
Didalam hutan yang lebat dipenuhi oleh mahluk hidup tepatnya di tengah keramaian sesaat setelah Dungeon Freedom dibangun.
Artemis dan Zeus segera pergi meninggalkan rumahnya masing-masing, setelah mendengar keributan yang berasal dari bawahannya Abacaden. saat itulah Artemis dan Zeus langsung menuju ke dalam Dungeon Freedom.
Lampu Lampu LED bertebaran terpasang di berbagai tempat, seperti bebatuan, semak-semak, dan papan-papan.
****************
Di dalam Dungeon Freedom, Artemis dan Zeus temannya meloncat-loncat gembira akan fitur-fitur yang menarik seperti fitur perbelanjaan dan fitur gem konversasi ke uang.
"Berburu gem? apa itu gem?" tanya Artemis.
Saat ini Artemis berdiri tegak didepan papan-papan yang berisi tulisan seperti pemberitahuan dari event Dungeon Freedom.
"Apa itu gem?" ketik Artemis didepan layar papan yang mempunyai fitur layar sentuh.
"Jawab, 'Gem' sendiri adalah sebuah material yang bisa didapatkan dengan membunuh bos dari para monster yang berasal dari Dungeon Freedom.
Disisi nya ada Zeus yang juga sedang melirik papan event tsb. dan disisi Artemis, dia terus melanjutkan pertanyaannya.
"Jenis-jenis gem?" ketik Artemis didepan layar sentuh yang berukuran sebesar kotak kardus Indomie.
"Jawab, 'Gem' sendiri memiliki bermacam macam jenis dari perbedaannya terletak pada warna & tekstur, semakin berat berlian yang didapat maka semakin mahal harganya, namun harga berlian akan semakin mahal jika warna nya memadai.
"Keren!" gumam Zeus yang berada disisinya.
"Semahal itu kah gem?" ketik Artemis didepan layar sentuh.
"Jawab, 'Gem' sendiri memiliki tingkatan harga mulai dari 100 Juta hingga yang termahal 1 Triliun.
****************
"Serang disana!" teriak Lein yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Dungeon Freedom.
"SERBU...!!!" teriak heboh bawahannya yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan Dungeon Freedom.
****************
Dari kejauhan pria paruh baya yang berusia 48 yaitu Kentlord, sedang terbang menggunakan helikopter militer miliknya.
"Sungguh menakjubkan, siapa yang menciptakan semua ini?" kagetnya.
Kentlord ketua dari pasukan elit khusus dari pemerintah, kini sedang berada di atas langit-langit hutan, dengan raut wajah yang ternganga lebar, Ia berkata. "Hutan apa ini, benar-benar tidak masuk akal"
Tentu ini sangat mengagetkan baginya, bagaimana tidak, Ia diperlihatkan dengan berbagai hal yang tidak masuk akal.
****************
Bawahannya seketika terdiam setelah mendengar ucapan tuannya Abacaden yang mengatakan. "Kau ini siapa?"
"Lah, kau siapa?" sahut Abacyrcle, yang memandangnya dari bawah.
Abacaden dan Abacyrcle tak henti-hentinya, terheran-heran akan pertemuan mereka. lalu dengan sigap Abacaden berkata. "Permisi bertanya, kau berasal dari mana?"
"Aku juga bingung, tiba-tiba saja aku terpental kesini" sahut Abacyrcle.
Abacaden yang mendengar jawabannya seketika dihujani ribuan pertanyaan, bagaimana bisa dirinya yang berasal dari timeline dunia lain, tiba-tiba terpental jauh kesini.
****************
Setelah mendengar permintaan dari Kami-sama, Abaren dengan sengaja sigap, menghidupkan kembali Kami-sama yang berada di timeline lain, sebut saja Kami-sama(TLA) singkatan dari Time Line Asli.
"Mustahil ya" sahut Kami-sama(Delusi dari Abaren)
Namun, disitu lah terjadinya bug dari alur cerita tsb, isi diarynya si Abaren Clorin tiba-tiba dipenuhi dengan dialog yang terus berlanjut.
