apa yang lo lakuin hah?!" bentak Karel.
"Lo ngga usah ikut campur" celetuk Angel.
"Dengarkan gue baik-baik. Ini baru peringatan. Lihat apa yang bisa gue lakuin ke lo, kalo lo ngga segera pergi dari Indonesia" ancam Angel dia pun segera berbalik, namun ketika dia mulai melangkah Xerlin menahan tangannya.
"Lo mau apa, hah?, ingat ini, gue bakal ambil hak gue." Ucap Xerlin sambil menarik rambut Angel dan membanting kepala Angel ke ujung meja.
arghhh
Ringis Angel kesakitan karena jidatnya mulai berdarah. Xerlin pun pergi meninggalkan Angel menuju toilet untuk membersihkan dirinya. Sebelum itu dia membeli baju baru di koperasi sekolah.
_____________________________________
Brukk
"Huftt hufttt"
"Lo kenapa?" tanya deon ketika melihat karel tiba-tiba duduk di kursi dengan nafah ter-engah engah.
"Bentar gue letih"
Deon pun hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan karel sebelum berkata, "Makanya kalo ngga penting, ngga usah lari-lari, si bungsu mana?"
"Nah minum" Rava datang sambil menyodorkan minuman mineral kepada Karel.
"Ini dia kenapa anjir?" tanya Deon kepada Rava.
"Anak baru itu kan sekelas sama kita berdua, pas istirahat tadi dia di bully sama Angel. Lo.."
"Terus xerlin banting kepala tuh ondel ondel ke kursi anjir sampe berdarah, kagum gue liatnya" sela Karel memotong ucapan Rava. Rava hanya memutar bola mata malas dan langsung duduk di sebelah karel.
"Terus tu anak mana?" tanya Deon.
"Mungkin di toilet soalnya tadi si Angel siram baju dia pakai jus" sahut Rava.
"Hhh"
"Lo kesambet apaan dah?" tanya karel ketika melihat Deon tersenyum miring.
"Gapapa" Deon yang tersadar langsung mengembalikan wajahnya ke ekspresi semula membuat karel menatap nya dengan mata menyelidik.
"Jangan jangan lo suka dia?" celetuk karel.
"Ga lah anjir" ketus Deon.
Kringg kringgg
"Anjir udah masuk, perasaan gue baru aja datang" geram karel.
"Lo yang telat datangnya bangsul" ketus Deon.
"Udah lah masuk" Rava bersuara sambil menarik tangan Karel.
"Sabar coba" ketus Karel menepis tangan Rava.
Deon hanya melihat hal itu dengan mata malasnya. Kemudian mengalihkan perhatian ke Gavendra.
"Lo beneran ga tertarik sama gadis itu?" tanya Deon kepada Gavendra.
"Ga"
"Ck, yaudah" sahut Deon
_____________________________________
Sekarang waktunya SMA Rajawali pulang. Namun ntah kenapa sebelum pulang mereka di kumpulkan di lapangan.
"Astaga kenapa lagi kita di kumpulkan disini" heran Grifa
__ADS_1
"Selamat Siang. Maaf bapak harus menunda kepulangan kalian. Karena ada sesuatu yang saya umumkan" Ucap kepala sekolah menggunakan pembesar suara.
"Sekolah kita akan mengadakan lomba dansa berpasangan dan setiap kelas harus mengirimkan 3 siswa 3 siswi. Namun sebelum lomba peserta akan mengikuti latihan bersama selama 3 hari dan pasangan akan di tentukan setelah 3 hari latihan. Ada yang ingin bertanya?" tanya Pak adi selaku kepala sekolah setelah menjelaskan tentang lomba dansa yang akan di adakan.
"Dansaa? Gue mau ikut" celetuk Xerlin dengan mata berbinar.
"Apa? Lo mau ikut xer?" tanya zeva heran.
"Iya donk, ayo kita bertiga" Ajak Xerlin.
"Yaudah gass" sahut grifa.
"Lo juga?"tanya zeva.
"Iy, gue udah lama gak dansa, jadi rindu" jawab grifa.
