GAXER

GAXER
15


__ADS_3

Gue akan selalu melindungi lo dari ucapan kejam orang dan fitnahnya dan akan ku hancurkan orang yang berani menjatuhkan nama baik lo.


"Engghh"


"Tuan, tuan muda sudah sadar" teriak suster dari ruang VVIP 8 rumah sakit.


Pria yang merasa diri nya terpanggil pun langsung masuk ke dalam ruangan.


"Rassel?" Panggil pria itu.


Rassel yang di panggil pun hanya melirikkan matanya ke pria itu.


"Penantian ku bertahun tahun akhirnya datang. Adikku sudah sadar. Rassel, lo udah sadar.


Rassel tetap masih diam di tempatnya dan terus menatap pria itu. Tiba-tiba Rassel pun langsung memejamkan matanya perlahan.


"Kenapa dia memejamkan matanya lagi?" Tanya pria itu panik dan menatap tajam pada suster yang baru menyuntiknya.


"Maaf tuan, tuan Rassel butuh istirahat, setelah dua jam dia baru bisa terbangun" ucap suster sambil menundukkan kepalanya.


"Kalau dia tidak bisa bangun bagaimana bedebah?! Aku bersumpah akan menghabisimu" ancam pria itu kepada suster.


Rassel Alvar adalah salah satu pasien rumah sakit yang merupakan pasian ruang VVIP 8. Pria muda itu sudah 15 tahun koma. Hal itu membuat sang abang menjadi takut, jika adiknya itu akan tertidur lebih lama lagi.


"Maaf tuan, saya yang memerintahkan suster itu untuk menyuntik tuan Rassel, kondisi otak dan pemikiran nya belum stabil karena dia terbangun tiba tiba. Jadi tuan Rasel butuh istirahat untuk saat ini." ucap Dokter yang baru masuk kedalam ruangan dengan beberapa anak buat pria itu.


"Hufttt" akhirnya pria itu menenangkan dirinya dan kembali duduk dengan tenang. Suster itu pun segera pergi dari ruangan karena merasa takut.


"Jadi pukul 11 dia akan tersadar?" tanya pria itu kepada Dokter.


"Iya tuan" sahut dokter itu.


__________________________________


Brakkk syuuurr


Suara gebrakan meja di kelas XI IPA 1 membuat semua orang msuk dan mengintip kelas untuk melihat apa yang terjadi.


"Jadi lo temannya Xerlin di kelas ini" bentak Angel kepada Syeqa.


"Ternyata temannya cupu hahahahah" ejek jemi


"Bagus lah jadi lebih seru untuk di buly" tambah jenny


"Dengar gue baik-baik" Angel pun berucap sambil menarik rambut Syeqa sampai dia berdiri berjinjit.


"Awssss" rintih Syeqa


"Setelah teman lo Xerlin itu masuk kesekolah, suruh dia tuk menjauh dari lo, atau tiap hari gue bakal buly lo, faham?!" Bentak Angel.


"Hiks iya Angel" hisak Syeqa mulai menangis.


Disisi lain, masih di SMA Rajawali, 4 calon inti Albatross yang habis dari kantin masih di jalan menuju kelas nya pun terkejut, karena kelasnya di kelas XI IPA 1 di penuhi siswa siswi sedang berkumpul untuk mengintip kelasnya.


"Kelas lo kenapa rel?" Heran Deon.


"Gue juga kagak tau, lo tau va?" Sahut Karel kembali bertanya kepada Rava.


Rava pun menoleh ke arah Karel yang berbicara dan mengendikkan bahu nya. "Gak tau"


"Cek aja" titah Deon


4 calon inti Albatross pun langsung berdiri di belakang siswa siswi yang menutupi jalan masuk.


Deon pun menoel pundak seseorang yang ada di belakang kali. "Ada apa?"


"Eh, kak, Angel dan gengnya sedang membuly seseorang di dalam" ucap Neto dengan sopan.


"Misi gue mau lewat" usir Karel.


Pria itu pun langsung menyingkir dan mengkode siswa lain untuk menyingkir, karena lebih baik mereka berurusan dengan Angel daripada dengan Calon inti Albatross.


"Buat yang lainnya juga, kalau ada yang coba coba berteman dengan gadis sialan itu. Maka gue gak akan segan segan ngebuly kalian kayak gini" teriak Angel kepada yang lain.


