
Tepat jam pukul 11:59 PM tepat saat setelah kepulangan tuannya Abacaden. Di tengah-tengah para mahluk nya yang sedang melakukan aktivitas nya masing-masing. Abacaden merapalkan mantra baru miliknya. "Floating Island!"
"A-APA ITU?!" kaget para mahluk ciptaannya yang melihatnya sedang melayang diketinggian dan membentuk sebuah istana yang mengambang.
"Sasuga Abacaden sama!" seru para bawahannya.
Belum selesai dengan mantra pertama nya, Ia langsung mengucapkan mantranya yang baru. "Dungeon Freedom!"
"Dengan ini, para bawahan ku bisa menjadikannya sebagai mata pencarian 🗿" gumamnya Abacaden.
"Dengan dungeon ini, kalian bisa bebas keluar masuk dan berburu monster didalamnya!" sahut Abacaden.
"A-Apa apaan itu, sangat menakjubkan, tuan Abacaden!" sahut salah satu bawahannya.
"Luar biasa, tuan kita memang hebat!" seru salah satu mahluk ciptaannya.
"SERBU...!!!" para mahluk ciptaannya berdatangan dari berbagai belahan hutan dan masuk menyerbu Dungeon Freedom yang tercipta dibawah tanah.
******************
"Disisi dunia lain.
Kami-sama dan Abaren terdiam heran karena ceritanya yang tidak berubah-ubah.
"Arghhh! Aku harus mengobrak-abrik isi dari novel miliknya!" sahut Abaren.
"Tidak, lebih tepatnya aku telah mengendalikan dirimu terlebih dahulu!" sahut Author aka Nizo.
Suara misterius muncul melintas melalui pendengarannya Abaren Clorin.
"Kau telah menulisku lebih awal?! Itu tidak mungkin!" sahut Abaren.
"Iya, fufufufufu kedengarannya memang mustahil, tapi perlu diingat bahwa aku pemilik dari novel ini, jadi hal-hal yang terdengar mustahil, mudah saja bagiku untuk mematahkannya" jelas Author.
"Jangan bercanda! Lalu siapa kakek ini?!" bentak Abaren.
"Sebenarnya itu adalah kakekmu, dia telah lama pikun akibat penyakit yang dideritanya, sepertinya kamu terlalu lama berlarut larut" sahut Author.
Abaren yang mendengar ucapannya, bergetar hebat akan dahsyatnya kekuatan yang dimiliki oleh Author tsb.
"Kamu adalah sisi kebenaran dari isi novel ini" jelas Author.
"Alasanku menyelipkanmu adalah karena, kamu memiliki sisi gelap dan sisi sejati dari Abacaden itu sendiri.
"Pada dasarnya ini, hanyalah sebuah kegabutan tulisan dari Abacaden di masa depan. Yang mana itu adalah kau, Abaren Clorin" jelas Author.
"Aku adalah Abacaden yang berada di masa depan? Tema depan yang suram? Isi tulisan dari kegabutan ku? Jangan bercanda!" bentak Abaren.
"Karena kau, Ibuku meninggalkan dan berakhir dengan sangat tragis!" emosi Abaren meluap-luap.
"Cepatlah, kembalikan Ibuku!" bentak Abaren.
"Kutolak! sadarlah dari delusi mu itu Abacaden...!!!" bentak Author.
*******************
__ADS_1
Di sisi dunia lain.
" HAAAAAA! Ha... Ha.... Ha...." kaget Abacaden yang terbangun dari mimpinya.
"Bjir, karena kepingan ingatan itu, pikiranku diobrak-abrik olehnya!"
"Apa ini karena efek samping dari bentrokan memori yang berasal dari alam bawah sadarku?" gumamnya Abacaden.
"Apapun alasannya, aku tidak peduli!" kesal Abacaden.
Didepannya ada Dewi reinkarnasi yang menyambut hormat akan kedatangannya Abacaden.
"Selamat datang kembali tuanku, apakah proses reinkarnasi mu berhasil?" tanya Dewi tsb.
"Apakah aku terpental ke masa lalu? sial, apapun itu aku harus segera menemui tubuh sejatiku" gumam Abacaden.
Dengan kekuatan dahsyat yang dimilikinya, Abacaden langsung terbang menuju gerbang portal menuju istana miliknya.
"Yo, makhluk-makhluk kesayanganku" sapa Abacaden.
"Ehh? rasanya tidak asing dengan ucapan tsb" gumam Abacaden.
Abacaden perlahan maju berjalan di atas karpet-karpet merah dari kerajaan.
"Lah kok tubuh sejatiku tidak ada disana?" tanya Abacaden yang terus berjalan selagi melihat-lihat keadaan di sekitarnya.