"Ck, yaudah lah. Ntar kita ber dua daftar di pengurus kelas kita, lo daftar ke karel kan xer?" tanya zeva kepada Xerlin.
"Iya. Dia ketua kelas gue" jawab Xerlin dengan senyum manis nya.
"Baiklah nama namanya akan di ambil besok, semuanya boleh bubar." Pak adi mengakhiri pengumuman.
Mereka pun pergi ke tempat parkir dimana motor mereka berada.
"Astaga, kunci motor gue mana? Apa ketinggalan di laci ya" gumam xerlin pelan.
"Kenapa xer? tanya grifa heran dengan Xerlin.
"Kunci motor gue hilang, gue mau ke kelas dulu mungkin ketinggalan, kelian pergi duluan aja" Xerlin pergi sambil berucap.
"Oke" sahut mereka.
Xerlin pun berjalan menyusuri koridor gedung XI IPA. Gadis itu berjalan santai menuju kelasnya.
Brukk
"Awss"
Xerlin meringis, karena tiba tiba bahu gadis itu bertabrakan dengan seseorang yang membuatnya jatuh. Namun orang itu sama sekali tidak melihat ke arahnya. Xerlin yang kesal pun berdiri dan berlari ke arah orang itu.
"Hey kalau jalan tuh liat liat donk, Mata lo kemana sih" Ucap xerlin sambil menarik tangan membalikkan badan siswa itu.
"Udah buta, bisu pula lo? Kenapa diam? Bukannya minta maaf kek" celoteh Xerlin.
Namun lagi-lagi orang itu hanya menatap Xerlin dengan datar tanpa berbicara satu patah kata pun dan mulai berjalan meninggalkan Xerlin yang sedang misuh misuh.
"Astaga, hari pertama gue sial banget. Kena buli Angel, Kunci motor ketinggalam, Ketemu orang kagak jelas lagi." Gumam Xerlin kesal sambil menatap punggung orang yang menabraknya tadi semakin menjauh.
Xerlin pun pergi melanjutkan perjalannnya ke kelas, dan menemukan kunci motornya.
_____________________________________
"Astaga putri ku!!" Teriak Criline saat melihat Angel pulang dengan kepala yang di bungkus oleh perban.
"Ayah lihat lah, ini semua gara gara Xerlin" rengek Angel ketika melihat ayah menuruni tangga.
"Kau lihat putri mu itu, dia malah melukai putri ku, setelah di berikan tempat tinggal disini" teriak Criline kepada Thomas.
"Gadis itu benar-benar! Lihat saja, akan aku beri pelajaran dia" Geram Thomas yang membuat Criline dan Angel tersenyum miring.
Lo lihat, lo akan menderita Xerlin hahaha batin Angel tertawa.
Ting tong ting tongĀ
"Mungkin itu Xerlin" tebak angel.
Ting tong ting tong
Ceklek
"Lama banget sih buka pintunya" celetuk Xerlin ketik pintu di bukakan oleh Criline.
"Xerlin kemari lah" panggil Thomas
"Kenapa yah?" Tanya Xerlin memghampiri Thomas
Plakkkk
__ADS_1
"Kau apakan putri ku hah?!" Bentak Thomas setelah menampar Xerlin.
"Seharusnya ayah tanyakan pada putri ayah itu, mengapa dia memyiram ku dengan jus jeruk" ucap Xerlin pelan.
"Aku ngga sengaja Xer, kan aku udah minta maaf, tapi kamu malah menarik rambut ku dan membanting kepala ku" bohong Angel sambil menangis.
"Ini kah yang kau pelajari di Rusia, Xerlin? Membentak orang tua dan membuli saudara mu? Anak seperti apa kau ini?!, sekarang ikut ayah" bentak Thomas sambil menarik tangan Xerlin menuju ke gudang.
Sett Dug
"Untuk menebus kesalahan mu hari ini. Kau akan tidur disini malam ini xerlin" ucap Thomas setelah mendorong Xerlin masuk ke gudang hingga kepalanya terbentur kursi.