"Siapa gadis sialan itu?"


Suara datar Gavendra mengalihkan perhatian mereka semua. Gavendra berjalan sambil meletakkan tangannya di saku yang menambah kesan coolnya.


_Gavendra_ batin Angel.


Angel pun langsung berlari kesebelah Gavendra dan memeluk tangannya. "Bang gev" rengeknya


"Xerlin, Xerlin adalah gadis sialan itu. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Jadi dia di sebut sebagai gadis pembawa sial. Aku melakukan ini agar semua siswa siswi SMA RAJAWALI tidak akan terkena sial" jawab Angel sambil memeluk tangan Gavendra.

__ADS_1


"Hah? Jadi Xerlin anak pembawa sial?"


"Pantes aja kalau ada dia, cowo gue jadi suka sama dia"


"Jadi Xerlin itu anak sialan?"


"Xerlin pembawa sial"


"Berita apa ini"


Ucapan Angel membuat semua orang terkejut dan bertanya tanya, apakah selama ini Xerlin adalah anak pembawa sial?


Settt


"Awsshh"


Angel merintih ketika Gavendra tiba tiba menepis tangannya.


"Bang gev sakit" rengek Angel.


Byurrrr


Karel yang sedari tadi kesal pun langsung menyiram Angel dengan air yang tersisa di gelasnya tadi.


"Heh, ondel ondel. Cukup lo menyebarkan berita hoax" cibir Karel.


Gavendra pun menatap tajam orang yang masih membicarakan Xerlin kemudian dia berucap. "Xerlin bukan lah gadis pembawa sial. Yang meresa Xerlin pembawa sial silahkan ucapkan di depan gue!"


"Udah lah bubar bubar! Apa apaan ini" Teriak Deon dengan suara tinggi nya.


"Iya pengap gue jir" Rava pun ikut bersuara sambil mengipaskan tangannya ke wajahnya.


Karel pun memutar bola matanya malas mendengar ucapan Rava. "Ck, lo mah mikirin diri lo sendiri" cibir Karel.


"Memang pengap kok" sahut Rava


"Ini semua gara gara nih ondel ondel, pake buly orang segala" kesal Karel sambil menatap Angel yang sedang mengelap rambutnya.


Angel pun menatap tajam Karel. "Semua ini gara gara lo ya, pakai ikut campur segala" bentak Angel kepada Karel.


"Dih gila" gumam Karel walau masih terdengar oleh Angel.


_Xerlin, ini semua gara gara lo, kalau gak ada lo, pasti gue gak akan kayak gini, Xerlin bajingan awas aja lo, gue bakal buat lo semakin menderita_ batin Angel sambil misuh misuh, karena bajunya saat ini sudah basah.


"Jangan pernah ganggu Xerlin, atau gue gak segan segan hancurin hidup lo" tekan Gavendra kemudian melepaskan tangan Syeqa.


Rava pun langsung menoleh ke arah Syeqa yang sedang mengelap pakaiannya. Gadis cantik itu saat ini terlihat dengan rambut yang sudah bernatakan. "Lo gapapa Syeqa" tanya Rava kepada Syeqa.


Syeqa pun hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda dia baik baik saja.


"Oke kalau gitu" sahut Rava.


"Yaudah, kita ke kelas dulu" pamit Deon


"Oke bang" sahut Karel


__________________________________


"Sayang, bagaimana menurut mu tentang Xerlin?" tanya Citra kepada John.


Saat ini mereka sedang berada di halaman belakang rumah. Hari ini John memang tidak kerja dia ingin memiliki waktu bersama istrinya.


"Maksudnya?" tanya John tidak mengerti


"Maksudnya cocok nggak sama Gavendra" jelas Citra.


John pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti "Dia anak yang pintar dan juga berani, dia cocok dengan Gavendra" ucapnya.


Citra yang mendengar pun langsung tersenyum. "Sama, aku juga menyukai Xerlin, Gadis itu sangat cocok dengan Gavendra" ucapnya.


"Dia sangat cantik dan manis" sambung Citra.


"Tidak" tolak John


Citra pun memasang wajah heran menyatukan kedua alisnya.


"Bagi aku, hanya kamu wanita yang paling cantik" lanjut John sambil mencium kepala istrinya.


"Sayangg" geram Citra sambil mendorong kepala John.