Di dunia karangan miliknya Author, Kami-sama(TLA) memang sudah dilenyapkan oleh Abacaden, itu karena tidak ada lanjutan ceritanya setelah kematian.
Disitulah letak awal lanjutan kisah hidupnya Kami-sama(TLA) yang mati di dalam timeline asli terpental ke timeline diarynya si Abaren. Sesaat setelah mendengar permohonan Kami-sama(Delusi dari Abaren) yaitu kakeknya Abaren Clorin.
__ADS_1
****************
Kisah Kami-sama(TLA) yang telah mati, dilanjutkan kembali melalui tulisan dari diarynya Abaren Clorin.
"Otoritas dewa milikku lenyap? lelucon macam apa itu!" sahut Abacyrcle, yang tercipta dari diarynya delusi nya Abaren.
Abaren Clorin, memang sengaja membuat Kami-sama terlahir kembali, setelah mendengar permintaannya Kami-sama yang tercipta dari delusi miliknya.
"Apapun itu, aku akan segera mengakhiri hidupmu!" lanjut Kami-sama(TLA).
****************
Di tengah malam tepatnya pukul 12:25 PM, Abacaden dengan dirinya yang lain yaitu Abacyrcle.
Mereka terus-menerus melanjutkan penjelasannya mengenai perubahan besar akan dampak timeline lain hingga ke detail terinci.
"Begitulah kira-kira yang terjadi" ucap Abacyrcle.
"Jadi begitu ya, emmm..." Abacaden mengangguk akan penjelasannya. "Baiklah kurasa aku akan segera mengakhiri hidupmu guna memutus akar dari bug ini" lanjut Abacaden.
Dengan kekuatan kekuatan dahsyatnya Abacaden mampu melintasi jalur garis waktu dunia. "Open, TLA!" teriaknya Abacaden selagi merapal mantra.
"Tepatnya aku akan membunuhmu Author, Abaren Clorin, Kami-sama (TLA), Abacyrcle!" bentak Abacaden.
****************
"Jangan bercanda! aku bisa dengan mudah untuk melenyapkanmu" ucap Author.
"Abacaden, aku yang akan membunuhmu melalui perantara Kami-sama!(TLA)" sahut Abaren Clorin.
"Jangan bercanda! dengan kekuatan dahsyat yang diberikan oleh Abaren Clorin, aku akan memusnahkan mu, Abacaden!" bentak Kami-sama TLA.
"Jangan bercanda! aku belum siap mati!" kaget Abacyrcle.
****************
Abacaden tertawa terbahak-bahak puas akan reaksi panik mereka. "Lucu sekali, dan aku sedikit kaget, karena bug ini, kita yang berasal dari berbagai timeline bisa berinteraksi satu sama lain" sahut Abacaden.
"A-Apa katamu?! sialan, akan kubunuh kau segera!" sahut Author.
"Note: Abakaiden mati karena serangan jantung di sela-sela perkataannya!" tulis Author dengan wajah psikopat. Namun secara tiba-tiba novelnya berisi tulisan "Ditolak!" dan seketika Abakaiden muncul didepannya.
"Jadi ini kah, orang yang menciptakanmu?!" lirik Abakaiden yang sedang memandang rendah, dihadapan Author. "M-Mustahil...!!! H-Hentikan...!!! J-Jangan bercanda...!!!--" teriak histerisnya Author.
"Sayonara 🗿💨" Abakaiden segera menebasnya dengan pedang Antimatter Blade miliknya. Dengan sekejap mata itu langsung mengakhiri hidupnya.
****************
"A-Apa?! kenapa... seharusnya Abakaiden juga ikut lenyap!" sahut Kami-sama (TLA) yang sedang memandanginya dibalik layar bola magis.
"Yo! Kami-sama (TLA) apalah... Sayonara🗿💨" dengan sekejap mata, Antimatter Blade miliknya menebas kepalanya Kami-sama (TLA).