Melupakan sejenak ribuan pertanyaan yang berasal dari dibenaknya. Abacaden berkata. "Tunduklah akan kedatanganku!"
Namun bukannya tunduk, ribuan mahluk disekitarnya geram akan kehadirannya. Itu membuat Abacaden sedikit kesal dan membentak. "A-Apa yang kalian lakukan, aku adalah tuan kalian!"
"Yap, lebih tepatnya aku lah yang berkuasa di dunia ini, wuahahaha!" ucap Kami-sama.
Abacaden yang berasal dari timeline dunia karangan si Author terpental jauh ke karangan gagalnya Abaren Clorin dan ini adalah dialog tsb.
*********************
"Tapi kenapa kau tiba-tiba datang dengan gaya seperti saat dirimu yang berasal dari dunia sebelumnya! seharusnya kau sudah mati akibat dari serangan fatal yang kulakukan di tempat reinkarnasi tsb" jelas Kami-sama.
"Jadi begitu kah, mungkinkah ini dunia bug?" tanya Abacaden.
Abacaden perlahan mengerti kondisinya yang tiba-tiba, mulai dari ia yang terbangun dari reinkarnasi, perlahan Abacaden mulai mengingat semuanya.
"Kalau begitu, mari berduel!" teriak Abacaden.
Mendengar ucapan tsb, makhluk-makhluk disekitarnya tertawa terbahak-bahak.
"Duduk di singgasana tanpa ekspresi lalu menantang tuan Kami-sama untuk berduel? Jangan bercanda!"
"Dasar orang gila!"
"Bunuh saja dia, tuan Kami-sama!"
"Diam!" teriak Abacaden.
Tiba-tiba mahluk ras jenis peri menendangnya hingga terpental ke pilar-pilar dan berkata. "Ampun bang jago 🗿"
__ADS_1
"Sorry bang jago 🗿" sahut Abacaden.
******************
Disisi dunia lain.
"SERBU...!!!" para mahluk ciptaannya berdatangan dari berbagai belahan hutan dan masuk menyerbu Dungeon Freedom yang tercipta dibawah tanah.
Menurutnya Abacaden gem yang didapat dari dalam dungeon bisa berguna untuk meningkatkan penghasilan, yah... baginya, ini hanya seperti mainan sampingan.
Dia yang sedang santai melihat aktivitas dari para mahluk ciptaannya seketika merasakan sensasi aneh melintas di kepalanya.
Tiba-tiba saja ribuan dialog dan kepingan memori yang berasal dari Abacaden di timeline lain, masuk menerjang kapasitas otak nya.
Disampingnya ada Roh Api. yang selalu siaga akan keanehan yang terjadi pada tuannya.
"Arghhh Erghhh, Roh Api, tolong bersihkan memori ini!" ucap Abacaden.
"Siap tuan, daku mengerti!" sahut Roh Api tsb.
Hilangkanlah memori yang tidak seharusnya ada
Roh Api tsb. Merapalkan mantra magis miliknya didepan Abacaden, seperti seakan memisahkan minyak dari air, memori yang rumit tsb, sekejap langsung lenyap.
"Timeline yang amburadul?" tanya heran Abacaden.
Tentu tidak semua memori yang berasal dari alam bawah sadarnya lenyap begitu saja, Abacaden masih mampu untuk mengingat beberapa poin-poin penting dari ingatannya yang masuk secara paksa itu.
"Percakapan antara Author dan Abaren Clorin aka diriku yang di masa depan? omong kosong" gumam Abacaden.
Namun tanpa disadarinya, Abacaden yang lain sebut saja Abacyrcle. Muncul tepat didepannya.
"S-Siapa kau?" heran Abacaden yang melirik Abacyrcle.
"Kau siapa?" tanya Abacyrcle.
Para mahluk ciptaannya Abacaden menunduk hormat takjub kepada Abacyrcle.
"Luar biasa! Bahkan saat ini beliau mampu menciptakan kloningan, yang bisa dibilang terlalu sempurna!" seru salah satu bawahannya.
"Benar! Aku takjub akan kekuatan absolut yang dimiliki tuan Abacaden" sahut salah satu bawahannya.
"Sasuga Abacaden sama!"
Kekonyolan dari mahluk ciptaannya Abacaden membuat Abacyrcle tertawa terbahak-bahak.
"Dia tertawa!"
"A-Apa?!"
"Dia juga bahkan bisa berinteraksi?! Luar biasa tuan Abacaden!"
Melihat kebodohan dari mahluk ciptaannya membuat Abacaden sedikit kesal, namun disaat yang bersamaan ia terkejut akan kedatangan dirinya yang lain.
---------------------------<>---------------------------
__ADS_1
Terimakasih telah meluangkan waktu anda untuk membaca novel ini. Jangan lupa untuk berikan Like dan Kritik & Saran, sekian dan terimakasih.