Darrrr
Thomas menutup pintu gudang dengan kuat dan menguncinya. Namun karena Xerlin gadis yang kuat. Dia tidak mungkin akan menurut begitu saja. Dia pun segera berdiri dan menendang pintu itu sekuat tenaganya..
Brakk
Pintu itu terpelanting membuat Angel, Thomas dan Criline yang berada di depannya terperanjat dan membalikkan badan mereka. Mereka melihat Xerlin yang sepertinya sangat mara.
"Lo pikir, Gue selemah itu hingga gue tinggal diam di dalam gudang? Gak bedebah! Seharusnya lo suruh Angel dengan wanita menjijikkan ini yang tinggal di dalam gudang" bentak Xerlin sambil menekankan kata kata yang dia ucapkan.
Mereka pun diam dengan mata terbuka lebar tak menjawab bentakan Xerlin. Xerlin pun segera pergi dari situ. Dia segera menaiki tangga, menuju kamarnya.
Brakkk
Xerlin menutup pintu sekuat-kuatnya dan berlari ke dekat jendela. Tangis Xerlin seketika pecah.
"Bunda, Xerlin rindu. Kalau bunda disini pasti Xerlin ga akan bentak ayah seperti tadi" ucap Xerlin di sela tangisannya.
"Apa xerlin harus mengunjungi bunda?, ya sore ini Xerlin akan pergi mengunjungi bunda. Bunda tunggu ya. Ucap xerlin sambil menghapus air matanya.
_____________________________________
Disisi lain, di markas Albatross. Calon Inti Albatross, dan para tetua sedang menunggu ketua dan calon ketua mereka yang tak kunjung datang.
"Tuh bapak anak kemana sih, lama banget. Bisa apes gue nunggu disini" ketus Karel.
Cklek
"Njir, bisa ga kalo mau masuk ketuk pintu dulu, kaget gue" cetus devan sambil memegangi dadanya karena terkejut.
Devan Rabica adalah ayah dari Deon Rabica dan Grifa Rabica. John meliriknya dengan mata tajamnya yang membuat Devan temannya itu tersenyum menunjukkan gigi sambil mengangkat 2 jari sebagai pertanda bahwa dia bercanda. Gavendra memutar bola matanya malas kemudian dia duduk di salah satu kursi rapat dan menatap john mengisyaratkan bahwa dia tidak ingin berlama-lama.
"Cepat" ketus Gavendra.
"Hm" sahut John, ayah dari Gavendra sambil menarik kursi untuk duduk.
Yang lainnya pun duduk di tempat masing-masing. Namun sampai sekarang belum ada yang memulai rapat.
"Hufttt,, apa yang mau di bahas, uncle?" Deon menghembuskan nafas pelan dan memulai pembicaraan memecahkan keheningan ruang rapat
"Kita akan membahas pengesahan kalian sebagai inti Albatross"
Bukan John yang menjawab melainkan Kafi Arsenio ayah dari Karel yang membuat mata karel berbinar tidak sabar
"Kapan yah?" tanya Karel.
Pertanyaan karel membuat Deon memutar matanya malas. "Setelah kita menyelesaikan misi ege"
"Yah, gue pikir besok" sahut Karel cemberut.
"Besok itu kita daftar dansa, bukan pengesahan kita bang" celetuk Rava.
"Lo ikut va? Bang Deon sama bang Gev ikut juga gak? Tanya Karel.
"Gu.." Ucapan deon terputus ketika melihat tatapan tajam Devan.
"Kita bahas itu nanti. Jangan di hadapan tetua" bisik Deon ke Karel.
"Ekhmm.. Misinya apa, yah?" Tanya Deon ke Kafi, ayahnya karel.
"Mencari tahu asal usul kematian kerlina" jawab Kafi.
"Siapa?" suara datar Gavendra membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Adiknya ramuel" Dua kata yang di keluarkan John membuat Calon inti Albatross mengernyit heran.
__ADS_1
"Hah? Papa punya adik?" tanya mereka heran bersamaan.