"Tidak--" "Tunggu--" Jangan--" "Tolong--" "Hentikan!--" Ucap Kami-sama (TLA) yang mati berkali-kali.
Abakaiden segera mengangkat tangannya keatas, lalu dengan sekejap mata, menebas kepalanya Kami-sama TLA dengan kecepatan cahaya miliknya. "Dengan begini, nyawa terakhirmu sudah lenyap!" ucap Abakaiden.
****************
Abaren Clorin yang memandanginya melalui dialog yang terus mengalir, itu membuatnya mata bergetar hebat akan kekuatan dahsyat miliknya Abakaiden.
"Tidak, seharusnya tidak seperti ini!" gumam Abaren Clorin.
"Yo! Abaren Clorin, apa kau sudah bangun dari delusi mu?" tanya Abakaiden.
"Hentikanlah--" bentak Abaren Clorin, yang melihat Abakaiden didepannya dengan aura yang ingin membunuhnya.
"Sudah terlambat, aku telah berubah menjadi dewa yang terkuat!" dengan sekejap mata Abakaiden segera menebas kepalanya Abaren Clorin bersamaan dengan kakek tua tsb aka (Delusi dari Abaren).
****************
__ADS_1
"Oiii... Oiii... Oiii..." kaget Abacyrcle dengan raut wajahnya yang trauma hebat.
Didepannya ada Abakaiden yang sudah siaga dengan kuda-kudanya, dengan sekejap mata Abakaiden langsung menebaskan pedangnya tepat didepan mata Abacyrcle.
"Dengan ini, semuanya sudah berakhir!" bentak Abakaiden dengan raut wajah yang suram.
****************
Selamat datang di cerita asli dari Abakaiden.
****************
"Apa kau sudah bangun?" tanya kekasihnya Neura.
"Ya, selamat pagi, Aku tadi bermimpi aneh" ucap Abakaiden.
"Mimpi aneh? yang seperti apa?" heran Neura.
"Aku bermimpi menjadi seorang dewa" jawab Abakaiden.
Setelah mendengar ucapan tsb, Neura seketika tertawa histeris dengan meletakkan lengan yang menutupi tawa nya.
"Ada-ada saja, cepat sana sarapannya sudah ku siapkan" sahut Neura.
"A-Apa? aku serius loh!" sahut Abakaiden. lalu Neura membalasnya. "Ya ampun~"
****************
Selamat datang di cerita akhir dari Abakaiden.
****************
"Duniamu telah berakhir, Abakaiden" salam Kairen.
"Ya..." sahut Abakaiden. yang sedang memegang diary miliknya, dan lalu membuang diary tsb ke tempat sampah.
"Apa hanya ini jalan satu-satunya?" sahut Abakaiden.
"Ya, aku akan menamparmu dengan kenyataan!" jawab Kairen.
"Tidak akan kubiarkan!" teriak kekasihnya Neura.
"Kau yang akan menjadi musuhku, Neura!" bentak Yaezen.
****************
⟨Chapter 200⟩
****************
"Bagiku, sudah cukup" ucap Kairen.
"Apa yang kau inginkan dariku, meski aku mati sekalipun takdir tak akan pernah bisa kembali seperti sediakala" sahut Abakaiden.
"Tidak, Aku akan membuatmu merasakan, apa yang kurasakan!" bentak Kairen.
"Yaezen, bunuh Neura" perintahnya Kairen.
Dengan segera, Yaezen langsung menebas kepalanya. Hingga terpental jauh sampai ke mata kaki Abakaiden.
****************
Dahlah gelap, mending rakit pc.
****************
Semua bug error telah lenyap, kini hanya menyisakan kehidupan seorang dewa yang senang berkreasi melalui kekuasaannya.
"Selamat datang kembali tuanku! >v<" salam Nue.
__ADS_1
"Y-Ya Nue..." sahut Abakaiden.