John pun tertawa. "Pilihan aku gak pernah salah kan?" tanya John.


"Pilihan aku juga" sahut Citra

__ADS_1


"Bukannya dulu aku yang milih" tanya John sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Citra


"Is apa sih" lagi lagi citra mendorong wajah John.


"Kamu udah punya satu anak udah sma masih aja kelihat muda sayang" goda John


"Apaan, kamu juga bee" sahut Citra.


Tarrrrr


Tiba tiba suara benda pecah membuat mereka melihat ke arah dapur.


"Bunyi apa itu bee?" tanya Citra was was.


"Kita cek dulu" ucap John sambil berjalan melangkah menuju dapur di dalam rumah.


"Lihat itu" tunjuk John pada seorang gadis yang sedang menunduk melihat ke lantai.


"Xerlin" panggil Citra. Citra pun langsung mendekati Xerlin.


"Mommy, Xerlin minta maaf, piring nya pecah, ini pasti mahal kan, nanti Xerlin ganti, tapi jangan usir Xerlin ke tempat ayah mom" Maaf Xerlin sambil menundukkan kepalanya.


"Xerlin, nggak, siapa yang mau usir kamu, udah ngga usah di ganti" ucap Citra sambil memeluk Xerlin.


"Kamu gak papa?" tanya nya.


Xerlin pun mengangguk anggukkan kepalanya tanda tidak apa apa.


"Bi surti, tolong bersihin itu ya bi" suruh Citra kepads bi surti yang baru datang.


Bi surti pun mendekat. "Iya nyonya"


"Kamu mau apa kesini?" tanya Citra sambil menyudahi pelukannya.


"Minuman di kamar habis mommy, Xerlin haus" Ucap Xerlin masih tertunduk.


Citra pun mengerti "Oh ya, mommy bantu ambil ya" ucapnya sambil mengambil kan ceret kaca yang sudah berisi air penuh.


"Ayo kita keatas" ajak Citra kepada Xerlin. Mereka pun berjalan menuju lift di ikuti oleh John dari belakang.


"Xerlin takutt" cicit Xerlin membuat mereka berhenti berjalan.


"Kenapa?" tanya Citra heran.


"Mommy nggak marah?" tanya Xerlin masih dalam keadaaan tertunduk.


Citra pun langsung memegang dagu Xerlin dan membuat Xerlin menatap matanya. "Nggak nak"


"Ayo kita ke atas" ucap Citra, Xerlin pun mengangguk anggukkan kepalanya.


"Nuna, ikut saya" titah Citra kepada nuna, salah satu pelayan mereka.


"Baik nyonya" ucap nuna patuh.


Mereka pun langsung berjalan menuju kamar dimana Xerlin di rawat, Kamar yang sudah di sulap menjadi rawat.


"Xerlin duduk lah, jika ingin sesuatu, minta saja dengan pelayan nuna" ucap Citra ketika mereka sudah sampai di kamar itu.


"Makasih mom" ucap Xerlin


"Iya" sahut Citra. "Nuna, mulai hari ini, kamu di tugaskan untuk menjaga Xerlin."


Nuna pun hanya mengangguk tanda mengerti dengan perintah Citra. Citra pun keluar kamar dimana John sudah berada di luar menunggu mereka.


"Kondisi otaknya belum stabil?" tanya John ketika Citra sudah keluar dan menutup pintu.


Citra pun menoleh ke arah John"Aku rasa belum bee, kadang dia akan merasa bersalah, takut dan kadang berani" sahut Citra.


"Pengaruh obat itu belum sepenuhnya hilang" ucap John.


Citra pun melanjutkan jalannya di ikuti dengan John. "Iya, tapi Gev bilang, dia akan dansa hari ini" ucap nya.


"Hm, ini adalah pemilihan pasangan dansa, tapi lombanya di undur sabtu depan saja" ucap John.


"Jika dia sudah memilih pasangan?" tanya Citra bingung, apakah Xerlin harus latihan di luar?


"Nanti kita suruh pasangannya dansa disini, biar sekalian latihan dengan Gavendra" jelas John membuat Citra bernapas lega.


"Baiklah" sahut Citra mulai paham.


_tapi semoga saja pasangan mu hanya Gavendra, xerlin, astaga ini doa seorang ibu, kabulkanlah ya allah_ batin Citra


__________________________________

__ADS_1


__ADS_2